Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 32 El-New York


__ADS_3

El yang memegang jabatan CEO di perusahaan,membuat Peter mengetahui keberadaan nya saat ini.Namun,Peter tidak tahu jika yang kembali dari Mesir adalah El bukan Al.


Tok..Tok..


Mendengar suara pintu,El segera memeriksa layar monitor,ia mengetahui siapa yang datang menemui nya.


Tok..Tok..


"Masuk!"Sahut El di dalam ruangan.


Ceklek !


Atika melangkah masuk,hari ini sudah satu Minggu Atika di terima di Xander,sebagai dokter UKK.


"Ada apa?"El tidak menatap ke arah wanita itu yang berdiri di depan meja kerjanya.


"Tuan muda,ini catatan yang di perlukan di UKK,mohon di tanda tangan,agar manager keuangan dapat memberi ijin kami untuk membelikan beberapa barang!"


"Letak 'kan diatas meja Saya!"


Atika segera meletakkan kertas lembaran yang ada di tangan nya.


"Kamu,kalau masih mau bekerja di tempat ini,tolong gunakan pakaian yang layak untuk di pakai!"Cetus El,kini melihat ke arah jendela.


"Cuaca di luar tidak begitu panas,harusnya Kamu tidak menggunakan baju terlalu terbuka,dan rok terlalu pendek"


"Tapi,Tuan..."


"Silahkan tinggalkan ruangan Saya.Saya masih banyak pekerjaan nya!"Titah El,yang lanjut menatap layar monitor.


Dengan perasaan yang kesal,Atika mengepalkan tangan nya.Lalu bergegas pergi meninggalkan ruangan CEO.


Blam!


Atika segera pergi,tanpa menoleh ke belakang lagi,setelah Atika pergi.Ayin datang bertemu dengan El.


Ceklek!


"Ada apa lagi?"Cetus El dan menatap ke arah pintu.


"Oh,Tan.."El terkejut,yang melihat Ayin datang bertemu dengan nya.


"Eeemm ada apa ?seperti nya ada orang lain yang datang lebih dulu?"Tanya Ayin,menghampiri El.


"Eeemmm,tidak ada.Ada apa Tante datang menemui El?"


"Tante,ingin mengabari sesuatu kepada mu!"Ayin segera duduk di depan meja El.


"Katakan,apa yang bisa El bantu!"


Ayin segera menyodorkan iPad yang ada di tangan nya kepada El,lalu menggeser satu persatu layar di iPad tersebut.


"Apa ini Tante?"

__ADS_1


"Ini tempat perdagangan manusia yang di lakukan oleh keluarga Guntur,yang saat ini di kendalikan oleh Peter!"


"Terus...?"


"Caston ingin menghancurkan tempat itu,dia ingin mengajak Kamu sekalian,bukan kah,ini juga seharusnya yang harus Kamu dukung?"


El menganggukkan kepala nya.


"Benar,tapi bukan kah,Kita harus menghindari pertengkaran dengan keluarga Guntur?"


"Kita tidak bisa hanya berdiam diri saja,kalau yang di lakukan mereka itu salah bukan.El,Kamu tenang saja,peraturan itu sudah di tetap 'kan oleh Papa mu sejak dulu,jika ada orang Indonesia terlibat dalam perdagangan manusia,maka Papa mu akan menolong mereka,dan memusnahkan kelompok sampah itu!"Tegas Ayin,


"Baiklah,Aku akan membantu Paman Caston,Kita bisa berangkat nanti malam,siapkan beberapa bawahan untuk menemani Kami!"


"Baik,Aku mengerti,kalau begitu Aku pamit dulu!"Ayin segera berdiri dari tempat duduk nya.


"Tante,tunggu dulu!"Ayin menoleh,melihat ke arah El.


"Ada apa El?"


"Aku sudah membuat peraturan baru untuk kantor ini,ini berlaku untuk semua nya,jika ada yang tidak setuju,maka bisa segera pergi meninggalkan kantor ini!"Tegas El,


Ayin mengambil lembaran kertas di tangan El,lalu menatap isi nya.


"El,apa Kamu serius?"Ayin menatap El,


"Iya serius,untuk karyawan wanita tidak di perbolehkan menggunakan rok pendek,mereka hanya di perbolehkan menggunakan celana panjang saja,dan riasan yang tidak terlalu menor!"Ungkap El.


