
Caston terkejut.
"Bagaimana bisa?kapan Tuan King menghubungi Pak Kim?"
Caston terkejut,ia takut Pak Kim turun tangan sendiri.
"Sudah dari kemarin Tuan !"
Jawab Pak Kim.
"Aku akan membicarakan ini dengan Tuan Alex!"
Pak Kim mengangguk,lalu segera pergi.Caston terlihat bingung dan gelisah,Alex melihat Caston yang berdiri di dekat tangga lalu menghampiri nya.
"Ada apa ?"
Alex berdiri di belakang Caston,Pria itu menoleh saat ada yang sedang bertanya dengan Nya.
"Tuan,Tuan Alex!"
Jerry Law berlari ke arah Alex yang sedang berbicara dengan Caston.
"Kita harus kembali ke menara,sesuatu terjadi di sana,ada penyusup yang masuk ke menara!"
Pungkas Jerry Law yang mengatur nafasnya.
Alex melihat jam yang ada di tangan nya,menunjukan pukul 8:00,masih ada waktu untuk nya selama dua jam,sedangkan jarak dari rumah utama ke menara memakan waktu dua jam.
Alex terlihat bingung,setidak nya akan memakan waktu empat jam untuk ia kembali tiba di rumah utama.
"Biar Aku saja yang ke menara!"
Saran Caston menawar diri.
Kriing...
kring ...
Ponsel Caston berdering.
📱Mario Obberow memanggil.Caston menatap layar ponsel nya.
"Hallo !"
"Caston,segera ke kantor,ada rapat penting hari ini,Aku sudah menghubungi Tuan Alex namun ia tidak mengangkat nya!"
Caston melirik kearah Alex,pria itu menaikan satu alis nya.
"Eemm,tidak bisa kah nanti saja?"
"Sekarang Aku menunggu Mu dalam waktu 10 menit!"
Tut...Tut...
"Sial "Umpat Caston.
Tanpa menunggu jawaban dari Caston,Mario segera memutuskan panggilan nya.
"Ada apa ?"
Alex masih melihat nya dengan tajam.
"Mario meminta Ku segera ke kantor,katanya ada rapat penting!"
"Pergi lah!"
Ujar Alex,Caston terkejut.
__ADS_1
"Tuan ...."
"Tidak apa-apa,Aku bisa mengatasi masalah
disini!"
Caston mengangguk,ia segera pergi meninggalkan rumah utama.
"Tuan bagaimana dengan Kita?"
Jerry Law masih menunggu jawaban Alex.
"Pak Kim!"
Panggil Alex,saat melihat pria tua itu yang sedang membawa mahar dan juga bingkisan lain nya ke musholla.
Alex berbicara dengan Pak Kim,Pria itu mengangguk nya lalu segera pergi.
"Ayo pergi!"
Alex segera pergi,Jerry Law mengikuti nya dari belakang.
Blam !
Pintu mobil tertutup,ada empat buah mobil yang pergi meninggalkan rumah utama,Maryam melihat nya dari jendela kamar.
Maryam dapat melihat salah satu nya adalah milik Alex.
Tok...tok...tok...
"Sebentar!"
Sahut Maryam.
Ceklek !
"Hallo selamat pagi Nona..."
"Silahkan masuk!"
Ajak Maryam,dua orang perias pengantin segera masuk ke dalam kamar Maryam.
Blam!
Maryam menutup kembali pintu kamar nya,ia berjalan ke arah dua wanita muda yang sedang menunggu nya untuk di rias.
"Ayo,silahkan duduk,biar kamu rias!"
"Maaf!bisa kah Saya merias sendiri saja wajahnya ?"
Maryam terlihat sedikit gugup,karena ini baru pertama kali bagi nya untuk di rias menjadi pengantin.
"Kenapa begitu?Tuan Alex meminta Kamu untuk merias pengantin wanita!"
Ujar Mereka yang masih terlihat bingung.
"Begini,Saya pribadi punya alasan sendiri,hanya untuk wajah saja,untuk pakaian dan riasan lain nya Kalian boleh merias nya!"
"Heeem,baiklah kalau begitu,tolong rias lah dengan sangat cantik,karena Kamu tidak berani mengecewakan Tuan Alex Xander!"
