
Maaf jika banyak typo,soal nya penglihatan author tidak selalu jernih,dan juga kadang jari-jari author suka keseleo 🤭😁✌️
Alex juga datang untuk melihat Albert yang sedang belajar bersama dengan Zayn,dia sengaja tidak menganggu,setelah mengintip sekilas,Alex segera pergi untuk melihat ruangan untuk di buatkan acara.
"Dimana ruangan yang akan Ning Aisyah gunakan ?"Tanya Maryam.
"Di mushola Umi,enggak pa-pa ya,hanya Altar sederhana saja Umi,tidak perlu yang mewah!"
"Kali ini,biarkan Umi yang milih oke,Umi mau membuat acara Anak Umi menjadi hari yang berkesan sayang,Kamu juga 'kan anak Umi!"Maryam merangkul pundak Aisyah.
"Al..!"Panggil Maryam,saat melihat Al yang sedang gotong royong.
"Iya Umi!"
"Tolong Kamu pesan Altar yang mewah,Kamu tau 'Kan ,Ambil nuansa putih dan krem sedikit corak biru laut!"
"Baik Umi"Al segera berbalik,dan Maryam kembali memanggil nya.
"Al,Kamu mau kemana?"
"Mau pesan Altar pernikahan ?"Jawabnya,sembari Mengerutkan dahi.
"Udah telpon saja,sama tukang rias pengantin juga ambil nya,ada nomer di ponsel Umi,seperti nya tinggal di mobil"Ujar Maryam,saat tidak menemukan adanya ponsel di tas kecil nya.
"Biarkan Al yang ambil saja!"Maryam mengangguk,lalu melanjutkan pekerjaaan nya yang tertunda.
Aisyah dan Maryam kembali ke dapur,sembari melihat semua nya sudah di siapkan atau belum,karena mereka akan membuat acara sepuluh hari Abah Karim hari ini,jadi sengaja mengundang para tetangga untuk ikut membantu.
Maryam menyuruh Aisyah untuk beristirahat di bilik Abah Karim,sementara urusan dapur akan menjadi urusan Maryam.
"Beruntung banget jadi Umi Maryam ya,bisa mendapatkan menantu yang cantik dan juga Solehah!"Ujar Ibu-ibu yang sedang membantu memasak.
"Ibu - ibu bisa saja,itu juga kehendak Allah Bu,jika Allah sudah berkehendak apapun itu akan terjadi,seperti jodoh hanya Allah yang tau!"Maryam tersenyum,lalu melanjutkan pekerjaan nya.
Segala keperluan untuk pernikahan telah di siapkan,dan tidak ada yang tertinggal,dari makanan,ucapan terimakasih,dan juga cemilan serta dessert,semua nya sudah di atur oleh Maryam,dan semua nya terjadi dengan begitu sempurna,sesuai yang di harapkan oleh Alex dan Maryam.Pernikahan Anak nya harus mewah dan berkesan,meskipun Aisyah menolak untuk mewah,tapi apa yang sudah menjadi keputusan Maryam,Aisyah pun tidak dapat menolak nya.
* * *
Malam pun tiba. . .
Setelah acara Abah karim selesai,terlihat Al dan El membantu membagikan semua kotak nasi untuk para tamu,Ge juga datang membantu Umi nya.Hanya Albert yang tidak terlihat di antara mereka semua,entah apa yang sedang Albert lakukan saat ini.
"Umi Maryam,dimana Ning Aisyah?"Tanya Azizah,yang baru saja datang bersama dengan ibu nya.
"Ning sepertinya ada di bilik Abah,barusan Umi suruh untuk istirahat,sayang kalau capek,besok udah hari H!"Ujar Maryam.
"Azizah akan pergi untuk melihat nya,Bu,bantu lah Umi Maryam,kita tidak pulang malam ini,jadi tidak terlalu terburu-buru!"
"Baik lah Azizah,pergi lah,temani Ning Aisyah!"
