Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Peter


__ADS_3

Ayin berjalan satu langkah ke arah Peter.


"Jangan katakan kalau Kau yang melakukan itu!"Teriak Ayin sambil menunjuk ke arah Peter.


Pak!


Peter menepis nya.Lalu ia menatap nyalang ke arah Ayin yang telah berbicara dengan nada tinggi terhadap nya.


"Ayin tenang!"Bisik Caston sambil menepuk pelan bahu Ayin .


Semua staf berlari ke arah lobi,banyak yang penasaran dengan keributan beberapa orang di lobi.Apalagi salah satu nya adalah Peter,Anak tertua dari Tuan Guntur,Adik nya Tuan King pemilik Xander.


"Kau berani membentak Ku!"Peter berjalan ke arah Ayin,dan kini menatap Wanita itu dengan dekat,wajah ke dua nya hanya berjarak satu jengkal saja.


"Kamu pikir Aku tidak berani?Kau hanya berani menyerang di kejauhan,kalau berani lawan Aku sekarang !"Teriak Ayin lagi,Jerry melihat ke arah semua staf yang sedang menguping pembicaraan Mereka.


"Apa yang Kalian lihat,apa Kalian mau di pecat !"Teriak Jerry,semua staf kembali berlari terbirit-birit,saat mendengar Jerry mengancam Mereka.


"Ayo Kita pergi!"Caston mengajak Ayin untuk kembali ke ruangan Nya.Sementara,Jerry masih di lobi bersama dengan Peter.


Tap..Tap..Tap..


Duaacckhhh!


"Ugh!"Peter terhempas dari tempat ia berdiri,menerima serangan dari Ayin.


Siapa sangka,Ayin yang masih dendam kepada Peter,langsung berlari ke arah Pria itu,dan menendang nya dari belakang.


krak !


Krak !


Krak!


Pengawal yang sejak tadi melindungi Peter,mengetahui Bos nya diserang,Mereka segera menarik pelatuk,dan mengarahkan se njata ke arah Ayin dan Caston.


Jerry juga mengarahkan sen jata Nya ke arah Peter,Pria ini reflek mengeluarkan pis tol yang ia sembunyikan di balik jas nya.


Pengawal segera membantu Peter untuk berdiri.Sementara Ayin masih melihat nya dengan tajam.


Beberapa orang yang penasaran,tapi tidak berani untuk mengintip setelah terakhir kali Jerry memperingati Mereka.


Suasana lobi sepi dengan karyawan,tapi ramai dengan beberapa orang pengawal yang di bawa oleh Peter.


Dania tanpa sepengetahuan Jerry dan yang lain telah menghubungi Alex.

__ADS_1


Krak!


Peter mengarahkan sen jatanya ke arah Ayin.


"Tembak kalau Kau berani!"Teriak Ayin begitu menantang.


"Turun kan sen jata Mu,Kita sedang di kantor bukan di Medan perang!"Titah Jerry.


"Kau berani memerintahkan Aku?"Kini pis tol yang ada di tangan Peter,malah beralih ke arah Jerry.


Jerry melirik Caston.


"Kenapa tidak!"Timpal Alex yang baru saja sampai ke kantor nya.


"Alex !"Ucap Peter dengan bibir yang mengukir senyuman sinis.


Alex berjalan ke arah Mereka yang saling berhadapan,saling memegang senja ta.


"Kalau Kalian ingin saling bu nuh membu nuh,silahkan keluar dari tempat ini,Kalian bebas melakukan itu di luar kantor!"Tegas Alex.


"Orang yang ingin Ku bu nuh sebenarnya adalah Kamu,bukan Dia,bukan juga Mereka !"Ujar Peter,melihat ke arah Ayin,lalu ke arah Jerry,dan kembali menatap Alex.


"Kalau Kau bisa keluar dari tempat ini dengan selamat,silahkan bu nuh Aku.Dan Kamu bisa liat,seberapa menakut nya Xander,ketika pemimpin Nya Kau bu nuh!"Ucap Alex dengan datar.Namun,terdengar menakut kan,itu adalah sebuah ancaman juga sebuah peringatan untuk Peter.


"Heeh!terlalu cepat untuk membu nuh Mu,sementara Aku sudah menyiapkan kejutan untuk Mu di malam pertemuan nanti!"Imbuh Peter,menarik kembali pis tol nya,dan menyimpan di balik jas yang ia kenakan.


