
Ayin turun ke lantai dasar,di ruang tamu,masih ada Atika yang sedang menunggu nya.
"Atika"Seru Ayin,yang berjalan masuk ke dalam ruangan tamu.Atika berdiri,sembari menundukkan kepalanya memberi hormat.
"Duduk!"Titah Ayin,Atika segera duduk kembali.
"Untuk sementara,Kami masih membutuhkan jasa mu,untuk merawat Tuan Muda.Kami berharap Kamu tidak keberatan!"
"Tentu saja Saya tidak keberatan !"Sahut Atika seketika membuat Ayin mengerutkan dahi nya.
"Atika,dengan kondisi Al yang mungkin tidak banyak yang di ingatkan nya,Aku meminta tolong kepada mu jangan pernah memaksa nya,untuk bertanya tentang masa lalu Al.Biarkan saja seperti itu,Aku hanya tidak ingin membuat kondisi Tuan muda memburuk!"
"Saya mengerti,Anda tidak perlu khawatir,Saya pastikan Tuan muda dapat pulih secepat nya!"Atika tersenyum kepada Ayin,
"Kamu dapat menempati kamar di di dekat tangga,kamar itu kosong,dan satu hal lagi,tugas Kamu hanya untuk merawat Tuan Muda hingga sembuh,Kamu tidak di ijinkan untuk ikut campur dalam masa Tuan Muda yang lain!"Tegas Ayin,
"Saya mengerti!"Atika,kembali mengangguk nya.
"Atika,tolong perhatikan makanan apa yang disukai Tuan Muda,dan tidak disukai nya.Jangan membuat Dia marah,satu lagi,jangan terlalu dekat dengan nya,atau sering bersentuhan,Tuan muda tidak menyukai itu!"Tegas Ayin kembali,lalu berdiri dari tempat duduk nya.
"Kamu bisa membawa barang -barang mu ke kamar!"Sambung Ayin,lalu pergi meninggalkan Atika di ruangan tamu.
'Sabar Atika,tidak apa-apa mereka memperlakukan mu sebagai pengasuh,setidaknya tujuan mu menjadi dokter sudah tercapai,agar dapat masuk ke dalam keluarga ini,sebagai dokter Pribadi.Tidak sedikit waktu yang Kamu habiskan untuk belajar menjadi dokter,spesialis organ dalam,dan juga harus belajar menjadi dokter psikolog dalam waktu singkat,sungguh menguras tenaga Ku!'
Atika melamun di ruang tamu.
"Dokter Atika,mari Saya antar Anda ke kamar!"Seru Pak Kim,yang baru saja menghampiri Atika.
"Dokter Atika!"Panggil nya lagi,saat melihat Atika tidak bergeming.
"Dokter Atika!"
"I-Iya Pak Kim!"Sahut Atika,yang segera berdiri dari tempat duduk nya.Berjalan mengikuti Pak Kim menuju kamar nya.
__ADS_1
Dari jauh Ayin yang sedang mengobrol dengan Caston pun melihat ke arah Atika yang mengikuti Pak Kim menuju kamar bahwa dekat tangga.
"Ada apa?"
Ayin menggeleng,lalu melihat sang suami yang terus menatap nya.
"Aku sudah memeriksa latar belakang Atika,tapi tidak ada yang istimewa,dia seorang yatim piatu.Tapi,bisa lulus sekolah kedokteran terbaik di NY.Dan satu hal lagi dia seorang psikolog!"
"Aku juga berpikir begitu.Tapi,saat ini dia memenuhi kriteria dokter pribadi keluarga Xander,latar nya tidak penting asal dia mampu.Tapi,Kamu juga harus selalu mengawasi nya,tidak boleh lengah!"Titah Caston,Ayin mengangguk nya.
* * *
Pagi Hari . . .
Di dalam kamar El menyenderkan tubuh nya di sisi ranjang.Atika sedang sibuk menyiapkan obat untuk di minum oleh El.
"Tuan muda,mau makan bubur dulu,atau langsung nasi?"Seru Atika,mengambil nampan yang ada di atas meja sofa.
"Langsung nasi,Saya tidak mau makan bubur hari ini!"Jawab El dengan sopan,tapi tetap saja ucapan nya datar,dan cuek.
"Aku makan sendiri!"
