Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Perusahaan Xander


__ADS_3

Jerry sudah menunggu Alex begitu lama di depan kantor.Melihat Alex sudah datang,ia segera menghampiri Alex.


"Pagi Tuan !"Sapa Jerry dengan sopan,sembari menundukkan kepala nya.


"Eeem,Ada apa ?"


"Tuan,Kita perlu berbicara!"


"Eemm"Alex mengangguk nya.Ayin mengikuti mereka dari belakang.Sementara,Caston memarkirkan mobil di tempat nya.


"Katakan !"


"Villa Kita kebakaran semalam !"Pungkas Jerry,Alex belum bergeming,Ayin menaikan satu alis nya.


"Tidak masalah !"Sahut Alex santai,dan hendak berdiri.


"Tapi,Tuan,beberapa barang Kita ada disana,ada beberapa ton barang Kita yang rusak dan hangus!"Imbuh Jerry.


Alex menoleh ke arah Jerry,dan menatap nya dengan nyalang.


"Siapa yang bertanggung jawab di Villa?"


Ayin,segera mengangkat tangan nya.


"Kenapa Kau tidak tau,Villa terbakar?"Alex kini menatap Ayin dengan tatapan bringas nya.


"Selama ini tidak ada orang yang tau villa itu,jadi Aku sudah satu Minggu terakhir ini tidak datang kesana,Ku pikir akan aman-aman saja!"Ujar Ayin.


"Tuan liat lah!"Jerry memperlihatkan layar iPad kepada Alex.


"Dari rekaman cctv,orang yang membakar villa Kita,juga di bunuh oleh seseorang setelag pekerjaan nya selesai.Seperti nya ada yang sedang bermain-main dengan kita!"Pungkas Jerry.


"Aku tau,tapi Aku belum yakin!"Alex berpikir sejenak sembari melihat ke arah Caston yang berjalan ke arah mereka.


"Caston,Kamu dan Ayin,pergi ke Markas li-ma,ambil beberapa barang Kita disana,dan kirim 'kan segera ke pelanggan,sebelum mereka komplain atas barang yang rusak!"Titah Alex.


"Baik Tuan!"


Ayin dan Caston segera pergi meninggalkan lobi.


Kini hanya tinggal Alex dan Jerry di lobi.


"Sudah ada kabar tentang Albert?"


Jerry menggeleng pelan.


"Tuan,Anda tau,Tuan Muda adalah peretas nomer satu saat ini.Tapi,tidak ada yang menyadari itu,biarpun Tuan Besar!"Imbuh Jerry.

__ADS_1


"Aku berharap dia baik-baik saja,Aku tidak ingin sesuatu terjadi!"Ujar Alex,sedikit merasa khawatir dengan keadaan Albert.


"Kebetulan sekali!"Seru seseorang yang baru saja datang ke Xander.


"Peter?"Alex menoleh ke belakang,saat Jerry menyebut nama Pria itu.


Alex dan Jerry berdiri secara bersamaan.


"Ada apa?"Alex menatap malas ke arah Peter.


"Selamat atas baby boy dan girl !"Ucap Peter,seraya tersenyum smirk ke arah Alex.


"Eeem"Alex menatap nya dengan cuek.


"Terimakasih atas Vidio yang Kamu siarkan di acara Cristopan,sehingga Aku punya alasan lagi ke depan nya untuk menyerang Kamu!"Pungkas Peter,tersenyum.


"Heeh"Alex menatap Peter dengan sinis.


"Aku dengar,Kau akan kembali ke LA,untuk membawa Papa mu untuk di rawat!"


"Kau sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal,Kau membuka kaki dan tangan nya lumpuh,Aku bisa pastikan,akan ku berikan rasa sakit ini sepuluh kali lipat kepada mu!"Tegas Peter,lalu berbalik meninggalkan lobi.


"Tunggu!"Alex kembali menghentikan langkah kaki Peter,Pria itu menoleh.


"Titip salam kepada Tuan Guntur,salam hormat dari Ku!"Ungkap Alex,dengan senyuman bahagia di wajah nya.


Peter mengepalkan tangan nya,lalu bergegas pergi meninggalkan lobi.


Alex dan Jerry bergegas pergi menuju ruangan meeting.Di depan ruangan,Alex melihat Dante,yang sedang menerima panggilan telepon.


"Dante!"Seru Alex,setelah Dante menyimpan kembali ponsel nya,Pria itu menoleh.


"Alex!"


