Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
30 Menit berlalu


__ADS_3

Tit..tit..tit..tit..


Suara jam di tangan Alex,Johan tercengang.


"Periksa dari mana asal suara itu!"


Titah Johan,


"Bos,suara nya ada disini!"


bawahan nya mengangkat satu tangan Alex.


"Cepat bereskan sampah-sampah ini,masukan dalam mesin penggilingan!"


Ketus Johan,dengan nada marah nya.


"Baik!"


Kriing...kriing...


"Hallo!"


"Bagaimana?"


Tanya seseorang di seberang sana.


"Sudah ku bereskan,Aku akan memberikan kabar baik setelah ini!"


"Jangan mengecewakan Aku!"


"Tentu!"


Tut..Tut..


Panggilan terputus.


Suara jam Alex berhenti.


Tap..tap...tap...tap...tap...


Terdengar suara puluhan orang yang berlari ke arah gedung nya,Johan menyadari itu,ia segera berlari ke belakang gedung dan meninggalkan bawahan nya disana.


"Selamat kan Tuan !"


Teriak bawahan Alex dari luar.


BRaak!


Mereka menendang pintu gudang,dan menerobos masuk ke dalam.


"Jangan biarkan Tuan Johan lolos!"


Bawahan Johan terlihat panik saat melihat seisi gedung itu sudah di kepung oleh bawahan Alex.


"Uuukkhhh!"


Alex mend esah merasakan tubuh nya sakit tertimpa kursi saat jatuh.Begitu juga Jerry law,kedua nya berdiri secara bersamaan.


"Ba..bagaimana bisa Anda bangun lagi!"


Bawahan Johan makin panik.


Alex menatap tajam ke arah mereka semua,"Bereskan sampah ini!"


Alex mengulangi kata-kata Johan,lalu keluar dari tempat itu,untuk mengejar Johan.


Duaaack!


"Aaaa...Dugh!"


Duaaack!


Bugh !


Brak !


Duaaack!


Dari jauh Alex melihat Johan yang sedang melawan bawahan nya satu lawan lima.


Dor!


"Aaagggrrrhh" Johan menoleh.


Alex sudah melepaskan tembakan ke arah betis Johan.


Johan membulatkan mata nya saat melihat Alex berjalan ke arah tempat ia tersungkur.


"Ka..Kamu menipu Ku!"


Teriak Johan.


"Heeh!Kamu yakin?Kamu yang mencoba bermain-main api dengan Ku,Aku hanya membantu Kamu untuk membakar nya agar lebih cepat!"


Ketus Alex,kini berdiri di depan Johan yang tersungkur di tanah.

__ADS_1


"Andai Kamu menuruti keinginan Ku,untuk membayar kan barang Mu setengah harga,Kau mungkin tidak akan mengalami hal seburuk ini!


Alex berjongkok,di depan Johan.


"Kesalahan Mu cuma satu!membuang waktu ku selama 30 menit di dalam gudang!maka Kamu akan mendapatkan kerugian lebih dari itu!"


Ucap Alex,lalu mengangkat tangan nya,jari nya menghitung.


1 2 3


Booommm!


Duaaaarrrrr!


Dari jauh Johan dapat melihat sijago merah telah melahap tempat sekaligus gudang nya,ia menatap nya dengan marah.


"Berani Nya Kau!"


Teriak Johan,Alex segera mencengkram kuat leher Johan.


"Kau berani berteriak?"


Alex menatap nya dengan tajam,jari jemari nya semakin lama semakin kuat menekan rahang Johan.


"Uukkh,EEeeggg!"


Johan berusaha melepaskan tangan Alex,namun tenaga Alex lebih kuat dari tangan Johan.


Jleeebb!


"Uuhh!"


"Tuan!"


Teriak Mereka serentak saat melihat,pisa* Johan menusuk perut Alex.


Krak!


"Aaaaaaaa"


Alex mematahkan tangan yang digunakan Johan untuk menusuk nya.


"Bos!"


Alex mengangkat tangan nya,menyuruh bawahan nya untuk tidak bertindak.


"Katakan,Kau ingin permintaan terakhir apa yang mau Aku wujud,katakan!Aku bisa melakukan itu untuk Mu!"


Netra Alex kini berubah menjadi api,menatap nyalang kearah Johan,ingin sekali menerkam nya sampai habis,dan meretakkan ginjal serta mematahkan semua tulang Johan.


Teriak Johan.


Krak!


Krak!


Alex segera memutar leher Johan ke kiri dan ke kanan,dalam satu detik,tanpa mengedip kan matanya,Alex telah membu nuh Johan.