Semua bawahan Alex yang mendengar ucapan Alex tersenyum mengejek Peter,termasuk Dania,sang resepsionis.


Peter murka,Pria ini kembali menyimpan dendam dan amarah kepada Alex.


"Apa yang Kau ketawakan !"Teriak Peter melihat ke arah Dania,Wanita ini menundukkan kepala nya saat Peter berteriak kepada Nya.


"Heei,ini lawan Mu,bukan Mereka!"Ketus Alex,Peter menatap tajam ke arah Alex,yang berdiri begitu sombong di depan nya.


Tap..Tap!


Alex maju dua langkah ke arah Peter,


"Sebelum nya Aku merasa khawatir disaat akan bertemu dengan Mu,apalagi Aku mengetahui Kau lulusan militer terbaik.Namun,setelah Aku melihat wajah Mu,Aku tau bagaimana kualitas diriMu!"Cibir Alex lagi.


"Ugh!"Peter mencekik leher Alex,tapi Alex tidak bergeming atau berteriak.


"Lepas!"Teriak Jerry.


"Jika Kau masih mau hidup lepas tangan Mu!"Sambung Caston,Peter terlihat menyeringai.

__ADS_1


"Aakhh!"


Teriak Peter saat tangan nya di kunci kebelakang oleh Alex,dengan menggunakan satu tangan kanan nya saja.


Peter terus saja memberontak,tapi Alex belum juga melepas nya.


"Lepas!"Teriak Peter.Alex tidak menggubris nya.


"Kau lupa siapa Aku,Haah!"Peter berusaha menoleh ke arah Alex.


Dugh!


Alex menghempaskan tubuh Peter ke lantai,dua orang pengawal datang membantu Peter untuk berdiri.


"Aku harap di pertemuan nanti,tangan Mu sudah membaik!"Ejek Alex dengan senyum smirk ke arah Peter.


"Sia lan!"Teriak Peter yang pergi meninggalkan Xander.


Di leher Alex masih ada bekas cekikan jari Peter,masih ada bekas merah disana.


"Tuan,Anda tidak apa - apa?"Jerry mendekat.


"Eeem,kembali berkerja!"Titah Alex melihat ke arah Ayin dan Caston.Ke dua nya menundukkan kepala lalu bergegas pergi meninggalkan lobi.


Sementara Jerry masih di lobi bersama dengan Alex.


"Tuan,Aku sudah membebaskan Devano,dan sesuai yang Anda perintahkan,Aku sudah menyuruh Lauren untuk memasang card di tubuh Devano,dan ini hasil nya !"Jerry memperlihatkan layar iPad nya kepada Alex.


"Eem,pantau terus gerak gerik nya,jangan biarkan sesuatu terjadi!"


Jerry mengangguk nya.


"Bagaimana dengan Mario?"


"Tuan Mario,gerak gerik nya belum ada yang mencurigakan,tapi akhir-akhir ini Dia sering ke kantor bagian pemasaran.Apa Tuan ada memberikan pekerjaan tambahan kepada Tuan Mario?"Jerry memperlihat kan foto hasil pemotretan yang di ambil oleh orang suruhan Nya.


"Tidak!"Alex menatap foto Mario yang ada di layar iPad Jerry.


"Berarti ada sesuatu yang di rencanakan Pria itu,awasi Dia,jangan sampai Dia melewati batas nya,jika ada yang mencurigakan segera hubungi Aku!"Titah Alex,Jerry mengangguk nya.


"Jerry,Aku akan kembali pulang,Istri Ku terlihat kurang sehat hari ini,tolong Kamu persiapkan semua berkas yang ingin Aku tanda tangan,dan antar ke rumah utama,Aku akan menunggu Mu disana!"Tegas Alex.


"Baik Tuan,kebetulan hari ini ada sepuluh berkas yang harus Anda tanda-tangan,dan li-ma Proposal baru yang harus Anda periksa!"


"Eeem,antar nanti malam kerumah,Aku akan menunggu Nya!"

__ADS_1


"Baik Tuan!"


Alex segera pergi meninggalkan Xander,karena teringat nya Maryam sedang kurang sehat.Jadi,Alex ingin segera pulang dan menemani sang istri.


__ADS_2