
Maaf jika banyak Typo
di tunggu vote+hadiah,see you
Abizar selaku Tuan rumah,menyuruh semua para tamu untuk mencicipi makanan penutup yang sudah di sediakan oleh pelayan.
"Untuk semua para tamu undangan terimakasih sudah hadir di acara keluarga kami ini,Saya selaku Tuan rumah sangat -sangat berterimakasih,mari bersulang untuk penutupan acara ini !"Semua orang yang ada di meja makan mengangkat gelas mereka untuk bersulang menghormati Tuan rumah.
Setelah semua nya menikmati makanan penutup,Abizar segera membuka suara menyampaikan niat nya untuk semua tamu yang hadir.
"Di hari yang berbahagia ini,saya ingin menyampaikan niat baik saya,yaitu kamu sekeluarga ingin menjodohkan Khadijah,dengan Tuan Muda El,dari keluarga Xander!"Ungkap Abizar,tentu saja membuat El terkejut,sebelumnya mereka tidak pernah memberitahu El inti dari acara malam ini.
Terlihat senyuman manis dari raut wajah Khadijah,betapa bahagia nya ia saat mengetahui jika orang tua nya akan melamar El untuk calon suami nya.
Semua orang terlihat bahagia,apalagi dari keluarga Nyonya Ming Hao,ibunya sangat senang karena mengetahui jika El berasal dari keluarga yang berada juga.
"Selamat untuk Khadijah dan juga untuk Tuan Muda El!"Seru Dante,mengangkat gelas anggur yang ada di tangan nya.El masih bingung,ia merasa ini terlalu cepat untuk nya.
Ting!
Sendok di tangan Siti terjatuh,semua orang melirik ke arah Siti dengan tatapan sinis Meraka.Hanya beberapa orang yang melihat nya dengan cara biasa.
"Saya akan kembali ke dapur,Raja terimakasih hidangan nya,permisi!"Siti segera pergi meninggalkan meja makan keluarga Abizar.El sempat menoleh ke arah wanita itu yang pergi dengan tergesa-gesa.
"Saya rasa,acara malam ini sudah cukup sampai disini,Saya harus kembali ke hotel,karena besok pagi saya akan kembali ke NY!"Ungkap El,yang tiba-tiba berdiri.Semua orang menatap nya dengan heran,El belum memberi pendapat nya tentang perjodohan ini,bahkan El belum mengatakan kalau ia setuju atau tidak nya menerima lamaran tersebut.
"Tunggu,Tuan muda,apa pendapat Anda tentang perjodohan ini?"Tuan Abizar memastikan kembali jawaban dari El.
"Mohon maaf untuk seluruh keluarga,mungkin ini terlalu cepat untuk saya menerima nya,saya belum bisa memutuskan.Tuan Abizar tau,saya baru saja mengalami gagal nya pernikahan,mungkin akan sulit bagi saya untuk langsung melupakan kejadian itu.Saya permisi dulu,Assalamualaikum!"El segera pergi meninggalkan meja makan,Khadijah menatap nya dengan sendu,ia sedih El telah menolak nya.
"Berani sekali dia menolak cucu saya,dia tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?"Teriak ibu dari Ming Hao,mertua nya Abizar.
"Ibu,tenang lah,ini tidak seperti yang Anda pikirkan,ini salah kami karena tidak berdiskusi dengan nya lebih dulu!"Ming Hao mencoba menenangkan sang ibu.
"Khadijah,are you oke?"Dante menepuk pelan bahu sang ponakan,Khadijah melirik nya lalu tersenyum dan mengangguk pelan.
"Baiklah,untuk acara malam ini Aku rasa cukup disini dulu,untuk perjodohan ini,Abizar seharusnya kamu meminta saran dari Tuan Alex!"Saran Dante yang berdiri dari tempat duduk nya.
"Aku akan pergi ke kamar!"Khadijah seperti pergi meninggalkan meja makan,ia berlari menuju kamar nya yang ada di lantai dua.
Abizar juga sadar kalau cara nya itu salah,selain membuat El tersinggung,ia juga sudah mempermalukan sang anak.
* * *
Tiba di Hotel. . .
Ceklek !
El membuka pintu kamar nya,ia berjalan ke arah ranjang,dan duduk di tepi ranjang.
Drrt..Drrt...
