Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Keromantisan Alex&Maryam 3


__ADS_3

Wanita itu segera berbalik,saat mendengar Maryam menghinanya.


"Kamu ngatain saya tidak waras?"Wanita itu menatap tajam ke arah Maryam.


"Saya sudah berbicara dengan sopan terhadap Anda,tapi Anda malah menghina saya!"Sahut Maryam dengan lantang.


"Apa maksud mu berkata begitu?Haah?Kamu belum tau siapa suami Saya?"Wanita itu semakin menantang Maryam,dan bertingkah begitu sombong.


"Suami Saya yang mengelola tempat ini!"Sambung Wanita itu lagi dan berdiri sembari berkacak pinggang di depan Maryam.


"Memang nya kenapa?siapapun punya hak untuk berbelanja disini,jika semua orang bisa menerobos antrian,untuk apa harus ada peraturan mengantri kalau memang bisa langsung menerobos nya !"


Maryam menunjuk ke arah papan yang ada tulisan wajib mengantri.


"Tapi Saya sudah biasa seperti ini,peraturan itu hanya berlaku bagi kalian asisten rumah tangga saja.Jangan salah 'kan tempat ini,salah 'kan saja diri Kamu sendiri,kenapa terlahir sebagai babu orang lain!"Ketus Wanita itu dengan tajam.


"Siapa yang Kamu panggil babu,apa Kamu sedang mengatakan diri Kamu sendiri?seperti nya Kamu yang terlihat seperti babu!"Maryam juga tidak tinggal diam,ketika ada yang menghina nya.Dia membantah dengan tegas semua ucapan orang lain.


Entah kenapa akhir-akhir ini,Maryam tidak dapat mengontrol emosi nya.Apalagi sejak mengandung,Maryam terlihat begitu sensitif.


"Oh..Oh..Liat lah,wanita ini,entah siapa yang membawa Asisten yang tidak punya etika kemari !"Ujar Wanita itu melipatkan ke dua tangan nya di dada,sembari berlenggak lenggok di depan Maryam.


Tentu saja ucapan Wanita itu mengundang banyak perhatian orang di sekitaran Mereka.


"Nona,tolong Kalian berhenti bertengkar,jika Kalian mau ribut sebaik nya lakukan di luar toko.Karena Kalian menganggu pembeli yang lain!"Ucap pelayan toko mencoba melerai pertikaian itu.


"Kalau Kamu mau usir,noh usir aja wanita yang enggak jelas ini,paling juga Asisten rumah tangga!"Ketus Wanita itu yang tidak mau sedikit pun mengalah.


"Siapa yang Kamu sebut Asisten rumah tangga?"


Semua orang menoleh secara bersamaan ke arah sumber suara.


Alex segera menghampiri sang istri dan merangkul pinggang nya dengan mesra.


Tentu saja sikap Alex itu mengundang banyak orang,tidak sedikit dari mereka mengagumi sikap Alex yang romantis dan baik.


"Mas,kenapa Kamu disini?"Bisik Maryam.


"Tentu saja Aku datang kemari untuk melihat orang yang menghina istri Ku!"Tegas Alex,menatap nyalang ke arah wanita itu.


Perempuan itu terlihat gugup dan takut,saat netra nya dan netra Alex saling bertemu.Sungguh belum ada orang yang mampu menantang pandangan dari netra Alex.


"Saya!"Ketus wanita itu,melangkah lebih dekat dengan tempat mereka berdiri.

__ADS_1


"Jadi Kamu!"Alex menaikan satu alis nya.Sembari menatap ke arah wanita itu dengan tatapan menjijikan.


"Siapa yang mengijinkan wanita murahan datang kemari?"Ucap Alex dengan sinis.


"Mas!"Maryam mencoba menghentikan Alex,ia tidak ingin terjadi kekacauan.


"Siapa yang Kamu sebut Wanita murahan.Tempat ini suami Aku yang kelola!"Ujar Wanita itu dengan sopan.


"Heeh"Alex membuang pandangan nya dari wanita itu.


"Tuan,ini berkas nya,dan sudah di tanda tangan !"Ujar Ayin,yang baru saja datang.


"Yang bukan pemilik toko ini silahkan tinggalkan tempat ini,Kalian bisa kembali berbelanja setelah Kami selesai!"Titah Alex.