Disaat Azizah pergi menemui Aisyah di bilik nya Abah Karim,Ustaz Zaki dengan sengaja menegur Azizah,meskipun berdiri begitu jauh.
"Assalamualaikum..."Ucap Ustaz Zaki,saat melihat Azizah di depan bilik Abah.
"Waalaikumsalam"Azizah menjawab salam itu,tapi ia tidak menoleh.
"Maaf bila saya menganggu ukhti.Tapi,tujuan saya kemari,untuk memperkenalkan diri,Saya hanya hamba Allah yang memiliki banyak kekurangan,mungkin kelebihan Saya hanya memiliki dua mata,satu hidung,satu mulut dan dua tangan serta dua kaki,itu semua juga milik sang pencipta!"Ujar Ustaz Zaki,Azizah masih tidak menoleh,tubuhnya gemetar,tangan nya serasa begitu dingin,Azizah masih trauma untuk dekat dan berbicara dengan lawan jenis.
"Ukhti Azizah,Saya memiliki hajat untuk meminang Ukhti,jika Ukhti berkenan ijin 'Kan Saya untuk datang mela...."
"Maaf Ustaz,Saya belum siap!"Azizah mengurungkan niat nya untuk menemui Aisyah,ia segera pergi meninggalkan tempat itu,dengan mengambil jalan yang lain,Azizah tidak pernah menoleh ke arah pria itu sedikit pun.
"Ustaz disini?"Zaki menoleh ternyata Zayn yang datang membawakan makanan untuk Aisyah.
"Zayn,kamu sudah selesai ?"Tanya Zaki,
"Sudah,kita semua sudah siap,tapi masih harus memantau orang yang mendekor Altar pernikahan Ning untuk besok!"Ujar Zayn,
"Dia menolak!"Lirih Zaki,dengan lesu.
"Jangan menyerah,bukan menolak hanya saja,Allah belum mengetuk hati nya,dekatkan diri pada Allah,maka Allah akan mendekatkan dia pada mu Ustaz!"Ucap Zayn lirih.
"Astagfirullah Zayn,Aku melupakan itu,padahal selalu itu yang ku wanti-wanti dan ku ingat,Aku tidak ingin cinta ku pada manusia melampaui cintaku pada Allah.Aku beruntung memiliki sahabat seperti mu,ada Kamu yang mengingatkan Aku!"
Zayn tersenyum,"Besok biar 'kan Aku yang berbicara dengan ibu Azizah,jika Bu Sunarsih setuju untuk Ustaz bertamu,maka akan saya kabari kepada Ustaz!"
"Terimakasih Zayn,Saya akan pergi untuk sholat insya!"
"Baik lah Ustaz!"
Zayn segera mendekat ke arah pintu bilik Abah Karim,dimana Aisyah yang sedang beristirahat di dalam sana.
"Assalamualaikum Ning!"Ucap Zayn,
"Waalaikumsalam !"Aisyah yang duduk di ruang tamu,segera menjawab,dan membuka pintu.
Ceklek !
__ADS_1
"Nih,Gus bawakan makan malam untuk Ning!"
"Terimakasih Gus!"Aisyah segera mengambil piring nasi di tangan Zayn,dan Zayn berpamitan untuk kembali membantu yang lain,yang masih sibuk.
Blam!
Pintu kembali tertutup.
Tok..Tok..Tok..
Aisyah masih berdiri tidak jauh dari pintu,dan ia terkesiap saat ada yang mengetuk kembali.
"Assalamualaikum Aisyah !"Ucap Al,
"Waalaikumslam "Jawab Aisyah tanpa membuka pintu.
"Saya tau,Aisyah ada di balik pintu,Saya tidak berharap Aisyah untuk membuka pintu,saya hanya datang untuk memberikan selamat kepada Aisyah,untuk terakhir kali.Karena saya sudah tau jawaban atas surat yang saya berikan kepada Aisyah,meskipun kenyataan itu pahit,terimaksih untuk waktu yang lama,yang sudah memberikan kesempatan bagi saya untuk merubah jati diri saya dan menjadi orang yang lebih baik"Ungkap Al,Aisyah masih dengan setia mendengar penuturan Al.
