Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 61


__ADS_3

Maaf jika banyak Typo!dan tangan suka keseleo!"✌️


Rumah Utama. . .


Jerry bersama dengan yang lain,menunggu ke di teras rumah utama ke datangan Alex dan keluarga besar nya.Ada Ayin yang duduk di sofa teras menatap ke arah mobil yang masuk ke dalam halaman rumah besar itu,ia hanya mampu melihat saja tidak sanggup untuk berdiri,di karenakan Ayin sedang mengandung.


"Itu mereka!"Seru Caston,saat baru saja keluar dengan membawakan segelas minuman mineral untuk Ayin.


Dua mobil hitam berhenti di depan teras,beberapa pengawal datang menghampiri nya.Jerry dan Caston segera berjalan ke arah mobil dan membuka ke dua pintu mobil.Pak Kim yang sudah semakin tua pun datang menyambut keluarga itu,setelah menyiapkan makan malam untuk mereka semua.


"Selamat datang kembali Tuan Alex,Tuan Muda,Nyonya Maryam!"Sapa Jerry bersamaan dengan Caston.Di mobil lain,Ada Albert,Ge dan Juga keluarga Abizar.


Jerry dan Caston melihat ke arah Albert,yang memang sudah banyak berubah,mereka melirik ke arah Albert dan juga Ge.Hanya saja Jerry dapat menebak jika Ge mungkin keluarga Alex,tapi tidak dengan Khadijah dan Albert.


"Jerry Kamu tentu saja sudah mengenal Tuan Abizar dan Istri nya.Ini Ge Anak ku,dan ini Khadijah anak Tuan Abizar,dan Dia.."Semua orang yang disana melihat ke arah Albert termasuk Jerry dan Caston.


"Dia Tuan muda Albert King!"Sambung Alex,Jerry dan Caston serta Ayin yang dari tadi duduk di teras pun terkejut.


"Tuan muda?"Ulang Jerry,Alex mengangguk nya."Saya pernah melacak lokasi Tuan Albert,Saya mengetahui dia tinggal di Inggris,tapi Saya tidak pernah mendapatkan satu foto puk tentang Tuan Muda Albert,kata Mereka sangat sulit untuk melacak keberadaan Tuan muda di Inggris,semua informasi nya tersembunyi!"Ujar Jerry,yang berjalan ke arah Albert.


"Selamat datang Tuan muda Albert,selamat datang kembali!"Jerry dan Caston memberi hormat kepada Albert.Albert hanya mengangguk saja dengan ekspresi datar nya.


"Tuan Alex,saya harus kembali ke LA,Kami tidak akan berlama-lama disini"Ujar Abizar,pamit untuk kembali ke LA.Karena keluarga nya ada disana.


"Tidak masuk untuk makan malam dulu?"


"Tidak,sudah di tawari saja saya sudah merasa senang!"Goda Abizar, yang lain tersenyum,tapi berbeda dengan ekspresi Alex.


"Salam untuk Dante!"


"Tentu,Saya permisi dulu,Assalamualaikum !"


"Waalaikumsalam !"Sahut mereka serentak,Abizar membuka pintu mobil untuk istri dan Anaknya.


Abizar kembali menoleh ke arah Alex sebelum masuk ke mobil,lalu menghampiri Alex.


"Tuan Alex,apa Anda tidak mempertimbangkan perasaan saya yang tadi,Saya berharap Anda mau besan dengan saya!"Alex menyuruh semua orang untuk masuk ke dalam agar bisa makan malam dan untuk beristirahat sejenak.


"Untuk itu Saya tidak akan mengambil keputusan,Anda tau,El baru saja gagal dalam pernikahan nya,butuh waktu lama untuk El untuk membuka hati nya,Saya tidak akan memaksa atau menjodohkan El lagi.Tapi,biarkan dia memilih sendiri,kalau memang mereka berjodoh,Tuhan pasti akan mempertemukan mereka kembali.Namun,kali ini Saya tidak akan ikut campur dalam soal percintaan Anak Saya!"Tegas Alex,Tuan Abizar hanya bisa mengangguk pelan,ia tahu kondisi saat ini tidak mungkin untuk bertanya langsung kepada El.


"Kalau begitu,Saya permisi,sampai bertemu di lain waktu!"


