
Dor.. Dor..Dor..
"Aaggrh!"Teriak Mereka bertiga bersamaan.
Alex berdiri di ambang pintu toko,masih dapat mencapai titik musuh,ke tiga peluru yang di lepas Alex tidak meleset.
Tuan Guntur menoleh ke arah sumber peluru yang terbang,memang itu dari Alex.
Alex datang dengan raut wajah yang memerah kehitaman,ia sudah menahan emosi sejak keluar dari Xander.
Di luar toko ada Jerry dan Ayin yang sedang membereskan semua bawahan Tuan Guntur.
Disaat peluru itu mengenai lengan Tuan Guntur,pegangan nya terhadap Maryam seketika terlepas.Kini Maryam duduk meringkuk di lantai dengan menutup wajah nya diantara ke dua tangan nya.
Lion memegang bahu nya yang berdarah,begitu juga Cris ia menahan sakit di paha nya.
Tap..Tap..Tap..
Dengan langkah besar,Alex berjalan ke arah Maryam,lalu memegang ke dua bahu sang istri mengangkat nya untuk berdiri.
Alex memeluk Maryam dengan erat,Maryam membenamkan wajah nya ke dada bidang sang suami,dengan tubuh yang gemetar,dan tangan yang terasa dingin.Alex dapat merasakan betapa takut nya Maryam saat itu.
Beberapa kali,Alex mengutuk diri nya dalam hati,karena datang begitu terlambat,ia tidak ingin musuh-musuh nya dapat melihat wajah sang istri.Namun,karena ia datang terlambat,Mereka telah melihat wajah sang istri yang selama ini di jaga dengan baik oleh Alex.
Krak!
Alex kembali mengarahkan sen jata Nya ke arah Tuan Guntur.
"Apa yang ingin Kau lakukan?"Tuan Guntur menatap ngeri raut wajah Alex,bak iblis pencabut nyawa.
Lion dan Cris terkejut saat mengetahui Maryam adalah wanita yang di nikahi Alex beberapa bulan lalu.
"Sebenarnya Aku tidak ingin kejadian seperti ini terjadi,tapi mau bagaimana Kalian yang meminta Nya!"Alex masih menatap nyalang ke arah Tuan Guntur,lalu beralih melihat ke dua bawahan Tuan Guntur,Lion dan Cristian.
Rahang Alex mengeras,ia menggertakkan gigi nya saat melihat Maryam,menangis dalam diam.Betapa sakit nya Alex saat melihat pemandangan itu,bahkan ia sendiri tidak dapat membayangkan apa yang di rasakan Maryam saat itu.
__ADS_1
"Kamu tidak dapat melakukan apapun terhadap Ku,Kau tau King adalah saudara Kandung Ku,Dia dan Aku keluarga!"Tegas Tuan Guntur,untuk mencari pembelaan.
"Apa ada permintaan terakhir dari Kalian?"Alex mengarahkan sen jata ke arah Lion,lalu menatap Cristian.
"Kami tidak melakukan apapun,Kamu bisa melihat Dia tidak terluka !"Teriak Lion,yang masih menahan rasa sakit di bahu nya.
"DIAAM!"Teriak Alex dengan keras,semua orang terkejut,mendapati Alex yang selama ini dingin dan cuma berbicara seperlu nya saja.
Tapi kali ini,Tuan Guntur benar-benar menguji kesabaran Alex.
"Jika Aku tidak mengingat Kau adalah saudara Ayah angkat, Aku akan menjadikan Mu makanan Buaya piaraan Ku!"Alex menatap tajam ke arah Tuan Guntur.Mata nya memerah,membuat Tuan Guntur menelan ludah nya saking tidak pernah melihat Alex semarah itu.
Maryam masih dalam pelukan Alex,Alex tidak membiarkan Maryam melepas pelukan nya itu,bahkan ia memeluk nya dengan erat,hanya menggunakan satu tangan saja.
Dor..Dor..Dor..Dor..
"Aaggrh!"
"Akh..Aaa...."
"Tuan,semua nya sudah beres!"Ujar Jerry,
"Ayin bawa Ana dan Ani kembali ke rumah utama,kirim Mereka bersama sopir!"
