
Bandar Udara Antang Senjaya. . .
Al dan Joshua berada dalam sebuah taxi.Joshua bahkan belum menghubungi Alex setelah mereka tiba di bandara.
Al melihat sekitaran jalan dengan senyuman smirk di wajahnya.Betapa bahagia nya Al dapat berkunjung ke Indonesia.
Joshua memperhatikan Al yang terus saja menatap jendela mobil.
"Paman tau,Kamu pasti senang bisa cepat pulang.Harusnya kita akan kembali dua hari lagi,tapi karena semua nya sudah selesai beruntung kita bisa kembali dengan cepat!"
Al hanya tersenyum tanpa menjawab.Sebuah taxi berhenti tepat nya di depan sebuah rumah minimalis,yang sederhana.Namun,terlihat begitu nyaman.
"El,Kita sudah tiba!"
Al segera membuka pintu mobil,dan berdiri tepat di depan gerbang rumah nya.
Setelah Joshua membayar taxi,dia memberikan Al sebuah koper milik nya dan juga barang yang lain milik El.
Joshua membantu membuka gerbang tersebut.Al mengikuti nya dari belakang,melangkah menelusuri halaman rumah itu.
Banyak tanaman mawar di sekitar rumah,persis seperti di rumah utama yang ada di NY.
Seorang gadis dengan pakaian olahraga nya yang baru saja keluar dari dalam rumah,dan duduk di teras rumah.
"Assalamualaikum!"Ucap Joshua,Ge langsung menoleh ke arah Joshua.
"Paman Jo..."Teriak Ge yang kesenangan,karena sudah lama tidak melihat Pria itu.Terakhir kali Jo yang membantu Ge membujuk Maryam,agar mengizinkan Ge untuk berlatih ilmu bela diri.
Ge langsung memeluk Jo,ia sudah menganggap Jo seperti keluarga nya.
Tiba-tiba,Ge terpaku saat melihat pria yang sudah lama di kenal menurut nya,ia melihat Al sebagai sosok El.
Ge mengabaikan Al,karena yang Ge tahu,El tidak akan senang jika ia memeluk Pria di depan El.
Ge segera melepaskan pelukan itu,dan kembali ke tempat duduk.
"Kamu hanya memeluk paman Joshua saja,tapi tidak mau memeluk Aku sebagai kakak mu?"Tanya Al.Ge yang baru saja duduk tercengang mendengar ucapan Al.
__ADS_1
"Bukan kah,Kak El tidak suka,jika Aku memeluk Kak El?Karena kak El selalu bilang wanita dan laki-laki tidak boleh terlalu dekat,bla...bla...bla..."Ge mulai cerewet lagi,Al yang menatap itu langsung tersenyum smirk.Tanpa sengaja air mata nya menetes.Netra nya memerah.
"Apakah segitu benci nya Kamu sama Kakak?"Tanya Al.Ge tertegun.
"Kak!"Ge segera bangkit dari duduk nya,dan berjalan menghampiri Al.
Ge menghambur tubuh nya kearah Al,ia segera memeluk Al dengan erat.Begitu juga Al ia membalas pelukan Ge,tanpa sengaja air mata nya terus menetes.
Ge melepas pelukan Al,lalu menatap Al dengan heran.
"Kak El nangis?"
"Eeem,enggak Kakak hanya terlalu bahagia saja,bisa melihat Kamu"Al memegang ke dua pipi Ge.
"Kak,kita hanya berpisah empat hari,seolah-olah Kita berpisah lama!"Ketus Ge,yang cemberut.
"Sayang,apa Kakak mu sudah sampai dirumah?"Tanya Maryam yang melangkah keluar dari dalam rumah,menuju teras rumah.
Al yang berdiri tidak jauh dari pintu masuk pun,membatu menatap sosok wanita dengan kain cadar yang menutupi wajahnya.
Matanya yang sayu,alisnya yang tebal,dan bulu mata yang lentik,membuat Al tidak dapat berkata-kata.
"El!"Panggil Maryam.