"Terimakasih atas kebaikan mu hari ini"Alex mengulurkan tangan nya sembari tersenyum.Abizar segera menerima dan memeluk Alex untuk pertama kali,melihat ekspresi Alex yang berubah,menjadi lebih baik.Alex melihat mobil yang di tumpangi Abizar keluar dari halaman rumah Utama.Setelah bayangan mobil itu hilang.Alex segera masuk ke dalam rumah.


Di meja makan. . .


Semua orang sedang menikmati makan malam,Albert dan Ge yang masih pengantin baru terlihat masih malu-malu untuk menikmati makan malam pertama setelah pernikahan.


"Pak Kim"Panggil Alex,


"Iya Tuan!"


"Anda sudah waktu nya istirahat,dan kembali ke mansion di LA.Anda disana bisa beristirahat,tidak perlu bekerja lagi,Saya akan memberi Anda hak untuk tinggal di mansion,mengantikan Tuan King!"Seru Alex,semua orang terkejut,termasuk Albert yang pewaris pertama Mansion King.


"Apa maksud dari perkataan Papa?"Albert menatap tajam ke arah Alex.


"Ya saya memberikan sedikit ruang untuk Pak Kim,ia orang kepercayaan Tuan Besar,sudah sepantasnya ia tinggal disana,dia tidak muda lagi,tidak seharusnya masih bekerja bukan.Albert Kamu tetap menjadi pewaris Mansion King dan seluruh perusahaan King di LA adalah milik mu,Kami tidak akan ikut campur!"Tegas Alex,Albert terdiam,Ge melirik ke arah Albert dengan kesal berani-berani nya membuat Alex marah.


"Pak Kim,tolong bersihkan kamar bawah untuk Ge dan Albert ya,mereka akan tinggal disana,biar El di kamar Al dulu!"Ujar Alex,semua orang melihat ke arah Albert dan Ge.


"Tuan ini?"


"Bukan kah suami istri harus tinggal sekamar?"Imbuh Alex lagi,mereka tidak percaya Albert bisa menikah dengan Ge,jadi mereka bisa menebak jika Albert pasti sudah mualaf.


Setelah semua nya selesai makan,Alex menyuruh mereka untuk beristirahat,begitu juga dengan istri nya.Hanya Alex,Jerry dan Caston yang pergi ke ruangan kerja Alex.Sementara Ayin sudah di beri waktu istirahat dari dunia mafia oleh Alex semenjak ia tahu Ayin mengandung.


Ceklek !


Pintu ruangan terbuka,Alex dan Jerry serta Caston segera masuk ke dalam ruangan tersebut,terlihat ruangan itu masih sama seperti dulu.


"Masih sama,tidak ada yang berubah!"Ujar Alex,


"Yang berubah hanya umur Tuan,umur kita yang tak muda lagi!"Sambung Caston.


"Jadi,apa rencana kalian selanjutnya,kalian sudah tau lokasi Big?"


"Belum,Aku sudah melacak nya.Namun,tidak ada informasi mengenai keberadaan Big saat ini,ia terus menekan Xander,saat ini perusahaan turun ke peringkat lima di NY.Banyak orang yang ingin membatalkan kerja sama,ada yang membocorkan rahasia Xander,dan satu lagi,klien tidak akan percaya kalau Xander tidak memiliki pemimpin,mereka tidak mau mengambil kerugian sedikit pun !"Ungkap Jerry,sembari memperlihatkan layar iPad milik nya kepada Alex.


"Kalau Sandra terus di tangan Big,kita semua tidak dapat bertindak,bahkan untuk membuat Xander kembali seperti semula kadang sangat sulit,karena Big pasti akan melakukan sesuatu agar Kami tidak membuat Xander kembali normal,ia selain menekan di perusahaan juga menyebar gosip tentang pewaris nomer satu keluarga Xing yang telah lama hilang!"Alex mulai mencerna ucapan Caston barusan.


"Jerry,besok adakan konferensi pers,Aku juga ingin melakukan pertemuan penting dengan semua klien yang bekerjasama dengan Xander,jika ada yang tidak datang maka batalkan semua kerjasama dengan mereka,Xander akan bisa berdiri meskipun tidak bekerja dengan mereka!"Tegas Alex.

__ADS_1


"Baik Tuan Saya mengerti!"


