
Dokter Lauren mendekati ranjang,dimana Maryam sedang berbaring.
"Dok,apa yang membawa Anda kemari?apa semua baik-baik saja?"Maryam tidak menggunakan cadar.Untuk kali ke dua dokter Lauren di buat kagum dan terpesona oleh kecantikan Maryam yang begitu alami,tanpa polesan makeup yang tebal.
"Justru Saya yang di buat kaget oleh Tuan,pagi-pagi menghubungi Saya mengatakan jika Anda sedang sakit!"dokter Lauren tersenyum sembari mengeluarkan,alat fetal Doppler.
"Tapi Saya sedang tidak sakit dok,hanya saja Saya merasa perut bagian bawah Saya sakit,pagi ini tanpa sengaja Albert menabrak saja dengan cukup keras!"Ujar Maryam.
"Itu lah,Tuan Alex begitu panik dan khawatir,meminta Saya untuk segera memeriksa nya,agar ia bisa tenang!"
Kriing..
Kriing..
Alex menelpon Lauren,karena masih merasa khawatir dengan kondisi sang istri.
"Nyonya liat lah,baru saja di omongin,Suami Anda sudah menelpon lagi,Anda begitu beruntung dapat suami yang begitu sayang pada Anda!"
Maryam tersenyum melihat layar ponsel dokter Lauren.
"Iya Tuan !"
"Bagaimana ?"Terdengar suara Alex di seberang sana.
"Saya baru sampai belum juga memeriksa nya!"
"Apa yang Kamu lakukan disana,sudah jam berapa ini ?kenapa belum memeriksa nya!"Terdengar suara Alex yang begitu datar dan tinggi,dokter Lauren menelan ludah nya.
"Akan segera Saya periksa Tuan!"
"Lakukan segera!"
"Ba-Baik Tuan!"
Tut..Tut..Tut...
Lauren tersenyum saat melihat layar ponsel nya.
"Sudah kebiasaan Tuan Alex,Nyonya, langsung memutuskan panggilan tanpa permisi!"Ujar dokter Lauren sembari tersenyum melirik ke arah Maryam.
"Maafkan suami Ku yang tidak sopan itu dok!"Sambung Maryam.
"No problem,Nyonya,Kami sudah biasa seperti ini,hari ini masih mending nada bicara nya tidak buat jantung spot.Kadang Kami setelah mendengar suara Tuan Alex harus langsung di oksigen 'kan,bikin spot jantung notice bicara nya !"He..He..Dokter Lauren kembali tersenyum.
Maryam ikut tersenyum,dokter Lauren benar-benar di buat terpesona dengan senyuman yang di kembangkan oleh Maryam kepada Nya.
"Permisi ya Sayang"Ucap dokter Lauren membelai perut Maryam,
__ADS_1
"maaf ya Nyonya"
Maryam mengangguk nya.
Dokter Lauren segera memeriksa Maryam,dari denyut nadi dan juga tekanan darah,tidak ada yang di lupakan dokter Lauren.
Sepuluh menit berlalu,dokter Lauren kembali menyimpan semua alat yang ia bawa,lalu ia mulai memeriksa perut bawah,Maryam.
"Apa ini sakit?"Tanya dokter Lauren,saat menekan sedikit bagian perut bawah,Maryam mengangguk nya.
"Nyonya,mintalah Tuan Alex untuk membawa Anda ke klinik,Aku akan memeriksa lebih lanjut,dan juga bisa USG Anda disana!"Pungkas dokter Lauren.
"Seharusnya ini sudah mau masuk bulan ke empat 'kan ya?"Sambung dokter Lauren lagi.
"Ini dok,ini baru bulan ke ti-ga,akhir!"Sahut Maryam.
"Kalau sudah jalan ke empat,Anda bisa mengetahui jenis kelamin bayi yang Anda kandung saat ini,dan saat Saya periksa detak jantung bayi,terasa tidak beraturan,dan itu sedikit sulit untuk Saya,mungkin alat yang Saya bawa sudah kurang berfungsi.Saya saran 'kan untuk segera ke klinik ya Nyonya!"
"Baik dok,Saya akan meminta suami Saya untuk membawa Saya besok!"
Dokter Lauren mengangguk nya,lalu berdiri untuk pamit.
"Apakah Anda sudah makan?"
