Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 74


__ADS_3

El segera berbalik,dan membelakangi Khadijah,dengan raut wajah nya yang penuh kekecewaan.


"Kenapa dia selalu begitu,kenapa sulit sekali untuk di dapatkan,semakin di kejar,rasa nya semakin ia menjauh,apa ini yang di nama 'kan jodoh?atau ini hanya permainan dunia saja!"Lirih El yang kecewa berjalan meninggalkan tempat itu.Khadijah hanya menatap punggung El yang berjalan pergi meninggalkan tempat itu.


"Tuan Muda. . ."Teriak Seseorang,seketika langkah kaki El terhenti,ia sangat mengenali suara itu,El segera berbalik,menatap wanita yang berada di belakang Khadijah,memakai pakaian serba hitam dengan cadar yang selaras.


Tap..Tap..Tap..Tap..Tap..El segera berlari ke arah Atika,begitu juga Wanita itu,kini mereka berdua berhenti tepat di depan Khadijah.


"Haah..Haah..."


Atika atau pun El sama-sama mengatur nafas nya,apalagi kedua nya yang kini berdiri begitu dekat.Namun,tidak dapat saling menyentuh,mereka berdua belum terikat tali pernikahan,apalagi Atika kini ia lebih menjaga penampilan nya semenjak menjadi mualaf,dan El juga selalu menjaga batasannya,meskipun kedua nya ingin sekali memeluk satu sama lain.Atika dan El masih dapat menjaga batasan mereka.Tidak ingin melihat satu sama lain lebih lama.Namun,bagaimana bisa ia mengungkapkan isi hati nya,Atika menunduk,begitu juga dengan El.Lalu,tak lama mendongakkan kepala nya,menyadari seseorang masih ada di depan El,dan ingin kepastian,dari hubungan ini.


"Eheem"Khadijah berdehem,saat melihat ke dua nya yang tersenyum dan malu-malu.Raut wajah El sangat terlihat begitu jelas,berbeda dengan Atika yang tertutup cadar.


"Bagaimana kamu masih bisa ada disini?kata Khadijah,kamu sudah pergi?"Seru El,dengan nafas yang masih belum beraturan.


"Tentu saja,ia ada disini,papa sudah duluan menghubungi ku!"Ungkap Khadijah dengan senyuman di raut wajahnya.


"Ehe..He..He.."El tersenyum,saat menyadari ke dua wanita ini sedang mempermainkan dirinya.


"Ayo kembali!"Ajak El.Namun,Atika dan juga Khadijah hanya berdiam diri di tempat itu.El kembali menoleh.


"Kenapa kalian masih berdiri?"Tanya El lagi,saat melihat ke dua nya tidak bergerak.


"Kenapa kami harus ikut Tuan muda?"Khadijah malah berbalik bertanya,El langsung teringat sesuatu.El segera berbalik,dan kini berjongkok di depan ke dua gadis itu,membuat Atika ataupun khadijah terkejut.


"Nona Atika,would you be my wife?"Sembari mengeluarkan kotak merah yang ada di dalam jas nya,dan kini mengarahkan kotak tersebut yang berisi cincin permata biru ke arah Atika,Khadijah yang melihat itu terharu,sembari menutup mulut nya dan mata nya membulat.


"Ayo,terima!"Bisik Khadijah,Atika hanya melirik Khadijah.Lalu melihat El yang penuh harap.


"Aku mau !"Sahut Atika beriringan dengan anggukan kepala nya,El segera berdiri kembali,dan kini memasang 'kan cincin itu di jari manis Atika.


Prok..Prok...Prok...


Suara tepuk tangan itu,mengagetkan mereka bertiga,karena selain mereka masih ada orang lain yang sedang melihat mereka saat itu.Selesai memasang cincin,El menyimpan kembali kotak itu.


Dengan wajah yang bersemu merah,El yang hanya mampu menundukkan pandangan nya,lalu ia segera mengajak Atika dan Khadijah menuju restoran dimana Alex dan Maryam masih berada,lebih tepat nya sedang menunggu mereka.

__ADS_1


Sampai di restoran,benar saja mereka sedang menunggu kedatangan mereka bertiga.


"will you marry me?"Tanpa ada basa basi dari yang lain,Michael segera berjongkok di depan Khadijah,dan melamar wanita itu,Khadijah yang tidak tahu apa-apa hanya melongo saja,sembari melirik ke arah ke dua orang tua nya yang mengangguk.Khadijah jelas bisa menebak kalau orang tua nya pasti sudah tahu.


"Khadijah,ayo terima!"Kini Atika yang bergantian membisik di telinga Khadijah,tanpa menjawab,Khadijah segera mengulurkan tangan nya ke arah Michael,yang arti nya Khadijah setuju menikah dengan Pria itu.


Setelah cincin itu terpasang di kedua jari manis mereka.Khadijah dan Atika segera memilih tempat duduk masing-masing.


"Saya berencana untuk menikahkan mereka di mesjid Al-Azhar.Bagaiamana kalau ke dua nya menikah berbarengan!"Saran Alex,Abizar melirik ke arah Khadijah.


"Apapun yang menurut Papa bagus,Aku nurut aja!"Ujar Khadijah,Abizar mengangguk,lalu menyetujui pendapat dari Alex.


"Atika,apa benar kamu akan kembali ke LA untuk mengurus perusahaan Cristopan?"Tanya Alex,di sela-sela mereka makan.


"Iya,Atika harus mengambil alih perusahaan itu,Atika yakin jika nanti Atika sudah menikah suami Atika pasti akan membantu untuk mengembangkan perusahaan itu!"Ujar Atika,sembari melirik ke arah El.


