
Devano melirik,menatap Cris dengan tajam.
Brak !
Ia membanting mouse yang ada di tangan nya.
"Kau terlalu banyak bicara,Aku akan kembali ke kamar dan tidur!"
Ketus Devano lalu pergi meninggalkan Cris di depan komputer.
"Kalau bukan Aku yang membiarkan Mu hidup,mungkin Kau sudah sejak lama dilenyapkan oleh Tuan Guntur,Dia tidak akan mempertahankan Mu jika Kamu tidak berguna untuk nya!"
Gumam Cris,lalu pergi menuju kamar nya.
Sampai di kamar,Cris selalu teringat akan pesan Revan,meminta ia untuk selalu menjaga Adik nya itu yang keras kepala,dan juga suka bertindak semau nya.
Menjaga nyawa orang lain lebih berat dari pada menjaga nyawa sendiri.Semua orang akan berpikir seperti itu,termasuk Cristian yang saat ini sedang melindungi Devano dari kejaran Alex.
Sebelum nya ia menjadi tahanan Alex,namun Revan membebaskan nya,sehingga membuat Alex masih ingin menangkap nya,bila perlu menghukum nya lebih berat dari sebelumnya.
Xander Company !
Di sisi lain ada Mario yang saat ini sedang menyusun rencana untuk menjebak Alex dalam situasi yang mungkin sulit untuk dipilih oleh Alex.
Mario mengharapkan posisi CEO,namun Tuan King lebih mempercayai Alex ketimbang Mario,sehingga membuat Pria ini dendam dan selalu berusaha untuk menjatuhkan Alex.
"Jerry sedang apa Kamu disini?"
Tanya Mario saat melihat Jerry yang masih berada di ruangan kerja nya.
"Tuan Alex menyuruh saya untuk mengambil beberapa file,Anda sendiri sedang apa disini ?"
Jerry berbalik tanya kepada Mario,yang seharusnya tidak mungkin lagi berada di kantor di jam begini.
"Aku datang untuk mengambil laptop kerja yang tertinggal!"
Sahut Mario memalingkan wajah dari pandangan Jerry.
'Gelagatnya mencurigakan !'
"Apa sudah di ambil?"
Jerry bertanya lagi,saat melihat Mario belum juga pergi.
"Sudah!Aku akan kembali !"
Jerry mengangguk nya.Ia segera menyimpan beberapa file ke flashdisk.Lalu pergi meninggalkan ruangan Nya.
Jerry melihat mobil Mario masih ada di tempat parkir,sedang kan Mario tadi berpamit akan kembali.
Jerry segera mengambil foto mobil Mario,lalu menyimpan nya di memori ponsel.
Setelah ia rasa semua nya telah beres,Jerry kembali pulang kerumah,besok pagi baru temui Alex di rumah.
***
Besok nya,tepat nya di pagi hari jam di dinding ruang makan menunjukan pukul 7:00.Suasana begitu sejuk karena ini sudah memasuki musim dingin.
Di meja makan hanya ada Alex dan juga Maryam,sedang kan yang lain belum kembali.
"Mas,mau Aku ambil kan?"
Tanya Maryam.
"Tunggu sebentar,keluarga Ku akan segera sampai Kita sarapan bersama !"
Maryam melirik ke arah Alex yang kini sedang melirik ke arah pintu ruangan makan.Alex menunggu seseorang yang tak kunjung datang.
__ADS_1
Padahal Caston semalam bilang akan tiba di pagi hari dan akan sarapan bersama dengan Mereka.
'Keluarga?kenapa Dia tidak pernah cerita kalau keluarga nya akan datang,dan juga Aku baru menyadari nya,disaat pernikahan tidak ada satupun keluarga nya yang datang,ada apa dengan keluarga ini,kenapa banyak sekali teka-teki!'
Maryam terus saja memandang Alex,Pria yang tidak pernah terbuka kepada Nya.Padahal Maryam adalah istri nya,tapi Alex tidak pernah mau berbagi duka atau suka kepada Maryam.
Tanpa Maryam sadari mata nya kini berkaca-kaca,melihat sang suami yang masih sibuk menatap pintu kaca ruangan makan.
Alex menyadari kalau Maryam sedang memperhatikan nya.
"Ada apa?"
Tanya Alex,Pria ini melihat netra Maryam yang berkaca-kaca.
"Tidak,tidak ada apa-apa!"
Maryam segera berpaling,dan menyeka bulir-bulir bening yang sudah menumpuk di pelupuk matanya.
"Benar?"
Tanya Alex dingin,dengan suara serak nya.
Maryam mengangguk nya.
"Sudah tanya,sudah sampai mana Mereka?"
"Belum,kata Caston sudah keluar dari bandara,harus nya 10 menit lagi akan sampai ke sini !"
Pungkas Alex,kini menompang kedua tangan nya di atas meja.Menatap menu makanan yang terhidang di atas meja.
Raut wajah Alex tidak ada tanda-tanda bahagia atau senang,bahkan ia terlihat panik dan gelisah.
"Apa perlu Aku menyiapkan menu yang lain,atau cemilan penutup?"
Tawar Maryam,sekedar basa-basi,ia ingin tahu seperti apa keluarga nya di mata Alex.
