Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 75


__ADS_3

Al bersama dengan istri nya kini sudah berada di Mesir,dan tepat nya mereka berdua berada di dalam sebuah mobil jemputan yang di kirim oleh Alex.


"Sayang,ada yang ingin kamu beli?"Tanya Al,


"Tidak ada mas,mau umroh saja,sudah cukup,enggak mau yang lain!"Sahut Aisyah,menoleh ke arah Al yang duduk di sebelah nya.Al tidak menjawab,ia malah hanya tersenyum,melihat sang istri yang tidak banyak menuntut,padahal ia mampu membeli apapun untuk dirinya.


Tiba di Hotel. . .


Semua orang sudah menunggu mereka di lobi.Melihat Aisyah dan Al sudah tiba,Maryam dan Alex serta El,segera menghampiri mereka.


"Assalamualaikum"Ucap Aisyah,begitu melihat mertua yang menghampiri nya.


"Waalaikumsalam,sayang"Maryam segera memeluk Aisyah,melepaskan rindu kepada menantu nya itu,begitu juga dengan Al dan yang lain.


"Kamu sudah memesan kamar untuk kalian,ayo kita sarapan dulu,pasti belum sarapan 'kan?"Alex bertanya kepada Al,


"Enggak deh pah,Aisyah sedang berpuasa,padahal tadi aku sudah melarang nya,karena mau perjalanan kesini,namun ia tetap maksa mau berpuasa,katanya bagus hari ini hari senin!"Ungkap Al,sembari melirik sang istri,yang saat ini ada di pelukan Maryam.


"Tidak apa-apa.Kalau Umi sama. . ."


"Sama Papa"Sahut Alex,Aisyah tersenyum malu,sembari menunduk,pertama kali memanggil Alex dengan sebutan Papa.


"Iya Umi dan yang lain,boleh sarapan dulu,Mas juga ikut sarapan gih,'kan belum sarapan juga!"Saran Aisyah,namun Al menolak nya.


"Aku ikut puasa juga,nanti bisa buka bersama!"


"Yasudah,berhubung kalian berpuasa,entar Umi sama Papa makan di kamar sana,El bisa pesan duluan kalau mau sarapan !"


"Nggak deh Umi,El entar di kamar juga!"El tersenyum.


"Selamat ya El!"Al memeluk El,begitu juga El membalas pelukan sang Kakak,sembari menepuk pelan punggung Al.


Setelah melepas rindu yang sudah lama tidak bertemu,Maryam mengajak anak-anak nya untuk melihat kamar yang telah di pesan oleh Alex untuk Al dan Aisyah,sebagai pengantin baru.


LA. . .


Ceklek!


"Honey Bunny Sweety. . ."Panggil Geisha,yang baru saja masuk ke dalam kamar.Membawa nampan di tangan nya.


"Sayang..."Sahut Albert yang baru saja keluar dari kamar mandi."Apa itu?"Albert melihat nampan di tangan Geisha.


"Tadi waktu Koki sedang masak,aku ikut belajar,untuk membuat 'kan resep baru dari ikan salmon!"Ujar Geisha,meletakkan nampan di atas meja kecil.


Geisha tahu,suami nya hanya makan dua jenis lauk saja,ikan salmon dan daging rusa.


"Mas,apa kamu tidak bosan,makan ini mulu?"Tanya Geisha,sembari mengambil handuk di tangan Albert,lalu berusaha untuk mengeringkan rambut sang suami.Namun,karena tinggi Albert membuat Geisha susah untuk mencapai nya,


"He..He..He.."


Pak!


"Malah ketawa!"Ketus Ge yang kesal,Albert segera berbalik dan mengecup bi-bir mungil milik Ge,membuat Ge membulatkan matanya.


"Vitamin di siang hari!"Goda Albert,lalu meraih kursi dan ia segera duduk di depan Ge,agar memudahkan Ge untuk mengeringkan rambut nya.


