
Albert membantu Ge duduk di tepi ranjang.
"Aku bisa sendiri,terimakasih sudah mengantar Saya untuk pulang!"Ujar Ge,melihat ke arah Albert yang berdiri di depan Ge.
"Master,Anda tidak perlu melakukan itu untuk saya,Saya bisa mengatasi masalah ini tanpa melibatkan Anda!"Ucap Ge,saat melihat botol minuman di tangan Albert.
"Belum ada yang menolak bantuan dari saya,bahkan semua orang berbaris memohon bantuan dari Saya.Dan Kamu menolak nya?"Albert membungkuk tubuh nya,agar menatap Ge dari dekat.
"Jadi biarkan Saya orang pertama yang menolak itu,Saya tau hubungan Anda dengan Ketua Juan,Saya tidak ingin menjadi orang ketiga di antara Anda dan Ketua Juan!"
"Kamu sudah menolak Ku tadi malam,bukan berarti Kamu bisa menjodohkan Ku dengan Ketua Juan,Aku tidak segampang itu.Jika Aku mau dan suka dengan Juan,dari dulu,Aku sudah mendekati nya!"
Kini Albert berjongkok di depan Ge,memegang ke dua lutut gadis itu.
"Ge,percaya pada Ku,ini pertama kali Aku perduli kepada wanita.Sebelumnya jangan 'kan untuk perduli kepada mereka,bahkan Aku jarang mengobrol dengan wanita.Ajakan Ku tadi malam murni perasaan Ku,Aku tidak pernah merasa apa itu cinta sebenarnya.Ia benar Aku kalah dalam soal cinta,hidup Ku,hanya di penuhi dengan misi,dan juga ketenangan hidup,Aku tidak pernah melibatkan orang lain dalam hidup Ku.Jadi,Kamu lah orang pertama yang ku bawa dalam hidup Ku!"Albert memegang tangan Ge.
Ge melepas paksa tangan nya,dari genggaman Albert,lalu berdiri,begitu juga Albert yang berdiri di depan Ge.
Ge harus mendongakkan kepala nya untuk menatap Albert yang begitu tinggi.Sementara,Ge hanya sedada Albert saja,begitu mungil tubuh gadis itu,selalu membuat Albert gemes.
"Kamu istirahat saja,Aku akan kembali besok pagi,Aku tau besok kamu akan kembali ke Indonesia"
"Tunggu!"
Albert menghentikan langkah nya,lalu menoleh.
"Anda tau 'kan jika Kita berbeda.Dalam pernikahan itu harus satu keyakinan,tidak boleh ada dua,dan Anda pasti sudah tau itu!"
Albert tersenyum tanpa menjawab,lalu ia berkata yang membuat Ge susah untuk melupakan kata-kata itu.
"Saat pertama kali Kita bertemu,Aku sadar,selama ini Aku melajang untuk siapa,Aku menyendiri dan hidup sendiri untuk siapa?dan bahkan saat ini Aku masih belum mengerti kenapa Aku bisa menunggu kedatangan Kamu kemari,Aku tidak menunggu mu setahun atau dua tahun.Bahkan Aku sudah menunggu mu bertahun-tahun,mungkin ini arti dari sebuah penantian Ku,ada Kamu, yang selalu membuat Ku menunggu.Tentu Kamu yang selalu di tunggu oleh rindu Ku!"
Setelah mengatakan itu,tanpa melihat ke arah Ge,Albert melangkah keluar dari tempat itu,dan pergi meninggalkan Ge di dalam kamar nya.
Blam!
Suara pintu yang di tutupi oleh pria itu.Ge tersentak,rasa hati nya tersentuh oleh ucapan Albert.Ge duduk di tepi ranjang.Lalu membayangkan setiap kata-kata yang keluar dari bi bir Albert,membuat Ge tidak dapat memejamkan matanya.
"Apa yang om-om itu lakukan,kenapa sulit sekali Aku memejam mata.Bahkan kata-kata itu terus terngiang-ngiang di pikiran Ku!"Gumam Ge,menutupi wajahnya dengan bantal.
Di Tempat Lain. . .
Albert baru saja selesai bertemu dengan dokter Catrin,dan mengambil hasil pemeriksaan itu dari nya.
Benar dugaan mereka,minuman yang di berikan Juan mengandung obat bius,dan itu di suntik dari tutup botol,Albert susah memeriksa nya dengan jelas.
