
Al segera berjalan ke arah El,dan merangkul bahu nya.El menatap Al begitu dalam,memang sangat mirip bahkan tidak ada celah sedikit pun.Hanya saja wajah El lebih teduh dan wajah Al lebih sangar.
"Kami berdua akan kembali ke indonesia!"Ujar Al,sekali lagi,membuat semua orang terkejut.
"Tidak bisa!"Sandra langsung membantah.Dan menarik tangan Al,"Kamu tidak bisa pergi,bagaimana pun Aku ini ibu mu!"Tegas Sandra.
"Ibu?"Al mengulang ucapan itu."Iya Aku ibu mu.Aku tidak mau Kau pergi meninggalkan Ku!"Tegas Sandra sekali lagi.
Al menghentakkan tangan Sandra yang sedari tadi memegang tangan nya."Bunda,Al menganggap Bunda sebagai ibu Al,tapi bukan berarti Bunda bisa menganggap diri Anda ini ibu biologis Al.Al punya Umi dan keluarga yang lain di Indonesia!"
Jeddderrr....!
Sandra terkejut,mendengar ucapan Al,bagaimana Al bisa tahu tentang keluarga nya di Indonesia.Selama ini Sandra sudah menutupi nya.Sandra langsung menatap Ayin,dengan tatapan penuh amarah.
"Sini Kamu!"Sandra menarik Ayin,sehingga membuat tubuh Ayin kehilangan keseimbangan nya.
"Kamu yang mengatakan itu semua pada nya?"Teriak Sandra dengan lantang.
"Iya,Aku yang mengatakan itu semua,sampai nya, kapan Nyonya Besar akan berhenti membohongi Tuan muda.Tuan muda berhak tau asal nya dan keluarga nya!"Ayin ikut berteriak di depan Sandra.
"Kamu semua telah mengecewakan Aku.Aku tidak akan membiarkan Al pergi dari sini.Pengawal!"Teriak Sandra dengan keras.Namun,tidak satu pun pengawal akan bergerak,padahal Al dan El serta Caston dan Jerry sudah siap siaga untuk melindungi Tuan muda mereka.
"Kenapa Kalian diam saja,cepat bawa Tuan muda masuk ke mobil,Aku akan membawanya kembali ke LA!"Pengawal masih tidak menggubris ucapan Sandra.Namun,sebalik nya,mereka semua mengikuti arahan dari Jerry.Para pengawal segera memegang tangan Sandra,dan memasukkan ke mobil.
"Lepas,apa yang Kalian lakukan!"Teriak Sandra,dan pengawal memaksa Sandra untuk masuk ke dalam mobil.
Blam!
Pengawal segera menutup pintu mobil tersebut.
"Bawa Nyonya Besar ke bandara,Aku akan menyusul !"Titah Jerry.
"Baik Tuan Jerry!"
Sang sopir segera melajukan mobil itu.Meskipun Sandra berteriak untuk menghentikan mobil tersebut,sopir tidak dapat berbuat apa-apa atas perintah Jerry.
"Kalian salah telah mendengar 'kan pria itu,Kalian akan menyesal melakukan ini padaKu!"Teriak Sandra.
"Nyonya Kami tau yang terbaik untuk Anda,Nyonya tolong diam lah,sebelum Kami membuat Anda untuk diam!"Tegas pengawal yang duduk di samping sopir.Akhir nya Sandra memilih untuk diam,ia tahu jika terus memberontak yang ada hanya capek,mereka tidak akan mendengar ucapan nya sedikit pun,karena mereka semua bawahan Jerry dan pengawal rumah utama.
Di rumah utama. . .
"Bagaimana Kak Al bisa sampai disini?"Tanya El,memegang lengan Al .
"Tentu saja untuk menjemput mu,Umi rindu Kamu,dan Umi meminta Ku untuk menjemput mu,Kamu tau,Mereka semua sedang mempersiapkan pernikahan mu!"Ujar Al,tapi justru membuat El terkejut.
"Waah,selamat ya Tuan Muda kedua,Anda akan segera menikah!"Ayin memberi selamat kepada El.El hanya senyum tipis ke arah Ayin.
