
Setelah dua minggu berlalu,Ge sudah menyelesaikan beberapa latihan nya di tempat pelatihan Bodyguard.
Albert terus saja mengawasi Ge,ia tidak membiarkan Ge lolos sebagai bodyguard berikut nya di tempat itu.Karena Albert tidak ingin Ge menjadi pengawal orang lain.Padahal,Ge sendiri tidak ingin menjadi pengawal,ia hanya mencari pengalaman untuk datang ke Inggris.
Albert baru saja mengantar Ge ke lantai kamar nya,Albert dan Ge baru kembali dari jalan-jalan menikmati suasana malam di Inggris.
"Terimakasih master,sudah menemani saya jalan-jalan,disini saat sulit mencari teman untuk di ajak berpergian yang bisa di percaya!"Ungkap Ge,Albert menaikan alisnya.Raut wajah nya itu seperti kulkas dua pintu,terlalu dingin untuk di lihat.
"Eeem,Kamu bisa kembali ke kamar mu segera,dan sampai bertemu di lapangan lari besok pagi.Besok pagi Kita ada lari maraton dan lari santai!"
"Saya mengerti,Anda kembali lah dulu,kamar Saya ada disini!"Menunjuk ke arah kamar nya yang dekat dengan tempat ia berdiri.
"Baik,kalau begitu Saya kembali dulu!"Ucap Albert dengan raut wajah yang tak berekspresi.Ge mengangguk nya.Melihat Albert yang sudah pergi,Ge pun berbalik ingin kembali ke kamar nya.
"Ge!"Panggil seseorang,Ge menoleh.
"Ketua Juan"Sapa Ge sembari menundukkan kepalanya.
"Anda kembali bersama dengan Master?"Tanya Juan,Ge mengangguk nya.
"Jadi,ini penyebab nya,Master menjaga jarak dengan Saya.Awal Kami berpacaran,Kami cukup dekat bahkan selalu bersama,bahkan Kami terlihat begitu dekat,yang terpenting Kami tinggal satu kamar Namun,semenjak kedatangan Kamu kesini,dia menjaga jarak,bahkan dia sudah jarang berbicara dengan Ku,Aku merasa pelakor telah datang dalam hubungan Kami!"Ucap wanita itu,Ge mengepalkan tangannya,Ge tidak mau di katakan pelakor,karena dia tidak berniat mengganggu siapapun di tempat ini.
'Kenapa Master tidak pernah cerita kalau ia berpacaran dengan Ketua Juan,ini bisa membuat Kami salah paham,dasar Pria sialan!'Umpat Ge dengan kesal.
"Ke tua Juan,Aku minta maaf,Saya benar-benar tidak tau mengenai hubungan Anda,untuk ke depannya saya akan lebih menjaga jarak!"
"Maaf ya Ge,saya harus menceritakan ini kepada Kamu,karena saya tidak ingin cinta saya kandas hanya karena orang ke tiga!"
"Anda tenang saja,Saya tidak akan menganggu master,karena Saya bukan tipe orang yang suka merusak hubungan orang lain!Saya permisi!"
Ke tua Juan mengangguk nya,lalu tersenyum saat melihat Ge yang sudah masuk ke dalam kamar nya.
Blam!
Ge membanting pintu nya.
"Kenapa?kenapa yang buat nyaman itu malah pacar orang lain,ia benar sih Aku tidak pernah jatuh cinta,atau mau mencintai siapapun pria yang dekat sama aku,tapi kenapa justru yang buat Aku nyaman itu master,dan master sudah memiliki pacar!"Gumam Ge,berjalan ke arah ranjang nya.
Drrt..Drrt..Drrt..
Ponsel Ge bergetar,dia dan Albert baru saja menukar nomer Line mereka.Albert terus saja memanggil Ge melalui aplikasi Line.Namun,Ge mengabaikan nya.
Albert merasa Ge yang sudah tidur,lalu ia menyudahi mencoba memanggil wanita itu.Ge meletakkan ponsel milik nya di atas nakas,sebelum ia benar-benar terlelap di atas tempat tidur nya.
__ADS_1
* * *
Ke esokan pagi nya. . .
Sebelum melakukan pelatihan,mereka lebih dua melakukan pemanasan,selama kurang lebih sepuluh menit.Albert mencari keberadaan Ge,kali ini Ge mengambil barisan paling terakhir,dengan tubuh nya yang mungil membuat Albert kesusahan untuk mencari keberadaan gadis itu .
"Li-ma orang dari kalian,akan memulai nya lebih dulu,setelah lari maraton,Kita akan lari santai.Tujuan melatih lari maraton ini untuk mengetahui kesiapan tubuh kalian,apakah Kalian sanggup saat di kejar musuh,atau ma-ti konyol sebelum bisa lari!"
"Untuk apa lari,kita sudah belajar begitu lama,tentu saja Kita akan melawan musuh!"Seseorang menyela ucapan Albert,tentu saja Albert tahu suara siapa itu.Semua orang menatap Ge Namun,gadis itu seakan tidak memperdulikan itu.
"Oke lanjut,maju ke depan li-ma orang "
Li-ma orang dari mereka berjalan ke garis permulaan,dan begitu juga selanjutnya sampai menyelesaikan nya.
Berikut nya adalah latihan lari santai,terlihat Ge mengambil barisan terakhir,ia sudah mulai malas berurusan dengan Pria yang membohongi nya,Ge merasa di bohongi oleh Albert.
Sementara yang lain berlari,Albert mengikuti nya dari belakang,sembari memperhatikan semua peserta.Albert terus saja memperhatikan Ge yang nampak berbeda dari yang lain.
