
"Permisi!"Ucap seorang wanita yang berusaha menerobos kerumunan tersebut.
"Saya,seorang dokter,biarkan Saya lewat!"Sambung nya lagi,semua orang nampak memberikan jalan untuk di lewati oleh wanita itu.
"Saya sudah memanggil ambulance kemari,Saya dokter Atika,biarkan Saya yang menolong nya!"Ucap Atika,semua orang terlihat menganggukkan kepalanya.
Sebuah Ambulance pun berhenti di tempat kejadian,dan membantu membawakan pasien ke rumah sakit terdekat.
Di dalam mobil ambulance,Atika terlihat memperhatikan Al dengan begitu intens.
Al memperhatikan wanita yang duduk di sebelah nya,melihat nya dengan begitu cermat,Al dapat mengingat wajah wanita yang sudah menyelamatkan hidup nya.
"A-ti-ka"Gumam Al,sebelum ia pingsan.
Wanita itu tertegun,saat bi bir Al mengucapkan nama nya.
'Pria ini,Pria yang sombong,bisa melakukan banyak hal untuk mewujudkan keinginannya.Bahkan Aku ingin sekali membunuh nya saat ini juga.Tapi,jika dia mati dalam keadaan begini bukan kah itu terlalu mudah?'
Wanita itu memainkan netra nya melihat ke arah Al,dia begitu menyimpan dendam terhadap Pria yang berbaring di depan nya.Ada dendam masa lalu yang membuat ia terus saja membenci keluarga King.Terlebih lagi Al.Dia sudah bertekad untuk menghancurkan hidup Al.
'Aku sudah mengikuti nya beberapa hari ini,tidak Ku sangka,pekerjaan ini sungguh mudah.Untung saja Aku sudah membereskan mobil yang menghalangi jalan nya,sehingga tidak ada yang curiga kalau itu sebuah perencanaan !'
Dalam lamunan,wanita itu terus saja memperhatikan Al.Dia berprofesi sebagai seorang dokter,dia juga berasal dari negara LA.Di mana sebelum nya Al tinggal.
Atika sudah lama mengikuti dan mencari informasi mengenai kehidupan Al,sehingga hari ini ia punya kesempatan untuk meluapkan dendam nya.
'Aku akan membuat mu merasakan apa itu sakit nya kehilangan,seseorang yang berarti dalam hidup Kita!'
Tanpa sengaja Atika menjatuhkan air matanya.Namun,secepatnya ia menyeka air mata itu.
"Ma..."Al terlihat menyebut nama itu,ia terus saja memanggil nama tersebut sehingga membuat Atika tertegun.
Tanpa sengaja dalam keadaan nya yang pingsan,Al mengigau dan menggenggam tangan Atika dengan kuat.
'Sialan!'Maki Atika dalam hati saat Pria ini menggenggam kuat tangan Atika.
Ambulance tersebut berhenti tepat di depan lorong rumah sakit.
"Aku akan membantu nya !"Ucap Atika,saat seorang perawat menarik hospital bed milik Al,untuk di keluarkan dari dalam mobil.
Mereka mendorong hospital bed milik Al menuju ruang UGD.
"Nona,Anda harus menunggu nya di luar,biarkan Kami yang menangani ini,Anda tidak di perbolehkan untuk masuk!"
"Baik lah,lakukan yah terbaik !"
Dokter itu mengangguk nya,dan segera menutup pintu ruang UGD.Sementara Atika menunggu nya di luar ruangan.
Wanita itu menunggu nya dengan cemas,bahkan ia tidak bisa tenang walau hanya sedetik.Bahkan satu menit yang lalu ia begitu puas saat melihat Al dalam kecelakaan tersebut.Tapi,saat ini malah membuat ia begitu gelisah saat Pria itu berada di dalam ruangan UGD.
Penginapan Joshua. . .
Kriing...
Kriing...
Kriing...
Ponsel El terus saja berdering.El baru keluar dari dalam kamar mandi,ia segera meraih ponsel yang ada di atas nakas.
"Assalamualaikum,Umi!"Ucap El.
"Waalaikumsalam,Sayang.Apa semua nya baik-baik saja?"Tanya Maryam begitu panggilan nya terhubung.
