
Mengetahui seseorang yang datang,Maryam segera berdiri.
"Bunda mau kemana?Bunda duduk saja!"Albert memegang tangan Maryam.
"Siapa ?"Sambung Albert.
"Tuan Muda,Saya Ana,Saya membawakan bubur untu Nyonya!"
"Masuk !"
Ceklek !
Ana melangkah masuk ke dalam kamar tersebut,terlihat Maryam yang duduk di tepi ranjang,dan di temani oleh Albert.
"Aku membawakan bubur untuk Nyonya !"
"Apa sudah di periksa?bubur nya aman tidak?"Tanya Albert dengan tegas.
"A-Aman Tuan Muda,bubur nya sudah di periksa oleh Pak Kim !"Ujar Ana.
"Berikan pada Ku!"Albert mengulurkan tangan nya.
"Tapi Tuan Muda,ini masih panas!"
"Aku bisa membuat Nya dingin,tinggalkan Kami berdua!"Titah Albert.
"Baik Tuan Muda!"
Albert adalah orang ke dua yang mengikuti jejak Alex,dari sikap nya Mereka terlihat begitu banyak kesamaan.
Blam!
Ana menutup kembali pintu kamar tersebut,setelah berada di luar kamar.
"Bunda,Albert akan menyuapi Bunda!"Ucap Albert dengan lembut,sangat berbeda saat ia berbicara dengan Ana barusan.
"Bunda bisa makan sendiri,sini Sayang!"Maryam mengambil alih mangkuk bubur yang ada di tangan Albert.
Meskipun Albert tidak rela,tapi ia harus mengalah,saat Maryam memaksa nya.Albert pun menyerah dan tidak dapat berbuat apa-apa.
Sebelum nya Jerry telah sampai tepat dua menit saat dokter Lauren juga sampai di rumah utama.
__ADS_1
Pak Kim kembali menghampiri Jerry yang sedang menunggu Maryam.
"Maaf Tuan Jerry,Nyonya masih sedang sarapan,silahkan masuk dulu,dan Anda bisa menunggu Nyonya di ruang tamu!"Ujar Pak Kim.
"Baik Pak Kim,Saya akan menunggu nya di ruang tamu!"
Jerry seger berdiri,dan mengikuti Pak Kim untuk masuk ke dalam rumah.
Di Tempat Lain. . .
Restoran Inggris,tempat dimana Alex dan klien nya sedang rapat.
Disisi kanan dan kiri Alex sudah ada Caston dan juga Ayin,yang menemani Alex untuk rapat.
"Proposal nya sudah Saya periksa,dan Saya tertarik untuk bekerja sama,asalkan keuntungan yang di tawarkan dapat meningkat minimal sepuluh persen lagi!"Ujar Alex.
Klien yang duduk di depan Alex saling pandang satu sama lain dengan rekan nya satu lagi,ke dua nya adalah orang sukses di bidang ekspor dan impor produk dari luar Negar NY.
"Tuan Rio,keuntungan yang Saya ingin dari Anda,tidak akan membuat Anda jatuh miskin,bahkan,Saya dapat berjanji akan memberikan kerjasama dengan jangka waktu yang lama dengan Anda!"Sambung Alex lagi,
Rio melirik ke arah rekan nya Gio,ke dua nya adalah saudara kandung yang menjalan 'kan bisnis keluarga.
"Baik lah,Kami setuju,semoga Tuan Alex dapat menepati janji nya,dan selalu berkerjasama dengan perusahaan Kami!"Mereka mengulurkan tangan nya untuk bersalaman.
Begitu rapat selesai,terlihat Alex yang keluar dari restoran tersebut,dengan di dampingi oleh dua orang bawahan nya.
"Sudah dapat kabar dari dokter Lauren?"Tanya Alex begitu tiba di luar restoran,memang tidak dapat menyembunyikan nya,Alex benar-benar khawatir dengan kondisi sang istri.
"Sudah Tuan,dokter Lauren menyarankan Anda untuk membawa Nyonya ke klinik,saat ini ia belum dapat memastikan kondisi janin.Dokter Lauren perlu melakukan USG terhadap Nyonya!"Pungkas Ayin.