"Saya belum sarapan,tadi berencana untuk sarapan,tapi istirahat sebentar lebih enak,untuk mengembalikan mood!"Ujar Maryam.
"Amiin,terimakasih dok!"
"Saya permisi dulu Nyonya,nanti sampai di bawa Saya akan minta Pak Kim untuk mengantarkan bubur Ayam untuk sarapan Anda!"
Maryam mengangguk nya.
Dokter Lauren bergegas pergi meninggalkan kamar Maryam.
Beberapa saat kemudian,Lauren tiba di lantai bawah,Pak Kim sudah menunggu Nya disana.
"Pak Kim,minta pelayan rumah untuk antarkan bubur Ayam ke kamar Nyonya,Nyonya butuh nutrisi untuk dirinya dan Baby!"Titah dokter Lauren.
"Saya mengerti.Mari Saya antar ke depan!"
Dokter Lauren mengangguk nya,Pak Kim segera pergi,dan di ikuti oleh dokter Lauren dari belakang.
Sampai di teras,terlihat seorang pengawal membuka pintu mobil untuk dokter Lauren.
"Pak Kim,Saya permisi dulu!"
"Silahkan dok,sampai tujuan dengan selamat !"Sembari menundukkan kepala nya.Dokter Lauren segera berlalu dan masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Paman Kim.."Panggil Albert yang tiba-tiba muncul di belakang Pak Kim.
"Iya Tuan Muda?"
"Ada apa dokter itu kemari?"
"Tuan Muda belum tau?kalau Nyonya Maryam sedang hamil,dan kedatangan dokter Lauren memeriksa Nyonya Maryam!"Imbuh Pak Kim,Albert terlihat melongo dan terkejut.
"Bunda hamil?"
"Iya,sebentar lagi,Albert sudah memiliki teman bermain !"Ujar Pak Kim,tanpa menggubris perkataan Pak Kim.Albert segera berlari masuk kembali ke dalam rumah,dan bergegas menaiki tangga menuju lantai dua.
Brak!
Albert mendorong kuat pintu kamar Maryam,tanpa mengetuk,membuat Maryam terkejut,saat melihat Albert berdiri di ambang pintu dengan posisi ia tidak memakai cadarnya.
Maryam segera menutup setengah wajah nya dengan selimut,tapi tidak dapat di pungkiri Albert benar-benar kaget.
"Bunda .."Lirih Albert masih mematung di tempat nya.
"Iya Sayang.."Sahut Maryam
"Ini benar Bunda?"Tanya Albert,untuk memastikan kembali,yang ia liat barusan benaran Maryam atau wanita lain.
"Benar Sayang,kemarilah!"Maryam meraih cadar yang ada di sebelah nya lalu segera memasang kain itu di wajah nya.
Albert menghampiri Maryam yang kini duduk di tepi ranjang.
"Maaf,Maaf 'kan Albert Bunda,Albert tidak tahu Bunda sedang hamil!"Pungkas Albert,dan menundukkan kepala nya.Maryam terkesiap saat mendengar ucapan Albert.
'Bagaimana Anak seusia Dia tahu orang yang sedang hamil?'Maryam menatap dalam ke arah Albert yang masih menunduk di depan nya.
"Sayang,bunda enggak apa-apa,liat mata Bunda,Bunda baik-baik saja.Katakan pada Bunda,siapa yang beritahu Albert kalau Bunda hamil?"Maryam memegang ke dua bahu Albert.
"Paman Kim"Lirih Albert,lalu segera memeluk Maryam dengan erat.
"Bunda sakit karena Albert,Albert benar-benar minta maaf Bunda!"
Maryam mencoba melepas pelukan Albert,lalu menyentuh wajah lembut Anak laki-laki yang berdiri di depan nya.
"Bukan salah Albert,ini salah Bunda yang belum memberitahu Albert!"
"Bunda harus jujur sama Albert,meskipun Albert masih kecil.Namun,Albert tumbuh di lingkungan orang dewasa,dan Albert mengerti kehidupan orang di sekitar Albert!"Pungkas Albert,Maryam menaikan alis nya.
'Benar saja,Albert dari kecil sudah tinggal di LA!'
Tok..Tok..Tok..
__ADS_1
Maryam dan Albert sama-sama menoleh saat mendengar suara ketukan pintu kamar.