
Al telah membantu Maryam di toko kue,lalu pergi untuk menemui Abah Karim di bilik nya.
"Assalamualaikum"Ucap Al,yang berdiri sedikit jauh dari pintu bilik Abah Karim.
"Waalaikumsalam !"Jawab seseorang yang berdiri tepat di belakang Al.Pria ini menoleh,saat mendengar seseorang menjawab salam nya.
Aisyah berjalan ke arah pintu,sementara Al,malah mundur dua langkah,saat mengetahui wanita itu berjalan ke arah nya.
"Kak Al cari Abah ?"Tebak Aisyah,Pria itu mengangguk nya.
"Abah seperti nya sedang tidur,karena sejak semalam Abah merasa kurang enak badan!"
"Tidak apa-apa,Al hanya mau memberikan ini"Al menyodorkan satu kotak kue Kepasa Aisyah.
"Umi menitip untuk Aisyah bagikan pada adik-adik santri yang lain!"
"Baik,Aisyah terima ya Kak,tolong sampaikan ucapan terimakasih Aisyah Kepasa Umi !"
"Iya "Al mengangguk pelan.
"Saya pamit dulu,Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam !"Jawab Aisyah,yang masih dengan posisi menundukkan pandangan nya.
Mengetahui Al,yang sudah pergi jauh,Aisyah segera mendongakkan kepala nya,menatap punggung Al yang melewati pekarangan bilik Abah Karim.
"MasyaAllah,Kak Al benar-benar berubah,cara bicara nya sudah sedikit lebih sopan dari apa bertemu!"Gumam Aisyah.Aisyah segera melangkah masuk ke dalam bilik,sembari untuk melihat kondisi Abah Karim.
Al berjalan melewati berbagai macam taman bunga yang ada di pesantren tersebut.Disaat Al akan pergi,ia tertegun dengan satu bunga yang begitu indah.Al menatap bunga mawar merah yang bermekaran begitu cantik,bunga tesebut tumbuh di sekitar bunga kaktus,yang sulit untuk di petik,hanya dapat di liat,dan si kagumi saja ke indahan nya.
"Butuh perjuangan sih kalau mau memetik bunga itu,harus dengan hati-hati agar selamat sampai kepada tujuan.Jika gegabah,pasti akan tertusuk duri kaktus yang besar-besar itu,apalagi bunga euphorbia tumbuh nya dekat banget dengan bunga mawar itu,duri nya tajam sekali!"Gumam Al yang terus saja memperhatikan bunga tersebut.
"Yang indah itu emang sulit di gapai,ibarat Kita mengagumi seseorang yang berbanding terbalik dengan kita.Bunga itu ibarat gadis yang Kita cintai,dan Kaktus itu ibarat halangan di sekitar kita,dan bunga Euphorbia adalah hal yang tidak mungkin kita lewati atau kita abaikan.Jika Kita benar-benar menginginkan gadis itu karena Allah,maka perjuangan itu tidak lah sulit!"
Al menoleh,Alex berdiri di belakang Al.
"Pah,sejak kapan papa disini?"Al terkejut melihat Alex yang menyela ucapan nya.
__ADS_1
"Papa sudah menunggu mu sejak tadi di toko,Papa mau pinjam kunci mobil,Papa mau pergi ke kota,ada yang ingin Papa beli dengan Umi mu!"
Al menghampiri Alex,lalu mengeluarkan kunci mobil yang ada di saku celana nya.
"Papa tutup toko"
"Iya pa"
Alex segera pergi,Al mengikuti nya dari belakang.Sesekali Alex menoleh ke arah Al.Alex cukup paham dengan keadaan Anak-anak nya,bahkan ia dapat mengetahui jika Al sedang jatuh hati kepada seorang gadis.
"Al,Um sama Papa pergi dulu,Umi titip toko ya,ingat sebelum Ashar udah di tutup ya!"
"Baik,Umi hati -hati!"
"Eeem"
Setelah berpamitan,Maryam dan Alex segera pergi,saat ini hanya tinggal Al di toko kue,berjaga sebagai penjualan kue.
"Heeeh"Al tersenyum melihat diri nya sendiri yang saat ini.
