
Tok..Tok..Tok..
Maryam mengetuk kamar Ayin,ia mendengar tidak ada jawaban dari kamar tersebut,Maryam segera berbalik untuk pergi.
Ceklek !
Maryam menoleh,saat mendengar suara pintu terbuka.
"Nyonya !"
Panggil Ayin.
"Ayin,bisa Kah Kamu membantu mengantar saya untuk mengejar Tuan Alex?"
"Mengejar Tuan?"
Ayin mengulangi ucapan itu.
"Iya,Tuan Alex baru saja pergi,seperti nya tidak jauh dari rumah,ponsel nya tertinggal!"
Maryam memperlihatkan ponsel di tangan Nya kepada Ayin.
"Eemm..."
Ayin terlihat berpikir,jika ia menolak Maryam akan curiga jika ia menuruti Nya,Maryam akan sampai ke menara.
Pilihan yang sulit di tentukan oleh Ayin.
'Aku bisa mengulurkan waktu Nya!'
"Baik lah Nyonya tunggu Saya di mobil,Saya akan berganti pakaian dulu!"
Maryam mengangguk nya,ia segera pergi dari hadapan Ayin.
Ayin kembali ke kamar nya,lalu bergegas berganti pakaian,Ayin sengaja berlama-lama di kamar,agar dalang mengulurkan waktu Nya.
30 menit berlalu,Ayin keluar dengan pakaian formal nya,memakai blazer dan juga celana panjang.
Ceklek !
"Maaf Nyonya Anda harus menunggu lama,tiba-tiba Saya sakit perut!"
Bohong Ayin.
"Tidak masalah,mari pergi!"
Maryam duduk di sebelah kursi kemudi,ia tidak ingin duduk di bagian belakang.
Ayin mengangguk nya,sembari menyalakan mobil.
"Tuan bilang Nyonya akan membuka toko dessert?"
__ADS_1
Ayin melirik,
"Ia,Kami berencana besok akan menyusun semua barang serta keperluan di toko!"
"Aku akan membantu Nyonya!"
Cetus Ayin,sambil tersenyum.
"Apa Kamu tidak sibuk?"
Maryam melihat ke arah Ayin.
"Dalam satu Minggu ada jadwal Ku libur kerja dua hari,dan satu Minggu ada jadwal Ku dua hari lembur di kantor,dalam satu Minggu ada jadwal Ku satu hari harus siap menyelesaikan satu proposal proyek!"
Pungkas Ayin.
"Pekerjaaan Mu,ternyata berat juga,apalagi waktu nya sudah di bagi-bagi sedemikian rupa,pasti Kamu terlalu lelah!"
Ayin mengangguk nya,"Mau gimana lagi,Kita bekerja di bawah perintah orang lain!"
Ayin kembali tersenyum.
"Ayin apa Kamu menyukai pekerjaan ini?"
"Iya,Aku menyukai nya,Aku lupa dengan kehidupan Ku yang sebelum nya,yang Aku tau,Aku menyukai kehidupan Ku saat ini!"
"Ayin apa Kamu tidak berencana untuk menikah?"
"Rencana ?"
Ayin melihat ke arah Maryam,yang saat ini sedang melihat Nya.
Maryam mengangguk nya.
"Ya Aku punya rencana untuk menikah,dan Nyonya harus tau,selera Ku mungkin tinggi,sehingga sulit untuk Aku mendapat kan Pria seperti yang ingin Ku miliki!"
"Pria seperti apa yang Kamu inginkan ?"
"Kau menginginkan Pria bertanggung jawab,memiliki rasa percaya diri yang penuh,bahkan Aku suka Pria yang romantis!"
Maryam mengangguk nya,Ayin melirik ke arah Maryam.
"Apa Tuan Alex,termasuk tipe Pria yang Nyonya sukai?"
Ayin menoleh,Maryam melihat nya.
"Eeeemmm...Meski sedikit membuat tidak nyaman.Namun,Tuan Alex,adalah pria yang baik dan juga penyayang !"
Ayin tersenyum mendengar jawaban Maryam.
"Seperti nya Nyonya sudah tau mengenai perjodohan Tuan dengan Nona Charlotte.Apa tanggapan Nyonya terhadap perjodohan itu?"
__ADS_1
Maryam terdiam,ia tidak langsung menjawab nya.
"Aku?"
