
Alex sudah siap dengan pakaian nya,ia juga memakai rompi anti peluru di dalam nya,setelah mengenakan kemeja ia menyimpan dua buah pis tol di belakang nya.
"Mas..."
Maryam melihat sang suami yang sedang mengenakan jas mantel nya.
Alex menoleh saat mendengar suara Maryam memanggil nya,sang istri sudah selesai mandi.
"Aku akan pergi ke markas,ada sesuatu yang terjadi!"Alex mengambil ponsel yang ia simpan di atas nakas.
"Tapi ini sudah larut Mas,apa tidak sebaik nya orang lain saja yang pergi?"Maryam memegang lengan suami nya,ia ingin menahan agar Alex tidak pergi,karena rasa cemas nya begitu dalam setelah kejadian tadi sore.
"Tidak bisa,Aku harus pergi,karena itu tanggung jawab Ku,Kamu tidur duluan saja,tidak perlu menunggu Ku,mungkin Aku akan pulang terlambat!"Alex menyentuh pipi mulus Maryam,sembari mengelus nya.
Cup ! Alex mengecup kening Maryam untuk berpamitan dengan sang istri.
"Mas,hati-hati!"Ucap Maryam masih dengan perasaan yang khawatir.
"Eeem.."Alex segera berjalan ke arah pintu kamar,Maryam hanya bisa melihat nya dari balkon,sembari menutup setengah wajah nya dengan handuk.
Sampai di lantai dasar,Tuan Kim menunggu Alex di depan tangga.
"Tuan,ini adalah peralatan tempur Anda,semua sudah di siapkan di dalam koper fiber ini!"Pungkas Tuan Kim,menyerahkan koper fiber kepada Alex.
"Terimakasih,Pak Kim,Saya menitip Istri Saya kepada Anda,tolong jaga Dia sebaik Mungkin !"
"Baik Tuan!"Pak Kim menundukkan kepala nya.
Alex segera pergi,dan membawa koper fiber bersama nya.Ayin dan Caston sedang menunggu Alex di mobil.
"Kalian berli-ma ikut lah Kami pergi ke suatu tempat !"Titah Alex kepada pengawal nya.
"Siap !"Jawab mereka serentak,lalu berlari ke arah mobil yang terparkir di depan rumah.
Ceklek !
Caston membuka pintu mobil untuk Alex,di dalam nya sudah ada Ayin yang sedang memantau markas li-ma melalui laptop yang ada di atas pa ha nya.
"Bagaimana keadaan disana?"
Alex duduk di jok belakang.
"Sudah teratasi Tuan,seperti nya Lion dan beberapa orang yang tersisa sudah pergi meninggalkan markas li-ma!"Pungkas Ayin.
"Kita pergi ke gudang penyimpanan keluarga Guntur,seperti nya Kita dapat melihat Lion disana !"
"Tuan apa serius ingin datang dengan tangan kosong?"Caston menoleh.
__ADS_1
"Siapa bilang Aku datang dengan tangan kosong,Aku sudah menyiapkan hadiah untuk Nya!"Alex senyum sinis kearah spion depan,Caston hanya terdiam,lalu fokus menyetir meninggalkan kediaman rumah utama.
"Tuan suasana di markas li-ma sudah aman,dan Jerry sedang dalam perjalanan menuju gudang Guntur"Ayin sedang melacak keberadaan Jerry melalui jam tangan yang di gunakan Pria tersebut.
Masing-masing dari Ayin,Caston dan Jerry mendapatkan jam tangan itu,kecuali Mario.
"Siapa yang berani membantu Lion menyerang markas li-ma,karena sebelum nya Tuan Guntur tidak berani melewati batas nya,tapi sekarang malah Lion yang berani mengusik ketenangan Kita!"Caston melirik ke arah Alex,melalui spion depan.
"Dia bukan berani menyerang markas itu saja,bahkan ia berani terang-terangan ingin membu nuh Aku dan Maryam hari ini!Aku tidak akan tinggal diam kalau ia sudah berani melewati garis aman nya!"
Krak !
Alex mere-mas jari jemari nya,sembari membayangkan wajah Lion,yang membuat emosi nya semakin membludak.
