Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 6


__ADS_3

Tiba Naco dan beberapa teman lain,di luar club'.Tapi,tidak melihat adanya Al disana.Al sudah pergi beberapa menit yang lalu meninggalkan club' itu.


"Ambil foto nya melalui cctv,Aku akan mencari pria sombong itu besok!"Titah Naco.


"Baik,Aku mengerti!"Lan segera kembali ke dalam.


Bruuummm....


Bruumm....


Seperti biasa,setelah mabuk Al berkendara,ia pasti ugal - ugalan di jalan,dan ngebut-ngebutan.


Banyak orang yang melihat mobil Al dan memaki nya,apalagi mereka yang hampir di tabrak oleh Al .


Bruuuummmmm....


"Astagfirullah !"Ucap El,saat paman Joshua hampir tabrakan dengan mobil yang baru saja lewat di depan nya.


"Kamu liat,begitu lah,Anak-anak jaman sekarang,bawa mobil sembarangan.Kalau mereka tidak sayang nyawa mereka.Setidaknya pikirkan nyawa orang lain,Biasa nya orang seperti itu,orang yang kurang kasih sayang,dan jarang di perhatikan orang tua nya,sehingga mereka tumbuh jadi anak nakal!"Ketus Joshua dengan kesal.


"Sabar paman!"El menenangkan Joshua.Melihat senyuman El.Emosi Joshua pun dapat mereda.


"El,bagaimana seminar tadi,Kamu sudah memberikan proposal Kita 'kan?"


"Sudah paman,Proposal itu sudah di terima oleh penyelenggara seminar,Aku yakin,Proposal Kita akan di terima!"Pungkas El dengan begitu yakin.


Joshua mengangguk nya.Lalu kembali fokus pada setir nya,ia tidak ingin sesuatu terjadi.


Di Hotel . . .


Jerry yang menunggu Al pulang pun,tidak bisa tidur.Bahkan ia mondar-mandir di lobi hotel.


"Tuan Jerry,Aku melihat mobil Tuan Al,masuk ke tempat parkiran hotel!"


"Eeem,jemput Tuan Al kemari!"


Pengawal itu mengangguk,lalu segera pergi meninggalkan lobi hotel.


Tak lama kemudian,Al dan juga pengawal kembali ke hadapan Jerry.Jerry melihat Al yang setengah mabuk,membuat ia segera memapah tubuh Al menuju kamarnya.


Dengan hati-hati,Jerry membaringkan tubuh Al di atas ranjang.Lalu membantu Al untuk membuka baju nya.Tanpa sengaja Jerry melihat bekas luka,waktu pelatihan dulu di NY.Tanpa sengaja tubuh Al sedikit tergores oleh ujung belati.


Bekas luka itu masih membekas disana.Jerry padahal sudah menawarkan Al untuk melakukan operasi untuk menghilangkan bekas luka itu.Tapi,Al menolak nya.Dia ingin luka itu sebagai kenang-kenangan,kalau ia pernah bekerja keras untuk mencapai itu semua.Tidak mudah bagi Al untuk menjadi orang yang di takuti oleh orang lain.


"Paman"Gumam Al,sembari setengah membuka matanya.Melihat ke arah Jerry.


"Tuan Muda,mau mandi dulu?Aku akan membantu Anda membersihkan tubuh Anda!"Tanya Jerry.


"Aku mau langsung tidur!tinggalkan Aku sendiri!"


Jerry mengangguk nya.Jerry tahu,saat ini suasana hati Al sedang tidak baik-baik saja.Mungkin ada yang sengaja membuat Al begitu sensitif malam ini.Bahkan ia terlihat menangis dalam tidurnya.Meskipun Al tidak menyadari itu,Jerry dapat melihat kalau Al sedang merindukan sesuatu.

__ADS_1


Blam!


Jerry menutup pintu kamar hotel milik Al.


"Periksa kemana Tuan Al pergi beberapa jam yang lalu,periksa dengan detail,Aku butuh informasi itu segera!"Titah Jerry.


"Baik Tuan,Aku segera kembali dengan membawa informasi!"


Jerry mengangguk nya,lalu kembali ke dalam kamar nya,yang bersebelahan dengan Al.


Jerry terus saja kepikiran dengan kejadian sore hari,dimana tanpa sengaja ia bertemu dengan El.


"Aku harus menghubungi Tuan Abizar untuk memastikan,kalau itu benar Al!"Gumam Jerry,sembari menekan kontak milik Abizar.