"Atur jadwal nya,bila perlu malam ini langsung berangkat !"Titah Alex,dan segera masuk ke dalam mobil saat Caston membuka pintu mobil untuk Nya.
"Baik Tuan !"
Ayin segera mengirim email kepada Lauren,meskipun Dia belum tahu Maryam bisa pergi atau enggak nya ke klinik,Alex sudah mengatur pertemuan itu secepat mungkin,agar ia bisa tenang,setelah mengetahui kalau calon baby nya baik-baik saja.
Mobil Alex berhenti,saat lampu lalu lintas berwarna merah.
Seorang ibu hamil bersama dengan suami nya yang sedang membawa buket mawar berwarna pink,dan di tangan suami banyak belanjaan dengan corak berwarna pink dan itu menarik perhatian Alex.
"Tuan,Tuan Rio,telah mengirim email persetujuan nya,apa langsung di terima,atau di tunda dua hari?"Tanya Ayin.Namun,Ayin tidak segera mendapat jawaban dari pertanyaan tersebut.
__ADS_1
Lalu Ayin menoleh ke belakang,
"Tuan.."Panggil Ayin lagi.Melihat Alex yang belum merespon,Ayin mengikuti netra Alex memandang keluar jendela mobil.
"Tuan Alex!"Panggil Ayin dengan sedikit keras,Caston menyenggol nya.
"Iya!"Sahut Alex singkat lalu menatap Ayin,yang saat ini juga dengan melihat nya.
"Apa Anda ingin membelikan bunga juga?"Tanya Ayin.Sambil menunjuk ke arah ibu hamil yang ada di seberang jalan.
Lampu lalu lintas berwarna hijau,dan Caston sudah melajukan kembali mobilnya.
"Tidak,Aku tidak suka bunga!"Tegas Alex.
"Tapi,wanita suka bunga.Lihat lah ibu hamil yang tadi Dia begitu bahagia saat suami Nya membelikan Dia bunga,pasti calon anak Mereka Perempuan,semua barang yang di belikan Mereka serba warna Pink!"Pungkas Ayin lagi.
Alex mengepalkan tangan nya.
"Ayin !"Panggil Alex,Ayin segera menoleh.
"Iya Tuan !"
"Jadi,jika ibu hamil terlalu suka dengan warna cerah,apalagi pink,apa itu pertanda Anak nya nanti adalah perempuan?"Tanya Alex,Ayin baru sadar, jika Alex menginginkan Anak laki-laki selama ini.
Caston melirik ke arah Ayin,sambil memberi peringatan.
"Ti-Tidak semua nya Tuan,tergantung juga,kadang ada yang suka warna pink tapi Anak nya laki-laki!"Imbuh Ayin,segera membalikan kepala nya ke posisi semula.
'Akhir-akhir ini,Maryam senang dengan warna pink,apa calon baby Kami Perempuan?kalau perempuan,bagaimana dengan nasib Maryam?pasti Tuan Besar tidak membiarkan itu tejadi!'
Alex mulai gelisah lagi,ia semakin tidak karuan sebelum ia mengetahui jenis kelamin sang baby yang di kandung istri Nya.
"Ayin pesan 'kan untuk Ku,beberapa sprei dengan corak gelap,Aku suka corak hitam dan coklat,pesan sepuluh pics,agar mudah untuk menggantikan nya!"Tegas Alex.
"Tuan,Pak Kim satu hari lalu telah memesan li-ma sprei dengan corak cerah ada kuning dan pink,serta biru,itu Nyonya yang pesan,apa mau di pesan lagi?"Ayin kembali memastikan itu.
"Ini perintah,jangan banyak tanya,segera lakukan apa yang telah Ku katakan !"Titah Alex dengan netra yang memerah.
"Caston,warna apa corak baju yang di rancang oleh Jerry untuk malam pertemuan nanti?"
"Warna hitam Tuan,karena Kita harus menutupi kehamilan Nyonya,jadi menurut Saya warna hitam lebih mudah untuk menutupi kehamilan,dan tetap akan terlihat ramping meskipun Nyonya dalam keadaan hamil!"Jelas Caston.
__ADS_1
"Bagus!"Ketus Nya.
Alex duduk dengan perasan yang terus mengganggu nya,dan ia mulai tidak tenang,sesekali Alex,memainkan jari jemari nya.