
Setelah selesai sholat subuh terlihat Anak-anak semua nya keluar meninggalkan mushola,kini hanya tertinggal El dan juga Gus Zayn,serta ustaz Zaki.
"El,dimana sepupu mu?"Gus Zayn tidak melihat adanya Albert di depan mushola.
"Ada Gus di mobil,tunggu sebentar saya telepon!"Baru juga mau menelpon Albert,tapi orang nya sudah keburu datang ke depan mushola.
"Itu dia!"Seru Zayn menunjuk ke arah pintu.
"Masuk Albert!"Sambung Ustaz Zaki yang begitu ramah.
"Jadi gini El,Gus mau nanya,apa sepupu El sudah..."Zayn tidak melanjutkan ucapan nya,El segera melirik ke arah Albert yang berjalan menghampiri mereka.
"Khit-an?"Lanjut El,Zayn mengangguk.
"Itu sudah El tanyakan,katanya Om sudah khi-tan di usia nya lima belas tahun,orang luar juga khit-an Gus,untuk kesehatan katanya.Dan sebelum kemari,Om udah wudhu udah melakukan apa yang di ajarkan Abah dulu,udah bisa Kita mulai Gus,Insyaallah dia udah siap!"Jawab El mantap.
"Silahkan duduk Albert !"Ujar Zayn,Albert tersenyum,lalu segera duduk di samping El.
Di Tempat lain. . .
Alex dan Maryam serta Ge dan Al yang baru saja membereskan sajadah setelah selesai sholat,Ge tidak menemukan ada nya El disana.
"Pah,dimana Kak El?"
"El sudah pergi ke pesantren sama Albert,Alhamdulillah Albert sudah mau memantapkan dirinya untuk masuk Islam!"Ungkap Alex,Ge terkejut,ia membulatkan mata nya.
"Apa yang terjadi?Kamu begitu terkejut?"Sambung Maryam.
"Eh enggak,Ge hanya heran saja,kok mau Om Albert itu masuk Islam,padahal 'kan kata Papa dia masih ada Mama nya di NY.Apa nanti ibu nya tidak akan marah?"Tanya Ge begitu polos.Alex hanya tersenyum saja.
"Sayang,Albert itu sudah mandiri sejak dulu,jadi Kamu tidak khawatir jika dia sering mengambil keputusan sendiri!"
"Eeemmm"Ge hanya manggut-manggut saja.Lalu pergi menyusul Maryam yang sudah pergi ke dapur.Di tempat sholat kini hanya tertinggal Alex dan juga Al.
__ADS_1
"Kamu mau menceritakan nya sama Papa,atau pendam sendiri?"Seru Alex,Al segera menatap lekat ke arah Alex.
"Pa,dulu saat Papa akan menikah dengan Umi.Apa Papa juga gelisah seperti ini?"Al malah berbalik bertanya kepada Alex.
"Seharusnya bukan Kamu yang bertanya,tapi El yang mengajukan pertanyaan itu kepada Papa!"Mendengar jawaban Alex,Al tertunduk lesu,Al menyadari jika pertanyaan nya salah.
"Al,mencintai seseorang itu tidak salah,tapi harus Kamu pahami,kenapa Kamu mencintai nya,apakah dari paras nya atau dari pribadi nya?kalau dari paras, jelas Kamu tidak pernah melihat nya.Tapi pribadi?Kalian hanya kenal beberapa bulan,itu tidak disebut dengan cinta!"Al kembali menatap Alex,
"Pertama kali Papa melihat mu,papa yakin Kamu sosok yang keras dan juga tegas,tapi Papa enggak nyangka,kamu lemah dalam soal cinta,Papa enggak nyangka Kamu terlihat begitu lemah disaat di hadapkan dengan cinta.Papa juga tidak yakin,apa sosok Al yang keras dan tegas apa masih ada di dalam hati ini!"Ujar Alex,sembari menekan dada Al dengan jari telunjuk nya.