"Kalian sudah bisa pergi dan istirahat,untuk lokasi Big,Aku akan menyuruh Albert besok pagi untuk melacaknya!"


"Kalau begitu Kami permisi dulu Tuan "


"Eeemmm"Alex mengangguk.Setelah Jerry dan Caston pergi,Alex membuka laptop yang sudah lama tidak pernah di sentuh oleh nya tapi masih bisa berfungsi karena selama ini di gunakan oleh Caston.Alex segera mengirim satu dokumen dengan email anonim kepada Big,ini pertama kali ia berurusan dengan Big,ia akan membalas semua perbuatan Big dan Peter kali ini yang telah berulang kali menganggu kehidupan keluarga nya.


* * *


Di kamar Albert dan Ge. . .


Ge baru saja kembali dari kamar mandi,serta piyama yang sudah lengkap di tubuh nya.Dari arah ranjang Albert melirik ke arah Ge,sembari ponsel masih di tangan.Ge duduk di meja rias,Albert masih melihat istri nya yang sibuk membersihkan wajahnya dengan toner makeup dan mengoles sedikit pelembab di wajah nya.


"Sayang ..."Lirih Albert dengan suara yang paling kecil,Ge mengentikan tangan nya yang sedang mengoles pelembab di wajah nya.Ge menoleh ke arah Albert,yang saat ini juga sedang melihat nya.Ge menaikan satu alis nya,Albert malah tersenyum,melihat raut wajah Ge yang merah merona.


Melihat Albert tidak berbicara,Ge langsung menyelesaikan aktivitas nya sebelum tidur.Ge mengambil ikat rambut,dan mengikat rambut nya yang sejak tadi di biarkan terurai begitu saja.


Beberapa menit kemudian setelah Ge siap dengan dirinya,ia segera berjalan ke arah ranjang,menghampiri sang suami yang sejak tadi menunggu kedatangan nya.


Begitu Ge duduk di samping Albert,malah membuat Albert semakin gugup untuk menatap sang istri,yang kini sudah di dekat nya.


"Sayang!"


"Eeeemm"Ge melirik sembari menarik selimut untuk menutupi kaki nya yang dingin.Albert menuntun wajah nya lebih dekat dengan Ge,ingin menci-um bi bir sang istri.Namun,ketukan di luar membuat mereka terkejut.


Tok..Tok..Tok..


"Ada yang datang!"Seru Ge,sembari menunjuk ke arah pintu kamar,Albert senyum kecut,lalu turun dari ranjang,untuk melihat siapa yang datang.


Ceklek !


"Siapa ?"Tanya Albert,saat pintu kamar sudah di buka.


"Bunda?"Lanjut nya saat melihat Maryam yang berdiri di depan kamar mereka.


"Umi ada apa ?"Tanya Ge yang ikut turun dari ranjang menghampiri sang suami.


"Tadi Umi titip tas kecil Umi sama Ge 'kan?Ini Umi mau ambil kembali,Umi mau menghubungi Kakak mu Al!"Ujar Maryam yang sedikit malu,harusnya tidak menganggu pengantin baru,tapi karena ponsel Alex kehabisan baterai,terpaksa ia meminta ponsel sendiri yang di simpan Ge.


"Ini Umi"Ge memberikan tas kecil itu kepada Maryam,lalu Maryam berpamitan untuk kembali istirahat.


Blam!


"Mas,apa yang Kamu lakukan?"Tanya Ge,saat ia berada dalam gendongan sang suami.Albert tersenyum,saat panggil Ge berubah kepada Albert.


"Ayo lanjut!"Bisik Albert,


"Lanjut apa?"Tanya Ge yang pura-pura tidak tahu.Albert segera membaringkan tubuh Ge di atas ranjang,meletakkan nya dengan sangat pelan,agar tidak menyakiti tubuh Ge yang mungil itu.Tangan mungil Ge masih melingkar di leher Albert,meskipun tubuh nya sudah menyatu dengan kasur.Albert mengecup sekilas kening Geisha,lalu turun ke hidung mungil nya,tidak melewati ke dua pipi yang sejak tadi sudah merona,masih dalam keadaan tangan Geisha melingkar di leher Albert,Pria ini terus melanjutkan bi-bir nya melu-mat bi-bir Geisha yang kecil itu,dengan kecu-pan demi kecu-pan,membuat Geisha yang awal nya begitu gugup kini dapat berbaring dengan tenang,saat Albert memperlakukan nya dengan sangat lembut.