"Alhamdulillah,semua baik-baik saja,keadaan El juga baik,seminar berjalan dengan lancar.Umi ada kabar baik,besok El akan kembali ke Indonesia,proposal El sudah di setujui.Dan mereka akan melakukan pengecekan ketempat Kita satu bulan lagi!"Ungkap El begitu bahagia.
"Alhamdulillah sayang,Umi senang"
"El!"Panggil Alex,yang duduk disebelah Maryam.
"Iya!"Sahut El,
"Umi mu begitu gelisah dari tadi,langsung menyuruh Papa untuk menelpon mu,dia tidak akan tenang kalau tidak mendengar suara mu!"Imbuh Alex
"El baik-baik saja,kalau sesuatu terjadi tentu saja Ge pasti akan merasakan juga!"Imbuh El.
"Benar,Kak El baik-baik disana,cepat kembali"Sambung Ge.
"InsyaAllah,besok Kak El kembali.Ini masih menunggu paman Joshua.El sudah membeli tiket.Aku sudah mengubungi nya,tapi ponsel nya mati!"Pungkas El.
"Baik lah,kalau begitu.El hubungi Umi lagi besok kalau mau berangkat pulang!"
"Baik Umi!"
"Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam"
Tut..Tut..
Panggilan pun terputus,El meletakan ponsel nya di atas kasur.Lalu ia bergegas bersiap-siap untuk pergi membelikan oleh-oleh untuk keluarga nya dan juga untuk calon istri nya.
Satu jam berlalu,El dengan pakaian nya yang sudah rapi,berjalan ke jalan aspal.Ia segera menghentikan taxi.
"Pak,Kita ke Khan Al-khailili ya!"
"Baik Tuan !"
Taxi itu pun segera melaju meninggalkan tempat tersebut.El sudah mempersiapkan daftar belanjaan nya.
Di rumah sakit,
Joshua bersama dengan rekan kerja nya baru saja berkunjung untuk menjenguk seorang teman nya yang sakit.
Tanpa sengaja ia bertemu dengan Atika,yang sedang menunggu pasien di dalam ruangan UGD.
"Rumah sakit ini selalu ramai!"Gumam Joshua.
"Ini rumah sakit terbaik,berbeda dengan di Indonesia!"Timpal rekannya.
"Ali,kapan Kamu akan kembali ke Indonesia?"Tanya Joshua,mereka sudah melewati ruang UGD.
"Aku akan kembali satu tahun lagi,setelah semua masalah disini selesai!"
"Eeem,cepatlah kembali,Indonesia tidak sama lagi,dengan waktu kita pertama kali meninggalkan tempat itu!"
Ceklek !
Ali membuka pintu ruangan inap milik rekan nya.
"Kamu bilang berbeda,tapi ruangan ini terlihat bukan ruangan VIP,malah bisa di tempati dua atau tiga orang !"Bisik Joshua saat melihat ranjang pasien yang sejajar dengan milik rekan nya.
"Huuus,Kamu jangan begitu,ruangan ini tetap ruangan yang ternyaman,berapa orang yang inap disini,bukan lah suatu masalah,yang terpenting,pasien nyaman dan cepat sembuh !"Imbuh Ali.
Joshua hanya menggelengkan kepalanya.
Ceklek !
Pintu ruangan tersebut kembali terbuka.Namun,mereka pasti sudah bisa menebak nya.Ada pasien lain yang akan menggunakan ranjang pasien yang kosong.
__ADS_1
"Nama pasien?"Tanya seorang perawat itu,
"Dimana barang pasien?"Tanya Atika,
"Tidak ada dompet,tidak ada indentitas!"Sahut Perawat itu.
"Apa terjatuh di mobil?"Gumam Atika,dan teringat pasti dompet milik Al terjatuh di mobil nya.
"Aku akan menghubungi polisi,karena ini korban kecelakaan,pasti polisi sudah mengamankan barang bukti!"Ujar Atika.
"Baik,tolong Anda mengurus data pasien ke administrasi,supaya kami bisa mengurus pasien!"
"Baik!"
