Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Panik !


__ADS_3

Ayin dan Maryam,sedang memilih beberapa perlengkapan kamar mandi,dari sabun serta odol,dan juga beberapa produk kewanitaan yang ia pilih,bahkan Maryam mencari beberapa parfum halal untuk ia gunakan.Namun,ia tidak menemukan di toko itu.


"Apa yang Nyonya cari!"


Ayin bertanya saat melihat Maryam yang kebingungan.


"Emmm..Aku mencari parfum yang biasa Ku gunakan itu halal,dan wangi!"


Ujar Maryam masih melihat rak kosmetik di depan nya.


"Apa namanya biar Aku bantu carikan !"Saran Ayin.


"Kesturi! "


"Haah?"


Ayin melongo,ia sendiri baru mendengar itu,dan ia membulatkan mata nya memikirkan produk apa itu,bagaimana bentuk nya.


"Apa Nyonya membawa contoh?"


Maryam menggelengkan kepala nya.Ayim menepuk jidat.


"Bagaimana Kita akan cari,disini gak ada yang merk itu,tapi Aku tau siapa orang yang bisa mendapat kan produk itu,bahkan lebih dari satu!"


Pungkas Ayin ,tersenyum kepada Maryam.


"Bernah kah?bolehkah Aku membeli lebih dari satu?"


Maryam memegang tangan Ayin.


"Tuan,Tuan Alex orang nya !"


Jawab Ayin,kembali tersenyum.Maryam segera memalingkan wajahnya.


"Cepat carikan di seluruh toko,bila perlu periksa semua tempat!"


Tap...tap...tap...


Beberapa gerombolan orang berpakaian serba hitam dan rapi sedang menelusuri tempat tersebut.


Maryam melirik mendengar suara gaduh di luar toko,lalu mengajak Ayin untuk keluar.


"Ayo Kita liat,Aku melihat keributan diluar!"


Maryam memaksa Ayin untuk keluar.


"Sudah lah,itu sudah terbiasa terjadi,paling juga ada orang kaya lain yang kehilangan Anaknya di mall ini,jadi mereka memutuskan orang untuk mencari nya!"


Pungkas Ayin,malas,belum melihat keluar toko,baru menerka nya.


"Apakah sering terjadi begitu?"


Maryam kembali bertanya.


"Gak juga sih,paling yang seperti itu,keluarga Cristopan,keluarga Xander dan keluarga Alaska!"


Pungkas Ayin.


"Eeemm ..."


Maryam mangut-mangut.


"Tuan Mereka disini!"


Teriak salah satu pengawal,Ayin dan Maryam menoleh ke arah sumber suara.


"Jerry Law?"


Ayin mengerutkan dahi nya,melihat Pria itu berdiri di ambang pintu toko.


'Jadi ini Anak orang kaya yang ku maksud?'Ayin melirik kearah Maryam.


Tap....tap...tap....


"Tuan Alex!"


Ayin membungkuk,sembari menghormati Alex.


Pria bertubuh tinggi dan kekar,dengan jas mantel nya,memasuki toko tempat dimana Ayin dan Maryam sedang berbelanja.


"Sedang apa kalian disini?"


Tanya Alex,dengan raut wajah nya yang datar,dan ucapan nya yang dingin.


"Kami sedang berbelanja!"

__ADS_1


Sahut Maryam,masih memegang keranjang belanja di tangan nya.


"Tuan !"


Panggil Caston dari luar.


"Haah...Haah..Haah..."


Caston masih mengatur nafas nya.


"Disini rupanya Kalian,Ayin kenapa tidak mengangkat telepon Ku!"


Teriak Caston dengan marah.


"Aku?ponsel Ku ketinggalan di mobil!"


Sahut Ayin,Wanita itu setengah bingung dan juga heran.


"Kami enggak kemana-mana,sejak tadi berbelanja,apa yang terjadi?"


Ayin bertanya kepada Caston,yang terlihat begitu capek.


"Aku pikir Kalian di culik oleh seseorang !"


Pungkas Caston,sambil berkacak pinggang,dan memalingkan wajahnya.


"Sejak kapan Kau ragu dengan kemampuan Ku,meskipun Aku terlihat santai,bukan berarti Aku melupakan kewajiban Ku untuk menjaga Nyonya,Kau tau itu!"


Tegas Ayin,selama ini Ayin tidak pernah gagal dalam melakukan tugasnya.


Maryam hanya terdiam seperti patung,ia masih bingung dengan apa yang di ributkan oleh Mereka.


"Jerry Law,bawa semua pengawal kembali,Aku sudah disini,maka tidak akan terjadi apa-apa!"


Titah Alex.


"Baik Tuan,Saya permisi!"