"Kalian berdua tenang saja,insyaAllah Saya mahir!"
Ke dua perias tersebut lalu mengangguk nya,mereka memberikan beberapa alat makeup untuk Maryam.
Maryam segera pergi ke kamar mandi,sementara mereka menunggu di dalam kamar.
"Aku pikir istri Tuan Alex itu seorang desainer atau model,karena Aku dapat melihat kekayaan dan ketampanan Nya!"
__ADS_1
Dua orang perias itu malah bergosip di dalam kamar Maryam,meskipun ia mengetahui nya,Maryam tidak mau menanggapi nya.
"Iya,Aku berpikir juga begitu,tidak disangka hanya wanita sederhana,kenapa ia tidak mau Kita merias wajahnya,apa ia malu saat Kita melihat wajah jelek nya?"
"Ha..ha..ha..,Kamu jangan keras-keras,nanti orang nya mendengar!"
"Iya..ya,Dia sungguh beruntung di nikahi lelah pria mampan seperti Tuan Alex,jika Aku juga tipe nya,Aku juga mau naik ke atas ranjang Tuan Alex tanpa di nikahin!"
"Ia menurut kabar,Tuan Alex tidak tertarik dengan perempuan mana pun,bahkan ia di gosipin tidak memiliki pacar sebelum nya,tiba-tiba mendapat kabar kalau ia akan menikah dengan wanita cadar!"
"Apa ia menikah dengan perempuan itu,hanya untuk menutupi dirinya,bahwa ia seorang pria yang impoten ?"
Mereka masih berlanjut saja menggosipi Maryam dan Alex di belakang,meskipun Maryam tidak mau menanggapi nya,tapi ia sedikit merasa kesal dan juga marah.
Maryam segera memakai gaun pengantin nya,lalu ia mulai merias wajahnya dengan sangat cantik,jadwal pernikahan telah di tetapkan sebelum sholat dzuhur,yaitu jam 10:00,agar jadwal sholat mereka tidak terganggu.
"Heeem...."
Maryam menghela nafasnya,tangan nya gemetar saat ia baru pertama kali mencoba menggunakan pensil alis dan juga pewarna bi bir yang merah.
"Kenapa terlihat seperti wanita penggoda?"
Gumam Maryam melihat wajah nya.
"Cantik,tapi ini terlalu cantik untuk seorang muslim yang memakai cadar seperti Ku!"
Sambung Maryam yang ingin menghapus riasan nya.
'Aku melakukan ini untuk suami Ku,bukan untuk Pria lain!'
Maryam tersenyum menatap cermin yang ada di depan nya,ia segera menutup wajahnya kembali.
Ceklek !
Pintu kamar terbuka,ke dua wanita itu segera berdiri yang sebelumnya duduk di tepi ranjang.
Mereka terpaku saat melihat Maryam mengenakan gaun pengantin nya,dan juga wajah nya sudah di tutup kembali.
"Cantik sekali!gaun nya,Anda sangat beruntung menikah dengan Tuan Alex,saya merasa iri,he...he...!"
Ujar mereka saat melihat Maryam menghampiri mereka berdua.
"Tunggu Saya akan mengambil henna tangan"
Maryam segera duduk di kursi rias nya,saat seorang perias,mulai merias tangan dan kuku nya,dengan Henna berwarna putih dan mereka memakai nya setipis mungkin sesuai permintaan Maryam,hampir tidak terlihat.
Perias satu nya lagi,memakai kan mahkota di kepala Maryam,dan membenarkan hijab nya.
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu mengagetkan mereka,salah satu perias itu segera berdiri untuk membuka pintu kamar.
Ceklek !
"Pak Kim!"
"Tuan Alex meminta Saya untuk memberikan ini kepada Calon istrinya,Kalian harus membantu Dia untuk memakai nya!"
Baik Pak,berikan kepada Saya!"
Pak Kim memberikan kotak segi empat kepada perias tersebut.
Blam!
Setelah menutup kembali pintunya,perias itu pergi menghampiri Maryam dan juga rekan nya.
"Nona,Pak Kim memberikan ini kepada Anda,dan meminta Anda untuk memakai nya!"
__ADS_1
"Tolong di buka kan untuk Saya!"
Perias itu mengangguk nya.