Atika segera mengikuti perawat tersebut untuk mengisi formulir untuk rawat inap milik Al.
Joshua yang hendak ke toilet yang berada di dalam ruangan itu,tanpa sengaja melewati ranjang milik Al.
"Jo,Kamu mau kemana?"Ali memanggil nya Pria itu menoleh,melihat Ali.
"Ke kamar mandi"
Ali mengangguk.Saat Joshua akan berbalik,tanpa sengaja pandangan nya tertuju kearah pasien dengan perban di kepala nya.
"El!"Gumam Joshua.
Joshua segera menghampiri ranjang Al.
"El,apa yang terjadi?"Tanya Joshua begitu panik,ia melihat kepala Al yang di perban,dan juga Joshua melihat tangan Al yang kekar,itu berbeda dengan milik El.Hanya saja,Joshua tidak pernah memperhatikan El begitu dalam sebelum nya.
Atika baru saja kembali,ia melihat Joshua yang berdiri di sebelah Al.
"Tuan,apa Anda kerabat nya?"Tanya Atika,Joshua menoleh.
"Benar,Saya kerabat nya,Saya yang bertanggung jawab atas dirinya!"Pungkas Joshua.
"Jo"Panggil Ali,Pria ini menoleh.
"Ali,lihat lah,ini Anak Guru Alex!"
Ali berjalan lebih dekat lagi,untuk melihat Al lebih dekat.
"Guru Alex,yang membuka pelatihan ilmu bela diri?"
"Benar!"
Atika yang tahu latar belakang keluarga Al,ia pun terdiam,dan mengurungkan niat nya untuk sementara.
"Rumah sakit sudah Saya bereskan,Saya permisi dulu!"Ucap Atika yang segera pergi,bahkan Joshua tidak sempat menghentikan nya.
"Apa yang terjadi?"Tanya Ali.
"Aku juga tidak tau,kemarin ia baik-baik saja!"Ujar Joshua,
Seorang perawat yang masuk ke dalam ruangan tersebut,datang untuk memeriksa pasien.
"Sus,apa yang terjadi terhadap rekan saya?"Tanya Joshua.
"Pasien mengalami kecelakaan mobil,lebih jelas nya Kami juga tidak tau,hanya saja,wanita tadi yang membawa nya kemari,mungkin ia tau banyak!"
"Terimakasih sus,kapan dia bisa pulang?Aku akan membawa nya kembali !"
"Pasien baru bisa pulang besok paling cepat,jika pendarahan di kepala nya tidak berlanjut!"
"Baiklah,terimakasih sus!"
Perawat itu mengangguk nya,dan segera pergi meninggalkan tempat itu.
Toko dengan segala keperluan yang paling lengkap di Mesir.Saat ini El berada di tempat ini,ia sedang memberikan beberapa barang untuk di bawa pulang ke Indonesia.
El senang berbelanja di tempat ini,selain murah,barang nya juga lengkap,jadi El tidak perlu berkeliling tempat lain.
Dua jam telah berlalu.El menghabiskan banyak waktu untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga nya.
Merasa perut nya sedikit keroncongan,El singgah di restoran yang ada di dekat pusat pembelanjaan tersebut.
Duuuaaackkkhh!
"Aaah!"
Bugh!
Belum sempat El masuk ke dalam restoran itu,seseorang menendang nya dari belakang,sehingga membuat El tersungkur ke tanah.
El baru saja menoleh unt melihat orang yang baru saja memukul nya.
Dugh!
Dugh!
Orang itu terus saja menghajarnya.
"Naco,habisin dia!"Titah Pria itu.
"Baik Bos!"
Mendengar perkataan itu,El pun yang selama ini hanya diam saja,jika di hajar orang.Kali ini pun ia bangkit untuk melawan.
Duacckh!
El menendang Naco dengan tendangan yang begitu kuat,sehingga membuat Naco terlempar sedikit jauh dari tempat mereka berkelahi.
"Sialan"Teriak Bos Naco,sebelum nya masalah ini hanya melibatkan Naco.Tapi,pria ini malah melibatkan Bos mereka yang lain,tentu saja orang yang berkuasa di daerah itu.