Albert juga tidak melewati le-her milik Ge,ia hanya mengecup nya sekilas,tapi Albert dapat melihat reaksi tubuh Geisha yang merespon menerima perlakuan sang suami.Albert tersenyum smirk,dan membuka dua kancing piyama Geisha,sehingga dapat mengintip sedikit dua gundukan mulus dan putih itu yang masih berbalut dengan piyama.Tangan Geisha di leher Albert terasa begitu dingin,apalagi kini tubuh nya yang mulai gugup lagi.


"Sayang,kamu gugup ?"Geisha mengangguk.


"Mau lanjut?"


"Tidak perlu di tanya !"Jawab Geisha yang menutup mata nya karena malu dengan pertanyaan Albert,Pria ini tersenyum,melihat gadis kecil nya,yang dulu mati-matian menolak nya tidak pernah menjalin hubungan,tidak pernah tahu perasaan satu sama lain,tapi langsung di satu 'kan dengan tali pernikahan.Malam pertama adalah malam yang membuat kedua nya canggung dan juga begitu nervous.Apalagi,Albert dan Ge tidak pernah melakukan hal in-tim sebelumnya.


Albert dengan sabar membuka semua kancing piyama Geisha,terlihat dua buah pear putih tanpa ada balutan br-a buah yang masih kenyal dan begitu menantang dengan bentuk nya yang bulat sempurna,Albert menelan Saliva nya saat melihat benda kecil yang nongol di tengah-tengah buah pear tersebut.


Albert kembali mengecup pelan le-her Geisha,lalu perlahan-lahan,mulai turun menuju buah pear,ia mengecup sekilas benda tersebut lalu menge-mut benda kecil yang menonjol disana.Membuat tubuh Geisha menggeliat dan mende-sah pelan dengan suara yang masih tertahan.


"Eeem"Tangan Geisha mencengkram kuat bahu Albert,saat benda kecil itu di gigit pelan oleh sang suami.


"Masih mau lanjut?"Bisik Albert,sembari menggoda Ge,dengan mata yang masih tertutup.


Pak! Ge memukul bahu Albert,ia tahu saat ini suami nya senang menggoda dia.Masih dengan posisi nya semula,Geisha masih di bawah,Albert menompang tubuh dengan ke dua lutut nya,agar tubuh nya tidak menimpa Geisha yang mungil itu.Albert segera menarik selimut yang tebal itu,untuk menutupi kedua tubuh mereka.


"بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا"


Meskipun Geisha sudah mempersiapkan diri untuk malam ini,tapi masih saja membuat nya begitu gugup.Dari dalam selimut terlihat sebuah piyama yang di lempar ke atas lantai oleh Albert dan di susul dengan celana piyama,setelah itu tak lama kemudian piyama Albert pun ikut tebang ke lantai,sungguh malam ini tidak ada harganya piyama itu,yang di buang begitu saja.


"Aagrh"Terdengar suara Geisha dan Albert bersamaan,saat Albert melakukan aksi nya,Geisha mencakar kuat punggung Albert,ia tidak membiarkan walaupun hanya sedetik,satu kali hentakan,maka cakaran itu akan terlukis satu garis di punggung Albert.


"Eeemm,pe-lan mas,i-tu sa-kit!"Suara terbata-bata Geisha yang terdengar di bawah selimut,dengan suara serak nya yang menahan berat beban di atas tu-buhnya,dengan nafas yang tak beraturan,selimut pun ikut bergerak,sesuai dengan irama yang di mainkan oleh sang pemegang kendali,Geisha yang menjadi tempat berlabuh nya sang cinta suami,menerima dan menyerahkan seluruh tu-buh dan mahkota yang ia jaga selama ini.


Malam pun berlalu begitu saja,ke dua nya terlelap karena lelah nya permainan yang di mainkan oleh sang suami,membuat ke dua nya tertidur begitu saja.


* * *


Ke esokan pagi nya. . .

__ADS_1


Geisha pertama kali datang ke NY.Membuat ia bangun ke siangan,ia belum tahu jadwal sholat subuh di NY.Dan Maryam pun lupa memberitahu Geisha,ia pikir ada Albert yang akan mengingatkan sang Anak nanti nya.