"Baiklah El,Aku akan memberitahukan seluruh karyawan kita!"


"Baik,Aku mengerti!"


Ayin segera pergi meninggalkan ruangan El.Sementara El,melanjutkan memeriksa laporan pekerjaan nya.


Sesekali El mengusap pergelangan kaki nya yang sakit,tapi masih bisa di gerakkan.


* * *


Di Rumah Utama. . .


El duduk di sofa ruang tamu,sembari menunggu Atika.


"Tuan muda,dokter Atika disini!"


El melirik,melihat Atika yang berdiri di samping Pak Kim.


"Tinggalkan Kami,Pak Kim,bawakan minum dan cemilan untuk dokter Atika!"


El dapat melihat kali ini Atika berpakaian lebih sopan.Baju nya lebih tertutup dan sedikit panjang.


"Aku merasakan sakit di pergelangan kaki,tolong Kamu periksa !"


"Baik Tuan Muda,permisi ya Tuan muda,maaf!"Ucap Atika,saat mau menyentuh pergelangan kaki El,Pria ini hanya mengangguk nya saja.

__ADS_1


El memperhatikan wanita yang sedang memeriksa pergelangan kaki nya.Tidak biasa nya El melihat Atika dengan begitu lama,bahkan El tidak berkedip.


"Tuan,ini tidak apa-apa,tidak ada yang salah dengan pergelangan kaki Anda!"Atika melihat ke arah El.


'Astagfirullah'El segera berpaling saat merasa telah tertangkap basah sedang menatap wanita itu.


"Tuan muda,apa ada yang lain?"Tanya Atika,sebelum ia pergi dari hadapan Pria itu.


"Tidak ada,Kamu boleh pergi,tapi ini sudah larut Kamu bisa menginap disini,besok pagi bisa pergi ke kantor dari sini!"


El segera pergi meninggalkan Atika di ruang tamu.


"Pak Kim,siapkan tamu untuk dokter Atika"


"Baik Tuan muda!"


El segera pergi menuju tangga.Sementara Atika mengikuti Pak Kim menuju kamar tamu.


"Ini kamar mu,jika ada yang Kamu butuhkan Kamu bisa memanggil saya!"


"Baik "


Blam!


Atika menutup kembali pintu kamar tersebut.Lalu memeriksa ponsel milik nya,ia melihat banyak sekali panggilan dari Peter.


"Ada apa?"Seru Atika dengan malas.


"Aku butuh berkas proyek baru milik Al,Aku tau saat ini Kamu sudah bekerja di Xander!"


"Aku tidak akan melakukan itu.Papa tau,itu terlalu berbahaya,Aku tidak mungkin mencuri berkas itu!"Atika berusaha menolak perintah dari Peter.


"Kamu jangan lupa,Kamu itu milik keluarga Guntur,apapun yang Ku perintah 'kan segera laksanakan jangan menunda -nunda nya!"Tegas Peter.


"Aku menolak!Anda tidak bisa terus-terusan memaksa Ku"


"Kamu lupa,jika Kamu berani menolak nya,Aku akan memberitahu keluarga itu kalau Kamu penyebab kecelakaan Al di Mesir,Aku memiliki semua bukti!"Ungkap Peter mengancam Atika.


"Baiklah,Aku akan mencoba nya!"


"Bagus,dari tadi seperti ini 'kan Aku tidak perlu mengancam Kamu segala !"


Tut..Tut..Tut..


Peter segera memutuskan panggilan itu,Atika menatap layar ponsel nya dengan kesal.


Bugh!


"Sial!"Gumam Atika,melempar ponsel itu ke atas ranjang.


"Pada akhirnya Aku terjebak dengan rencana ku sendiri!"Ketus Atika yang kesal.Dengan perasaan yang terganggu Atika mencoba berbaring dan melupakan sejenak masalah yang ia hadapi.


Ternyata masalah ini lebih besar dari masalah sebelumnya.Atika tidak menyangka ternyata Peter sebagai Ayah nya sendiri bisa berbuat begitu tega kepada nya.

__ADS_1


Tinggalkan vote+like +Hadiah,😘


__ADS_2