Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
dokter Lauren


__ADS_3

Alex membaringkan tubuh Maryam dengan hati-hati di atas kasur.Maryam masih enggan untuk melihat sang suami,itu membuat Alex terus merasa bersalah kepada diri nya sendiri.


"Maaf..."Bibir Alex bergetar saat mengucapkan kata-kata itu,yang jarang sekali terucap oleh nya kepada Orang lain.


Alex memegang tangan sang istri,lalu mengecup nya dengan lembut,ia duduk di sebelah Maryam,yang berbaring,sambil menoleh ke samping.


"Maaf.."Lirih nya lagi,saat melihat Maryam yang tidak merespon keberadaan nya.


"Aku yang salah,Aku yang datang terlambat,saat Mereka sampai Aku sedang berada di lantai li-ma,Aku telah berusaha untuk turun melalui lift.Tapi,pada saat genting lift malah mendadak macet,dan menunggu perbaikan,Aku sudah berusaha turun melalui tangga darurat.Namun,langkah Ku masih kalah cepat !"Alex merebahkan kepala nya di sebelah perut sang istri.


Maryam memalingkan wajah nya,melihat ke arah Alex yang sedang merebahkan kepala nya di sebelah tempat ia berbaring.


"Maaf kan Aku,jangan diam begitu,ini lebih sakit dari seribu kali di tembak musuh,Aku tidak dapat menerima nya.Jika Kamu terus mendiamkan Ku!"Sambung Alex lagi,masih dengan posisi merebahkan kepala nya.


Maryam melepaskan tangan yang di genggam Alex,lalu ia mengusap lembut kepala sang suami.


Alex merasa kalau Maryam sudah merespon nya,ia segera mendongakkan kepala nya.


Maryam mengedipkan ke dua mata nya,Alex dapat mengerti dengan pergerakan itu.


"Jangan menyalahkan dirimu,apapun yang terjadi hari ini adalah yang seharusnya terjadi ke depan nya.Suatu saat Aku pasti akan menghadapi hal yang telah terjadi hari ini.Namun,ini terlalu cepat,Aku belum mempersiapkan diriKu,sehingga kejadian kali ini benar-benar membuat diriku kehilangan arah dan kepercayaan dalam diri Ku!"Pungkas Maryam dengan lirih.


Alex segera duduk kembali.Alex Kemabli memegang tangan Maryam.


"Jangan katakan di masa depan akan ada lagi yang begini,siapapun itu,Aku tidak akan membiarkan orang lain menyakiti Mu.Itu janji Ku!"Alex merebahkan tubuh nya di atas dada sang istri,Maryam memeluk nya dengan erat.


Tok..Tok..Tok..


"Tuan,dokter Lauren sudah datang!"Suara Pak Kim di luar kamar,Alex segera berdiri dan membuka pintu kamar.


Ceklek !


"Tuan ini air hangat dan handuk kecil nya!"Seorang pelayan berdiri di belakang dokter Lauren.


"Berikan itu kepada dokter Lauren !"Titah Alex,dokter Lauren menaikan alis nya,lalu mengambil baskom berisi air di tangan pelayan.


"Kalian semua bisa kembali berkerja!"


Pelayan mengangguk,lalu bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut.


Sementara Pak Kim masih di sana,karena ia ingin berbicara dengan Alex.

__ADS_1


"Dokter Lauren,bersihkan tubuh istri Saya,dimana bagian yang tidak bisa Anda sentuh,harus nya Anda tau,jika Anda melanggar,Aku tidak dapat mentoleransi nya !"Tegas Alex,dokter Lauren mengangguk,lalu segera masuk ke dalam kamar Maryam.


Blam!


Alex menutup kembali pintu kamar.Sementara,ia masih berdiri di luar bersama dengan Pak Kim.


"Ada apa,katakan!"Alex melihat raut wajah Pak Kim dengan panik,Alex mengerti ada sesuatu yang telah terjadi kepada Pria tua ini.


"Saya menerima panggilan dari Tuan Besar.Tuan benarkah hari ini Anda telah melumpuhkan Tuan Guntur?"


Pak Kim berani bertanya,tapi tidak berani melihat ke arah Alex,Pria tua ini menunduk dengan ketakutan.