Ponsel El terus saja bergetar,itu Alex yang menelpon nya.
"Assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam !"
"El..."Lirih Alex.
"Iya Pah"Sahut El,
"Apa semua baik-baik saja?"
"Eeemmm,tidak !"Jawab El dengan tegas,
"Kenapa?kenapa kamu belum bisa menerima Khadijah?apa kamu belum bisa mengikhlaskan Aisyah ?"Pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Alex,Maryam yang mendengarkan itu,segera mencubit lengan suami nya.
"Bukan begitu pah,entah kenapa ada sejuta rasa ragu di dalam hati ku untuk menerima pinangan dari keluarga Tuan Abizar.Pah,Khadijah wanita yang baik, dia juga wanita yang Sholehah,bahkan ia tidak pernah membedakan pelayan,ia menghargai semua orang yang ada di sekitar nya.Namun,ada rasa ragu dalam diri ku untuk menerima nya,Aku takut tidak bisa mencintai nya lebih dari seorang teman,Aku tidak pernah berpikir atau menganggap nya sebagai calon istri ku,Aku hanya menganggap nya sebagai teman saja,tidak lebih!"Ungkap El,Maryam juga ikut mendengar,
"Sayang,sholat lah istikharah sayang,minta petunjuk sama Allah,umi tidak memaksa kamu untuk secepat nya menikah,tapi umi hanya memberi yang terbaik untuk kamu.Kamu harus ingat,yang jalani ini semua kamu,yang membina rumah tangga kelak juga kamu,pernikahan ini harus terjadi sekali seumur hidup,umi berharap kamu memilih orang yang tepat sayang,soal jodoh itu sudah kehendak Allah,sholat lah istikharah,semoga Allah memberi petunjuk kepada mu sayang!"
__ADS_1
"El mengerti umi,jika El sudah mendapatkan jawaban nya,El akan segera memberitahukan umi,ingat,El tidak akan bertunangan,tapi El akan segera menikah,jika El sudah yakin!"Tegas El,
"Baiklah sayang,Umi tutup dulu,karena umi mau membantu Papa mu untuk ke kamar mandi!"
"Baik Umi,Assalamualaikum !"
"Waalaikumsalam !"Panggilan itu terputus.El segera meletakan ponsel nya kembali di atas nakas.El membaringkan tubuh nya sebentar di atas ranjang,sembari menatap langit-langit kamar,El berusaha untuk membayangkan wajah Khadijah.Namun,tetap saja El tidak bisa,ia segera memejamkan matanya.
* * *
Jam 01:00,
El baru saja menyelesaikan sholat istikharah nya,El sudah meminta petunjuk sama Allah,El yakin,ia akan segera mendapatkan jawaban nya.
El kembali naik ke atas ranjang,sembari menunggu waktu sholat subuh,El mengambil buku dan beberapa bacaan yang ia bawa.
Tepat jam,03:50,sebentar lagi sudah mau masuk waktu sholat subuh,El segera turun dari ranjang nya,ia keluar dari kamar hotel dan menuju lobi.
Tiba disana,banyak sekali orang-orang yang bersiap-siap untuk pergi menuju masjid Al-Azhar.
Di depan masjid al-azhar,El kembali mengelus dada nya,El ingin segera mengetahui jawaban dari doa -doa nya itu,El tidak ingin dirinya juga gelisah,bahkan semua orang saat ini menantikan jawaban nya.
Begitu sholat subuh selesai,El sempat mendengar 'kan beberapa tausiah dari ustaz di masjid Al-Azhar,disaat El hendak pulang,ia mengenakan sendal nya.
"Saya jarang melihat Anda disini,apa Anda berasal dari negara lain?"El menoleh,mendengar seseorang yang berbicara dengan nya.
"Benar,saya berasal dari Indonesia,dulu saya pernah meniti ilmu disini,dan kembali ke Indonesia,hari ini tujuan saya kemari untuk menghadiri undangan seseorang!"Ungkap El,dengan ramah.
"Anda terlihat gelisah,apa Anda sedang memiliki masalah?lebih tepat nya masalah hati!"Tebak ustaz yang dari tadi berbicara dengan El.