Bugh !


Alex membuang Johan ke tanah.


"Bos,Anda tidak apa-apa?"


Bawahan membantu Alex untuk berdiri,pisa*masih menancap di perut Alex.


Jerry Law berlari ke arah Alex,dan melihat luka nya yang lumanyan lebar.


"Kalian bereskan tempat ini,Aku akan membawa Tuan Alex ke mobil!"


Ujar Jerry law.


Jerry law membaringkan Alex di mobil,lalu membantu Alex membuka jas dan kemeja nya.


"Tuan,apa ini tempat luka sama yang sama?"


Alex mengangguk nya.Pantesan saja Jerry law melihat begitu banyak darah,ternyata ini luka satu bulan yang lalu mungkin belum begitu sembuh.


"Aku akan membantu mencabut pisa* nya lalu Kita bisa menggunakan kain untuk semetara waktu!"


Pungkas Jerry.


"Jangan!"


Alex segera melarang nya.


"Tapi Tuan..."


"Ke rumah sakit Xander,sekarang juga,usahakan 20 menit harus sampai,biarkan benda ini terus disini,jangan di cabut!"


Jerry Law mengangguk,lalu pindah ke depan untuk mengemudi,meskipun darah sudah mengalir begitu banyak.Alex tetap berusaha tenang,dan terlihat biasa-biasa saja.


Di Rumah Utama!


Prang...!

__ADS_1


"Astagfirullah !"


Ucap Maryam saat gelas di tangan nya jatuh.


"Apa yang terjadi?"


Ayin menghampiri Maryam di dapur.


"Sudah ku katakan,jangan biarkan Nyonya masuk ke dapur tanpa perintah dari Tuan !"


Ketus Pak Kim.


"Pak Tar,apa yang Kau bicarakan,ia tidak sengaja,dan mungkin saja perasaan nya tidak enak!"


Ayin membentak kepala pelayan itu.


"Bereskan pecahan kaca,jangan sampai tersisa!"


Titah Caston yang juga baru datang.


"Aaaahhh!"


Maryam mende sis saat pecahan itu mengenai kaki nya, saat ia akan pergi meninggalkan tempat itu.


"Tunggu,jangan bergerak dulu,Aku akan membantu mencabut nya!"


Maryam mengangguk.


"Uuuhh!"


De sis Maryam,saat Ayin mencabut beling yang menancap di telapak kaki Maryam.


"Ikut Aku !"


Ayin memegang tangan Maryam,menuntunnya menuju meja makan.


"Apa yang terjadi?"


Ayin menatap Maryam.


"Aku juga tidak tahu,tiba-tiba gelas itu lepas begitu saja di tangan Ku!"


Ayin membantu Maryam untuk mengobati kaki Maryam,pelayan memberikan nya kotak P3K.


"Ayin coba tanyakan dimana Tuan Alex!"


Ayin menaikan satu alis nya melirik kearah wanita yang di depan nya,saat ini sedang mengkhawatirkan suaminya.


"Apa ini karena Tuan?"


Ayin kembali bertanya.


"Tidak!ini tidak ada hubungan dengan Tuan,Aku hanya tidak sengaja!"


Bantah Maryam,dan ia menolak untuk mengaku nya.


"Caston,apa sudah ada kabar dari Tuan?"


Caston berdiri di ambang pintu ruang makan.


"Tidak !"


Sahut nya lalu segera pergi meninggalkan tempat itu.


"Aneh !"


Gumam Ayin,saat melihat Caston yang pergi begitu saja.


"Nyonya istirahat saja di kamar,biarkan Aku bantu untuk mengantar ke kamar!"


"Enggak usah!Aku harus masak untuk nanti malam!"


Pungkas Maryam.


"Tapi Tuan sudah katakan,ia tidak akan pulang malam ini!jadi Nyonya tidak perlu memasak!"


"Kalau begitu Aku akan istirahat di kamar atas!"


Ayin mengangguk,sembari membantu Maryam untuk berdiri.


"Aku bisa sendiri!"


Maryam mencoba melepaskan tangan Ayin yang memegang tangan Nya.


Maryam segera keluar dari ruangan makan menuju tangga.Terlihat Maryam yang sedang tertatih menaiki tangga menuju lantai atas.


"Caston apa yang terjadi?"


Ayin menyusul Caston yang sedang gelisah di teras rumah utama.


"Tuan terluka,di Almond Grup !"


Pungkas Caston.sembari berkacak pinggang menatap fokus ke depan.


Tinggalkan vote+beri hadiah untuk dukung karya ini ya,biar crazy up! 😘

__ADS_1


__ADS_2