
Li-ma bulan telah berlalu.Semua masalah teratasi,dari masalah yang ada di markas dan juga di vila.Namun,satu masalah belum Alex selesaikan,ia masih menunggu orang itu sendiri yang datang untuk mengaku pada dirinya.
Alex masih menunggu hari itu.Meskipun Alex terlihat tenang,dia masih mencoba untuk mengawasi semua nya secara diam-diam.Kebetulan sekali beberapa bulan ini orang itu tidak menimbulkan banyak masalah.
"Apa Kalian sudah siap?"Tanya Alex,yang menuntun sang istri menuju mobil.
"Sudah Tuan,baby al-el -dan Ge ada di dalam mobil!"
"Ayin,Kamu satu mobil dengan Caston,Aku dan Maryam akan pergi dengan mobil yang lain!"Titah Alex,
"Baik Tuan!"
"Apa perlu menelpon Tuan Besar?"
"Tidak perlu,Aku sudah mengabari nya tadi malam Kita berangkat hari ini!"
Ayin mengangguk nya.Alex segera masuk ke dalam mobil.
"Mas,kenapa enggak kasih tau Ayah mertua dulu,kalau Kita akan kesana,takut nya dia tidak dirumah!"
"Aku sudah memberitahu nya semalam,saat ini dia sedang berada dirumah,dia membuat acara untuk Kita!"
"Mas,seingat Aku,Kita sudah lama tidak mendengar kabar Albert,apa dia baik-baik saja?"
"Eeem,dia baik-baik saja!"Alex tersenyum kecut kearah Maryam.
Bagaimana dia akan memberitahukan semua orang,jika dia sendiri tidak mengetahui keberadaan Albert ada di mana.Lebih-lebih lagi,dia tidak mampu melacak lokasi Albert.
* * *
Tiba di LA. . .
Ke datangan Alex di jemput oleh beberapa pengawal dengan mobil mewah,yang di utuskan oleh Tuan Besar.
Mobil jemputan berhenti di depan Mansion dengan desain moderen,terlihat begitu mewah dan besar.
Itu adalah mansion milik keluarga King.Mengetahui Alex dan keluarga nya sudah tiba.Tuan King segera berjalan ke arah teras mansion.
Terlihat dari jauh,penyambutan kedatangan Alex dan Maryam begitu mewah.Bahkan,keluarga Guntur juga ada disana.Karena Guntur adalah saudara kandung Tuan King.
"Selamat datang,cucu kesayangan Ku!"Ujar Tuan King,menghampiri mereka yang sudah turun dari mobil.
Dari jauh,Sandra melihat momen yang bahagia itu dengan senyum kecut di wajahnya.
"Apa yang sedang Kau liat?"Seseorang menghampiri nya.Sandra menoleh,dan melihat Peter berjalan ke arah nya.
"Sedang apa Kau disini?"Sandra berbalik bertanya.
__ADS_1
"Tentu saja untuk menemani Kamu yang sedang kesepian!"Imbuh Peter,sembari tesenyum.Dengan Vodka di tangan nya.
"Berhenti bermain-main dengan Ku,Aku tidak ingin Kau mencampuri masalah Ku!"Tegas Sandra.
"Apakah selama ini Kau pikir Aku tidak tau,apa yang Kau lakukan?"Peter tersenyum smirk,membuat Sandra semakin kesal.
"Apa maksud mu?"Sandra menaikan nada bicara nya.
"Tenang,Kau tidak perlu berteriak,jika Kau tetap berteriak Aku tidak bisa menjamin jika rahasia ini tidak ada yang tau !"
"Apa mau mu!"
"Gampang,Aku hanya meminta sebagian harta dari keluarga King!"Tegas Peter.
"Apa Kau gila,harta itu ada di tangan Alex!"
"Aku bisa membantu mu mendapatkan harta itu,dengan syarat kau harus berbagi dengan Ku!"Tegas Peter.
Sandra tidak langsung menjawab,ia masih berpikir.
"Tidak perlu takut,semua rahasia Kamu yang menyerang markas dan villa Alex akan Aku simpan rapat-rapat!"Ucap Peter sembari memperlihatkan senyum nya kepada Sandra.
Wanita ini mengepalkan tangan nya,kesal dengan perilaku Peter.
"Bagaimana ?"Peter semakin mendesak Sandra.
