Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
S2.Eps 31


__ADS_3

Berteriak di depan air terjun yang tinggi dan deras, suaranya dapat memekakkan telinga, dan tidak ada yang tahu saat itu seseorang sedang berteriak.


Berlari di tengah padang ilalang tinggi,dan pucuk-pucuknya lebih tinggi dari kepala agar tidak ada yang tahu bahwa seseorang sedang berlari disana.


Begitu juga saat ini yang sedang di lakukan oleh Al,dia tengah duduk di bawah hujan deras,di depan rumah nya.Al duduk di atas motor matic milik Alex sembari melamun,sesekali menatap langit yang tidak berhenti menumpahkan air matanya.


'Apa yang membuat Ku menangis?bukan karena Aku tidak dapat memiliki nya.Tapi,Aku menangis Aku tidak berhak jatuh hati dan menaruh harapan pada nya,masih ada saudara Ku yang saat ini sedang memperjuangkan cinta mereka,agar mereka kembali,dan menyatu dalam ikatan yang sakral'


Al sengaja menangis di bawah hujan,agar tidak ada yang tahu,kalau saat ini ia sedang menangisi perasaan nya yang tidak dapat di utarakan.


"Al,apa yang Kamu lakukan disini?"Alex kembali menegur sang anak.Mereka telah tiba di rumah beberapa menit yang lalu.Namun,Al tidak mendengar suara klakson mobil Alex.


"Papa,kapan Anda kembali?"Al malah berbalik bertanya kepada Alex.


"Aku sudah kembali lima menit yang lalu.Ayo masuk,sedang apa disini,Kamu bisa sakit!"


Al mengangguk nya,lalu ikut masuk ke dalam bersama dengan Alex.


* * *


Saat malam tiba. . .


Alex dan Maryam sudah duduk di meja makan,Maryam menyiapkan makan untuk Alex,sembari menunggu Al datang.


"Dimana Al,kenapa belum kemari?"Tanya Maryam,


"Coba di cek di kamar,mungkin ketiduran !"


"Eeeem"Maryam segera pergi untuk memanggil Al di kamar nya.


Tok..Tok..Tok..


"Sayang,Abang Al!"Panggil Maryam lembut.Namun,tidak ada suara nya.


"Abang Al"Panggil nya lagi,masih tidak ada tanggapan,itu saja sudah membuat Maryam begitu cemas.


Melihat Maryam yang tak kunjung kembali,Alex pun menyusul sang istri.


"Bagaimana ?"Maryam menoleh,melihat sang suami yang menghampiri nya.


"Tidak ada jawaban !"


"Biar Aku yang memanggilnya!"


"Al,ayo makan sama!"


Melihat tidak ada jawaban,Maryam meminta sang suami untuk langsung membuka nya.


"Tidak di kunci sayang!"Ujar Alex,saat memegang handle pintu kamar Al.

__ADS_1


"Di buka saja mas,Aku takut ada apa-apa!",


Ceklek !


Alex segera membuka pintu kamar Al,dan benar saja,Al terbaring di tempat tidur.Maryam menghampiri sang anak yang berbaring lemah di atas tempat tidur.


"Sayang!"Panggil Maryam menyentuh pipi Al.


"Mas,demam!"Maryam menatap Alex yang berdiri di belakang nya.


Alex pun ikut menyentuh dahi Al,dan benar saja demam nya begitu tinggi.


"Bagaimana ini mas?"Maryam begitu panik,baru pertama kali ia melihat Al sakit saat tinggal bersama dengan nya.


"Aku akan membeli obat di apotik,Kamu bantu kompres ya,biar demam nya turun "


"Baik Mas!"


Maryam segera mengambil air untuk mengompres Al,sementara Alex pergi untuk membeli obat.


Maryam memegang tangan Al dengan erat,sesekali memanggil nama Anaknya.Maryam teringat bagaimana waktu Al kecil saat ia sakit,pasti lebih parah dari ini,itu saja sudah membuat Maryam merasa begitu bersalah.


Tak lama berselang beberapa jam,Alex telah kembali,ia membawa 'kan obat demam untuk Al.


"Mas,kenapa lama sekali?"Tanya Maryam,saat Alex telah tiba.


Alex segera memberikan obat tersebut kepada Maryam.


