
Alex memikirkan sesuatu saat mendengar nama itu.
"Aku akan mengurusnya nanti malam,abaikan saja pesan itu!"
"Ayin mengangguk nya!"
"Tuan Kita kemana lagi?"
"Kembali ke rumah utama,Aku ingin makan malam dirumah,dan Kalian bisa langsung pergi mencari bab*panggang!"
"Baik Tuan!"
Caston segera melaju kan mobil kearah jalan pulang rumah utama.
"Tuan,Tuan King mengirim email!"
Ayin menoleh.
"Apa yang Dia katakan?"
"Tuan King mengundang Anda untuk pulang!"
"Katakan Aku akan pulang akhir bulan!"
Ayin mengangguk nya.
"Menyebalkan sekali!"
Gumam Alex.
Lalu Alex menyenderkan kepala nya di jok mobil.
Rumah Utama..!
Maryam sedang berada di kamar nya,dan ia juga baru selesai mandi,dan sudah berpakaian rapi,namun belum siap mengenakan cadar nya.
Tok..Tok..Tok..
"Nyonya ini saya,Pak Kim!"
"Iya Pak!"
Sahut Maryam,di balik pintu kamar.
"Malam ini Anda mau makan apa?"
Tanya Pak Kim.
"Utamakan kesukaan Tuan Alex,saya bisa mencoba nya !"
"Baik Nyonya!"
Pak Kim segera turun kembali tanpa bertemu dengan Maryam.
Mendengar suara Pak Kim sudah hilang,Maryam pun kembali ke meja rias.
Maryam mulai merias tipis wajahnya,sekedar untuk menyambut suami nya pulang nanti.
Setelah merias,ia kembali membual buku usang yang ia simpan di laci,Maryam kembali membaca buka itu,tanpa sadar ia telah membaca nya selama dua jam.
Tok ...Tok..Tok..
"Sebentar!"
Maryam segera menyimpan buku itu ke laci saat mendengar ketukan pintu kamar.
Ceklek !
"Mas!"
Maryam kaget,Alex sudah berada di depan kamar.
__ADS_1
'Wangi sekali!'
Alex menci um aroma yang terus menggoda dirinya.
Maryam menyalami tangan Alex,Pria itu seger a masuk kedalam kamar.
Maryam membantu melepaskan jas mantel yang di kenakan Alex.
"Mau mandi dulu,atau istirahat sebentar?"
Tanya Maryam.
"Langsung mandi saja!"
Maryam segera mendekat,saat Alex berdiri tidak jauh dari Nya.
Maryam mencoba melonggarkan dasi yang di kenakan Alex,lalu tangan nya menyentuh membuka kancing kemeja Alex satu persatu sampai tidak tersisa,lalu ia melepaskan nya dari tubuh sang suami.
Maryam menatap beberapa kotak roti sobek yang terdapat di depan mata nya,entah keberanian dari mana ia berani menyentuh dada bidang milik suaminya.
Tangan lembut Maryam mulai menyentuh setiap inci tubuh depan sang suami.Ia menyentuh nya dengan penuh perasaan,bahkan begitu lembut.
Alex hanya diam mematung menerima perlakuan sang istri yang sedang ingin menggoda nya.
Alex membiarkan saja saat ke dua tangan itu mulai bergerak sesuka nya diatas tubuhnya.Tanpa sengaja Maryam menyentuh chocochip suami nya,sehingga membuat ia terkejut.
Maryam menarik kembali ke dua tangan nya,lalu berbalik membelakangi Alex.Jantung nya berdegup kencang,tangan nya mendekap di dada menyembunyikan detak itu dari sang suami.
Alex memegang ke dua bahu Maryam,lalu mengecup nya dari belakang,meski masih terhalang kain baju,sentuhan bi bir Alex membuat desiran di dalam tubuh Maryam bergelora.
Disaat bi bir itu menyentuh bahu nya,Maryam memejamkan mata,ke dua tangan nya masih dengan kuat mendekap di dada.
Tangan Alex mulai turun ke pergelangan Maryam,kini menyentuh pinggang ramping sang istri menarik nya lebih dekat lagi dengan tubuh kekar nya.
Bugh!
"Haaah!"