"Kapan Kalian akan kembali?"Tanya Jerry,
"Malam ini!"Tegas Al.
"Kenapa tidak menunggu besok,Kamu baru tiba!"
__ADS_1
"Aku tidak dapat menunda nya lagi.Karena Umi ingin El segera kembali!"Ungkap Al,tersenyum ke arah semua orang .Ayin menghampiri Al,lalu memegang lengan Al.
"Kamu terlihat sedikit kurus"Ucap Ayin,berdiri di depan Al,menatap sayu kearah netra Al.Tak kuasa menahan air mata yang sudah terbendung sejak tadi"Wajah mu tidak terlihat begitu sangar lagi,Kamu pangeran hati Ku,Kamu Anak Ku.Kamu terlihat tampan dengan penampilan ini!"Ucap Ayin lagi,melihat ke arah Al yang memakai Hoodie putih dengan celana jeans hitam.
"Kamu tetap Ibu kedua Ku,Wanita yang Aku cintai setelah ibu Ku"Al memeluk Ayin,Al sejak kecil sudah dekat dengan Ayin.
Ayin tidak dapat menahan tangis nya,ia terus saja menangis begitu tersedu-sedu saat berada di dalam pelukan Al.
"Cukup,Kamu membuat Aku iri!"Goda Caston,yang berusaha mencairkan suasana agar tidak terlalu serius.Ayin segera melepaskan pelukan Al.
"Aku akan menyusul Nyonya Besar,karena hanya Aku yang dapat mengirim nya dengan selamat ke LA!"
"Hati-hati,kabari Aku jika terjadi sesuatu!"
"Tentu!"Jerry segera masuk ke dalam mobil,setelah berpamitan dengan semua orang.
Ayin dan Caston mengajak Al dan El untuk masuk ke dalam.Tiba di depan tangga,mereka semua melihat ke arah Atika yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka.
"A-ti-ka?"Ucap Al menatap wanita itu,
"Kamu kenal?"Tanya Ayin,Al mengangguk.
"Aku kenal,dia yang menyelamatkan Aku saat kecelakaan di Mesir,dia juga yang membawa Ku ke rumah sakit.Terimakasih untuk bantuan Anda!"Ucap Al,dengan sopan.
Atika tersenyum,lalu menghampiri mereka."Sudah tugas saya sebagai seorang dokter membantu pasien!"Ujar Atika.
"Kalau Atika menyelamatkan Al?terus siapa yang membawa El ke rumah sakit ?"Ayin menatap El.
"Aku tidak tau,yang jelas Aku hanya melihat samar-samar orang itu,dia pemilik restoran di Mesir,tapi selain dia ada seseorang yang juga menemani Ku hingga ke rumah sakit.Namun,Aku kehilangan kesadaran hingga Aku tidak mengenali orang itu!"Ungkap El,Ayin mengangguk nya.
"Paman,bagaimana keadaan Xander?"Tanya Al,
"Xander aman-aman saja,sistem kerja nya telah berubah,El sudah merubah nya dengan cepat,bahkan penghasilan statistik Xander meningkat.Dia sudah bekerja dengan begitu baik!"
"Kak Al,Aku sudah membakar semua bisnis - bisnis ha-ram Kakak,El minta maaf,El melakukan itu untuk kebaikan kita semua,El sudah menyelesaikan dua proyek baru disini,rumah sakit rehabilitas,dan satu lagi panti asuhan!"
"Aku bangga padamu!"Al menepuk pelan bahu El."Kapan Kita melihat Panti asuhan dan rumah sakit itu?"
"Jika Kak Al mau berangkat nanti malam,hari ini Kita bisa datang ke rumah sakit,tapi Kak Al hari ini ada acara di panti asuhan,ada banyak anak-anak yatim dan piatu yang di kirim ke panti asuhan,Kami juga sudah merekrut beberapa pengasuh muslim untuk merawat mereka!"
"Baiklah Aku setuju!"
"Kalian mengobrol lah,Aku akan ke Xander!"Sambung Caston,melihat jam di tangan nya.
"Aku akan ikut Kamu Mas,Kalian berdua tidak apa-apa pergi bersama 'kan?"