"Baik lah,Aku setuju,Aku hanya meminta seperempat dari harta mu,Kau tidak akan jatuh miskin.Hitung-hitung untuk mengingat Anak mu yang hilang!"
"Jaga ucapan mu!"Tegas Sandra,dengan tatapan bringas.
"Jangan bawa-bawa Albert,dia tidak ada kaitan nya dengan ini,Aku yakin dia baik-baik saja.Dan akan kembali bersama ku!"
"Apa Kamu yakin?Kamu enggak berpikir.Sebenarnya dia dalang dibalik hilang nya Albert!"Ketus Peter,sembari melihat ke bawah,saat ini Peter dan Sandra berada di balkon ruangan tengah mansion.
Sandra melihat Alex dan Maryam,dan juga dengan tiga orang anak.Mereka terlihat bahagia,sehingga semakin membuat Sandra membenci Alex dan Maryam.
"Aku pergi dulu,jika Kau sudah siap,temui Aku di bawah!"Peter pergi meninggalkan Sandra.
Di saat Peter,keluar dari ruangan itu,ia melihat seseorang yang pergi dengan tergesa-gesa.Peter yakin jika orang itu sudah mengetahui semua rencana dia dan Sandra.
* * *
Malam pun tiba,pada puncak acara.Alex dan Maryam berada dalam satu kamar,sedang mempersiapkan diri.
"Simpan ini untuk mu,Aku tau Kamu membutuhkan ini!"Pungkas Alex,
"Bagaimana dengan mereka?"Maryam menoleh ke arah Anak-anak nya.
__ADS_1
"Mereka aman,Aku akan meminta Ayin,Caston dan juga Jerry untuk menjaga mereka disini.Hanya kita saja yang turun kebawah untuk menyambut tamu!"Imbuh Alex.
"Nyonya,Anda tidak perlu khawatir,mereka aman dengan Kami,beberapa pengawal Tuan Alex ada disini dengan Kita,tidak ada yang tau kehadiran mereka!"
Mendengar penjelasan Jerry,Maryam baru mulai tenang.
"Simpan ini!"Alex memberikan sen jata kepada Maryam untuk melindungi diri.
"Nyonya,siapa nama mereka!"Tanya Caston,yang sedang sibuk memperhatikan anak-anak Maryam.
Alex menggelengkan kepalanya,
"Mas,siapa nama mereka?"Maryam mengalungkan lengan Alex dengan mesra.
"Albarak Xander"
"Elbarak Xander"
"Dan Geisha Az-Zahra"
Alex terlihat begitu bangga saat menyebut nama ketiga anaknya.
"Kenapa yang Perempuan tidak menggunakan nama Xander?" Ayin kembali bertanya.
"Yang Perempuan Aku ingin seperti ibunya,jadi memakai nama Az-Zahra"Pungkas Alex,memeluk Maryam.
"Mas,masih ada orang disini!"Bisik Maryam yang malu,tiba-tiba di peluk Alex.
"Biarin,siapa suruh mereka menjomblo,begitu lama!"Cibir Alex,Ayin mengerutkan dahinya.
Alex segera merangkul pinggang Maryam,dan pergi meninggalkan kamar itu.
Tiba di bawah,semua tamu undangan sudah hadir,dan terlihat banyak kolega King yang ikut hadir.
"Selamat ya Tuan King,atas pewaris baru dari keluarga Anda!"Seseorang memberi selamat.
Alex dan Maryam baru tiba disana.
"Kalian sudah turun,dimana baby kalian?"
"Aku rasa,mereka lebih aman dikamar!"Sahut Alex.
"Aku sudah menentukan,Al yang akan menjadi pewaris berikut nya,menggantikan Albert!"Pungkas Tuan Besar,Sandra yang mendengarkan itu semakin membuat ia benci kepada Alex dan Maryam.
"Ayah mertua,apa itu tidak berlebihan,biarkan tetap Albert yang menjadi pewaris nya!"Saran Maryam.
"Yang sudah menjadi keputusan tidak boleh di tolak!"Sambung Sandra yang baru saja ikut menyela ucapan Maryam.
__ADS_1
Alex menatap Sandra penuh tanda tanya,Alex sudah lama memendam perasaan curiga kepada Sandra.Namun,mengingat kebaikan Albert dan juga keluarga King.Membuat Alex dilema.