Caston tetap fokus menyetir mobil,Mereka berti-ga melewati jalan tikungan tajam yang di kelilingi dengan jurang disamping jalan yang begitu curam.
"Apa Kita masih lama?"Alex bertanya saat ia merasa perjalanan Mereka sudah cukup lama.
"Setelah jembatan ini Kita akan sampai!"
Caston memutar arah mobil nya,melewati jembatan terakhir.
Sebelum Caston menghentikan mobil nya ia lebih untuk memeriksa keadaan di sekitar,jika aman ia akan segera berhenti.
"Seperti Nya aman !"Ucap Alex yang duduk di belakang Caston.
Dua buah mobil berhenti tepat di sebelah pepohonan besar,sedikit jauh dari gudang.
"Kalian siapkan Diri Kalian,seperti nya Jerry telah sampai di markas pribadi Lion!"Ujar Alex .
"Markas Pribadi?"Caston menoleh.
"Iya,markas pribadi Lion untuk hubungan gelap nya dengan sesama je nis!"
Ayin dan Caston hanya mengangguk saja,sembari menyiapkan senjata Mereka.
"Kita turun !"
Mereka semua segera turun dalam mobil,meskipun tempat itu terlihat sepi,tapi mereka bertiga juga perlu kewaspadaan terhadap gudang penyimpanan keluarga Guntur.
"Ayin,ambil koper fiber ini,pasang semua bom yang ada di sini,ke semua tembok gedung,jika sudah,masuk ke dalam dan menyusul Kami!"
"Baik Tuan!"Ayin menundukkan kepala nya.
Caston dan Alex segera berjalan ke arah pintu gudang,dengan di ikuti oleh li-ma orang bawahan nya.
"Tunggu!"Alex menghentikan Caston saat ia akan menendang pintu gudang.
__ADS_1
"Coba buka pelan-pelan,jangan sampai orang di dalam mengetahui nya!"Titah Alex,Caston mengangguk Nya.
Kriiitt! Caston mendorong pelan pintu gudang.
Dor !
Brak !
Dor..Dor..
Alex mendorong tubuh Caston ke kanan,sementara peluru yang di tembak oleh musuh Mereka mengenai pengawal di belakang Alex,dan Alex segera membalas nya dengan dua peluru dan tepat sasaran.
"Kita harus hati-hati!"
Caston segera memeriksa gudang tersebut,dan menyuruh pengawal yang didepan Alex.
Tap...Tap...Tap...
Li-ma orang bawahan Lion berlari ke arah Mereka,dan mengarahkan pis tol nya kearah Alex dan yang lain.
Pak..Pak..Pak...Pak...
Lion,bertepuk tangan sembari berjalan ke arah Alex dan yang lain.
"Selamat datang Tuan Alex Xander King,ke gudang keluarga Guntur,ini sebuah penghormatan kepada Saya,semoga malam ini Anda dapat bermimpi indah,sambil membayangkan wajah tampan Ku ini!"Ujar Lion berjalan ke arah Alex,dengan memakai jas stelan berwarna serba putih,dengan rambut ikal nya.
Cuiih!
"Sampah !"
Krak !
Caston mengarahkan pis tol nya ke arah Lion.Namun,Pria itu hanya memberikan senyuman sinis nya kepada Caston.
Krak!
Tap...Tap...
Alex maju lebih dekat dengan Lion,Caston menatap nya khawatir.
"Kau yang menyerang Kami sore ini ?apa tujuan Mu?"Alex menatap nya dengan tajam.
"Kamu tentu tau apa tujuan Ku?"Lion memasukan ke dua tangan ke dalam saku celana bahan nya.
Lion menatap Alex dari atas sampai ke bawah.
Alex meletakkan pis tol nya di depan mata Lion."Jauh kan netra Mu dari pandangan Ku,jika Kau masih sayang biji mata Mu ini!"
__ADS_1
"Ha..Ha..Ha..Kau sedang mengancam Ku?bukan kah Kau ingin tau apa yang sedang Ku incar dari Mu!"Lion mendekatkan wajah nya dengan wajah Alex.