"Aisyah,boleh kah Aku bertanya hanya sekedar untuk mengetahui,bagaimana perasaan Aisyah saat ini,bukan tentang cinta bukan juga tentang perasaan mu kepada Ku.Tapi,tentang hati mu saat ini,terhadap pernikahan ini!"Mendengar pertanyaan itu membuat Aisyah bergeming,ia tidak ingin memberikan harapan kepada Al,Aisyah ingin sekali menegaskan kepada Al,jika dia sudah bahagia dengan keputusan nya.Namun,Aisyah tidak ingin membuat Al tersinggung,menjaga hati orang lain lebih sulit ketimbang hati sendiri.Al sudah menunggu jawaban,namun Aisyah masih diam.
"Terkadang yang datang itu hanya hadir bukan takdir,hanya cukup di kagumi sekedarnya saja bukan untuk di cintai sedalamnya.Walaupun sangat sulit untuk menghilangkan nya dari ingatan,setidaknya Aku masih tau cara untuk menjauhi.Menjauhi bukan berarti tidak ingin memiliki hanya saja kadang cinta datang tidak pada waktu nya.Aku percayakan pilihan ku atas ridho Allah !"Mendengar ucapan Aisyah,Al menyentuh daun pintu itu dengan telapak tangan nya.Ia yakin saat ini Aisyah berdiri di balik pintu tersebut.
"Aku tidak memaksa dirimu untuk menjadi milikku,tapi jika Tuhan menyuruh ku untuk memilih,pasti pilihan ku adalah dirimu.Karena hanya Kamu yang mampu mendekatkan Aku kepada Tuhan ku!"Setelah mengucapkan itu,Al menarik kembali tangan nya,lalu berbalik.
"Assalamualaikum,doa ku,kalian berdua hidup berbahagia,dan ridho Allah adalah ridho ku,Aku sudah ikhlas!"Al segera pergi meninggalkan tempat itu.
"Waalaikumslam !"Jawab Aisyah,tubuh nya ambruk,dengan piring nasi masih di tangan.Aisyah terduduk di lantai,ia mencerna semua ucapan Al,dan bahkan ia mengingat kembali isi surat Al.Air mata Aisyah menetes membasahi cadar nya,ia tidak dapat menahan rasa sedihnya,bahkan semakin lama rasa itu semakin membuat dada nya sesak,Aisyah tidak dapat menahan diri untuk tidak menangis,air mata itu jatuh begitu saja.
* * *
Ke esokan nya...
Hari ini adalah hari H,hari pernikahan Aisyah dan El.Terlihat Maryam pagi-pagi sudah sibuk,apalagi Alex yang terus saja menerima panggilan dari rekan bisnis nya Tuan Abizar yang sudah tiba di Indonesia.Bahkan Alex memberikan alamat pesantren Al-kitab kepada pria itu.
"Umi,kenapa baju nikah kak Aisyah ada disini?"Tanya Ge saat melihat gaun pernikahan terletak di atas sofa ruang tamu.
"Itu punya mu!"Jawab Maryam singkat,bukan Ge saja yang terkejut,bahkan Al dan El yang sedari tadi masih sedang sarapan juga terkejut.
"Apa yang Umi katakan ?"Tanya Ge lagi,
"Bukan kah,ini yang kalian berdua harapkan?"Tanya Alex yang duduk di sebelah Ge.
"Ge-Ge ti-tidak...."Ucapan Ge terputus,
"Jangan bohongi perasaan sendiri sayang,kamu akan menyesal jika nanti dia berpaling dari mu,sekuat apapun kamu untuk menolak perasaan di dalam hati mu,maka sebesar itu juga dia akan berusaha mengejar mu!"Maryam mengelus pucuk kepala Ge.
"Apa yang Papa dan Umi katakan,Ge dan Om..."