Maryam melihat Ayin,"Aku tidak memiliki tanggapan,di dalam agama Islam poligami tidak di larang,tapi Aku bukan Wanita yang bisa menerima poligami itu terjadi!"
Pungkas Maryam,Ayin mangut-mangut.
"Ayin,Kamu tau,perempuan yang bisa merelakan suami nya untuk menikah wanita lain,dan rela untuk di madu adalah perempuan yang baik,dan soleha.Namun,itu hanya ada dalam seribu dua wanita yang mau menerima itu dengan suka rela!"
Sambung Maryam.
"Nyonya bagi Saya,Anda adalah wanita yang baik dan lembut,bahkan Anda termasuk wanita yang soleha.Kenapa Anda tidak bisa menerima poligami?"
Maryam kembali terdiam,Ayin mengetahui hal itu,Ayin merasa kalau pertanyaan nya sudah membuat Maryam tertekan.
"Ayin,Aku bukan wanita yang sempurna,Kau bukan lah wanita yang soleha,Aku hanya wanita biasa,punya rasa dan juga hati.Aku tidak bisa menerima apabila milik Ku di bagi dengan orang lain,Ayin Kamu tau,mungkin Aku wanita yang bodoh,tapi jika Aku di suruh milih,Aku lebih memilih berpisah dari pada harus melihat suami Ku menikah lagi!"
"Sudah Ku katakan,Aku bukan wanita solehah,pakaian Ku bukan jaminan jika Aku wanita ahli surga.Tapi,Ayin Aku hanya tidak ingin menjadi wanita yang munafik,Aku jujur Aku tidak sanggup di madu,Aku memilih untuk berpisah dari pada setiap hari Aku harus berdosa kepada suami dan madu Ku,karena setiap hari pasti pikiran Ku tidak ada yang lurus,setiap hari Aku harus melihat mereka berdua,Aku tidak sanggup berbagi kebahagian dengan orang lain,jika Aku disuruh pilih,Aku memilih menjanda!"
Sambung Maryam.
Ayin tercengang,mendengar jawaban Maryam.
"Nyonya,Aku memang berbeda keyakinan dengan Anda,tapi Aku mencintai ajaran Islam,Aku suka dengan buku-buku pedoman Islam,dulu disaat Tuan Alex bertugas ke Indonesia,Kami sering ikut,Aku dengan sengaja membeli buku pedoman hidup berumah tangga,karena itu menarik perhatian Ku untuk membaca Nya!"
Pungkas Ayin.
"Ternyata,Kamu juga suka membaca Nya,kenapa tidak belajar agama Islam?"
"Belum ada keinginan dari hati Ku!"
"Aku mengerti!"
Sahut Maryam.
Ayin tersenyum.
"Nyonya,bukan kah,menikah lebih dari satu di perbolehkan asal laki-laki itu adil?"
"Adil?jaman sekarang masih memikirkan kata adil?"
Maryam menekan kata-kata itu.
"Ayin,jika Pria di luar sana berlaku adil dan sama rata,tidak ada wanita yang pada akhir nya memilih menjanda.Namun,banyak yang kita liat,Pria selalu mengatakan ucapan adil disaat ia akan menikah lagi,tapi begitu jalan pernikahan ke dua nya,disitu lah rasa-rasa adil akan dirasakan oleh dua belah pihak,yang di rugi kan siapa ?"
Maryam menoleh ke arah Ayin.
"Istri pertama,tentu Istri pertama yang di rugikan,setelah rela berbagi,ia juga rela perasaan Nya,di aduk dengan rasa emosi dan juga kecurigaan.Apalagi jika Suami berbagi dengan adil agar dapat memenuhi nafkah lahir batin untuk ke dua nya,tapi pada akhirnya istri Pertama pasti akan menyerah,ia akan curiga dengan segala hal yang di perbuat oleh suami di belakang nya,jika ia dapat melakukan kecurangan satu kali,maka ia akan melakukan Nya ke dua kali,apakah disaat ia terjebak dengan orang baru lagi,apa Kamu akan merelakan nya untuk menikah ke tiga kali Nya?"
Ayin menoleh,kini Maryam menatap nya dengan nanar,netra nya memerah,Maryam terlalu bawa perasaan,apalagi dengan apa yang ia rasakan saat ini,suami nya di jodohkan dengan orang lain.
__ADS_1