"Mas,apa yang Kamu lakukan?"Maryam sedikit khawatir dengan orang-orang yang sedang berbelanja.


"Aku tidak ingin keselamatan dan kenyamanan mu terganggu,biarkan mereka kembali setelah Kita pergi!"Alex memegang pipi Maryam.


"Apa yang Kamu tunggu,cepat keluar!"Teriak Alex dengan keras,Wanita itu terkejut,dengan raut wajah kesal lalu pergi meninggalkan tempat itu.


"Tuan,kalau Anda mau berkunjung kenapa tidak mengabari Kami,setidaknya Kami bisa memilih buah yang segar untuk Anda!"Ujar Seorang manager yang baru saja keluar dari ruangan nya.


"Saya beri kesempatan sekali lagi,jika terulang lagi,Kalian semua di pecat,sediakan fasilitas untuk ibu hamil,seperti beberapa kursi dan meja untuk beristirahat"Titah Alex,semua pelayan toko dan manager,menundukkan kepalanya .


Ayin,mengambil alih troli yang ada di tangan Maryam,dan segera melakukan pembayaran.Meskipun mereka menolak untuk mengambil nya.Namun,Maryam tidak memperbolehkan nya,tetap harus di bayar meskipun toko sendiri.


"Apa Kamu lelah?"Alex mengangkat ke dua kaki Maryam ke atas pangkuan nya,lalu memijit ke dua kaki Maryam dengan sangat lembut.


"Sayang,kaki mu terlihat bengkak!"Imbuh Alex dengan panik.


"Benar,kadang membuat Aku susah untuk berjalan !"


"Apa perlu menyediakan kursi roda di rumah?"


"Mas,Aku enggak lumpuh,Aku masih bisa jalan !"Sahut Maryam dengan tegas.


"Aku cuma khawatir pada mu!"


Tanpa terasa mereka telah tiba di rumah utama,Ayin segera membelokkan rumah dan masuk ke gerbang utama,setelah menekan tempat control,gerbang akan terbuka sendiri.


Ceklek !


Ayin membuka pintu untuk Alex dan Maryam,ke dua nya segera turun.

__ADS_1


Alex dengan sengaja mengendong Maryam ke dalam.


"Mas,Aku bisa jalan sendiri!"


"Aku mengendong kalian semua nya secara bersamaan!"Ujar Alex sembari tersenyum.


Alex menurunkan Maryam di depan ruang tamu,disana ada sofa santai.


"Nyonya apa mau makan buah?biar Aku bawa beberapa biji kemari?"Tanya Ayin,sebelum semua buah di bawa ke dapur.


"Mau mangga sama pisang ya!"


"Baik Nya,mau segelas susu?"Tawar Ayin lagi,ia tahu mungkin Maryam kelelahan.


"Boleh deh!terimakasih Ayin !"


"Eeeem"Ayin mengangguk,lalu bergegas ke dapur.


Pak Kim,keluar dari dapur menghampiri Alex.


"Tuan,tadi lima menit sebelum Anda tiba,Tuan King menelpon!"


"Eeem,apa yang ia katakan?"Sahut Alex,tanpa menoleh,yang sedang menggosok kaki Maryam dengan minyak urut.


"Tuan Besar,bertanya tentang Tuan Muda,apa sudah ada kabar?"


"Aku akan menghubungi nya nanti!"


"Baik Tuan,Saya permisi!"


Alex mengangguk nya,masih dengan posisi semula.


"Mas"Maryam memegang bahu Alex,yang sedang berjongkok di depan nya.Pria ini mendongakkan kepala nya,melihat sang istri.


"Apa tidak seharusnya,Mas memeriksa ke sana?untuk memastikan keadaan Albert?"


"Kalau Aku pergi kesana,bagaimana dengan mu?"Alex khawatir dengan kondisi Maryam.


"Aku akan baik-baik saja mas,tidak perlu takut !"Timbal Maryam.


Alex berpikir sejenak,dengan jawaban Maryam.


"Tapi,Aku tidak ingin pergi,karena Aku yakin Albert baik-baik saja,malah ia setara dengan Jerry,meskipun usianya masih tergolong muda!"Pungkas Alex,kini duduk di sebelah sang istri.

__ADS_1


Vote+beri hadiah,


dukung author di novel iniโœŒ๏ธ๐Ÿ˜˜


__ADS_2