"Dari mana Umi tau?"Ge melihat Maryam,kini Maryam melihat kearah Alex.
"Albert sudah meminta ijin kepada Kami berdua tadi malam sebelum ia pergi ke pesantren Al -kitab,dan Papa setuju.Papa tidak mau menghambat kebahagian anak-anak papa,yang menjalin hubungan rumah tangga kalian,jadi Kalian yang berhak menentukan dengan siapa kalian menikah,bukan kami yang tentukan!"Tegas Alex,Ge hanya tersenyum,lalu memeluk Alex dengan erat.
"Papa memang yang terbaik,terimakasih Pa!"
"Umi enggak di peluk?"Seru Maryam yang cemberut.
"Di peluk dong!"Ge segera memeluk Maryam.
"Sayang,bersiap-siaplah,Abizar dan istri nya akan segera tiba ke pesantren !"Ujar Alex,saat melihat layar ponsel nya.
"Baiklah,tunggu Aku bersiap-siap dulu,Ge juga ayo mandi,dan Kamu akan berias nanti disana bersama dengan Ning Aisyah!"
"Siap Umi!"Dengan hati yang riang gembira,Ge melangkah ke kamar nya.
Sementara Al dan El masih di meja makan.
"Kalian mau pergi sama,atau nanti?"
"El akan pergi bersama dengan Kak Al,ada yang mau El bicarakan sama Kak Al!"
"Eeemmm"Alex mengangguk.Namun,membuat ia tidak dapat tenang,saat pertama kali melihat raut wajah El yang serius.Apalagi Al,ia sedikit gugup,ia takut jika El tahu tentang perasaan nya kepada Aisyah.
Satu jam telah berlalu,suasana rumah kembali sepi,El yang sudah siap dengan baju nya lalu berjalan ke arah pintu kamar Al.
Tok..Tok..Tok..
Ceklek !
Al melihat Adik nya dengan baju pernikahan serba putih,gamis putih,dan juga sorban di kepala,persis seperti orang Arab pada umumnya ia sangat tampan.Setelah melihat begitu lama,Al mengembangkan senyum nya.
"Sudah siap?"Tanya El,Al mengangguk.El melihat jas yang di kenakan oleh Al adalah jas yang awal mereka pilih untuk pernikahan El.
"Jas nya bagus !"El tersenyum.
"Ini pemberian Umi,katanya mau liat Al tampan di pernikahan El.Jadi,menghadiahkan Al dengan jas ini,pin bunga ini juga yang di buatkan umi kepada Al,sebagai tanda cinta Umi kepada Al!"Mereka berdua berpelukan sekilas lalu saling melepas.
"Kak Al bahagia?"Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut El.
__ADS_1
"Bahagia dong,'kan hari ini pernikahan El dan Aisyah,sudah jam berapa ini nanti Kita telat,Ayo kita pergi!"Al segera keluar dari kamar melewati El yang berdiri di ambang pintu kamar nya,El berbalik dan melihat ke arah Al .
"Kak Al menyukai Ning Aisyah?"Langkah kaki Al terhenti,saat pertanyaan itu sekali lagi terucap oleh El.
"He..He..He..apa yang sedang kamu katakan?"Al berbalik dan menertawakan El,sembari menarik tangan El untuk pergi.Namun,El menepis nya,sehingga membuat Al terkejut.
"El tidak akan pergi,kalau Kak Al tidak berkata dengan jujur,katakan pada El,kalau Kak Al mencintai Ning ?"El menatap nyalang ke arah netra Al yang nampak berkaca-kaca.
"Katakan Kak!"El mencengkram ke dua lengan Al."Ayo katakan!"Teriak nya lagi,saat Al masih memilih untuk diam.
"El apa yang kamu katakan,ayo kita pergi!"Al masih mengelak,dan memaksa El untuk segera pergi.
Drrt..Drrt..Drrt..Ponsel Al bergetar,Alex menelpon nya.