Saat mendengar panggilan itu,Al segera mendekat dan merentangkan tangan nya.Padahal,Maryam sudah mengulurkan tangan nya untuk disalami oleh El seperti biasanya.
Tapi,kali ini justru sikap Anak nya berbeda dari sebelumnya.Maryam tertegun,ketika tubuh langsing nya di sekap oleh sosok pria yang kekar dan juga kuat.
Tubuh Al seperti Alex,Maryam dapat merasakan itu.
"El"Seru Maryam lagi,saat Al tidak melepaskan pelukan itu.
"Ma,biarkan Aku memeluk mu,El rindu ma!"Ungkap Al,Maryam yang mendengar ucapan itu,malah membuat ia bingung.
Tapi,getaran dari dalam hati tidak dapat di bohongi.Maryam merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Maryam membalas pelukan Al,ia menepuk pelan punggung Anaknya.
__ADS_1
"El,apa Kamu baik-baik saja?apa kepala mu masih sakit?"Tanya Maryam,tapi Al tidak menjawab ia terus saja diam,sampai Alex ikut menyusul mereka.
"Jo,kenapa tidak menelpon dulu,kalau kalian sudah tiba,seharusnya Aku bisa menjemput mu?"
Al melirik kearah sumber suara yang baru saja tiba di teras.Alex terkesiap menatap Al yang menurut nya jauh berbeda dengan penampilan El sebelumnya.
Al melepas pelukan nya dengan Maryam,lalu ia menghampiri Alex.
"Pa!"Panggil Al,Alex memeluk Anaknya itu dengan erat,lalu mengusap punggung Al.
"Bagaimana,apa kepala mu masih sakit?"Tanya Alex sembari melepas pelukan mereka.
"Kalian berdua tidak usah khawatir,Aku baik-baik saja,sudah sampai disini,tidak akan ada masalah apapun lagi!"Ungkap Al.Maryam tersenyum.Namun,saat Al berbicara,Maryam cukup merasa asing dengan suara itu.
"Aku perlu bicara dengan guru!"Ucap Joshua mendekat ke arah Alex.
"Kalau begitu,Aku akan masuk untuk menyiapkan makan siang untuk kalian!"Ujar Maryam,Ge pun ikut masuk.Al mengikuti Maryam dan Ge dari belakang.
Al melihat seisi rumah itu dengan wajah nya yang bingung.Ge terus saja memperhatikan Al.
Diluar Joshua menceritakan semua keanehan yang ia rasakan terhadap Al.
"Seperti nya memang benturan di kepala membuat El sedikit linglung !"Ujar Joshua.
"Eeem,Aku juga merasakan begitu,tapi Jo,terimakasih sudah mengantar El dengan selamat kerumah!"
"Tidak masalah,Aku pamit dulu,karena nanti malam harus terbang ke Mesir lagi!"
"Baik lah,hati-hati di jalan!"
Joshua segera pergi meninggalkan rumah Alex.
"Apa yang terjadi,kenapa tubuh El begitu keras,kenapa ia terlihat seperti Aku saat usia muda?"Gumam Alex,yang terus saja memikirkan sang Anak yang baru tiba di rumah nya.
Di dapur,Maryam terlihat begitu sibuk menyiapkan makanan untuk mereka.Tapi,El yang biasanya siap siaga membantu Maryam, kali ini hanya menatap nya dengan heran.Al tidak menyentuh satu pun alat dapur,bahkan itu membuat Maryam bingung.Biasanya El paling cerewet yang ingin membantu dirinya masak.
Alex berdiri di pintu ruang dapur,ia melihat ke arah Al yang duduk di kursi meja makan.Tanpa sengaja Alex melihat tato yang ada di leher bawah Al yang sedikit tertutup dengan jaket yang di kenakan Al.
__ADS_1
'Tato?'Alex menaikan alisnya.Lalu berjalan ke arah meja.Alex duduk di depan Al,ia terus saja memperhatikan Al.Namun,sebaliknya Al malah fokus menatap Maryam dan Ge yang sedang masak.