Jerry Law segera pergi meninggalkan toko tersebut.


"Mas,kenapa Kamu disini,bukan kah ada rapat penting di kantor?"


Maryam melihat Alex yang berdiri di depan nya.


"Eeheem!"


"Ia,Aku kebetulan lewat,jadi mampir kemari!"


Alex sengaja berbohong.


"Apa kalian sudah siap berbelanja?"


Tanya Caston,masih marah dengan Ayin.


"Belum,Kami belum lagi membeli sayur!"


Sahut Ayin,


"Kalian belanja saja,Kami akan menemani Kalian!"


Sambung Alex,Maryam mengangguk.


Ayin segera membawa Maryam ke tempat sayuran.


"Nyonya boleh pilih apa saja yang Anda butuh untuk membuat Ayam penyet !"


"Ayin bantu Aku memilih,Aku butuh tomat,ayam,kol dan terong ungu,serta timun!"


"Kita beli Ayam saja!yang lain ada dirumah!"


Maryam mengangguk nya.


"Sekalian carikan sambal belacan atau terasi!"


Pinta Maryam,Ayin menaikan satu alis nya.


"Apa itu?"


"Itu loh yang biasa untuk sambal !"


Maryam sendiri,bingung mau ngejelasin gimana.


"Nih,pakai yang merk ini Ny.Siok!"


Ujar Alex,memberikan satu bungkus balacan merk Ny.siok kepada Maryam.

__ADS_1


"Bagaimana Mas tau?"


Maryam malah bertanya.


"Itu produksi Indonesia!Kami membantu memasok kan nya kemari!"


"Eeem!"


Maryam mangut-mangut.


"Halal gak?"


Alex mengerutkan dahinya.


"Halal"


Sahut Nya,segera berlalu dari hadapan mereka.


"Jika sudah segera ke kasir!"


Ketus Alex.


Maryam mengangguk nya.


Caston mengambil alih keranjang yang ada di tangan Maryam,lalu melakukan pembayaran.


Setelah membayarkan nya,ia segera membawa kantong belanjaan bersama dengan nya.


Alex tanpa sengaja melirik ke arah toko pakaian d alam wanita.


"Caston tolong belikan air mineral untuk Saya dan juga Maryam!"


"Baik Tuan !"


"Ayin Kamu bisa sekalian ikut Caston!"


"Baik Tuan !"


Setelah Caston dan Ayin pergi,kini hanya tinggal Maryam dan Alex.Ke dua nya hany terdiam membisu dan berdiri begitu lama di depan toko tersebut.


"Eeheem!"


Alex berdehem.Maryam melirik .


"Mas,apa tenggorokan Mu sakit,Aku sudah mendengar Mas berdehem dua kali hari ini!"


Tanya Maryam.Alex mengerutkan dahi nya.


"Eeem...gini,Kamu...."


Alex masih memikirkan cara bertanya dan memberitahu kepada Maryam tanpa membuat ke dua nya malu.


"Ada apa Mas,apa Mas mau Aku belikan obat sakit tenggorokan !"


Maryam menatap sambil tersenyum,membuat Alex kaku melihat netra istrinya yang begitu bening.


"Bukan!bukan itu,apa Kamu butuh sesuatu ?"


Tanya Alex ragu.


"Eemm..apa ya ..."


Alex menunggu jawaban Maryam dengan hati dag Dig Dug.Dia sendiri begitu malu melihat nya,apa lagi bertanya semakin membuat Alex hilang muka.


"Iya!Aku butuh parfum kesturi,kata Ayin Mas,bisa memesan Nya,boleh kah saya pesan ?"


Maryam melirik ke arah Alex,dengan wajah masam nya.


'Apa permintaan Ku begitu sulit?kenapa wajah nya begitu menakutkan!'


"Mas,kalau memang tidak bisa,tidak usah di pesan !"


Sambung Maryam lagi,kini ia mencoba tersenyum,melalui netra nya.


"Boleh,nanti Aku pesan!"


Sahut Alex,lalu ia memalingkan wajahnya ke kiri,Maryam ikut melihat nya.


'Kenapa Dia melihat itu,apa Dia punya hobi koleksi barang-barang itu?'


Maryam mengerutkan dahi nya,lalu segera berpaling.


"Kamu enggak berencana untuk melihat nya?"


Bisik Alex sekecil mungkin,hanya Maryam yang dapat mendengar nya walau samar-samar.Bahkan nyamuk yang terbang saja kesal tidak dapat mendengar apa yang di bisikan Alex kepada Maryam.

__ADS_1


Guys!Jangan lupa vote + beri hadiah!


😘yuk bisa yuk dukung karya ini sampai 1M pop🙏😘


__ADS_2