Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Taman


__ADS_3

Alex menatap ke arah Caston,dan juga Ayin.


Caston siapkan mobil,Kita akan ke kantor.Ayin hari ini Kamu akan mengambil paket kita di dermaga.


"Baik Tuan!"Sahut Ayin.


Caston telah pergi,Ayin juga segera menyusul dan mengeluarkan mobil di garasi rumah.


"Mau Aku suapi?"


Alex menawar diri sambil memegang mangkuk buah.


"Aku bisa sendiri,mas harus segera pergi kerja,sini biar Aku suapi!"Maryam mengambil alih mangkuk di tangan Alex,lalu segera menyuapi suaminya.


Alex terus saja memperhatikan istrinya,Maryam menundukkan pandangan nya,karena ia masih malu jika harus berdekatan begitu lama dengan Alex.


"Aku akan berangkat kerja,hari ini ada rapat di Xander,pihak klien dan kolega banyak yang komplain!"Maryam mengangguk nya.


"Jika bosan,telepon Aku,maka Aku akan pulang dan membawa mu jalan-jalan !"Mendengar perkataan Alex tanpa sadar Maryam tertawa kecil.


"He..hee..he..Mas sudah pandai bercanda!"Cetus Maryam.


"Aku serius!"Alex segera berdiri,saat melihat Caston sudah siap dengan mobilnya.


Maryam mengulurkan tangannya,kali ini Alex sudah mengerti dan tidak akan salah paham lagi.Setelah Maryam mengecup punggung tangan suami nya,Alek juga tidak lupa mengecup kening istrinya.


"Aku pergi !"


"Assalamualaikum Mas!"Ucap Maryam,Alex tahu Maryam mengharapakan itu dari nya.


"Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam "


Maryam tersenyum,lalu ia melihat Alex yang sudah masuk ke dalam mobil tidak lupa menurunkan kaca mobilnya.


"Kita berangkat !"


"Baik Tuan !"


Setelah kepergian Alex,Maryam segera masuk ke dalam ke dalam rumah,sembari membawa mangkuk buah.Alex berjalan ke arah ruangan laundry untuk melihat pakaian nya yang ia cuci semalam.


"Dimana baju - baju Saya yang semalam saya cuci?"Maryam bertanya kepada pelayan yang bertugas di ruangan tersebut.


"Ada di ruangan setrika Nyonya,mari saya antar!"Maryam mengangguk nya.


"Ini pakaian Nyonya sudah selesai di rapikan,apa perlu di antar ke kamar sekarang Nyonya?"

__ADS_1


"Tidak perlu,Aku akan membawa nya sendiri !"Maryam segera mengambil pakaian nya,lalu kembali naik ke lantai atas.


Di sepanjang perjalanan,Alex membuka laptop nya,lalu mengaktifkan cctv yang terhubung di rumah utama,Alex dapat melihat sedang apa saat ini Maryam di rumah nya.


"Tuan,Tuan Mario mengirim email,katanya ada tiga Klien yang komplain,dan ada dua orang kolega memutuskan kerjasama nya!"


"Bereskan para-para pecundang itu,jangan biarkan Mereka kembali bekerja sama dengan Xander"


"Baik Tuan !"Caston menaikan kecepatan laju mobil nya,karena Alex tidak ingin sampai begitu lama di Xander.


Di Tempat lain Markas Alaska.


Devano sedang duduk di sofa single menyilang kaki nya,di tangan kiri ada sebatang rokok yang masih berasap.


Kini Devano berperan sebagai Revan,ia tidak ingin semua orang tahu jika Revan telah mati,itu akan mempengaruhi markas nya.Karena selama ini markas atas pimpinan Revan.


Hanya Mafia Xander yang mengetahui jika Devano dan Revan adalah orang yang berbeda,selain mereka tidak ada orang lain yang tahu,maka dari itu Devano akan memainkan peran nya sebagai Revan.


"Sudah ku katakan padamu,rencana itu tidak akan berhasil,tapi Kamu tidak mendengar kan Ku!Alex itu tidak bodoh ia akan tahu semuanya,lihat sekarang ?Johan malah mati di tangan nya!"Teriak Cristian kaki tangan Revan,yang kini menjaga Devano.