Pruit..Pruit..
Albert meniup peluit saat ada yang mulai berhenti,lalu mereka segera melanjutkan nya lagi.Ge berlari paling belakang,saat ini Ge mencuri perhatian Albert yang sejak tadi memperhatikan nya.Albert segera berlari ke arah Ge,dan melepaskan jaket olah raga nya.
Albert menarik Ge di dalam barisan,hingga ke pinggir,membuat semua peserta melihat mereka.Albert segera memasang jaket milik nya di pinggang Ge.Membuat Gadis itu menatap nya heran.
"Aku pergi ke toilet dulu!"Ucap Ge yang langsung lari ke arah toilet karena malu.
"Eh,tunggu!"Albert memanggil nya.Namun,tidak di gubris oleh Ge yang sudah berlari begitu jauh.
"Semua nya lanjut lari lagi!"Teriak Albert,saat mendapati peserta nya yang tiba-tiba berhenti,memperhatikan diri nya dengan Ge.
"Setelah satu putaran,Kita istirahat dulu,dan akan lanjut setelah siang nanti!"
Albert segera pergi meninggalkan lapangan,Albert pergi menuju supermarket yang ada di seberang jalan.
"Apa yang harus ku beli"Gumam Albert,lalu ia mengambil ponsel nya,dan mencari tahu semua tentang jenis pembalut untuk wanita,setelah mendapat 'kan informasi Albert segera masuk ke dalam supermarket.
"Selamat datang Master King!"Sapa pelayan toko,saat mengetahui Albert datang berkunjung,semua orang mengenali Albert selain tampan ia juga di kenal dengan Pria kulkas dua pria dingin tapi menghanyutkan,tatapan nya bikin rindu.
"Aku mencari ini"Albert menunjuk 'kan layar ponsel nya kepada pelayan wanita,awal nya pelayan itu terkejut lalu,ia segera tersadar dan tersenyum.
"Oh,pacar Anda sedang mens-truasi.Tunggu disini biar Saya ambilkan!"
Albert mengangguk nya,di saat Pelayan itu mau pergi,ia menoleh kembali ke arah Albert.
__ADS_1
"Tuan mau berapa bungkus?"
"Ambil saja sebanyak yang di perlu,Aku butuh dua puluh bungkus!"Tegas Albert,tanpa ekspresi,raut wajah nya yang datar.Namun,masih bisa melihat raut wajah pelayan yang syok .
"Tunggu apa lagi,sekarang ambilkan!" Titah Albert,mata nya menatap pelayan itu dengan nyalang,membuat pelayan toko bergegas pergi mengambil apa yang di minta Albert.
Albert menunggu pelayan wanita itu di kasir dengan cemas.Saat bersamaan,peserta lain juga mampir ke toko itu untuk membeli makan dan minuman.
"Master King!"
"Master King!"
Sapa semua orang yang melihat Albert si kasir.
""Tuan,ini pesanan Anda sudah saya ambil dua puluh bungkus!"Pelayan wanita itu meletakkan pembalut di atas meja kasir.
Tentu saja,semua mata peserta tertuju ke arah meja kasir,membuat Albert kalang kabut,untuk menyembunyikan wajah malu nya.Ke tangkap basah saat membeli pembalut wanita,serasa seperti ketahuan saat berselingkuh dengan janda,malu bangat Albert rasa nya,mau pergi dari bumi ini saja.
Ha..Ha..Ha..(author tertawa bila mengingat wajah masam Albert yang menahan malu)
Albert segera mengeluarkan uang kertas beberapa lembar,dan meletakkan nya di atas meja.
"Tuan,ini kembalian nya!"Teriak pelayan itu,Albert sudah pergi begitu saja,membawa pembalut wanita satu kantong plastik,menuju toilet.
Melewati tempat menuju toilet,ibarat bersembunyi dan menyelinap dari musuh agar tidak ketahuan,rasa nya bikin deg-degan dan nano nano banget bang Albert.Wajah Albert yang mengkerut dan juga sorotan mata nya yang tajam,Albert seperti menahan sesak be-rak untuk menanggung rasa malu,membawa satu kantong plastik pembalut wanita menuju toilet.
* * *
New York . . .
Seorang Pria berjas merah maroon sedang duduk di ruangan tunggu,panti asuhan.
"Tuan,ini berkas yang Anda minta!"Wanita paruh baya,memberikan map merah kepada El.
"Tuan,tadi Anda bertanya kepada Saya keluarga dari Nona Atika.Tapi,seperti nya bukan Tuan Peter,Ayah dari Nona Atika.Teringat saya waktu itu,Nona Atika mengalami kecelakaan,dan saat itu juga semua orang mengetahui kalau Tuan Peter bukan Ayah biologis Nona Atika.Tapi,ada satu Pria yang saat itu mendonor darah untuk Nona Atika,nama nya Tuan Khai,beliau terlihat sangat peduli dengan Nona Atika!"
El terkejut mendengar pernyataan dari Ibu Panti tersebut.
"Terimakasih untuk berkas ini,Saya permisi dulu,dan ini sumbangan untuk panti asuhan ini,semoga Anak-anak disini,dapat tumbuh dengan semestinya dan selalu di pertemukan dengan orang baik!"
"Terimakasih banyak Tuan!"Ucap Bu panti sembari menundukkan kepala nya.
El segera keluar dari tempat itu,dan berjalan ke arah mobil nya.Seorang sopir sedang menunggu nya di dalam mobil,El menyimpan berkas tersebut di dalam jas nya,setelah itu baru ia masuk ke dalam mobil.
__ADS_1