
Alex panik begitu melihat istri Nya tiba-tiba pingsan.
"Ayin !"
Teriak Alex,Ayin segera menghadap Nya.
"Tuan!apa yang terjadi?"
"Jemput dokter Lauren kemari,Aku akan membawa nya ke kamar !"
Ayin mengangguk,lalu segera pergi untuk menjemput dokter Lauren.
Alex membawa Maryam ke kamar Nya.Lalu membaringkan sang istri di atas ranjang.
Alex juga membuka cadar Maryam,agar ia bisa bernafas dengan lega.
"Sayang bangun !"
Alex mencoba menggosok punggung tangan Maryam,dan mengelus wajah yang mulus itu dengan sangat lembut.
Wajah nya masih basah karena menangis,sebelum pingsan.
Alex mondar-mandir di dalam kamar,ia melirik jam di dinding,sudah satu jam berlalu,Ayin belum juga kembali.
Tok..Tok...Tok...
"Masuk !"
Sahut Alex,yang menyadari kalau itu Ayin dan dokter Lauren yang datang.
Ceklek !
"Tuan,dokter Lauren disini!"
Ujar Ayin,
"Apa yang terjadi?"
Tanya dokter Lauren.
"Saya juga tidak tau,tiba-tiba pingsan!"
Jawab Alex mengikuti dokter Lauren yang berjalan ke arah ranjang.
Mata Ayin membulat,ia menatap Maryam tanpa berkedip,Alex menyadari itu.
"Sudah cukup melihat nya,tinggalkan kamar ini!"
Titah Alex,Ayin segera pergi meninggalkan kamar Alex.
"Bagaimana dok?"
Tanya Alex,Lauren masih belum selesai memeriksa Maryam.
Alex menunggu nya dengan cemas,ia tidak bisa diam walau hanya sebentar,ia terus saja mondar - mandir di belakang dokter Lauren.
Begitu siap pemeriksaan nya,Alex segera bertanya kembali.
"Apa yang terjadi dok?"
"Tuan tenang saja,ia tidak apa-apa,mungkin hanya syok saja,Aku mendengar detak jantung dan denyut nadi begitu cepat,mungkin ia mengalami syok Tuan!"
Jelas dokter Lauren,lalu mengeluarkan satu kotak obat untuk Maryam.
"Apa itu tidak apa-apa dok?"
Alex masih belum bisa tenang,kalau Maryam belum siuman.
"Tidak apa-apa!"
Dokter Lauren tersenyum ke arah Alex.Lalu memberikan satu bungkus testpack untuk Alex.
"Apa ini?"
Alex mengerutkan dahi nya,melihat bungkusan di tangan nya.
"Nanti,setelah Nyonya Maryam siuman,mintalah ia untuk menggunakan alat ini,ini akan membantu Nya untuk mengetahui benar Nyonya hamil atau enggak !"
Pungkas sang dokter.
__ADS_1
"ApAa?hamil?"
Teriak Alex dengan keras,dokter Lauren terkesiap melihat ekspresi Alex.
"I-iya Tuan,dari hasil pemeriksaan Saya memang seperti itu,maka nya Saya ingin memastikan nya dengan alat ini,setelah satu Minggu Tuan bisa membawa nya ke klinik,Aku akan memeriksa nya lebih lanjut!"
Jelas dokter Lauren,Alex mengangguk nya.
"Dok,tapi ini Dia benar tidak apa-apa kan?"
Tanya Alex lagi,ingin memastikan keadaan sang istri.
"Iya!mungkin sebentar lagi juga akan siuman!"
Dokter Lauren menyimpan semua barang bawaan nya ke dalam tas.
"Dok,Ayin akan mengantar Anda!"
Dokter Lauren mengangguk nya,lalu segera keluar dari kamar tersebut.
Blam !
Dokter Lauren menutup kembali pintu kamar Alex.
"Mas!"
Lirih Maryam,Alex segera menoleh,lalu duduk di tepi ranjang.
Maryam meneteskan kembali air mata nya,Alex segera menyeka nya.
"Sayang,jangan menangis!"
Cup!
Alex mengecup punggung tangan Maryam.Lalu membantu sang istri untuk duduk.
"Mas,kenapa Kamu membohongi Ku,kalau ada wanita lain yang ingin Kamu nikahi,kenapa Mas mau menikahi Ku?"