Pungkas Alex,
Memang benar,di depan Maryam terhidang menu makanan yang tidak bisa di makan oleh Maryam,bahkan ia tidak suka untuk mencoba nya.
Hanya ada bistik daging,rempelo rendang,dan juga Daging kecap asam manis,semua menu masakan yang di hidang oleh koki atas perintah Tuan Kim.
Terpaksa Maryam akan mencoba daging kecap asam manis,meskipun rasa nya di luar kemampuan nya untuk menelan ia akan mencoba untuk menghargai nya.
Alex menatap jam di tangan nya,sudah lewat 10 menit dari waktu perkiraan nya.
"Di telepon saja Mas Caston nya,takut nya macet atau ada apa -apa!"
Saran Maryam.
"Tidak perlu,Aku percaya Caston !"
Ketus Alex,Maryam mengangguk nya.
'Ada apa dengan Nya,bukan nya senang keluarga nya berkunjung,kenapa gelisah begitu ?'
Maryam terus saja memperhatikan gelagat Alex yang begitu tidak tenang.
"Ada apa ?kenapa menatap Ku begitu?apa sudah lapar?tunggu sebentar lagi,Mereka akan sampai !"
"Ya "
Sahut Maryam malas,padahal bukan itu maksud Maryam,ia ingin bertanya dengan suasana hati Alex,namun ia ragu.
"Pak Kim!"
Panggil Alex.Pria tua itu segera menghadap.
__ADS_1
"Ya Tuan!"
"Sudah tanyakan Caston,mereka sudah sampai mana?"
"Tuan selalu begitu,selalu tidak sabaran untuk bertemu dengan Mereka,tenang saja Tuan,mereka masih di jalan,dan tidak akan terjadi apa-apa dengan Mereka!"
Pak Kim melirik ke arah Maryam,
'siapa Mereka yang di maksud Pak Kim,keluarga Mas Alex?tapi panggilan nya terlalu akrab untuk Pak Kim,seperti bukan orang Tua Mas Alex!'
"Jangan terlalu banyak bicara,tidak baik untuk penyakit diabetes Mu!"
Cibir Alex,Pak Kim segera diam,dan Alex meminta nya untuk meninggalkan ruang makan.
Tidak lama kemudian Pak Kim kembali lagi,
"Tuan,Mereka sudah sampai!"
Ujar Pak Kim,Alex segera berdiri.
"Aku akan menjemput Nya sendiri di pintu!"
"Baik Tuan!"
Melihat Alex yang pergi,Maryam pun ikut menyusul sang suami ke pintu utama.
Maryam melihat Alex yang berdiri dengan gagah dan tegap di depan teras,ke dua tangan nya ia masukan ke dalam saku celana.
Pagi ini Alex terlihat begitu tampan dan rapi,lebih rapi dari hari biasanya.Bahkan Maryam sendiri dapat melihat perubahan sang suami pagi ini.
Li-ma mobil mewah milik keluarga Xander masuk ke dalam halaman rumah utama,dan berbaris tidak begitu jauh dari mereka.
Ceklek !
pintu mobil terbuka,Maryam berusaha mengintip orang yang ada di dalam nya,namun kaca mobil tidak memperlihatkan cahaya nya ke dalam mobil.
Tap!
Lompat seseorang dari mobil,seorang anak kecil berusia 6 tahun.Anak laki-laki itu terlihat begitu tampan dan juga style nya sungguh keren,mungkin seluruh tubuhnya senilai jutaan bahkan bisa saja ratusan rupiah yang menempel di tubuh Anak itu.
Anak itu segera berlari ke arah Alex saat melihat Alex yang berdiri di depan teras menunggu ke datangan Mereka.
"Papa..........."
Teriak Anak itu,merentang kan ke dua tangan nya,Alex berjongkok sambil merentangkan tangan nya juga.
Terlihat Alex yang tersenyum ke arah anak itu.Maryam yang mendengar panggilan itu membuat ia terkesiap menyentuh dada nya.
Detak jantung nya memompa lebih cepat,dada nya serasa sesak,entah apa yang sedang di pikirkan Maryam saat ini.
Semua pengawal turun dari mobil dan berbaris di depan mobil utama,mobil yang di kendarai oleh Caston.
Pengawal itu berbaris dan menundukan kepala nya.
Caston turun dan membuka pintu mobil belakang untuk seseorang yang akan turun dari mobil.
Ceklek !
Pintu mobil terbuka begitu lebar,sebuah kaki kecil dan mulus mulai menampakkan diri,kaki itu menggunakan high heels yang lumanyan tunggi,lalu mengeluarkan satu kaki lagi.
Maryam ingin tahu siapa yang turun dari mobil,Seorang perempuan dengan pakaian sexy nya mulai berdiri di depan pintu mobil,kaca mata hitam masih melekat di mata nya,lalu perlahan ia membuka nya.
"Nyonya muda silahkan !"
Ujar Caston,
Maryam dapat melihat keakraban Perempuan itu dengan Caston.Perempuan muda dan cantik,bertubuh sexy,bisa di lihat umur nya sekitaran 23 tahun,lebih muda dari Maryam.
__ADS_1
Alex dengan tenang mengendong Anak laki-laki tersebut,tanpa menoleh ke arah Maryam yang sedang berdiri di belakang Nya.