"Tidak bisa,Nyonya Ayin,menyuruh Saya untuk merawat Anda dengan benar,jika tidak saya akan di salahkan !"
"Apa Anda tidak risih,selalu berada di dalam kamar saya?Kita bukan muhrim,kenapa harus selalu menghabiskan waktu bersama!"Cetus El,Atika melongo mendengar ucapan El.
"Tuan,Saya seorang dokter,merawat orang lain adalah tugas Saya.Apalagi Saya dokter Pribadi keluarga Tuan Muda,setelah dokter Lauren!"Ungkap Atika,melanjutkan untuk menyuapi El.
Atika mengarahkan sendok ke arah mulut El yang masih memalingkan wajahnya dari pandangan Atika.
"Tuan Muda,buka mulut Anda!"Titah Atika,dengan tegas.Namun,El tidak melirik nya.
"Letakkan disana,Aku akan makan nanti,tangan Ku tidak sakit,hanya dada ku yang sakit!"Ujar El,Atika menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Tuan muda,bisa kah Anda berhenti bersikap dingin seperti itu,Saya memiliki tugas disini untuk merawat Anda.Jangan memperdulikan Saya!"Atika berdiri di dekat ranjang El.
"Eeeem,Saya tidak sedang menyulitkan Anda.Namun,sebaliknya,Anda sedang menyulitkan Saya.Saya bisa makan sendiri,tidak berdua Anda menyuapi Saya!"Tegas El,yang tidak mau melihat ke arah Atika,walaupun hanya sedetik.
"Terserah Tuan Muda ajalah,Saya juga tidak mau memaksa!"Ujar Atika meletakkan piring nasi di atas ranjang.Dan meletakan susu hangat di atas nakas.
"Huuuff!"Atika segera berjalan ke arah balkon,dan ia menikmati pemandangan dari sana.
"YaAllah,maafkan Aku!"Gumam El,yang melihat memang pakaian yang di kenakan Atika tidak lah terlalu sopan,wanita ini hanya menggunakan baju dokter dengan rok pendek dan juga baju dinas nya.
Atika mengintip El yang sedang menikmati makanan nya.Bukan wajahnya saja yang tampan dan teduh,juga sejuk.Tapi,cara ia menguyah nasi di dalam mulut nya,bahkan bisa membuat seorang wanita seperti Atika melongo,terlalu lembut untuk di nikmati.
'Kenapa Dia berbeda dengan info yang ku dapatkan,katanya,dia pria yang kejam dan berhati baja.Bahkan tidak satu pun wanita dapat masuk ke kamar nya,keluarga ini sudah memecat ribuan dokter pribadi,saat Tuan Muda masih kecil!'
Melihat El yang sudah selesai makan,Atika segera berjalan menghampiri El,dan memberikan obat untuk di minum.
"Terimakasih "Ucap El.
"Haaah?"Atika nampak terkejut,mendengar ucapan itu,'Apa Aku enggak salah dengar?'
"Ada apa?"El kembali bertanya,kali ini ia melihat ke arah Atika yang sedang terkejut.
Ke dua netra itu kembali bertemu,bola mata yang indah,yang juga berseri,milik Pria dengan wajah nya kuning Langsat bersih,seakan -akan tidak ada satu pun noda di wajah nya.Terlalu bersih untuk seorang Pria seperti Tuan Muda.
"Astagfirullah!"El segera berpaling,dan bergumam.
"Tinggalkan kamar Saya!"Titah El.Atika tidak menjawab,ia segera meletakkan piring tersebut kembali ke meja sofa.
Atika tidak berkata apapun,ia segera menarik kursi roda milik El,dan mendorong nya agar lebih dekat dari ranjang Pria itu.
"Apa yang mau Kamu lakukan?"Tanya El,saat melihat Atika menyibak selimut milik nya.
El menggunakan piyama lengan panjang dan juga celana panjang.Atika melihat kaki El yang begitu bersih dan juga hampir setara dengan dia seorang wanita.Atikan menaikan ke dua alis nya.
__ADS_1
"Tuan muda,Anda harus berjemur di pagi hari,agar kondisi Anda segera membaik!"Atika segera mengambil infus yang ada di sisi ranjang.
"Tunggu!Saya tidak ingin berjemur,Saya mau disini saja.Tolong jangan sentuh saya!"Ujar El,yang melihat Atika tidak menggubrisnya.