"Ayolah El,ini Papa sudah menelpon!"Al terus saja memaksa El.Namun,El tidak mau pergi,ia malah memilih untuk melepas sorban di kepala nya,membuat Al takut.
"El apa yang kamu lakukan,kita harus segera pergi ke pernikahan!"Tegas Al,kini raut wajah Al berbeda,Al yang sudah lama mengubur sikap tegas nya kini kembali seperti dulu lagi,El dapat melihat netra Al yang memerah.
"Kak Al takut jika Aku tidak datang?bukan takut Aku tidak jadi menikah?tapi Kak Al takut Aisyah akan malu karena pernikahan nya gagal?Kak Al jujur maka Aku akan pergi ke pernikahan itu!"El kembali menantang Al,kini ia membalas tatapan Al yang melihat nya dengan tajam.
"Oke,oke Kak Al jujur,ia Kak Al memang jatuh hati ke pada Aisyah,dan Kak Al mengakui itu,tapi soal hati Kak Al itu tidak penting, yang lebih dulu Aisyah kenal itu El bukan Kak Al,jadi Kak Al tidak akan memaksa perasaan Kak Al,sekarang dia itu calon adik ipar Ku!"
"Calon adik ipar Ku!"Ulang El dengan tegas,seraya menatap tajam ke arah Al.Al mengangguk.
"Baiklah,El harap Kak Al tidak berniat merebut nya dari Ku!"Ketus El dengan sinis,lalu pergi meninggalkan Al di depan kamar.
Al segera pergi mengambil motor,sementara, El menatap Al dengan senyuman di bi-bir nya,ia bahagia dapat mengetahui isi hati Al langsung dari Al,bukan dari Maryam atau Alex saja,meskipun dua hari lalu ke dua orang tua nya sudah memberitahu El,tapi kini ia bisa tenang setelah mendengar itu langsung dari bi-bir Al,dan El segera meremas surat milik Al yang ia temukan di dalam buku nya,surat yang ia berikan kepada Aisyah.
* * *
Pesantren Al - kitab . . .
Di dalam sebuah kamar pengantin,milik Aisyah,disana juga ada Ge dan Azizah.Ge yang sedang di rias tidak pernah melewatkan senyuman di bi-bir nya sedikit pun.
"Kamu terlihat sangat bahagia sayang"Seru Azizah,yang sejak tadi melihat Ge tersenyum.
"Tentu saja dia bahagia,hari ini hari pernikahan nya!"Timpal Aisyah,
"Yang bahagia bukan Ge saja,Kak Aisyah juga!"Imbuh Ge.
"Kita semua bahagia,Aku bahagia atas pernikahan kalian berdua !"
"Semoga Kak Azizah segera menyusul!"Sambung Ge,Azizah hanya mengangguk pelan.
Ke dua nya sudah selesai di rias,Aisyah berpakaian serba putih dengan bunga - bunga kecil berwarna biru yang bertaburan di baju nya,dan tidak lupa cadar berwarna putih yang selaras dengan warna baju.Dan Ge berpakaian putih dengan corak krem yang selaras dengan jas yang di pakai oleh Albert.
Di tempat lain,di Altar pernikahan.Semua tamu undangan sudah hadir,begitu juga dengan keluarga Abizar sudah tiba disana,hanya ada Tuan Abizar dan Nyonya Ming Hao yang hadir acara pernikahan.Karena Ayin dan yang lain,tidak dapat meninggalkan Xander dalam keadaan kacau di buat oleh Big.
"Sayang,dimana pengantin Wanita,kenapa belum datang ?"Bisik Alex,saat melihat semua orang sudah siap menyaksikan ikrar pernikahan Anak mereka.
"Mereka ada di kamar,sedang di rias!"
Alex melihat Al lalu menatap El yang sedang tersenyum ke arah nya.
Di altar pernikahan ada El dan Albert yang duduk berdampingan.Dan dua orang penghulu duduk di depan mereka,disisi lain ada sofa kecil untuk pengantin wanita,namun mereka belum juga datang.