"Mas,bagaimana kondisi Mama?"Tanya Albert, yang tahu saat ini Sandra sedang di rawat di menara,dan disana ada Caston dan Ayin,yang akan mengecek kondisi Sandra.Karena Albert sedang menangani perusahaan nya yang hampir bangkrut.


"Alhamdulillah sayang,mama sudah mulai membaik.Namun,ia belum banyak bicara,kata Caston,ia lebih banyak diam!"


"Mungkin mama rindu sama mas,kapan kita datang untuk melihat?"Huek..Hueek..


"Sayang,kamu kenapa?"Tanya Albert panik,Ge menggelengkan kepala lalu berlari ke kamar mandi.


Blam!


Pintu kamar mandi tertutup,padahal Albert sudah menyusul nya.


"Sayang buka pintu nya,kamu enggak pa-pa?"


"Hueek..Hueek.."


"Sayang..."Terdengar suara keran air yang terbuka di wastafel kamar mandi.


Ceklek !


Pintu kembali terbuka,Geisha sedang membersihkan mulut nya dengan handuk,Albert segera memeriksa sang istri,ia menyentuh kepala Ge,dan juga melihat intens ke arah raut wajah sang istri yang memerah.


"Apa yang terjadi?"Albert kembali bertanya.


"Mungkin hanya masuk angin!"Geisha masih terasa mual,bahkan ia hampir terjatuh.


"Sayang,hati-hati,sini Aku bantuin!"Albert segera mengendong tubuh Geisha dan membaringkan nya di atas kasur.

__ADS_1


"Apa mau aku panggilkan dokter?"


"Tidak perlu mas!"


"Mau aku ambil 'kan obat?"


"Tidak usah mas,ini hanya masuk angin biasa,istirahat bentar juga nanti baikan!"


"Heeem,yasudah tidur lah,Aku ganti baju dulu!"Geisha tidak menjawab ia hanya membalas dengan anggukan saja.Lalu Albert berjalan ke arah meja rias,dan meraih ponsel milik nya yang ada disana.


"Hallo,Mirna,batal semua meeting hari ini,aku tidak dapat ke kantor!"


"Tapi Pak,tidak bisa di batalkan,hari ini ada klien dari Korea,jika di batalkan Perusahaan King dalam masalah"


"Saya tidak mau tau,kamu harus bisa membatalkan nya!"Tegas Albert lalu mematikan panggilan itu.


"Mas,apa yang Kamu lakukan?"Seru Ge yang berusaha untuk duduk.Albert segera membantu nya.


"Mas,kerja saja,Aku tidak apa-apa,disini banyak pelayan,mereka akan membantu ku nanti!"


"Tidak bisa,aku tidak akan tenang kalau meninggalkan kamu sendiri di mansion!"Albert menyentuh ke dua pipi Ge.


"Aku tidak apa -apa mas!"


Drrt...Drrt...Drrt..


Ponsel Albert kembali bergetar,Asisten nya berulang kali menghubungi Albert.


"Angkat mas,mana tau penting!"


"Tidak ada yang lebih penting dari istri ku ini!"


"Mas,angkat dulu,itu mungkin lebih penting,jangan keras kepala oke!"


"Heeemmm"Albert hanya bisa menghela nafas,lalu segera meraih ponsel nya.


"Hallo!"


"Pak,Presdir Hyun Bin,tidak mau di batalkan,ia tetap maksa untuk dapat meeting hari ini,karena ia sudah tiba di LA tadi malam,jika anda menolak untuk bertemu,maka kontrak nya batal!"


"Batalkan saja!"


"Tapi Pak,bukan kah,King sedang dalam masalah saat ini?jika kita menolak kesempatan dari Presdir Hyun Bin,King akan berada dalam masalah besar"


"Boleh Aku pergi?"Albert bertanya kepada Ge,


"Eeemm"Ge hanya mengangguk.


"Baiklah,katakan meeting sore ini,Aku akan tiba disana satu jam lagi!"


"Baik Pak!"


Panggilan terputus,Albert segera mendekat ke arah ranjang,dan duduk di sisi ranjang,menggenggam tangan sang istri dengan lembut.