Tut..Tut...Tut..


Panggilan Jerry tidak terhubung,bahkan nomer ponsel Abizar tidak aktif.


Sekali lagi,Jerry mecoba menghubungi nomer telepon kastil.


"Hallo!"


"Bisa sambungkan dengan Tuan Abizar?"


"Maaf dengan siapa ini?"


"Dengan Jerry dari NY"


"Baiklah,Aku akan mengubungi nya saat kembali,sampai 'kan,jika Tuan Jerry menghubungi!"


"Baik Tuan !"


Jerry segera memutuskan panggilan nya,dia duduk di tepi ranjang dengan begitu gelisah,bayangan El terus menganggu pikiran nya yang ia anggap Al.


Tok..Tok..


"Masuk!"


Ceklek !


"Tuan,ini rekaman cctv yang Aku dapat di club' yang barusan di datangi oleh Tuan Muda!"


"Eeem,sambungkan ke laptop Ku!"


Pengawal itu segera menyambung ke laptop Jerry,dan Jerry mulai melihat keributan yang terjadi antara Al dan beberapa orang asing.


"Sial!"Umpat Jerry saat melihat,bagaimana wanita itu mencibir Al.


"Ini benar-benar sulit di atur,semoga saja besok pagi ia telah melupakan kejadian itu,Jika tidak kami semua akan menjadi sasaran nya!"Ungkap Jerry,menyimpan kembali laptop nya.


Di Tempat lain. . .

__ADS_1


El baru saja tiba di penginapan Joshua.


"Besok ada tempat yang ingin Kamu kunjungi?"Tanya Joshua,saat melihat El masuk dengan membawa jas di tangan nya.


"Tidak ada,Aku akan dirumah saja seharian!"


"Baik lah,selamat beristirahat.Paman pergi dulu,besok pagi baru kembali,paman ada janji dengan rekan paman"


"Baik Paman,hati-hati!"


Joshua mengangguk nya,lalu segera pergi meninggalkan penginapan itu,sementara El kembali ke kamar nya.


* * *


Al merasa kepala nya yang berat,ia menatap jam di dinding kamar hotel menunjukkan pukul 10:00 pagi.


Al segera duduk sembari mengucek matanya.Ia melirik ke arah kaca besar yang ada disana.


Mata Al sembab.Bahkan itu terlihat begitu bengkak,semalaman ia menangis meluapkan kesedihan nya.Tapi,tidak satu pun orang yang tahu.


Tok..Tok..


"Tuan Muda,Anda sudah bangun?"Tanya Jerry di luar kamar.


"Masuklah!"Sahut Al,yang segera turun dari ranjang,dengan hanya menggunakan celana pendek saja.


Ceklek !


Jerry menyuruh pelayan membawakan sarapan untuk Al.Al sedang menggunakan jubah mandi nya,dan berdiri di depan kaca tersebut.


Setelah pelayan selesai menata sarapan di atas meja sofa.Dan pergi meninggalkan kamar itu.


"Apa semua baik-baik saja?"Jerry melihat Al yang sedikit gelisah.


"Eeem.Hanya saja,mata Ku terlihat bengkak!"Ketus Al,berbalik melihat ke arah Jerry.


"Tuan Muda butuh sesuatu?"Tanya Jerry lagi.


"Aku butuh beberapa kaca mata yang keren,kirimkan beberapa benda itu ke kamar Ku,mungkin Aku akan menutupi mata Ku dengan benda itu!"


Jerry mengangguk nya,lalu pergi meninggalkan kamar Al.Sementara Al berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Blam!


Al menghidupkan keran air,dan mengatur suhu air mandi di dalam bathub.


"Ma..."Lirih Al menatap fokus ke depan,Pria yang di kenal keras,bahkan begitu sombong.Tapi,bisa mengeluarkan air mata hanya karena mengingat sosok wanita yang pernah menemani nya selama li-ma bulan setelah lahiran.Pernah memberikan kasih sayang kepada nya walaupun hanya segelintir saja.


Selamat li-ma bulan bukan lah yang sementara untuk Al menikmati setiap belaian dari sang ibu.


'Ma,Al rindu.Al ingin memeluk dan bercerita banyak kepada mu.Kehidupan Al tidak baik-baik saja ma,banyak yang Al lalui untuk mencapai ini semua'

__ADS_1


Al merebahkan kepala nya di pinggir bathub,sembari menikmati aroma air yang sudah ia tabur dengan wangi-wangian.


__ADS_2