"Kak Al tampan kalau lagi tersenyum!"Goda Yakub yang baru saja datang.
"Eeh,Yakub,masuk!"
Yakub segera masuk,dan menemani Al di dalam toko.
"Ada apa ?Kamu mau makan kue?"Tanya Al.
"Enggak,tadi Kak Aisyah sudah membagikan nya kepada Kami,Kak Al,Yakub iri sekali dengan Kak Al,yang memiliki keluarga begitu lengkap.Yakub sejak kecil sudah tinggal disini,dan hanya ada Umi Maryam dan Abah Karim yang merawat Yakub dengan tulus!"
Mendengar penuturan Yakub Al tersentuh.Al juga pernah hidup jauh dari keluarga nya,bahkan Al tidak pernah merasakan kasih sayang ke dua orang tua nya sejak ia berusia enam bulan.
"Kamu tidak sendiri,Kak Al tau bagaimana perasaan mu,Kamu bisa menganggap Kak Al sebagai Kakak mu"
Mendengar itu,tentu saja membuat Yakub bahagia,dan berhambur keperluan Al.
"Kak Al,terimakasih!"
__ADS_1
"Eeeem,tenang lah,jangan menangis,Kamu sudah besar!"Al menenangkan Yakub.
Di tengah cuaca yang mendung,tiba-tiba hujan kembali turun.
"Hari ini hujan seharian"Gumam Al,yang melihat Yakub menatap hujan di luar jendela toko.
"Kak Al,Aku pergi dulu,seperti nya Aku lupa memindahkan jemuran!"Yakub segera berlari di bawah hujan menuju arah tempat jemuran.Al bangkit dari duduk nya berjalan ke arah pintu toko.
Al segera menarik semua jendela,dan menutup toko dengan cepat agar air hujan tidak membasahi beberapa kotak kue.
Begitu selesai Al masih berdiri di depan toko,dengan menatap genangan air yang mengalir di depan toko nya.
Di tempat lain,Aisyah yang sedang memasak melupakan jemuran yang belum di angkat nya.
"Astagfirullah,Aku melupakan jemuran Abah !"Aisyah segera berlari ke arah tempat jemuran,untuk memindahkan pakaian pakaian Abah.
"Untung saja,disini masih ada atap,hanya dibasahi oleh gerimis saja"Gumam Aisyah yang sudah selesai mengangkat semua jemuran dan menyimpan nya di dalam keranjang.
"Eeh!"Aisyah terkesiap tiba-tiba melihat payung bewarna hitam di atas kepala nya.Wanita ini segera menoleh,dan ke dua nya saling tatap satu sama lain,Al berdiri tepat di belakang Aisyah,dan jarak nya begitu dekat.
Al dapat melihat netra Aisyah yang hitam begitu mengkilat,bulu mata nya yang lentik membuat detak jantung Al berdegup begitu kencang.
"Astagfirullah!"Ucap Aisyah begitu tersadar,dan segera memalingkan pandangan nya ke arah depan.
"Maaf,Saya mengejutkan Aisyah,tadi Saya liat Aisyah berlari di bawah hujan,dan saya takut jika itu akan membuat Aisyah sakit,maka nya saya membawa payung ini untuk Aisyah "
Aisyah tidak menjawab,tidak seharusnya,Al datang memberi perhatian kepada nya.
"Eee..Maksud Saya,jika nanti Aisyah sakit tidak ada yang merawat Abah,dan Anak-anak Santri sangat membutuhkan sosok Aisyah,mereka akan sedih kalau tau Orang yang terpenting dalam hidup mereka sakit!"Sambung Al lagi,yang takut ucapan dia yang sebelumnya takut di salah artikan oleh Aisyah.
'Begitu juga dengan Ku'
Al menatap wanita itu yang terus menundukkan pandangan nya.
"Al meninggalkan ini untuk Aisyah,gunakan sebaik mungkin agar Aisyah tidak dibasahi oleh hujan!"
Al meletakkan payung tersebut di dekat Aisyah.Sementara Al,segera pergi berlari di bahwa hujan yang lebat,meninggalkan Aisyah di tempat jemuran.
__ADS_1