"Sayang,benar tidak mau ke rumah sakit aja?atau panggil dokter juga boleh?"


"Tidak perlu mas,aku tidak selemah itu mas,aku baik-baik saja,tadi hanya pusing dan mual saja!"Ungkap Ge,


"Baiklah,kalau begitu Aku siap-siap dulu,satu jam lagi mau ke kantor!"


"Eeemm"Albert segera bangkit dan berjalan ke arah lemari.


* * *


King Group . . .


"Senang bertemu dengan Anda!"Sapa Albert dengan ramah,yang disambut ramah juga oleh Presdir Hyun Bin,yang sejak tadi menunggu Albert di ruangan meeting.


"Terimakasih "


Albert dan Presdir Hyun Bin mengambil posisi duduk masing-masing.


"Dari yang aku lihat,King adalah perusahaan terkuat di LA,bahkan ia pernah menompang perusahaan Xander,kami juga bekerja sama dengan Xander.Tapi kenapa dua bulan ini malah terjadi penurunan begini ?"Presdir Hyun Bin,melirik Albert.


"Tentu saja perusahaan itu ada pasang surut nya,jika hanya selalu berada di atas tidak akan ada kesempatan bagi kami untuk mengejar apa yang belum di capai,dari segi nilai dan juga ketrampilan,King sudah memiliki nya sejak dulu.Hanya saja kami belum merasakan,bagaimana menjadi perusahaan buangan,terkadang kami perlu yang menantang!"Ungkap Albert dengan santai,tapi Presdir Hyun Bin,mengerutkan dahi mendengar ucapan Albert.


"Apa Anda tidak takut perusahaan akan bangkrut?"Albert tersenyum saat menanggapi pertanyaan itu.


"Bangkrut?hanya karena ada satu atau dua perusahaan yang cancel proyek dengan kami?sejujurnya itu tidak berpengaruh dengan King,kalau pun mereka membatalkan proyek dengan King.Namun,saya dapat pasti 'kan perusahaan itu tidak akan memiliki proyek sebagus dari king ini,mereka juga akan menyesal!"


"Eeemmm,baik lah,intinya saya hanya menginginkan yang terbaik atas kerjasama ini,Anda tau,saya tidak suka dengan kerugian !"Tegas,Presdir Hyun Bin,


"Anda juga tau,dalam sejarah King tidak pernah mengalami kerugian dengan klien mana pun!"Timpal Albert,Presdir Hyun Bin hanya bisa mangut-mangut.

__ADS_1


"Apa ada lagi,yang ingin Anda tanyakan sebelum saya mendatangi kontrak ini?"Tanya Albert,yang kini memperlihatkan proposal di tangan nya kepada Presdir Hyun Bin.


"Keuntungan kenapa 70 banding 30?bukan kah ini terlalu rugi untuk saya?"Presdir Hyun Bin,memicingkan mata nya menatap Albert.Namun,Albert hanya tersenyum saja.


"Anda tidak mau rugi,begitu juga saya,selama proyek ini Saya yang jalan 'kan segala kerusakan dan kerugian pasti di tanggung oleh King,jadi dalam arti proyek ini harus 70 banding 30,karena Anda tidak perlu memikirkan kerugian atas pembangunan yang sedang berjalan,itu akan menjadi tanggung jawab saya sepenuh nya!"Tegas Albert.


"Baiklah,berikan proposal nya!"Albert memberikan proposal itu,dan Presdir Hyun Bin segera bertanda tangan,begitu juga dengan Albert,Asisten Mirna ikut bahagia atas keberhasilan meeting hari ini.


"Kalau begitu saya akan pamit undur diri,senang bekerjasama dengan Anda!"


"Begitu juga dengan saya,sampai bertemu di lain waktu!"ke duanya berjabat tangan,Presdir Hyun Bin bersama dengan Asisten nya segera pergi meninggalkan ruangan itu.


"Anda hebat Pak,bisa langsung menaklukan nya.Padahal sebelumnya kami semua tau,kalau Presdir Hyun Bin,adalah Pria yang sulit di ajak kerjasama !"Ujar Asisten Mirna.