"Pa,maafkan Aku.Al tidak bermaksud untuk mengecewakan Papa,Al tidak tau,kenapa Al bisa jatuh hati kepada wanita itu,Al tidak tau,sejak kapan rasa itu mulai muncul.Tapi,Pa tentu saja Papa tau kehidupan di NY itu seperti apa,tidak ada satu pun wanita disana yang membuat Ku tertarik,Aku bukan berniat untuk merebut nya,hanya saja Aku bersalah telah menaruh hati padanya!"Al merebahkan kepala nya di lutut Alex.Dengan lembut Alex mengusap kepala Anak nya,Alex sadar ia tidak lagi muda,dengan saat ini Anak-anak nya sudah dewasa,tapi Alex tidak berharap ada pertikaian diantara dua saudara ini,apalagi soal cinta,Alex tidak akan bisa menerima itu.
"Ayo Kita keluar dan sarapan !"Alex melirik jam sudah pukul 07:00.Al mengangguk,lalu segera berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar.
"El sudah pulang?"Seru Maryam,saat melihat El yang berjalan ke arah dapur.
"Assalamualaikum Umi!"
"Kamu mencari Albert?"Seru Alex,yang melihat tingkah Anak nya,Ge segera mengangguk.
"Albert akan tinggal di Al - kitab,selama li-ma hari untuk memperdalam 'kan wawasannya.
Ge tidak menjawab,tapi ia langsung mengambil nasi goreng kampung yang sudah siap di sajikan oleh Maryam di atas meja makan.
Tiga puluh menit berlalu,semua nya selesai sarapan,Al membantu Maryam untuk membereskan piring kotor,sementara Ge yang akan mencuci piring nya.
"Sayang,cepat ganti pakaian,katanya mau ke pesantren untuk mengantar tukang dekor ?"Seru Alex,yang masih duduk di meja makan.
"Memang nya acara nya dimana Umi?"Tanya Ge,
"Ning Aisyah minta nya sih di pesantren supaya bisa mengabulkan amanah terakhir Abah Karim,karena beliau pernah berpesan,jika Aisyah akan menikah di sana!"Ungkap Maryam.
"Ge boleh ikut Umi?"
__ADS_1
"Kamu urus gedung taekwondo dulu,urusan ini biar papa dan Umi saja yang kesana,nanti Kak Al juga bantu !"Tegas Maryam.
"Bantu apa?"Ulang Al,
"Bantu Umi buat catat keperluan di hari H.Umi sudah pesan katering,dan juga beberapa cemilan lain nya,untuk dessert,Umi akan membuat di rumah pada malam hari H,Umi buat yang beku agar tahan lam!"
"Apa tidak terlalu capek sayang?"Tanya Alex,Maryam hanya menggelengkan pelan kepala nya.
"Ayo,berangkat.Ge kalau mau pergi,jangan lupa pintu semua nya di tutup ya sayang!"
"Siap Umi!"
"Kalau gitu El akan pergi ke pasar,ada yang mau El belanjakan untuk besok!"
"Udah tinggal besok ya Kak?"Tanya Ge yang kaget.
"Iya,tinggal satu hari lagi,malah membuat Aku deg-degan !"Timpal El yang tersenyum.
"Pergi sekalian dengan Ge saja El,biar Kamu bisa antar dia dulu,nanti pulang dari pasar,jemput dia lagi!"Saran Alex,El mengiyakan nya.
Al segera mengambil kunci mobil di tangan Alex,sementara Alex dan Maryam duduk di belakang.
"Kado apa yang Kamu siapkan Al?"Tanya Maryam disela-sela perjalanan mereka.
"Hadiah mobil Umi,biar mereka memiliki kendaraan,kalau El mau terima rumah Al akan memberi nya juga!"Ucap Al sembari tersenyum.
"Eemm,jangan yang terlalu mewah,nanti Ning tidak akan senang!"
"Baik Umi,Al mengerti !"
Alex hanya melihat Al memalui spion depan,beberapa kali Al menyeka air mata nya,saat sedang menyetir,dan itu membuat Alex sakit,di satu sisi El juga anak nya,di sisi lain,Al juga anak nya.Alex selalu merasa belum bisa menjadi Ayah yang baik untuk Al.
Tiba di depan gerbang pesantren Al -kitab,Alex segera turun dan membuka pintu gerbang.Sementara,Maryam masih di dalam mobil
__ADS_1