
Sudah sepekan ini jiwanya sulit tidur,malam digerogoti nya makin tersungkur.Matanya makin membengkak,air mata mengalir makin berderak-derak,hati nya kian merasakan bimbang.
Maryam merasakan hatinya makin susah diatur,keinginannya semakin banyak yang keluar dari jalur,banyak pula pertanyaan yang telah ia siapkan pada sang calon imam,namun apa boleh buat bi bir terasa kelu ketika dua netra itu bertemu.
Jam di ponsel Maryam menunjukan pukul 03:45,ponsel nya segera berbunyi alarm untuk membangun kan dirinya.
Maryam sengaja memasang alarm Azan subuh di setiap jam ponsel nya,setiap tiba jam sholat masuk makan alarm ponsel nya akan berdering dengan suara Azan.
๐ถ๐ถAlarm ponsel Maryam di jam subuh.
ุงููููู ุงูููุจูุฑุ ุงููููู ุงูููุจูุฑุ ุงููููู ุงูููุจูุฑุ ุงููููู ุงูููุจูุฑ
ุฃูุดูููุฏู ุงููู ูุงู ุงููููู ุฅููุงููุงูููู ุ ุฃูุดูููุฏู ุงููู ูุงู ุงููููู ุฅููุงููุงูููู
ุงูุดูููุฏู ุงูููู ู ูุญูู ููุฏูุง ุฑูุณููููู ุงูููู ุ ุงูุดูููุฏู ุงูููู ู ูุญูู ููุฏูุง ุฑูุณููููู ุงูููู
ุญูููู ุนูููู ุงูุตูููุงูุฉู ุ ุญูููู ุนูููู ุงูุตูููุงูุฉู
ุญูููู ุนูููู ุงูููููุงูุญู ุ ุญูููู ุนูููู ุงูููููุงูุญู
ุงุงููุตูููุงูุฉู ุฎูููุฑู ู ููู ุงููููููู ู ุ ุงููุตูููุงูุฉู ุฎูููุฑู ู ููู ุงููููููู ู
ูููู ุงูููุจูุฑุ ุงููููู ุงูููุจูุฑ ูุงู ุฅููููู ุฅููุงููุงููู
ย
"Allahuakbar !"
Sahut Maryam ketika mendengar alarm ponsel nya berbunyi.
Ia masih mengenakan pakaian semalam dan lengkap dengan niqab nya.
Pagi ini Maryam merasa sedikit lelah dan bahkan ia merasa ngantuk.
"Apa yang terjadi pada tubuh ini,hari ini hari pernikahan Ku,kenapa tiba-tiba tidak bersemangat !"
Gumam Maryam turun dari ranjang nya,menuju kamar mandi.
Maryam berniat mandi dan sekalian berwudhu untuk sholat.Namun,pikiran nya masih saja menganggu nya.
Begitu siap mandi,Maryam bercermin di kamar mandi,ia melihat wajah nya yang sedikit pucat,ia menyadari sudah satu pekan ini ia tidak tidur tepat waktu.
Ceklek !
Maryam keluar dari kamar mandi,lalu mengantikan dengan baju biasanya,ia akan melakukan sholat subuh nya,lalu berdoa meminta petunjuk kepada sang pencipta atas kegelisahan hati nya.
Setelah selesai sholat subuh,Maryam berdoa.
"Ya Robb, berikanlah kepadaku Suami yang terbaik dari sisi-Mu,Suami yang telah malamarku dan menikahi Ku,semoga menjadi sahabat dunia dan akhirat.Semoga ia akan menjadi teman dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat,Amiin!"
Begitu siap berdoa,Maryam sedikit merasa lega dan tenang.Dia menyimpan semua perlengkapan sholat nya.
Maryam melirik jam masih pukul 04:10,ia segera membereskan tempat tidur nya,lalu merapikan kamar tidur.
Tok..tok..tok..
Ketukan pintu dari luar mengejutkan Maryam yang sedang menyimpan buku usang milik nya di dalam lemari,semalaman ia membaca buku itu,untuk menambah wawasan nya.
Tok...tok..tok..
Ketukan ke dua nya.
"Sebentar !"
Sahut Maryam yang melangkah ke depan pintu.
__ADS_1
Ceklek !
Maryam membuka pintu,di depan kamar nya terdapat beberapa pelayan,yang datang untuk melihat keadaan nya.
"Nona,apa Anda sudah selesai mandi?"
Tanya Pelayan,
"Sudah,Saya baru siap sholat,apa kalian membutuh kan bantuan Ku!"Tanya Maryam,namun terlihat di luar kamar nya beberapa orang yang sedang sibuk menyiapkan acara pernikahan hari ini.