Begitu Geisha membuka mata ia melihat di samping nya,tidak menemukan adanya sosok sang suami yang tidur di sebelah nya.


"Awww.."Desis Ge,yang menahan sakit di bawah selimut.Ge meraih selembar kertas yang di tinggal 'kan Albert di atas batal.


Sayang,Aku sudah pergi bersama Papa,ada hal yang mendesak,tunggu Aku kembali.Semalam Aku melihat mu capek,jadi Aku tidak membangun 'kan mu.Kalau nanti kamu sudah bangun jangan lupa sarapan,Aku sudah menyuruh Pak Kim untuk menyiapkan sarapan bergizi biar Kamu sedikit ber-energi.By suami mu Albert.


Setelah membaca surat yang di tinggalkan Albert,tidak berhenti membuat Geisha tersenyum seperti orang bodoh,ia menarik selimut untuk menutupi wajah nya yang malu,padahal di dalam kamar hanya ada dia sendiri,tidak ada orang lain.


Setelah seluruh nyawa nya kembali dan ia sudah melihat sekitar kamar dengan penglihatan yang benar.Ge melirik jam di dinding,menunjukkan 07:00 pagi.Ge segera mencoba turun dari ranjang,meskipun masih terasa perih,ia mulai menahan nya agar segera tiba di kamar mandi.


"Oh..Ho.."Suara Ge dari kamar mandi,menahan dingin nya air di bathub yang sudah disediakan oleh Albert dengan segala wangi-wangian.Tak berapa lama di kamar mandi,ia keluar dengan baju mandi,dengan rambut yang masih basah,segera meraih hairdryer di laci dan mulai mengeringkan itu rambut.Sementara ia memilih baju untuk di kenakan nya,mata Geisha tertuju kepada no-da da-rah yang ada di sprei,itu membuat ia begitu malu.Geisha segera menarik sprei tersebut,meskipun ia sedang menahan nya perih di antara ke dua paha nya,pinggang nya terasa mau patah menahan berat nya tubuh Albert semalam,berkali-kali Ge menghela nafas nya,sembari melepaskan sprei yang kotor tersebut.


Setelah selesai berpakaian,Geisha keluar dari kamar nya,semua para pelayan melihat ke arah nya sembari menundukkan kepala mereka memberi hormat kepada Ge.Namun,Ge yang tidak biasa hanya tersenyum malu,dengan raut wajah yang merona.


"Sayang,Kamu sudah bangun?"Ge menoleh saat mendengar suara Maryam yang baru saja keluar dari arah dapur.


"Umi.."Ge menghampiri Maryam,Maryam tersenyum saat melihat raut wajah Ge yang begitu masam,seperti orang yang sedang menahan sakit.


"Umi,Ge mau nyuci,tapi Ge belum tau dimana tempat cuci baju?"Bisik Ge,Maryam mengangguk mengerti yang anak nya maksud.


"Sini keranjang baju kotor,biar Umi bawa ke laundry,itu ada di bagian belakang !"Ujar Maryam,Ge segera kembali ke kamar dan mengambil keranjang baju kotor.


"Pelayan,tolong gantikan sprei di kamar ini ya,dan bawa keranjang kotor ini ke Laundry!"Pinta Maryam,Ge membulatkan matanya karena malu.


"Baik -Nya!"


"Tidak perlu malu,Umi dulu juga sama seperti mu,tapi lama-lama terbiasa tinggal disini,ayo kita sarapan dulu!"Ge mengangguk lalu ikut bersama dengan Maryam menuju ruang makan.


* * *


Perusahaan Xander. . .


Setelah melakukan konferensi pers selama satu jam,di aula pertemuan,kini siaran televisi di penuhi dengan acara nya keluarga Xander dan King.Bahkan Alex sudah mengumumkan pewaris King yang baru yaitu Albert,begitu juga dengan El ia akan mengantikan posisi Alex di Xander.


Seluruh klien menerima konferensi pers itu dengan baik,dan tanggapan mereka cukup membuat Alex dan yang lain puas.Tidak satupun dari mereka melewati rapat di meja bunda,yang ada di perusahaan Xander.