"Dia yang tidak pandai berakting,dan juga terlalu bodoh menjadi anggota mafia Alaska,Dia sudah bekerja sama dengan Alex begitu lama,tapi masih menggunakan trik murahan seperti itu !"


"Berhenti bersikap sok jagoan,Kamu enggak akan paham,Revan yang telah mengetahui semua nya,Kamu baru bergabung dengan Kami tidak lama,berhenti bertindak seenaknya,tunggu lah aba-aba dan informasi dari Ku!jika Kau mau bertahan disini lebih lama!".


Brak!


"Aku sudah menyusun rencana itu begitu lama,berharap Alex akan terjebak,tapi malah Johan bodoh itu yang mati!"


Tok..tok..tok..


"Siapa?"Teriak Devano dengan kesal.


"Tuan !"Salah seorang bawahan devano,yang di utuskan untuk mencari keberadaan Alex setelah mengalami insiden kemarin.


"Katakan,Aku tidak punya banyak waktu,jangan membuang waktu Ku!"


Ketus Devano dengan nada tinggi,rahang nya selalu mengeras.


"Tuan,Mereka tidak ada di seluruh rumah sakit,bahkan di rumah sakit Xander mereka juga tidak ada!"


"Heeh!Kau bodoh,itu saja tidak bisa mendapati informasi!Kalian semua bodoh,apa yang kalau lakukan seharian tidak tahu keberadaan Nya?"


"Mereka tidak berada di menara bahkan di villa,biasanya jika Alex terluka ia akan ke rumah sakit Xander,dan di rawat di menara,tapi kali ini ia tidak di sana!"


Dor !


"Aagrh!"

__ADS_1


"Devano!"Teriak Cristian,saat melihat satu bawahan telah di tem bak ma ti oh Devano.


"Apa yang Kau lakukan?"Cristian mencengkram kuat leher kemeja Devano.


"Kau sudah melihat nya kan,berhenti bertanya !"Devano menepis tangan Cristian.


"Jangan bersikap gegabah,Kita perlu informasi yang banyak untuk menyerang Alex,jangan melakukan hal bodoh seperti ini!"Teriak Cristian lagi.


Hanya Revan yang tahan dengan sikap Devano,banyak orang di mafia Alaska. membenci sikap Devano yang arogan itu.Bertindak tanpa berpikir.


"Suruh orang membereskan mayat ini,Aku tidak ingin melihat mayat ini masih disini!"


Pungkas Cristian lalu pergi meninggalkan Devano.


"Aah,Sial!"Umpat Devano yang kesal.


"Aku harus bisa membalaskan dendam atas kematian Revan"Gumam nya lagi menatap tajam ke arah mayat yang tersungkur di lantai,dengan darah yang mengalir begitu saja.


Alex telah sampai di Xander,Jerry Law menyambut nya.


"Selamat pagi Tuan Alex!"Alex tidak menjawab seperti biasa,ia segera berjalan ke arah ruangan rapat.


Disana sudah ada Mario dan beberapa orang lain nya seperti dewan direksi dan juga dewan pemasaran.


Alex segera duduk di kursi CEO,dan Caston di kursi Direktur.


Prak !


Mario melempar beberapa berkas ke depan Alex.Pria itu melihat nya,lalu menatap Mario.


"Jika Kau tidak bisa mengikuti rapat silahkan keluar!"


Tegas Alex,Mario duduk kembali di kursi wakil Direktur.


"Tuan Alex apa rencana Anda selanjut nya?"


Tanya Dewan direksi.


"Caston beri mereka penjelasan!"


Caston segera berdiri untuk memimpin rapat nya.


"Jadi begini,klien dan kolega yang komplain kepada Xander sudah di depan dari Xander,jadi Kita tidak perlu membahas itu lagi,meskipun kita mengalami kerugian,itu tidak sebanding dengan keuntungan yang telah Kita dapat kan!"


Jelas Caston.


"Dan satu lagi,Tuan Alex telah mendapatkan kerjasama dengan perusahaan lain,yang lebih terpenting saat ini,Tuan Xander telah berhasil membawa nama Xander menjadi nomer satu di negara ini!"

__ADS_1


Sambung Caston.


__ADS_2