Albert kembali ke asrama,dan membereskan semua pakaian nya.Semua milik nya di letakkan di dalam koper besar,dan juga semua barang sudah siap ia masukan ke dalam sana.
Albert terus melihat hasil pemeriksaan itu,membuat ia tidak dapat menahan rasa amarah nya kepada Juan.
* * *
Albert tidak tidur walau hanya satu detik,bahkan ia berjaga di sepanjang waktu,dan ia menatap layar ponsel menuju 'kan pukul 05:00.
Blam !
Albert membanting pintu kamar,dengan langkah besar ia pergi meninggalkan kamar asrama nya.Albert sudah membuat janji dengan seseorang dan akan bertemu dengan orang itu saat ini juga.
Satu jam berlalu...
Tiba di tempat yang di janjikan di dermaga,riverside walk,satu jembatan di mana kali pertama ke dua nya bertemu,dan mengambil tanggung jawab melatih semua calon bodyguard pilihan dari berbagai macam Negara.
"Master king,ada apa menyuruh Saya datang kemari,Saya senang Anda ingat tempat dimana kali kita bertemu,Aku tidak menyangka Anda seingat ini pada kenangan itu!"Ungkap Juan,menatap Albert penuh senyuman di raut wajah nya.
"Saya ingat,di tempat ini pertama kali Kita bertemu,dan sama-sama mengambil tanggung jawab sebagai pelatih.Tapi,hari ini Aku ingin mengakhiri semua nya,Aku ingin memutuskan pertemanan antara Kita berdua,Aku tidak ingin terlibat masalah apapun antara Kita berdua!"
__ADS_1
Setelah mengatakan itu,Albert berbalik dan meninggalkan perempuan itu.
"Apa ini semua karena wanita itu?Kamu tertarik dengan wanita berhijab itu,jangan tergoda dengan wajah polos nya,dia itu sama seperti wanita lain,perusak hubungan orang!"Teriak Juan dengan keras,tentu saja membuat emosi Albert meluap.
Secepat kilat Albert berbalik,dan mencengkram kuat leher Juan,membuat wanita itu susah nafas,bahkan ia terasa seperti nyawa nya sedang di ujung tanduk.
"Aku sudah menahan diri Ku sejak semalam,Aku sengaja tidak mengatakan hal apa yang Kamu lakukan terhadap nya.Namun,ternyata Kamu orang yang tidak bisa di ajak selesaikan baik-baik!"Tatapan mata Albert menyala,ia melihat Juan ibarat iblis ingin membu-nuh nya.
"Le-pas!Eegrh!"Juan mencoba melepaskan tangan Albert.Namun,itu sia-sia.
"Aku ingatkan Kamu,jangan pernah sekalipun Kamu menganggu dia,karena Kamu tidak akan tau,apa yang bisa ku lakukan lebih dari ini!"
Dugh!
Albert melempar tubuh Juan ke jalan,lalu pergi meninggalkan wanita itu.
"Sia-lan!"Umpat Juan,memegang leher nya yang sakit,tentu saja itu meninggalkan bekas,sampai kapan pun Juan akan mengingat hal itu.
Jam kembali ke asrama,ia tahu penerbangan Ge di sore hari,dan sekarang baru jam 10:30.
Tok..Tok..Tok..
Albert berdiri di depan kamar Ge.Ia beberapa kali mengetuk pintu kamar Ge.
"Tunggu"Teriak seseorang di dalam kamar.
Ge pun menunggu sembari mengecek ponsel nya,yang bergetar.
Ceklek !
"Siapa?"
"Eeh"Ge kembali terkejut,sebelum mendengar jawaban,siapa yang datang.
"Kamu sudah siap?"Tanya Albert.
"Siap untuk kembali ke Indonesia,Aku akan ikut kamu!"Tegas Albert,segera menerobos masuk ke dalam kamar Ge.
"Master,Anda...."
"Panggil Aku Albert.Itu nama asli Ku.Tapi,khusus saat Kita berdua saja,jika di depan orang lain,kamu panggil Master King!"Ujar Albert dengan alay,dan mengedipkan mata nya.
"Oke,Om Albert,Anda.."
"Om?"Teriak Albert yang terkejut,dirinya di panggil Om.
"Eeemmm"Ge mengangguk nya.
"No!No Uncle! Is so Grazy?"Albert membulatkan mata nya kearah Ge,tidak terima dirinya di panggil Om.
"I handsome!"Ketus Albert,Ge menutup mulut nya menahan tawa.