Tanya Maryam.Meskipun,ia sudah berusaha untuk menahan nya,tapi air mata itu tetap luruh begitu saja di pipi mulusnya.
"Sayang,tidak ada wanita lain dalam hidup Ku selain Kamu saat ini,Aku bersumpah,hanya Kamu yang Ku cintai,dan hanya Kamu istri Ku satu-satu Nya,Aku tidak akan menduakan Mu"
"Bagaimana jika Tuan Besar tetap memaksa agar Mas mau menikahi wanita itu?"
"Aku menolak nya,Aku tidak akan menerima nya,jika Aku mau sejak dulu Aku sudah menikahi Nya!"
Pungkas Alex,kini memegang kuat bahu Maryam.Lalu menarik nya ke dalam pelukan.
"Berhenti untuk memikirkan hal-hal yang tidak berguna,saat ini ada satu hal yang lebih penting untuk Kamu pikirkan !"
Tegas Alex,melepas pelukan Nya.
Alex segera berdiri,lalu mengambil tespack yang ada di dalam laci.
"Dokter Lauren menitipkan ini untuk Mu,ia meminta Mu untuk mengecek nya!"
Pungkas Alex,Maryam meraih bungkusan tipis yang ada di tangan Alex.
Maryam terkejut melihat benda itu,ia menatap sang suami yang senyum smirk ke arah nya.
"Mas bahagia ?"
Alex mengangguk nya segera.
"Tapi Aku belum ngecek,kenapa Mas bisa yakin begitu?"
Maryam kembali bertanya.
"Karena Aku yakin,Aku tidak pernah gagal,dan soal ini Aku juga yakin,pada permainan Ku!"
Goda Alex,wajah Maryam bersemu merah.
"Mas..apa yang Kamu katakan,berhenti untuk bercanda!"
Cetus Maryam,mengerucutkan bi bir nya.
"Aku enggak bercanda,Aku serius,Aku bahagia !"
Alex kembali memeluk Maryam.
__ADS_1
Tok...Tok...Tok...
"Tuan,Jerry disini!"
Ujar Ayin di balik pintu kamar .
"Suruh tunggu di taman!"
"Baik!"
Alex kembali melihat Maryam yang tersenyum.
"Sayang,Aku akan ke bawah,tunggu Aku disini,Aku segera kembali!"
Maryam mengangguk nya,Alex segera pergi untuk menemui Jerry di taman.
Jerry duduk di taman menunggu Alex,dari jauh sudah terlihat Alex yang berjalan ke arah Nya,Jerry segera berdiri.
"Tuan Alex,selamat malam!"
Jerry memberi hormat.
"Eem,katakan apa tujuan Kamu kemari?"
Alex berdiri di depan Jerry,ke dua tangan nya masih di dalam saku celana.
"Tuan,Kami telah berhasil menangkap Devano.Caston telah membawa nya ke menara!"
Ujar Jerry.
"Bagus,Aku akan ke menara besok,malam ini Aku tidak bisa keluar!"
"Apa ada hal lain Tuan?"
Tanya Jerry lagi.
"Tidak ada,satu lagi awasi terus Mario,jangan biarkan Dia bertindak semau nya!"
"Baik Tuan,Saya mengerti,Saya permisi dulu!"
Alex mengangguk nya,Jerry segera berjalan ke arah mobil Nya.
Setelah mobil Jerry hilang dari pandangan Nya.Alex segera kembali ke kamar Nya.
Ceklek !
Saat pintu terbuka,Maryam terkesiap lalu menoleh melihat sang suami yang baru kembali.
Alex melihat raut wajah Maryam yang kecewa.
"Ada apa ?bagaimana hasilnya?"
Alex menghampiri Maryam .
Maryam memberikan tespack kepada Alex,Pria itu segera mengambil nya.
"Eeeemmmm!"
Alex menghela nafas nya melihat benda pipih yang ada di tangan nya.
"Maaf Mas!"
Ucap Maryam menunduk kan kepala nya.
"Tidak apa -apa,Kita masih memiliki banyak waktu untuk mencoba Nya!"
Pungkas Alex,mengelus bahu Maryam.
"Mau sekarang?"
Tawar Maryam,Alex mengerutkan dahi nya.
"Maksudnya?"
Alex kembali menaikan alisnya.
"Ya..itu!"
Sahut Maryam dengan malu,lalu membalikkan tubuh nya.
__ADS_1