"Apa Kita punya janji hari ini?"Tanya Alex,


"Tidak "Sahut Dante tersenyum,


"Hari ini Aku datang membawa sepupu Ku kemari!"Ungkap Dante,


Jerry segera membuka pintu ruangan meeting,Dante dan Alex bergegas masuk ke dalam ruangan.Seseorang sedang menunggu Mereka.


'Dia!'Alex menaikan satu alis nya,lalu berbalik menatap Dante yang berdiri tepat di belakang dia,dan Dante mengangguk nya.


Alex segera duduk di kursi nya,sementara yang lain,juga bergegas duduk di tempat masing-masing.


"Jadi,Tuan Alex,begini,kedatangan Kamu kemari,untuk mengajak Perusahaan Anda bekerjasama dengan Cabang milik keluarga Abizar yang ada di Mesir!"Pungkas Dante,

__ADS_1


"Kenapa harus Xander?"Tanya Alex,


"Karena Aku merasa,hanya Xander yang bisa bantu cabang baru keluarga Kami.Aku juga ikut membantu!"Ujar Dante,


"Benar Tuan,Saya harap Anda tidak keberatan!"Sambung Abizar.


"Eeeemm"Alex sedikit berfikir.Namun,seketika dia teringat dengan kebaikan yang di lakukan oleh dua orang ini sebelumnya.


"Bagaimana Tuan Alex?"Tanya Dante,dengan senyuman yang tidak pernah hilang dari wajahnya.


"Aku setuju,kapan Kita bisa bertanda tangan di kontrak itu?"


"Tentu saja hari ini!"Dante memberikan berkas tersebut kepada Alex.


Mereka melanjutkan membahas pekerjaan yang baru saja mereka sepakati.Terlihat Alex yang terus saja memandang Abizar,Alex merasa sedikit kesal dengan kedekatan Abizar dengan Istri nya.


"Terimakasih Tuan Alex,senang bekerja sama dengan Anda!"Abizar berdiri dan mengulurkan tangan nya.


"Selamat juga untuk perusahaan cangkang Anda,semoga lancar!"Ungkap Alex berjabat tangan dengan Abizar


"Tuan Alex,sampai bertemu di lain waktu,hari ini Saya tidak bisa menemani Anda untuk mengobrol,karena harus membawa Abizar bertemu dengan calon istri nya!"Pungkas Dante.


Alex mengangguk nya,sembari menyimpulkan sebuah senyuman manis.Dante tersenyum,melihat perubahan Alex.


"Kamu kapan ?"Tanya Alex,


"Aku masih jauh!"Sahut Dante tersenyum.


"Oh,ya.Selamat atas kehamilan istri Anda,dan juga selamat atas calon baby boy dan baby girl!"Sambung Dante,


"Cepat sekali berita nya tersebar!"Cetus Alex,


"Kabar burung!"Ujar Dante,lalu berbalik,dan berjalan kearah pintu dengan di ikuti oleh Abizar.


Alex menghela nafas nya berkali-kali,lalu ikut pergi menuju ruangan nya.Sementara,Jerry pergi mengantar Dante dan Abizar sampai ke lobi.


Di dalam ruangan CEO,Alex terlihat begitu fokus memeriksa semua berkas yang telah di siapkan oleh Jerry.


Tiba-tiba Alex meraih ponsel milik nya,dan menatap foto sang istri yang sengaja ia simpan di wallpaper ponsel.


"Semoga ke depan nya selalu ada kebahagian !"Gumam Alex,


Melihat ada panggilan Vidio call,dari klien yang ada di Jepang,Alex segera menyimpan ponsel nya,dan menerima panggilan yang ada di laptop nya.


Alex sangat fasih dalam berbicara berbagai macam bahasa,karena ia bukan di latih sebagai pemegang perusahan saja.Namun,Alex juga belajar berbagai macam bahasa,agar ia tidak terlihat bodoh saat menerima kerjasama dengan berbagai Negara.


Setelah pekerjaan nya selesai,Alex menutup kembali laptop tersebut,dan bersiap-siap akan pulang.

__ADS_1


Selamat bulan baru👋terimakasih yang masih stay disini😘


Mohon maaf yang penasaran dengan visual nya,sampai saat ini belum Nemu visual yang cocok,takut membuat ambyar para reader,jadi kalian boleh memilih visual sendiri menurut kalian yang cocok dengan imajinasi kalian!😁✌️✌️


__ADS_2