Pria yang bertubuh kekar,dengan pakaian serba hitam,berjalan ke arah El.
"Kenapa Kalian memukul orang sembarangan ?"Tanya El,yang menyeka,darah di sudut bi bir nya.
"Kamu duluan yang mencari masalah dengan Kami,Kamu juga yang bertingkah sok jagoan !"Teriak Pria itu.
"Anda salah paham,Saya tidak pernah berurusan dengan kalian!"El berusaha untuk menjelaskan nya.Namun,Pria itu terlihat tidak mau mendengar ucapan El.
Pria itu langsung bergerak untuk menyerang El.
Dugh!
Dugh!
Duaacckhh!
El berhasil melawan,dan membuat Pria itu terjatuh.Naco yang melihat itu segera mengeluarkan senjata nya,dan menembak El.
Dor!
"Ugh!"
El memegang dada nya yang tertembak.El menatap ke arah mereka dengan tatapan nya yang terpaku.
"Ayo,lari!"Teriak Bos Naco,mereka semua meninggalkan El dalam keadaan terluka.
__ADS_1
Bugh!
El terjatuh ke tanah,di tempat yang tertembak mengeluarkan banyak darah.Semua orang datang untuk melihat tapi tidak ada yang berani untuk menyentuh.
"Panggilkan ambulance !"Teriak seseorang pemilik restoran tersebut.
Tak lama kemudian,mobil ambulance pun melaju membawa tubuh El ke rumah sakit.
Li-ma belas menit berlalu,rumah sakit yang sama dimana Al di rawat.
Dokter yang sebelum nya menangani Al,terlihat begitu heran,saat beberapa perawat mendorong hospital bed ke dalam ruangan operasi.
"Ini?"Dokter itu melihat ke arah perawat.Hanya saja ini perawat yang berbeda yang sebelum nya membantu Al.
"Pasien ini mengalami tembakan di dada nya,pelaku dan motif nya tidak di ketahui,seseorang membantu memanggil Ambulance,tapi tidak di ketahui siapa keluarga nya!"Pungkas Perawat tersebut.
"Bantu siapkan alat untuk melakukan operasi,setelah ini selesai,Kita bisa menghubungi keluarga nya!"
Perawat itu mengangguk nya,Operasi pun segera di lakukan.
Kantor polisi. . .
Jerry yang baru saja mendapat kabar tentang kecelakaan Al.Dia segera ke kantor polisi,karena mobil dan indentitas Al berada di kantor polisi.
"Terimakasih Pak!"Ujar Jerry bersalaman dengan Polisi tersebut.
"Tuan Jerry ini alamat rumah sakit,dimana Tuan muda di rawat!"Pengawal itu memberikan iPad kepada Jerry.
"Kita langsung pergi kesana,jangan biarkan berita ini di ketahui oleh publik!"
Mereka semua bergegas pergi meninggalkan kantor polisi,dan menuju rumah sakit.
Jerry sudah mengambil semua identitas milik Al,dan saat ini dompet Al ada bersama dengan nya.
"Apakah Kamu tidak bisa lebih cepat dari ini?"
Pengawal itu segera menambah kecepatan laju mobilnya,sehingga membuat Jerry bisa sedikit lebih tenang.Namun,ada ke khawatiran lain yang dirasakan Jerry,ia takut terjadi sesuatu dengan Al.
Tiba di rumah sakit,Jerry segera ke resepsionis,sembari bertanya tentang pasien.
"Pasien atas nama Albarak Xander!"Tanya Jerry.
"Tuan,keluarga pasien atas nama Elbarak Xander?"
"Benar!"
"Mari ikut saya!"Jerry segera mengikuti Perawat itu.
'Kenapa mereka memanggil Elbarak,apa karena identitas Al yang tertinggal di mobil?'
"Kami sudah mencoba hubungi pihak keluarga tapi tidak ada yang terhubung,untung saja Anda segera datang kemari!"Imbuh Perawat itu membuka pintu ruang UGD.
Jerry segera masuk ke dalam ruangan itu,dan melihat El yang berbaring lemah diatas ranjang pasien.
"Apa yang terjadi?"Tanya Jerry.