Alex memeluk erat tubuh istrinya,beberapa kali menci um bahu Maryam,dan Alex segera membalikkan tubuh Maryam agar menghadap ke arah nya.
Maryam menundukkan pandangan nya,Alex mengangkat dagu Maryam,agar melihat nya yang kini begitu dekat dengan nya.
Ke dua tangan Alex menyentuh kain cadar Maryam,menurunkan nya sampai ke le her.
Alex menyentuh sisi wajah Maryam dengan jari jemari nya,pandangan nya tidak berpindah walaupun hanya sebentar dari bi bir ranum Maryam.
Cup!
Cup!
Alex mengecup ke dua mata Maryam dengan penuh kasih sayang,pandangan Maryam tertunduk di dada bidang sang suami.
Alex kembali menuntun wajah nya agar lebih dekat dengan wajah Maryam,sampai Bi bir Alex kini menyentuh bi bir Maryam.
Cup !
Alex dengan lembut menci um bi bir sang istri,entah kenapa lama semakin lama permainan li dah Alex kini semakin buas.Alex segera melepaskan nya agar tidak menyakiti sang istri.
"Aku akan mandi dulu,sebentar lagi magrib,setelah sholat kita turun untuk makan malam!"
Maryam mengangguk nya,wajah nya merona,lalu ia duduk di tepi ranjang,melihat sang suami yang berjalan ke arah kamar mandi.
"Mas,hati-hati,jangan sampai terkena luka nya!"
"Iya!".
Sahut Alex disaat sudah berasa di dalam kamar mandi.
Sambil menunggu Alex selesai mandi ia pun bergegas untuk mengambil wudhu.
Beberapa menit kemudian,Maryam telah siap dengan perlengkapan sholat nya,namun Alex baru saja keluar dari kamar mandi,dengan handuk yang melilit di pinggang nya.
__ADS_1
Rambut Alex yang basah membuat pria itu terlihat semakin tampan,Maryam mengakui ketampanan sang suami,ia lebih tampan dari orang yang pernah di lihat oleh Maryam.
Alex melirik ke arah Maryam,sontak membuat Maryam kaget saat Alex menangkap basah dirinya yang sedang mengagumi sang suami.
Maryam segera memalingkan wajahnya,Alex malah tersenyum menggoda Maryam.
Sampai ia berdiri di depan Maryam,Alex masih saja tersenyum.Sehingga membuat Maryam salting.
"Sudah siap?"
Tanya Alex.
Maryam mengangguk nya.
"Berhenti mengangguk setiap kali ditanya,apa tidak takut leher mu akan patah?"
Goda Alex.
"Mas,apaan sih!"
Benar saja,ucapan sederhana itu saja bisa membuat Maryam tersipu malu.
"Sudah - sudah Kita sholat dulu!"
Pungkas Alex.
"Iya!"
Sahut Maryam,Alex segera menoleh ke arah Maryam.
"Ada apa ?"
Tanya Maryam saat Alex melihat nya.
"Enggak ada !"
Alex segera berdiri dengan benar,dan menjalankan kewajiban nya sebagai imam.
Terdengar suara petir yang sedang menghantam langit,pertanda sebentar lagi akan turun hujan.
Benar saja,tidak perlu menunggu sebentar lagi,saat ini juga gerimis telah membasahi bumi,aroma aspal yang di basahi hujan dapat tercium meskipun jarak nya begitu jauh.
"Assalamualaikum..."
"Assalamualaikum..."
Ke dua nya bersalaman,Alex tidak lupa mengecup kening sang istri.
"Sudah lama tidak turun hujan !"
Ujar Maryam.
"Iya!"
Maryam segera menyimpan perlengkapan sholat nya dan juga punya Alex.
"Mau makan dulu,atau ganti perban dulu?"
Tanya Maryam,saat Alex sedang mengantikan baju nya dengan kaos.
"Makan saja dulu,nanti kalau sudah naik kesini males untuk turun !"
"Yasudah!"
Maryam memasang kembali cadarnya,lalu membenarkan hijab nya.Alex membantu Maryam untuk mengikat tali cadar nya.
"Terimakasih !"
Ucap Maryam.
Alex tersenyum,ia segera memegang tangan Maryam,dan mengajak nya untuk turun ke lantai bawah.
__ADS_1