"Baik Tuan!"Ayin bergegas,melakukan perintah Alex.
"Jerry,Kau tau apa yang harus Kau lakukan kepada Lion?"Alex melirik ke arah Jerry,dengan senyuman beringas.
"Saya mengerti,kebetulan pameran Ero tis sudah lama sepi,jika Kita punya mainan baru seperti nya tempat itu akan ramai kembali!"Jerry mengetahui kalau Lion ga y ia tahu apa yang harus di lakukan kepada Lion,membu nuh nya sekarang sangat lah mudah untuk menebus dosa nya.Alex akan membuat Lion menderita,setelah itu ia akan mati dengan sendiri nya.
"Tidak,Kau tidak bisa melakukan itu kepada Ku,Aku tidak terlibat,Aku tidak mengetahui Maryam istri Mu.Ini semua Tuan Guntur punya rencana !"Teriak Lion.
"Heeh!Kau liat?bahkan Dia berani berkhianat di depan Mu!"Ucap Alex,menatap Tuan Guntur yang sedang menahan rasa sakit.
"Sia lan!Kau berani berkata seperti itu!apa Kau mau ku bu nuh sekarang ?"Teriak Tuan Guntur,melihat ke arah Lion.
__ADS_1
Dor..Dor..Dor..
"Aaaagrrrhhhh!"Alex beberapa kali melepas peluru nya lagi,kali ini membuat Lion dalam kesakitan,di tambah lagi dengan perasaan takut nya.
"Jerry!"
"Baik Tuan !"Jerry menunduk,lalu berjalan ke arah Lion.
Jerry segera bergegas menangkap Lion,dengan di bantu oleh dua orang pengawal.
Jerry membawa Lion ke mobil,dan berpesan kepada bawahan Nya,untuk mengirim Lion ke rumah bor dir untuk di jadikan Gi golo khusus untuk laki-laki yang seumuran dengan Tuan Guntur.
"Lepas!Kau tau siapa Aku,lepas Aku!"Terdengar suara Lion yang berteriak dari luar toko.
Duaacckkh !
Jerry menendang Lion dengan keras saat Pria itu mencoba memberontak.Dengan kasar Jerry mendorong Pria itu masuk ke dalam mobil,dalam keadaan tubuh di penuhi darah.
"Ayin,kirim Tuan Guntur ke markas nya!"Titah Alex,meskipun ingin sekali membu nuh Tuan Guntur saat ini,Alex harus bisa mempertimbangkan perasaan Ayah angkat nya.
Ke dua nya memang saling bermusuhan,tapi ke dua nya masih terikat satu sama lain.Selama ini Mereka hanya bersaing di bisnis,Tuan King tidak pernah memberi perintah untuk menghabisi Mafia Guntur.
"Kamu!"Alex mengarahkan sen jata Nya ke arah Cristian.
Bugh!
Cristian menjatuhkan tubuh nya di depan Alex,ia tidak memohon untuk tidak di nu nuh.
"Tuan Alex,Kamu tahu,di sini tidak ada lagi yang saya miliki,Anda bisa membunuh Saya!"Ucap Cristian menunduk,ia tidak mampu melihat Alex dengan raut wajah yang sedang marah.
"Kau akan menjadi budak King,semua informasi yang mau ketahui tentang Tuan Guntur Kau harus membeberkan nya kepada Kami !"Tegas Alex,dengan nada tinggi.
"Aku menolak,Anda bisa membunuh Ku!berkhianat bukan lah moto hidup Ku!"Sahut Cristian,Pria ini tidak takut ma ti,ia tidak akan memohon kepada Alex.
Orang yang selama ini di anggap lemah,tapi sebenarnya ia lah yang kuat,berbanding terbalik dengan Lion.Terlihat kuat dan kekar,tapi dapat tunduk kepada musuh,dalam sekejap dapat berkhianat.
__ADS_1
Alex menatap Cristian dengan sangar,ia sebenarnya tidak dapat toleransi terhadap apa yang telah terjadi barusan.Namun,Alex masih menginginkan banyak informasi dari Cristian,terlebih lagi tentang semua rencana Tuan Cristopan dan Tuan Guntur.