"Benar!"Sahut Alex singkat,ke dua tangan nya di masukan ke dalam saku celana nya.


"Pak Kim,kembali lah bekerja,Aku bisa membereskan semua masalah itu.Anda tidak perlu khawatir,Aku akan menghadapi nya!"Pungkas Alex.


"Tapi Tuan,bukan kah Anda tau,kalau Tuan Guntur saudara satu-satu nya Tuan Besar?"Pak Kim mendongakkan kepala nya menatap Alex.


Alex menaikan alis nya,melihat pandangan netra Pak Kim.Setelah mendapati Alex melihat dirinya dengan tajam,Pak Kim kembali menunduk.


"Maaf Tuan!"


"Pak Kim,Kamu sudah lama tinggal bersama dengan Ku,tapi jika Kamu terus-terusan ikut campur masalah Ku.Aku tidak akan membiarkan Mu tinggal lebih lama di sini!"Tegas Alex.


Alex sendiri ikut turun ke lantai dasar.Terlihat beberapa pelayan yang sedang membersihkan rumah,dan sebagian dari Mereka.Mengetahui Alex turun segera menghentikan aktivitas dan berbaris menyambut Tuan Nya.


Tap..Tap..Tap..


Sampai di anak tangga terakhir.Alex belum mengucapkan sepatah kata pun.Namun,beberapa pelayan terasa kaki mereka kaku dan dingin.


"Kembali bekerja!"Titah Alex,semua nya bergegas pergi,mengosongkan tempat tersebut.


Alex melihat seisi ruangan yang kembali sepi,cuma satu perintah saja,semua pelayan sudah pergi dari hadapan nya.


Alex berjalan ke arah laundry.Tapi bukan itu tujuan Dia,Alex berbelok ke kanan.Lalu turun ke lantai bawah tanah.


Lantai yang memiliki 15 anak tangga ke bawah.


Ceklek !


Alex membuka ruangan yang gelap,ia segera menyalakan lampu,terlihat berbagai macam alat olahraga berat ada di sana.

__ADS_1


Ruangan bawah tanah adalah ruangan untuk Dia meluapkan emosi nya.


Alex berjalan ke arah samsak yang tergantung di depan nya.Tanpa menggunakan sarung tinju,Alex segera memukul benda ma ti yang menggantung tersebut.


Duackh.. Duackh..Duackh..


"Hiks..Hiks..Hiks.."


Suara tangisan Maryam di mobil terus saja membayangi dirinya,membuat Alex semakin terluka.


Duackh..Duckh..Duackh..


"Hiks..Hiks..Hiks.."


Duackh..Duackh..


"Aaaaaaaakhhh!"Teriak Alex dengan keras.Memeluk samsak itu.


Netra nya memerah,keringat bercucuran membasahi wajah tampan nya.


Tangan nya terluka akibat memukul samsak yang tidak menggunakan sarung tinju.


Alex melihat jari jemari nya yang berdarah.


"Luka ini tidak sebanding dengan apa yang ia alami hari ini!"Gumam Alex,menatap jari nya.


Alex segera berjalan ke arah Treadmill,lalu menekan tombol kerah yang ada di depan nya.Alex mempercepat kan gerakan itu.Sehingga dirinya berlari begitu kencang di atas benda elektronik tersebut.


"Haah..Haah.."Deru nafas yang memburu,membuat keringat nya berjatuhan.


"Hiks..Hiks..Hiks..."


Tangisan itu kembali melintas dipikiran nya,sehingga membuat Alex tidak fokus dan terjatuh.


Bugh !


"Aah"


"Sial!"Teriak Alex memukul lantai,perasaan nya benar-benar di aduk,saat setiap kali bayangan tangisan itu mulai menganggu nya.


Dengan tubuh nya yang lemah,dan hampir seluruh jari nya terluka.Alex segera berdiri,melangkah dengan tubuh yang sempoyongan.

__ADS_1


Ceklek !


Alex kembali ke luar dari ruangan tersebut,dan kembali menaiki tangga itu,ia benar-benar merasa marah,kesal dan emosi terhadap diri nya.


__ADS_2