Mendengar ucapan sang ustaz membuat El tersenyum."Apa pertanyaan saya benar?apa yang membuat kamu ragu?bukan kah dia termasuk dalam kategori wanita Sholehah?ia memiliki ilmu yang tinggi,ia juga berasal dari keluarga yang berada,ucapan nya santun,pribadi nya baik,sikap nya lembut?apa yang membuat kamu ragu?"El kini menatap netra ustaz itu,seolah-olah yang ia bicarakan semua nya benar tentang Khadijah,tapi siapa El kenapa ia bisa meragukan orang seperti khadijah ?
"Saya hanya manusia biasa,saya hanya mampu merencanakan semua nya.Namun,hanya Allah yang punya hak untuk menentukan nya!"Ujar El,ustaz itu tersenyum mendapati jawaban dari El.
"Semua jawaban nya ada disini"Ustaz itu menunjukkan hati El,lalu ia berpamitan sama El untuk kembali ke rumah nya.
El memegang dada nya kembali,pandangan nya masih melihat ke arah ustaz yang tadi berbicara dengan nya,dan kini ustaz tersebut telah pergi meninggalkan El.
Beberapa menit kemudian,El kembali ke hotel,dengan perasaan yang masih gelisah,El tidak dapat berpikir,bahkan beberapa kali Tuan Abizar mencoba menghubungi nya.El mengabaikan panggilan telepon itu.
"Tunggu,siapa nama mu,ijinkan Aku mengetahui nama Anda!"Teriak El,yang berdiri di depan sebuah mesjid yang ada di Mesir.Wanita itu,menoleh ia hanya mengangguk dan tersenyum terlihat dari netra nya berwarna biru.Wanita tersebut memakai baju serba hitam,ia terus saja melangkahkan kaki nya,mengabaikan El yang terus mengejar nya dari belakang.
"Tunggu,Ukhti,ijinkan saya untuk mengetahui nama Anda!"Teriak El lagi,saat melihat sosok bayangan itu yang terus saja menjauh saat ia kejar.
"Aaah,Astagfirullah!"El terbangun dari mimpi nya,ia mengusap kasar wajah nya.
"Kenapa semakin Aku kejar,ia semakin menjauh,apa benar Khadijah lah jawaban dari atas doa-doa ku?"Gumam El yang duduk diatas ranjang.
Drrt..Drrt..Drrt..Ponsel El berdering,Alex kembali menelpon nya.
"Assalamualaikum !"
"Waalaikumsalam,umi!"El meletakkan ponsel tersebut di kuping nya.
"Sayang,apa kamu baru bangun?"Maryam mendengar suara El yang lain.
"Eeemmm,habis sholat subuh,El istirahat sebentar,Umi,seperti nya,El sudah tau jawaban dari atas doa-doa El!"
"Katakan pada Umi,apa yang ingin kamu katakan!"
"Bismillah,El sudah siap untuk memperistri 'kan Khadijah Umi.Namun,El mohon Umi jangan dulu,memberitahu keluarga Tuan Abizar,Umi dan Papa datang lah kemari,nanti El akan memberitahukan semua nya pada Umi!"
"Alhamdulillah,jika itu jawaban El,Umi senang,berapa mahar yang El minta Umi akan siapkan"
"Soal mahar,kita bahas disini,Umi dan Papa datang lah kemari,kita akan membahas nya disini!"Ujar El,
"Baik,Umi mengerti,Umi akan memberitahukan Papa mu,Assalamualaikum"
"Eemmmm,Waalaikumsalam"
Maryam meletakkan ponsel tersebut di atas nakas,setelah panggilan itu terputus,lalu ia menghampiri sang suami di balkon kamar.
__ADS_1
"Apa jawaban dari El?"
"Alhamdulillah,akhir nya kita dapat tidur dengan nyenyak,El sudah siap untuk menikahi Khadijah,Mas,kita di minta El untuk datang ke Mesir!"Ujar Maryam dengan perasaan bahagia nya.
"Mesir?"Ulang Alex,Maryam mengangguk nya dengan cepat.
"Bersiap lah,Aku akan menelpon Jerry untuk mempersiapkan jet pribadi kita,bukan kah Mesir adalah impian mu dulu?"
Maryam tersenyum,"Mas,sebagai mana Aku merencanakan nya tetap Allah lah yang punya kuasa,ini mungkin sudah takdir dan jalan jodoh ku bertemu dengan mu !"Alex menarik Maryam ke dalam pelukan nya.