"Semua nya dapat Kami atasi,Saya kemari untuk mengantar sarapan Nona,agar tidak telat sarapan nya,jika tidak Tuan akan marah!"
Pungkas pelayan tersebut,yang sedang memegang nampan berisi sarapan bubur.
"Baiklah,berikan kepada Saya!"
Ujar Maryam,mengambil nampan di tangan Pelayan,tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan tangan Maryam sedikit dingin dan terlihat dari mata nya seperti orang kurang tidur.
"Maaf Nona,apa Anda sedang tidak enak badan?"
Tanya Pelayan,
"Eemm,seperti nya ia,Saya sedikit pusing dan juga meriang,tapi tidak apa-apa nanti juga akan sembuh,saya membawa obat demam bersama dengan Saya,nanti akan saya minum!"
Pungkas Maryam,
Saat Pelayan itu akan berbalik,Maryam memanggilnya.
"Eh tunggu!"
"Iya"
Pelayan menoleh.
"Apa Tuan sudah kembali?"
"Sudah!Tuan dan rekan yang lain sedang berada di ruangan belakang,seperti nya sedang berjamaah,Saya melihat nya banyak warga Indonesia yang datang kemari,mereka semua terlihat lebih sopan dan juga penampilan nya berbeda!"
Jelas Pelayan itu.
"Saya sudah mengerti,Saya akan kembali ke kamar"
Sambung Maryam,lalu menutup pintu kamar nya.
"Mungkin Aku hanya banyak berpikir saja,Alex pria yang baik!"
Gumam Maryam,lalu meletakan nampan di atas nakas.
"Bagaimana?sudah di antar sarapan ke kamar Maryam ?"
Tanya Alex,saat melihat ke dua pelayan itu kembali.
"Sudah Tuan,tapi...."
Kedua pelayan itu ragu untuk mengatakan,dan saling pandang satu sama lain.
"Tapi apa ?"
Seperti biasa Alex tetap tegas kepada Pelayan dan yang lain.
"Tapi seperti nya,Nona Maryam sedang demam Tuan,terlihat dari nada bicara nya ia sedikit serak,dan juga mata nya agak berat dari pandangan nya!"
Jelas Pelayan.
"Sudah Kalian panggil dokter Hana kemari ?"
__ADS_1
Tanya Alex,
"Belum !"
Pelayan itu menggelengkan kepala nya.
"Nona Maryam bilang ia akan minum obat segera,ia membawa obat nya sendiri!"
Sambung pelayan itu.
"Baik kalau begitu,periksa selalu keadaan nya di kamar jika ada apa-apa beri tahu Aku!"
Pungkas Alex,
"Baik Tuan,Saya mengerti!"
Ke dua pelayan itu lalu berpamitan untuk pergi ke dapur,dan membantu yang lain.
Seisi rumah sibuk dengan sendiri nya,hanya satu ruangan saja yang di gunakan untuk akad nikah,itu di gelar di mushola rumah utama,mushola yang belum pernah di masuki oleh Maryam.
Bahkan Maryam tidak tahu letak nya ada di mana,rumah ini milik Alex,jadi ia sengaja membuat mushola,karena yakin suatu saat akan ada seseorang yang akan menggunakan tempat tersebut.
"Tuan !"
Panggil Jerry Law.
"Ada apa?"
Alex menoleh,Jerry Law baru datang.
"Keadaan Ayin telah membaik,ia meminta Anda untuk menemui nya !"
Pungkas Jerry Law.
"Kita berangkat setelah pernikahan ini selesai !"
Ujar Alex,Jerry Law mengangguk nya.
"Kalau begitu Saya permisi!"
Ujar Jerry Law,Alex mengangguk nya,lalu melewati ruangan keluarga.
"Apakah kamar pengantin sudah siap di rias?"
Tanya Caston kepada pelayan.
"Sudah Tuan,sesuai yang Anda perintah,Kami sudah membereskan kamar pengantin,dan semua nya sudah siap!"
Jawab Pelayan itu,Caston melihat Pak Kim yang melewati tempat tersebut.
"Pak Kim..!"
Panggil Alex,Pria tua itu menoleh .
"Tuan Caston!"
"Pak Kim,apa mushola nya sudah siap?"
Tanya Caston.
"Sudah,sudah di siapkan,dan tempat itu sudah dapat digunakan !"
Ujar Pak Kim yang terlihat gelisah.
"Ada apa?apa semua baik-baik saja?" Tanya Alex.
__ADS_1
"Tua King,meminta Tuan Alex untuk membatalkan pernikahan ini,Tuan King tidak ingin Tuang Alex menikah dengan seorang wanita muslim!"
Pungkas Pak Kim.