"Tapi,keluarga Saya pantang hidup dari hasil keringat Wanita!"Tukas Alex,El terkejut begitu juga Maryam,dan yang lain ikut penasaran dengan ucapan Alex.


"Kecuali,El yang bekerja,Atika yang dirumah,biar adil,kalau Atika percaya,biarkan El yang handle perusahaan itu,nanti Papa bantu dari belakang !"Timpal Alex lagi,Abizar segera berdehem.


"Eheem"


"Ayo lanjut makan,nanti keburu dingin makanan nya,setelah selesai makan baru mengobrol kembali!"


Mereka pun melanjutkan untuk makan nya,El dan Atika curi-curi pandang satu sama lain,apalagi ke dua nya sudah lama tidak bertemu,pasti semakin membuat kedua nya malu,dan kini hanya bisa curi pandang saja.


Satu jam berlalu,mereka semua berpisah di depan restoran.Atika untuk sementara ikut Khadijah,dan Abizar akan meminta mereka untuk bertemu kembali waktu ijab Qabul nanti,dan waktu persiapan nya tentu saja sangat singkat hanya ada waktu satu Minggu.


* * *


Swiss. . .Pagi ini terlihat Al yang sedang sibuk membereskan semua perlengkapan nya,serta di bantu oleh sang istri yang juga ikut membereskan barang belanjaan mereka.


"Sayang,kamu sakit ?"Al memegang bahu sang istri yang duduk di tepi ranjang.Aisyah menggeleng pelan.


"Katakan kalau ada yang sakit,kamu duduk saja,biarkan Aku saja yang beberes oke!"Al berjongkok di depan Aisyah,sembari menggenggam kuat tangan sang istri,sesekali mengecup nya.Aisyah yang melihat itu,segera mengusap lembut kepala sang suami,membuat Al merebahkan kepala nya di pangkuan Aisyah.


"Sayang,kenapa kamu begitu lembut?"Lirih Al,

__ADS_1


"Heem,tentu saja wanita itu harus lembut yang kuat dan keras itu hanya laki-laki!"Sahut Aisyah,Al segera mendongakkan kepala nya menatap sang istri,dengan bi-bir yang manyun,ke dua mata nya ikut berkedip.Aisyah yang melihat itu hanya bisa tersenyum.


"Aku ingin memiliki seorang putri yang cantik dan juga lembut seperti mu!"Ungkap Al kini memegang kedua pipi istrinya yang masih belum mengenakan cadar.


"InsyaAllah kita akan memiliki putri seperti yang mas harapkan,jika nanti aku telah tia..."


"Sstt...jangan katakan itu!"Al meletakkan jari nya di bi-bir Aisyah,untuk menghentikan sang istri untuk mengatakan hal yang tidak ingin Al dengar.


"Jika kamu tidak ada bagaimana Aku bisa hidup,siapa yang akan merawat dan menyayangi ku seperti ini"Cetus Al yang kini menatap Aisyah dengan raut wajah yang memelas.


"Mas,jangan katakan itu,kita ini hidup hanya sementara di dunia,kekal selamanya di akhirat nanti!"Aisyah menyentuh lembut wajah sang suami.


Drrt...Drrt...Drrt...Al segera meraih ponsel milik nya yang bergetar.


"Assalamualaikum Umi"


"Waalaikumsalam,sayang.Al maaf Umi menganggu waktu Kak Al!"Ujar Maryam di seberang sana,Al yang duduk di samping Aisyah,melirik sang istri,sembari memberitahu tahu,kalau yang menelpon adalah ibu nya.


"Umi,Al sedang tidak sibuk,bagaimana keadaan Umi disana?"Tanya Al.Namun,tangan satu nya tetap memegang tangan Aisyah dengan erat,bahkan sesekali mengecup nya.


"Alhamdulillah umi baik,Papa juga sehat,El juga sehat.Kami semua ada di Mesir sayang!"


"Waaah,kapan Umi tiba disana?apakah ada hal yang penting Umi?atau masalah pekerjaan,kalau Al menebak sih pasti masalah lamaran"Al sekali lagi melirik sang istri yang saat ini sedang tersenyum kepada nya.


"Alhamdulillah,El sudah menemukan jodoh nya,dan kami berencana untuk melangsung 'kan pernikahan nya di mesjid Al-Azhar,El minta tidak perlu di adakan acara cukup akad saja,ia hanya ingin mengadakan acara di NY,nanti bisa kumpul semua!"


"Umi,kapan acara nya,hari ini Al sama Aisyah akan kembali dari Swiss,jika acara nya diadakan dua hari lagi,kami akan terbang ke Mesir,benar 'kan sayang?"Aisyah mengangguk,sembari tersenyum.


"Acara akan di adakan tiga hari lagi,datang lah,Umi juga sudah rindu sama kalian berdua!"


"Baiklah Umi,sampai bertemu disana,Al akan melanjutkan beberes lagi.Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam !"Panggilan terputus,Al segera melirik ke arah Aisyah.


"Sayang,kita akan terbang ke Mesir!"


"MasyaAllah Mas,itu impian Aku mas,jika mas tidak keberatan Aku ingin Umroh sekalian mas!"Ungkap Aisyah dengan antusias,

__ADS_1


"Tentu saja Aku tidak keberatan sayang,kita akan Umroh sama-sama sayang!"Al memeluk sang istri,lalu mengecup kening Aisyah,sebelum mereka lanjut beberes.


__ADS_2