"Sayang cepat panggil mereka,jangan membuat tamu menunggu begitu lama"Bisik Alex lagi,
"Tunggu sebentar!"Maryam segera pergi untuk melihat pengantin wanita.Alex menghampiri Gus Zayn,dan terlihat sedang berbicara dengan nya,bahkan Ustaz Zaki ikut nimbrung.Al duduk di barisan terdepan di bagian tamu,ia terus saja duduk melihat ke arah El dan Albert,ia berkali-kali tersenyum.Berkali-kali juga mencoba menyeka air mata agar tidak menetes.
Ceklek !
Pintu kamar Aisyah terbuka,
"Apa yang kalian lakukan,kenapa tidak keluar?"Seru Maryam,berjalan masuk ke kamar itu.Ge menoleh melihat Maryam yang datang.Ada Aisyah yang duduk di atas kasur,dengan wajah yang tertunduk.
"Sayang,apa yang terjadi?"Tanya Maryam lembut.Ia memegang tangan Aisyah yang begitu dingin.
"Kamu gugup sayang?"Maryam melihat ke arah Aisyah yang berjongkok di depan nya.Netra Aisyah berkaca-kaca,Maryam tahu,apa yang terjadi.Namun,Maryam tidak tahu harus berbuat apa.
"Ning,apa ada yang mau Ning sampaikan?para tamu undangan dan Bapak penghulu sudah tiba,semua orang menunggu pengantin wanita!"Ujar Maryam,yang juga gugup saat itu.
"Kak Aisyah,apa yang terjadi?Ayo Azizah temani Kak Aisyah untuk pergi ke altar pernikahan,Azizah akan menjadi pendamping Kak Aisyah!"Akhir nya Aisyah segera berdiri,begitu juga dengan Maryam.
"Kita keluar sama-sama"Ujar Aisyah,melirik ke arah Ge yang tersenyum.
"Anak Ku hari ini begitu cantik!"Puji Maryam memeluk Ge dan Aisyah bersamaan.
Mereka berempat keluar dari kamar menuju Altar pernikahan,yang tidak begitu jauh.Tiba nya di depan pintu masuk,semua orang secara bersamaan menoleh ke arah pengantin wanita yang memasuki mushola.Jalan kaki Aisyah tertahan di pintu masuk,saat ia melihat Al yang duduk di barisan paling depan,dan posisi Al saat ini tidak melihat nya,Al fokus menatap Altar pernikahan itu.
"Kak Aisyah,apa yang terjadi?"Bisik Azizah,yang berdiri disebelah nya,air mata Aisyah berhasil menetes,membasahi niqab nya,Azizah mengetahui itu.Lama sekali Aisyah tidak melangkah 'kan kaki nya,sehingga semua orang berbisik membicarakan nya.Dari jauh Alex melihat ke arah mereka berempat,ada Maryam di sisi lain yang lebih gugup ia takut pernikahan itu terjadi.Gus Zayn,yang sudah mengetahui itu,ia segera berjalan ke arah Aisyah.
"Ning,mari Gus antar ke altar pernikahan !"Lirih Gus mengulurkan tangan nya.Saat ini Zayn adalah wali nya Aisyah,Aisyah segera menerima tangan Zayn, dan Zayn mengantar nya sampai ke altar pernikahan,dan Maryam juga membantu Ge untuk tiba di altar pernikahan itu.Albert melirik ke arah Ge yang begitu cantik,ia sedikit gugup.Ge dan Aisyah duduk bersebelahan,Maryam duduk di samping Al,dan Alex bersama dengan Zayn duduk bersebelahan.
"Sudah bisa kita mulai ?"Tanya Penghulu,
"Sudah"Sahut semua para tamu undangan.
__ADS_1
Maryam menggenggam tangan Al,begitu juga dengan Alex menggenggam tangan Al.
Ditunggu mawar dan Kopi nya untuk author supaya kuat bergadang untuk mengetik ✌️😁😁🙈