
Semua para tamu undangan telah hadir,bahkan penyelanggara seminar pun telah tiba.
Begitu tiba disana,El melihat Abizar yang di kawal oleh beberapa pengawal untuk masuk dalam gedung.
'El berharap dapat berbicara dengan pria itu,agar bisa memberikan proposal milik pesantren Al -kitab kepada nya'
El menatap Abizar yang terus saja melewati tempat ia berdiri.Dan masuk ke dalam gedung.
Selama seminar berlanjut tidak ada hal yang terjadi,semua berjalan begitu lancar.
"El,proposal ini Paman serahkan pada El,Paman harus pergi ke toilet!"
El mengangguk.Begitu ada peluang El segera menghampiri Abizar yang tengah berbicara dengan beberapa klien nya.
"Permisi Tuan Abizar!"Seru El yang berdiri di belakang Abizar.Pria ini menoleh saat ada yang menyebut namanya.
"Kamu berbicara dengan Saya?"Tanya Abizar,El mengangguk nya sembari berjalan lebih dekat dengan Abizar.
Abizar terlihat memperhatikan El,ia melihat kalau El sangat mirip dengan seseorang di masa lalu Abizar.
"Tuan,Saya membawakan proposal Al -kitab kemari,Saya berharap Anda dapat menerimanya,dan berkunjung ke pesantren tersebut!"Ungkap El penuh harap,
Abizar menatap El dengan begitu serius,bahkan ia mengabaikan ucapan El barusan.
"Tuan ?"Panggilan El lagi,yang membuyarkan lamunan Abizar.
"Ma-Maaf,apa Saya bisa membaca nya lebih dulu,jika memang cocok Saya akan menghubungi pesantren ini,dan mohon tinggalkan nomer ponsel Anda disini!"Ujar Abizar
"Baik,Saya mengerti.Terimakasih sebelum nya!"
Dari jauh,yang saat ini Jerry juga berada di seminar itu,nampak melihat ke arah Abizar yang tengah berbicara dengan El.
Setelah menulis nomer ponsel di proposal itu,El tanpa sengaja melirik ke arah Jerry yang saat ini juga melihat nya.
Jerry tersenyum,El pun membalas nya,dengan senyuman yang begitu lebar.
'Sejak kapan Tuan Al begitu ramah?jangan 'kan dengan orang,dengan Kami yang sudah kenal lama saja dia begitu cuek dan sombong'
Pemandangan itu membuat Jerry tertegun,dan ingin menghampiri El.
"Tuan Jerry!"
Jerry segera menoleh saat ada yang memanggil nya.
__ADS_1
"Ada apa?"Itu adalah pengawal Jerry,
"Tuan Al,telah tiba,ia meminta Anda menjemput nya!"Pungkas Pria itu.
"Baik,Aku akan segera menemui nya.Ini juga berencana untuk menemui nya,Aku tadi melihat nya disini!"Jerry melihat ke arah dimana El berdiri.Namun,tidak ada siapapun di tempat itu hanya ada orang lain yang sedang berbicara satu sama lain.
"Kamu boleh pergi!"Pengawal itu segera pergi,dan meninggalkan Jerry di tempat itu.
"Kemana dia?bukan kah tadi disini?"Gumam Jerry,sembari mencari Al yang sudah hilang dari pandangan mata nya.
Kriing...
kriing...
Kriing...
"Hallo,Al!"
"Paman,Aku diluar gedung,dimana Anda?"
"Aku akan segera kesana!"
Tanpa ba-bi-bu lagi,Al sudah memutuskan panggilan nya.Jerry segera pergi untuk melihat Al yang baru tiba di tempat itu.
"Al"
Al segera menoleh saat Jerry memanggil nya.Raut wajah Jerry masih memperlihatkan keheranan dan kebingungan nya atas penampilan Al yang tiba-tiba berubah.
"Paman kemana saja sih,Aku sudah menunggu sejak tadi di bandara tapi tidak di jemput!"Ketus Al dengan kesal,raut wajah nya tidak menunjukkan ekspresi senang sama sekali.
"Haah?ini Kamu dari bandara lalu datang kemari?"Jerry malah bertanya,sehingga membuat Al semakin marah.
