
"Teori dari Mr.Alex !"
He..he..he..
"Enggak lucu!"
Ketus Maryam.
"Aku tau enggak lucu,tapi Kamu tetap tertawa!"
Maryam segera menutup mulut nya,agar berhenti tertawa.
Tok..tok...tok...
"Masuk!"
Ceklek !
Caston membuka pintu,dari sekian orang hanya Caston yang normal hari ini,untung saja ia mengetuk pintu,kalau enggak mungkin Alex akan membakar ruangan itu saat ini juga.
"Tuan!"
Caston melirik ke arah Maryam,Alex mengetahui syarat mata dari Caston.
"Aku kesana!"
Alex segera berdiri dan menghampiri Caston.
"Apa yang terjadi?"
Tanya Alex,begitu tiba di depan Caston.
"Tetua Alaska disini!"
Pungkas nya.
"Disini?sedang apa Pria tua itu!"
Caston menggelengkan kepala nya .
"Kita pergi melihat!"
Sebelum Alex pergi,terlebih dulu ia berpamitan kepada Maryam.
"Aku akan mengikuti rapat,Kamu tunggu disini jangan ke mana-mana!"
"Baik !"
Sahut Maryam.
Alex segera pergi bersama dengan Caston.Maryam menunggu nya di ruangan.
"Tuan Mereka ada di ruangan rapat!"
Ujar Ayin yang bertemu dengan Alex,saat keluar dari ruangan nya.
Alex mengangguk nya,dan segera menuju lantai atas.
Begitu tiba disana,Alex melihat beberapa pengawal tetua Alaska menunggu di depan ruangan.
"Kalian tunggu diluar !"
"Baik Tuan !"
__ADS_1
Ayin dan Caston menunggu Alex di luar ruangan.
Ceklek !
Alex melangkah masuk ke dalam,di dalam sudah ada pria tua dengan stelan jas nya sedang menunggu Alex.
Sreett !
Alex menarik kursi nya,lalu menempatkan pan tat nya di kursi.
"Terimakasih Tuan Alex,sudah mau menyambut Kami!"
Tetua Alaska,Tuan Guntur.
"Kalau Saya menolak untuk menyambut kedatangan Anda,apa Anda akan pergi sekarang juga?"
Mendengar perkataan Alex,raut wajah Tuan Guntur seketika berubah menjadi masam,lalu menatap nyalang ke arah Alex.
"Ekspresi apa itu?"
Ucap Alex datar.
"Aku minta maaf kalau Kita bertemu dalam keadaan yang tidak menyenangkan seperti ini.Namun,aku tau sebagai pebisnis,
Kamu akan paham bahwa tujuan untuk menghalalkan berbagai cara adalah hal yang tepat!"
"Aku tidak tertarik untuk mendengar nya!"
Alex menompang dagu nya dengan kedua tangan yang berada diatas meja.
"Keluarga Kita punya perjanjian di atas kertas,tapi Kamu melanggar nya !"
"Aku tau itu,yang terlebih dulu melanggar nya adalah Putra Anda,Revan mencelakakan Ayin,salah satu bawahan Kami,dan Dia pantas mendapatkan itu!"
Tegas Alex,dengan ekspresi kejam nya,yang tidak sabaran untuk menghajar Tuan Guntur.
Pungkas Tuan Guntur,Alex masih melihat nya dengan datar.
"Kami berdua sangat menghormati batas kepentingan Kami,tidak semudah Kamu melanggar aturan nya.Tapi,Kamu Alex,terlalu jauh berkembang sehingga melupakan perjanjian bisnis,dan beberapa dari mereka mungkin tidak menyukai itu!"
Sambung Nya lagi.
"Beberapa orang ?"
Alex mengulangi ucapan Tuan Guntur.
"Katakan seperti apa orang itu,apa seperti Kamu,atau ada yang lain yang lebih parah dari keluarga Alaska ?".
"Alex!"
Teriak Tuan Alaska.
"Sudah ku katakan,Aku tidak akan melanggar aturan,kalau putra Mu tidak melanggar nya duluan,dunia Kita dunia mafia bukan dunia bisnis saja!"
Pungkas Alex yang kini berdiri.