"Semua orang itu sama,yang beda cuma hati dan perilaku orang itu saja,Presdir itu baik,hanya saja ia terlalu takut untuk rugi,jika kita dapat menyakinkan dia,maka ia tidak ragu memberikan keuntungan lebih kepada perusahaan kita.Mirna meeting yang lain,tolong kamu yang handel hari ini,aku akan kembali ke mansion!"


"Baik Pak!"Mirna sedikit membungkuk,saat Albert berdiri dari tempat duduknya.


Mansion King. . .


Albert sudah tiba kembali di mansion,setelah turun dari mobil,ia segera berlari menuju lantai dua,untuk melihat kondisi sang istri.


Tap..Tap..Tap..Albert menaiki tangga nya dengan terburu- buru,pelayan dan pengawal di buat heran oleh sikap Albert seperti orang yang sedang mengalami suatu masalah.


Ceklek !


"Sayang..."Panggil Albert,saat pintu sudah terbuka,Albert melihat Geisha yang masih tertidur di atas ranjang.


"Sayang,kamu baik-baik saja?"Tanya Albert dengan panik.Geisha membuka mata nya dengan perlahan.


"Mas,sudah pulang?"Ge malah berbalik bertanya kepada sang suami,saat melihat Albert sudah kembali.


"Ayo kita kerumah sakit!"Albert segera membantu Geisha untuk bangun dari tempat tidur.


"Mas Aku tidak apa-apa!Aku enggak mau kemana-mana!"Rengek Ge,tapi Albert segera mengendong Geisha,dan membawa nya keluar dari kamar.


"Kamu enggak liat,kamu itu sudah begitu pucat tapi masih ngaku enggak pa-pa!"Kini Albert menatap Geisha,dengan raut wajah yang datar,membuat Geisha segera terdiam dan nurut saja.


Tiba di tangga,Albert melirik ke arah Geisha yang hanya diam saja tanpa bergeming,apalagi setelah di marahi oleh Albert barusan.


"Sopir!siapkan mobil nya !"Teriak Albert dengan keras,yang berjalan ke arah pintu depan mansion.


Ceklek !


Seorang sopir membuka pintu mobil untuk Albert dan Geisha.


"Pak,ke rumah sakit Graha!"


"Baik Tuan !"


Sang sopir segera mengambil alih kemudi,dan melajukan mobil serta meninggalkan mansion.


"Sayang...."Albert memegang tangan Geisha yang hanya diam saja.


"Maaf,Aku tidak bermaksud untuk memarahi kamu,aku hanya tidak ingin kamu sakit!"Albert mengecup punggung tangan Geisha,serta mencium kening sang istri,Geisha tersenyum,lalu memeluk Albert dengan erat.


"Tuan,kita sudah sampai!"


"Eeemm"


Ceklek !


Albert segera turun,namun disaat Ge mau di gendong oleh Albert ia menghindar.


"Mas,aku bisa sendiri,malu di lihat orang!"


"Siapa yang berani menatap kita,akan ku congkel matanya!"Ketus Albert,Ge hanya tersenyum menanggapi candaan Albert.


"Ayo.."Ge segera berjalan sendiri,meninggalkan Albert di depan mobil.Setelah mendaftar di administrasi,mereka segera menunggu di bagian tunggu.


"Nyonya Geisha..."Panggil seorang suster,Geisha malah melirik ke arah suami nya.


"Nyonya?"Ulang Geisha,


"Iya Nyonya King"Bisik Albert yang tersenyum,Geisha malah memanyunkan bi-bir nya.


"Bi-bir nya"Cetus Albert yang ingin menyentuh,untung saja Geisha cepat menghindar.


"Nyonya Geisha "Panggil Suster itu lagi,Ge segera berdiri.


"Saya sus..."Dengan di ikuti oleh Albert dari belakang.


"Silahkan masuk!"Mereka segera masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.Disana sudah ada dokter wanita yang sedang menunggu pasien untuk di periksa.

__ADS_1


__ADS_2