"Umi"Lirih Al,yang mulai membuka mata nya perlahan,Alex segera duduk di tepi ranjang.


"Al,ayo duduk dulu,Papa sudah beli obat demam untuk mu!"


Dengan tubuh yang masih lemah,Al berusaha untuk bersandar di atas kasur,dengan di bantu oleh Alex.


"Ini nih,akibat nya kalau suka main hujan!"Marah Maryam,yang tidak bisa tidak khawatir dengan anak nya.


"Sayang,apa yang Kamu katakan,berikan obat nya Kepada Al,supaya dia bisa istirahat!"Sambung Alex,Maryam segera memberikan obat yang ada di tangan nya kepada Al,dengan di bantu Alex Al segera meminum nya,lalu beristirahat kembali.


"Mau Umi temani?"Tawar Maryam yang masih khawatir.


"Al,baik-baik saja Umi,Al akan tidur kembali"


Mengetahui Al,sudah mulai membaik,dan minum obat,Alex dan Maryam segera keluar dari kamar Al.


***


Ke esokan pagi nya. . .


Alex yang sedang duduk di depan teras,sembari menikmati secangkir kopi,dan menatap pemandangan indah di samping rumah,terlihat bukit yang di tutup kabut setelah hujan semalaman.

__ADS_1


"Mas!"


"Di luar Sayang"Sahut Alex,mendengar suara Maryam yang terus memanggil nya.


"Mas,Kamu enggak pergi ke tempat pelatihan ?"


"Enggak,mau istirahat saja.Kamu sendiri,kenapa belum bersiap-siap?enggak jualan?"


"Hari ini mau di rumah saja,takut ada apa-apa sama Al!"Ungkap Maryam.


"Al udah besar,bukan anak kecil lagi,yang harus di takuti!"Timpal Alex.


"Nama juga seorang ibu,mana bisa enggak khawatir sama Anak !"Maryam duduk di sebelah sang suami.


"Ada apa ?Mas terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu?"Sambung Maryam lagi.


"Gak ada,Aku hanya teringat akan El,bagaimana dia hidup disana ?"


"Ayolah Mas,Kita jemput!"Maryam memegang lengan sang suami.


"Eeeemm"Alex mengangguk nya.


"Tunggu urus Mas disini selesai,Aku akan menjemput nya!"Sambung Alex.


Alex menarik Maryam dalam pelukan nya.


"Eh,Al,sudah membaik?"Tanya Alex saat melihat Al yang berdiri di ambang pintu.


"Sudah Pa"Jawab nya sembari tersenyum,lalu duduk di sisi lain di kursi single.Alex menatap Al dengan begitu dalam,Alex mengerti apa yang di rasakan Al saat ini.


"Mau sarapan sekarang sayang?"Tanya Maryam.


"Nanti saja Umi,hari Al mau liat pemandangan itu dulu,seperti nya indah ya pah"Sembari melirik ke arah pegunungan.


"Begitu lah Al,semakin di tutupi kabut,semakin terlihat indah pemandangan nya dari sini,semakin kita tutupi rasa itu semakin terasa rindu di hati!"


Al segera menatap Alex,saat mendengar ucapan terakhir Alex,begitu juga Maryam segera melirik sang suami.


"Apa yang mas katakan !"


"Bukan kah Kamu bilang rindu El,kan Aku hanya bilang perumpamaan saja"Sembari melirik ke Al,Pria ini segera memalingkan wajahnya saat sang Ayah menatap nya.


"Eeeemm"Maryam menyempitkan mata nya menatap sang suami,Alex segera melemparkan senyuman smirk,untuk mengalihkan pandangan Maryam.


"Pah,Umi.Al satu Minggu lagi akan kembali ke NY.Seperti nya Aku harus kembali kesana,masih banyak pekerjaan yang belum Ku selesaikan disana!"Ujar Al,melihat ke arah Maryam dan Alex.


"Al,apa tidak seharusnya Kita tinggal sama-sama disini?"


"Tidak Umi,Al masih banyak urusan yang harus Al kerjakan,jika nanti Al mau menikah Al akan pulang dan perkenalkan calon istri Al kepada Umi dan Papa"Al tersenyum kecut ke arah ke dua orang tua nya.Seketika suasana jadi silent saat mendengar ucapan Al.

__ADS_1


__ADS_2