"Sudah lah,kali ini paman membuat Aku benar-benar marah,Aku akan pergi sendiri dan tidak ingin di ganggu oleh paman !"Al segera pergi meninggalkan tempat itu,dan di ikuti oleh beberapa pengawal.
"Al,mau kemana Kamu?"Teriak Jerry saat melihat Al yang berjalan ke arah mobil,meninggalkan acara seminar yang masih berlangsung!"
"Aku akan pergi untuk menenangkan pikiran Ku,Kita datang berbeda paman tidak perlu mengikuti Ku!"Tegas Al,tanpa senyuman di wajahnya.
"Al!"Teriak Jerry.Namun,Al sudah pergi menggunakan mobil nya.Tidak membiarkan siapapun mengikuti nya.
"Memang sulit di atur.Tapi,yang ku lihat beberapa menit yang lalu juga Al,tapi kenapa dia lebih lembut dari yang ini?"Sejenak Jerry berpikir.
"Aku harus menemui Tuan Abizar,seperti nya mereka saling kenal!"Ungkap Jerry yang berlalu pergi.
__ADS_1
***
Al memarkirkan mobil nya di sebuah club' Soho house,tempat itu terlihat begitu menarik perhatian Al,saat ia tiba di Mesir untuk pertama kali nya.Mengikuti seminar yang di selenggarakan oleh keluarga Abizar.
Blam!
Pria ini menutup pintu mobil nya,sembari menatap tempat yang remang itu,seakan-akan gejolak dalam diri nya sudah memanggil,untuk menikmati beberapa lagu disko. Yang bisa membuat nya lebih tenang dan menghilangkan rasa stres dalam dirinya.
Sampai di dalam,banyak sekali wanita - wanita penghibur untuk mendekati Al.Tapi,tidak satu pun yang membuat Al terpesona.
Al duduk di kursi dekat bartender.Ia segera memesan minuman untuk di nikmati nya.Di tengah keramaian yang di meriahkan dengan beberapa alunan musik disko,mulai membuat tubuh Al sedikit bersemangat untuk menikmati nya lebih lama lagi di tempat itu.
"Tampan,boleh saya gabung?"Seseorang menghampiri Al,dengan pakaian yang sexy,seperti hanya menutup beberapa bagian tubuh saja,yang lain di biarkan terbuka.
Al tidak menjawab,ia sudah biasa cuek terhadap pelanggan wanita di tempat seperti itu.Bahkan,Al tidak bergabung dengan wanita-wanita penghibur jika ke club,entah kenapa itu membuat Al jijik.
"Sombong sekali.Biasa nya orang yang sombong itu,orang yang kurang kasih sayang dari kecil!"Cibir Wanita itu yang berlalu pergi.
"Tunggu!"Teriak Al dengan keras,sehingga membuat beberapa pengunjung lain nya melihat ke arah mereka.
"Apa yang baru saja Kau katakan,coba katakan sekali lagi,Aku ingin dengar jelas!"Titah Al,dengan nada tinggi.Wanita itu berdiri sembari berkacak pinggang di depan Al.
"Anak kurang kasih sayang !"
Plak!
Al menampar wanita itu dengan keras,sehingga mengundang banyak perhatian.
"Apa yang terjadi?"Beberapa orang berbadan besar,dan juga pemilik gadis itu,datang ke hadapan Al.
"Sayang,dia berani memukul Ku!"Rengek wanita itu kepada pria berbadan besar,yang di panggil sayang oleh wanita itu.
"Berani Kau!"Pria itu ingin maju.Namun,Al sudah mengeluarkan senjatanya.
Krak !
"Berani mendekat,Aku akan menembak Kalian semua!"Teriak Al,netra nya memerah.Dalam keadaan setengah mabuk,Al menatap semua orang yang ada disana.
"Minggir!"Teriak Al,pergi meninggalkan tempat itu,dengan keadaan senjata masih di tangan nya.
Pria yang baru saja di gertak oleh Al,tidak terima di permalukan begitu saja.
"Naco,Kita harus bisa membuat dia tau,siapa yang berkuasa disini!"Ucap Seorang teman Naco,yang biasa di panggil Lan.
__ADS_1
"Aku mengerti,Kita harus bisa memberi pelajaran kepada orang seperti itu,kumpulkan beberapa orang!"Titah Naco,kepada Lan.Pria itu mengangguk nya,sembari mengeluarkan ponsel dalam saku celana nya.