"Iya"Jawab El,Ayin dan Caston segera pergi meninggalkan rumah utama.
Setelan Ayin dan Caston pergi,Al dan El pun berencana untuk siap-siap.Namun,El menyadari masih ada Atika disana.
"Kamu bisa ikut Kami,mungkin di panti asuhan,ada yang membutuhkan bantuan Kamu!"Tegas El.
"Terimakasih,Tuan Muda!"Atika sedikit menunduk.El mengangguk nya.Lalu pergi bersama dengan Al menuju kamar.
__ADS_1
* * *
Maryam yang merasa Al tidak kunjung keluar dari kamar nya,lalu datang memeriksa nya di kamar.
Tok..Tok..Tok..
"Al"Panggil Maryam,tidak ada jawaban dari pemilik kamar.
"Sayang!"Masih tidak ada jawaban.
"Al belum bangun?"Tanya Alex,yang melihat jam di dinding pukul 16:00 sore.
"Tidak biasanya Al tidur siang!"Sambung Alex.
"Tadi pagi juga enggak keluar untuk sarapan !"Timpal Maryam.
"Kok bisa!"Alex mulai panik.
"Tok..Tok..
"Al"Panggil Alex lebih keras,sembari memutar handle pintu kamar Al.
"Tidak di kunci?"Sambung Alex,segera membuka pintu kamar itu.
"Sepi ?"Alex melihat ke arah istrinya.
"Mas,dimana Al ?kenapa dia tidak ada disini?"Tanya Maryam panik.Ia mulai mencari Al di kamar mandi,tapi tidak di temukan.Alex melihat sepucuk surat yang di tinggalkan Al di atas kasur.
"Sayang,liat ini!"Alex memberikan kertas itu kepada Maryam."Haaah"Maryam kaget membaca surat Al,yang pergi meninggalkan rumah,tanpa memberitahu 'kan dirinya.
"Mas,kenapa dia pergi lagi?"Tanya Maryam kepada Alex.
"Kamu yang meminta dia untuk pergi menjemput El bukan?"
"Benar,tapi bukan dengan cara begini,kenapa dia pergi tanpa berpamit!"
"Aku tau,Kamu sayang kepada semua anak-anak mu,tapi cara Kamu berbicara dengan Al berbeda saat Kamu berbicara dengan El.Kamu tau,Al merasa tertekan,saat harus bersikap bagaimana di depan mu,dia sendiri belum terbiasa hidup bersama kita.Namun,Al mencoba segala nya merubah diri nya demi kita!"Ungkap Alex,duduk di tepi ranjang,di samping Maryam.
"Aku tau Aku salah,tapi mas,Kamu tau,Aku sangat menyayangi semua nya.Aku tidak ingin Al berpikir kalau Aku tidak mencintai dia,Aku sengaja menyadarkan dia agar tidak jatuh cinta kepada calon adik nya,bukan karena Aku tidak perduli pada perasaan dia.Namun,yang lebih dulu kenal Aisyah itu El,bagaimana perasaan El jika tau,Al mencintai calon istri nya?"Maryam menatap sang istri,air mata mulai menetes dari netra nya.
"Sejak kapan Kamu tau,Al mencintai Aisyah?"Tanya Alex,
"Aku tau,sejak mereka belajar bersama,dan juga Aku tau,kemarin dia pergi ke pondok untuk menemui Aisyah,Aku sengaja menitip undangan itu,agar Al tau,kalau Aisyah dan El sudah mempersiapkan ini semua!"
"Jangan salah 'kan Al,cinta itu yang kadang datang tanpa tau alamat nya!"Imbuh Alex,memeluk Maryam.
Tok..Tok..Tok..
"Assalamualaikum Umi...."
Maryam terkesiap yang sedang berada dalam pelukan Alex.
"Mas,Aku mendengar suara Ge!"Lirih Maryam,Alex mengangguk nya.
__ADS_1
"Assalamualaikum Umi.."Suara itu kembali terdengar,Maryam dan Alex segera bangkit dan bergegas keluar dari kamar Al.
Di tunggu secangkir kopi dan setangkai mawar,untuk Author receh ini😉Terimakasih untuk yang sudah vote,sampai saat ini 🙏😘