"Pasien mengalami luka tembak yang cukup dalam,sehingga pasien harus di rawat dengan begitu intens,saat ini pasien belum sadar,ia sudah pingsan sejak di bawa lari kemari!"
"Sus,Saya akan membawa nya kembali ke NY,Kami akan merawat nya dengan baik disana,tolong urus kepulangan nya!"
"Tapi,Tuan....."
"Saya akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu!"Sambung Jerry.
"Baik Tuan,mohon tunggu sebentar!"
Jerry mengangguk nya.
"Kalian semua,cari tau,siapa yang melakukan ini,siapapun itu jangan biarkan mereka bernafas sampai besok.Satu lagi,tekan semua kantor surat kabar,jangan sampai berita ini tersebar luas itu akan berbahaya untuk Perusahaan Kita!"
"Baik Tuan,Kami akan menyelesaikan semua nya sesuai yang Anda perintah!"
"Eeem"
Pengawal itu segera pergi meninggalkan ruang UGD.
Jerry merogoh ponsel yang ada di dalam saku celana nya.
"Hallo,Jerry!"
"Caston,sesuatu terjadi,seseorang telah menyerang Tuan Muda,Aku akan membawa nya pulang,siapkan beberapa perawat dan dokter terbaik di rumah utama,Aku akan merawat nya dirumah saja!"
"Kapan Kalian kembali?"
"Malam ini,jangan biarkan Nyonya Sandra tau!"
"Saya mengerti !"
Jerry segera memutuskan panggilan itu,beberapa perawat datang membantu El.
Setelah semua nya selesai,Jerry segera menarik selimut El untuk menutupi seluruh tubuh nya,agar tidak ada seorang pun yang tahu.Jerry tidak akan membiarkan berita ini di ketahui oleh musuh mereka.
Ceklek !
Mereka mendorong hospital bed tersebut menuju tempat parkir.
Joshua yang baru saja kembali dari kantin.Juga melihat mereka menuju parkir.Hanya saja itu tidak terlalu menarik perhatian Joshua.
Joshua kembali ke dalam ruangan dimana Al di rawat.
"Jo,dia sudah siuman!"Seru Ali,yang menghampiri Joshua di pintu.
"Eeeem"Joshua segera melihat keadaan Al.
"Bagaimana keadaan mu,apa yang kamu rasakan ?"Tanya Joshua,Al menatap Joshua dengan tajam,ia belum pernah melihat Joshua.Tapi,yang Al pikirkan saat ini adalah dia harus segera sembuh.
"Kepala Ku terasa begitu sakit!"
"Kamu baru saja mengalami kecelakaan,mungkin itu butuh waktu untuk sembuh,Aku sudah memesan tiket untuk Kita kembali,Aku akan mengantar mu sampai ke Indonesia,Papa mu juga dari tadi menelpon!"Ungkap Joshua.
'Indonesia?Papa?.Apakah orang ini mengenal keluarga Ku?Kalau benar ia,Aku akan menuruti semua nya,Aku tidak akan bertanya apapun,Aku sudah lama menunggu saat saat seperti ini!'
Al terus saja melihat ke arah Joshua.
"Umi Maryam,tidak apa-apa,saat ini dia ada dirumah sakit,Aku akan mengirim nya besok,Kami akan pulang bersama!"
"Jaga dia untuk Ku,saat Ku ketahui Ge sakit berteriak,Aku yakin kalau dia tidak baik-baik saja!"
"Dia sudah baik-baik saja saat ini Anda tidak perlu khawatir!"
"Terimakasih banyak Joshua!"
"Sama-sama!"
Tanpa sempat mengucap salam,ponsel Joshua mati karena kehabisan baterai.
Al mendengar semua percakapan Joshua dengan Maryam.
'Dia benar berbicara dengan seseorang,apa mereka keluarga Ku.jika ia Aku akan memilih untuk ikut.Aku akan meminta dia untuk segera membawa Ku pulang,jika tidak Jerry akan mengetahui keberadaan Ku disini,dan rencana ku untuk ikut orang ini akan gagal!'
__ADS_1
Joshua menghampiri Al,yang terus menatap nya.