"Terimakasih,sudah mau menjadi wanita terindah dalam hidup ku!"Alex mengecup kening sang istri dengan lembut,lalu ia meminta Maryam untuk bersiap-siap.
* * *
Seperti biasa El selalu datang ke masjid Al-Azhar untuk melakukan kewajiban nya,baik sholat subuh atau sholat dzuhur.Setelah selesai sholat,El mendapatkan pesan,kalau ke dua orang tua nya telah tiba di Mesir,El berniat untuk datang menjemput mereka.
El berdiri di pintu gerbang,mengingat ini pertama kali bagi Maryam datang ke Mesir,El berniat untuk membelikan roti Fatir untuk sang ibu.El segera menyebrang jalan,untuk pergi menuju toko roti yang terdapat di sekitar sana.
"Tuan awas..!"Teriak seseorang,El yang tidak memperhatikan jalan saking bahagia nya,ia tidak melihat ada kendaraan yang sedang melaju ke arah nya.
Dugh !
Seorang wanita mendorong tubuh El hingga ia lolos dari maut.Namun,naas nya kini ia yang tertabrak menggantikan El.
"Tuan Anda tidak apa-apa?"Tanya seseorang yang mencoba membantu El untuk berdiri.
"Saya tidak apa-apa,hanya luka lecet saja!"El segera berdiri,lalu ia melihat kearah jalan yang sedang banyak dikerumuni oleh orang di sekitar sana.
"Orang yang menyelamatkan Anda ada disana!"Ucap Pria yang tadi menolong El unt berdiri.Tanpa menunggu lama,El segera pergi untuk melihat nya.
"Si-siti?"Gumam El.
"Tolong panggilkan ambulance,ia butuh pertolongan!"Ujar El,yang kini memeriksa denyut nadi Siti.
Dari kepala nya mengeluarkan banyak darah.Tak lama kemudian sebuah ambulance juga tiba disana,dua orang perawat mengangkat tubuh siti ke tandu,dan mendorong nya ke dalam mobil ambulance,El sendiri juga ikut masuk sebagai orang yang bertanggung jawab atas korban.
Bunyi sirine menggemparkan jalan itu,terlebih lagi,sudah lama di tempat itu tidak pernah terjadi kecelakaan.
El segera mencoba menghubungi Khadijah,El ingin meminta Khadijah untuk datang ke rumah sakit,bagaimana pun Siti adalah pelayan Khadijah,dan Khadijah berhak tahu.
Namun,panggilan El tidak terhubung,Khadijah tidak mengangkat nya,El terus saja menatap netra yang terpejam itu,dengan wajah yang masih tertutup rapat oleh cadar,darah terus saja mengalir dari kepala nya.dan juga ada beberapa goresan dari lengan siti yang menyebabkan tangan nya berdarah.
Tiba di rumah sakit,El segera turun dan dua orang perawat itu mendorong hospital bed Siti ke arah ruang ICU.
"Tuan mohon tunggu di luar!"
"Dok,lakukan yang terbaik,saya yang bertanggung jawab atas biaya nya!"
"Saya mengerti,tunggu lah disini!"El mengangguk,ia mencoba menghubungi kembali Khadijah.Namun,panggilan itu belum terhubung.
Drrt...Drrt...
"Umi.."Lirih El sedikit gemetar.
"Assalamualaikum El!"
"Waalaikumsalam Umi!"
"Umi dan Papa mu sudah tiba di bandara,kamu dimana?"
"Umi,El tidak bisa datang menjemput Umi,saat ini El sedang berada di rumah sakit internasional As-Salam !"
"Siapa yang sakit El?"Tanya Maryam dengan suara yang sedikit keras,sehingga membuat Alex menoleh ke arah Maryam yang duduk tidak jauh dari nya.
"Dia pelayan khadijah,dia..."
"Tunggu Umi dan Papa akan datang kesana"Sambung Maryam,menyela ucapan El.
"Baik"Maryam segera memutuskan panggilan itu,tanpa memberi salam,membuat El mengerutkan dahi nya.
Melihat Khadijah tidak menjawab panggilan nya,El segera mengirim pesan singkat untuk Khadijah.
__ADS_1
[Siti berada di rumah sakit internasional As-Salam,ia sedang di tangani oleh dokter,datang lah kemari !]
Pesan singkat itu berhasil terkirim kepada Khadijah,El menunggu di luar ruangan ICU.