"Oke- oke You Handsome.Tapi, I tetap nak panggil You Uncle,atau enggak om-om Genit!"Ge terus menggoda Albert membuat ia lupa,kalau saat ini mereka berdua tidak begitu akrab.
Mohon maaf ini reader,jika ada campuran bahasa,jujur orang Indonesia kadang suka bicara campuran seperti author iniđź¤soal nya lebih lembut di saat kedua nya bercanda,menggunakan bahasa campuran.
"Terserah,pokok nya saya Ganteeeng !"Tegas Albert,meniru ucapan Ge saat di lapangan tempo hari.Ge hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Tolong,ijinkan saya ke Indonesia,Saya butuh pembimbing!"Bujuk Albert.
Hello,Kamu itu bukan orang bodoh yang butuh pembimbing!(Author)
"Eeemmm,Aku butuh persetujuan dari keluarga Ku!"
"Yasudah,kenapa Kamu tidak menghubungi mereka!"
__ADS_1
Ge segera mengambil ponsel nya,lalu menekan nomer Maryam.Namun,ia membatalkan untuk menelpon Maryam,saat teringat dengan status ag-ama Albert.
"Ada apa?"Tanya Pria itu,
"Aku tidak bisa!"Ge panik dan khawatir.
Kriing..kriing..
Ponsel Ge berdering,Maryam menghubungi Ge balik,saat ia lihat ada panggilan yang tidak terjawab.
"Assalamualaikum Umi"
"Waalaikumsalam sayang!ada apa?Papa bilang hari ini hari terakhir Kamu disana,kapan Kamu akan kembali,Papa mu merindukan mu!"
"Apa hanya papa saja yang rindu,Umi tidak merindukan Ku?"Ge mengerucutkan bi bir nya,sekali lagi membuat Albert gemes.
"Umi rindu,Kak Al juga rindu,Kita semua rindu Kamu!"
"Umi..."Panggil Ge dengan lirih,membuat Maryam segera bertanya.
"Ada apa?Kamu terdengar gelisah?"
"Umi,senior Ge meminta untuk ikut ke Indonesia,katanya ia ingin liburan kesana!"
"Yasudah datang saja toh,kenapa harus bertanya,Indonesia 'kan bukan milik kita?"
"Benar bukan milik kita.Namun,orang ini ingin bertamu dan bertemu dengan Umi?"
"Umi tau dia orang sana,Ge ingat Umi tidak melarang Kamu untuk dekat dengan siapapun,tapi Umi tidak berharap Kamu mencari pasangan dari beda keyakinan dengan Kita,Umi tidak melarang Kamu berteman dengan siapapun,setidak nya jaga Marwah Kamu sebagai perempuan!"Tegas Maryam,Ge menelan ludah nya,serasa satu ton berat massa yang tertimpa di kepala nya.
"Ada apa?"
Ge mendengar suara Alex yang berbicara dengan Maryam,membuat ia mengepalkan tangan nya.Ge berpikir masalah akan segera muncul.
"Hallo Ge,ini Papa,katakan apa yang Kamu bicara dengan Umi?"
"Pah,Senior Aku ingin bertamu dan bertemu dengan Papa sebagai pelatih Taekwondo,ia ingin kenal dengan papa!"
"Orang mana dia?berapa umur nya,siapa namanya?"Tanya Alex dengan tegas.
"Umur Aku enggak tau,Kami biasa memanggil dia Master,dia orang....."Ge terdiam lalu melihat ke arah Albert.
"Ame-ri-ka!"Albert mengisyaratkan nya kepada Ge.
"Dia dari Amerika Pa!"
"LA?"Tanya Alex
"Iya!"
Alex terdiam sejenak,lalu ia teringat dengan Albert,teringat disaat Albert datang kerumah utama dan begitu akrab dengan diri nya.
"Baik,biar papa bicara dengan Umi mu,Kamu kembali lah dulu dengan selamat!"
"Terimakasih Papa,Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam !"
Ge segera memutuskan panggilan itu,Albert segera berdiri dan menghampiri Ge.
"Bagaimana?"
"Papa akan membantu bicara dengan Umi Ku,Om Albert harus jaga sikap saat tiba di sana,Umi tidak suka dengan orang yang tak seiman dengan nya!"
"Eemmm,Aku mengerti.Ayo,Aku bantu Kamu bereskan barang mu,setelan itu pergi beli hadiah untuk mereka dan baru ke bandara!"
__ADS_1
"Oke!"
Ge segera membereskan barang-barang nya dengan di bantu oleh Albert.