"Jadi begitu lah,bukan Kami semua melupakan kewajiban untuk meningkatkan kinerja Xander,hanya saja Kami butuh waktu untuk liburan,kita semua punya keluarga,tidak hanya berbagi lelah saja sama keluarga,tapi kita juga harus membagikan cinta kita kepada mereka.Disini yang mau mengundurkan diri dari Xander silahkan,tapi setelah itu Kami akan blacklist semua yang mundur hari ini,ke depan nya kita tidak akan menerima kalian lagi!"Tegas Alex,semua orang yang dulu menekan Xander untuk turun dari peringkat perusahaan terbesar dan hebat,diam melihat Alex kembali,bahkan yang berpihak kepada Big dan Peter pun tidak dapat mengeluarkan pendapat mereka.


"Satu lagi,kalau kalian mundur dari Xander,Saya dari perusahaan LA,Dante juga menolak untuk bekerja sama dengan sampah-sampah Xander,Saya tidak akan menerima klien yang sudah di buang oleh Xander,jadi kalian bisa pikirkan sendiri!"Sambung Dante,


"Apalagi Saya,sebagai pewaris baru di King,Saya tidak akan bekerjasama dengan orang yang memikirkan keuntungan sepihak!"Albert menatap semua klien yang hadir,semua nya menundukkan kepala,dan mulai berbisik-bisik,untuk berpendapat.


Dari sisi lain,ada Caston dan Jerry yang duduk berdampingan,Jerry tersenyum saat melihat meeting kali ini berjalan begitu lancar,ia tahu hanya Alex yang bisa mengatasi ini semua.


"Ini statistik Xander,setelah konferensi pers,kalian bisa liat,Xander kembali menjadi Nomer satu!"Ungkap Jerry,memperlihat 'kan layar besar yang ada di depan semua orang.Semua orang tercengang tidak terkecuali.


"Memang hebat Tuan Alex !"Gumam Dante,saat melihat layar itu.


Semua orang memberikan proposal baru kepada Caston,dan Jerry,mereka mengumpulkan itu.


"Keuntungan kali ini bagi 30% dan 70% "Ujar Alex,Alex sengaja melakukan itu,untuk memberi pelajaran kepada klien yang berani merendahkan Xander,"Jika Kalian tidak setuju itu pintu keluar nya!"Tegas Alex,semua orang mengangguk untuk setuju,meskipun terpaksa,dari pada bangkrut dalam sekejap.


El yang melihat itu kagum kepada Alex,karena selama ini El tidak pernah melihat sosok dari Papa nya itu.


Setelah mendapatkan semua proposal dan rapat di bubarkan,kini hanya tertinggal Dante saja di dalam ruangan tersebut.


"Aku senang Kamu kembali !"Ujar Dante,


"Aku kembali ada urusan yang lebih serius dari ini,Big menyandera Sandra!"Ujar Alex.


"Big?Anak ha-ram keluarga Cristopan?"Alex mengangguk.


"Apa yang ku bantu?"


"Tolong hancurkan perusahaan Big,bantu Aku serang perusahaan nya di LA,dengan begitu ia akan segera keluar dari tempat persembunyian nya!"


"Oke,Aku akan bantu,Aku kembali dulu,dan akan memberi kabar bagus untuk mu!"Dante dan Alex bersalaman.Dante segera pergi meninggalkan ruangan itu.


"Albert bagaimana ?"


"Sudah ketemu pa,Markas mereka ada di LA,disini ada dua gedung,Aku tidak yakin,gedung mana yang mereka gunakan untuk menyekap Mama!"Ujar Albert,melihat layar laptop nya.


" Kita bisa bagi tugas,Aku Jerry dan beberapa pengawal akan datang ke gedung rumah sakit lama ini,sementara Kamu dan Caston akan datang ke gedung terbengkalai ini,ini dulu nya gedung minyak,hati-hati kalau datang kesini,takut nya ada jebakan !"


"Baik Kami mengerti!"


"Untuk Kamu El,urusan Panti Asuhan,Aku serahkan padamu,Aku takut sesuatu kembali terjadi di sana!"


"Baik Pa!"

__ADS_1


Setelah masalah di Xander teratasi,Alex dan bawahan nya serta anak nya keluar dari ruangan itu.


See you 😘


__ADS_2