"Siapapun yang memulai pertumpahan darah
,maka Dia harus bisa menerima konsekuensi nya!"Sambung Alex,kini tatapan netra nya berapi,Tuan Guntur masih duduk dengan tenang dan tidak bergeming dari tempat nya.
"Kami telah memperingati Kamu,dengan kecelakaan Laura,tapi Kamu mengabaikan Nya!"
"Sudah ku katakan,Kalian berani menyentuh,maka Aku berani melenyapkan!"
__ADS_1
"Kamu berani menculik Devano,itu adalah balasan nya,itu hanya bawahan,tapi Kamu membun uh Revan,pewaris Alaska.Kamu menganggap diri Mu hebat,kekuatan kuat,tapi tetap Tuan King yang lebih bijak,ia tau dalam kondisi seperti apa yang boleh bertindak,ia tidak pernah menganggap kekuatan lawan itu lemah!"
Tegas Tuan Guntur.
"Aku tidak bisa menoleransi,saat salah satu dari kalian menyentuh orang di dekat Ku,terlebih lagi orang yang sama seperti keluarga bagi Ku!"
"Seperti nya Kau salah,Aku bukan orang yang menerima kekalahan begitu saja!"
"Jika Kau tidak senang berbisnis dengan Ku,Kau boleh mencari Tuan King di LA!"
"Jika Aku bisa datang kemari,dan bertemu dengan Mu,Aku tidak perlu terlalu jauh datang untuk menemui Tuan King.Seperti nya Kau tidak akan bisa bertahan lama disini,Aku berharap Kau bisa segera mungkin menyerahkan kursi CEO kepada Mario,Pria itu yang Kau anggap bodoh dan gila,lebih bijak dalam menerima jabatan nya!"
Ucap Tuan Guntur dengan tegas dan lantang.
"Kau salah !"
Alex menatap nya dengan nyalang.
Brak ! Alex mengebrak meja nya.
"Ku katakan Kau salah.Kau pikir Aku akan memberikan kursi CEO ini dengan mudah kepada orang lain?setelah Tuan King memilih Ku!"
Mata nya memancarkan aura pembu nuh,hanya saja di depan nya adalah Tuan Guntur,dan itu suatu keberuntungan,jika di depan nya orang lain,mungkin sejak dari tadi mayat nya sudah tersungkur di lantai.
"Kau hanya anak angkat,dan berpikir terlalu berlebihan"
Mendengar kata -kata itu membuat Alex semakin marah,dan mengepalkan tangan nya.
"Kehormatan Ku lebih tinggi dari Mu yang terlahir dari seorang ibu tanpa Ayah!"
"Alex!"
Teriak Tuan Guntur.
"Ku ingatkan lagi,jaga bicara Mu,jika kau berani menyentuh kehormatan Ku,maka ku pastikan istri Mu dalam bahaya !"
Tuan Guntur memberikan iPad kepada Alex,dan terlihat dari layar iPad seorang bawahan Tuan Guntur sedang mengintai ruangan Alex di lantai bawah setelah ini.
"Kau mengatakan diri Mu pria terhormat?Kau memanfaatkan keberadaan istri Ku untuk menjebak Ku disini,apa Kau bisa di katakan Pria terhormat?"
"Aku tidak se buruk itu,bisnis adalah bisnis,dendam adalah dendam,hari ini Aku datang untuk mengajukan pemindahan saham Alaska ke tangan Ku,yang sudah lama Kau ambil!"
Tuan Guntur berdiri.Lalu berjalan ke arah Alex.
"Mimpi saja Aku tidak akan menyerah sepersen pun saham itu kepada Mu,meskipun Kau ma ti!"
Tegas Alex,Tuan Guntur segera pergi meninggalkan ruangan rapat.
Brak!
Tuan Guntur membanting pintu,dari luar Caston dan Ayin melihat nya.
"Kita kembali!"
Tuan Guntur menatap Caston atau pun Ayin,lalu segera pergi dari hadapan Mereka,meninggalkan Xander.
"S ial !"
Teriak Alex dari dalam.
"Tuan apa semua baik-baik saja?"
Ayin dan Caston masuk ke dalam.
__ADS_1
"Dia sudah mulai mengancam keberadaan Maryam,saat ini yang di incar oleh keluarga Alaska adalah Maryam !"
Pungkas Alex.