
Lauren segera duduk di kursi nya,dan Alex duduk di depan meja Lauren.
"Gini dok,Saya ingin bertanya,bisa enggak Saya mengetahui masa subur seorang wanita,yang baik untuk mempercepat kan dapat momongan ?"
Tanya Alex,dokter Lauren tercengang.Lalu segera menepis rasa terkejut itu,agar Alex tidak marah.
"Biasanya, masa subur wanita terjadi sekitar 12 sampai 16 hari sebelum masa haid berikutnya.Dengan kata lain, rata-rata wanita mengalami masa subur di antara hari ke-10 sampai hari ke-17 setelah hari pertama menstruasi terakhir"
Jelas dokter Lauren,sambil memperlihatkan statistik tanggal kalender.
"Bagaimana cara untuk mengetahui hal itu?"
"Tuan hanya perlu bertanya kepada istri Anda,kapan ia terkahir kali haid,dan kapan haid,setelah haid Anda bisa mencatat tanggal nya,bagus untuk melakukan hubungan int*m,bila masa subur tiba,dan mempercepat kan pembuahan sel telur dan sel sp*rma!"
Sambung dokter Lauren,Alex merasa canggung.Namun,ia butuh pengetahuan itu dari sang dokter langsung.
"Baik,Saya sudah mengerti,Saya akan membawa istri Saya pulang,dan Saya berencana untuk merawat Nya dirumah saja!"
Pungkas Alex,yang berdiri.
"Baik,Saya akan mengurus nya,dan menulis resep obat!"
"Eeeemm!"
Alex segera berdiri dan pergi meninggalkan ruangan dokter Lauren.
Di luar ruangan dokter Lauren,Alex berpas- pasan dengan Ayin,yang datang untuk melihat keadaan Maryam.
"Tuan Alex!"
Sapa Ayin menundukkan kepala nya.
"Ayin,sedang apa Kamu disini?"
Alex menatap nya dengan tajam.
"Saya ingin melihat keadaan Nyonya,Tuan !"
"Maryam sedang istirahat,nanti malam ia akan pulang,lebih baik bertemu di rumah saja!"
"Tapi Tuan..."
Alex segera menatap nya dengan Nyalang,Ayin pun mengurungkan niat untuk untuk memaksa Alex agar memperbolehkan dirinya bertemu dengan Maryam.
"Baik Tuan,kalau begitu Saya permisi dulu!"
"Eeem!"
Ayin segera pergi dari hadapan Alex,sementara Alex kembali ke ruangan sang istri.
Ceklek !
Alex melihat Maryam yang sedang melihat nya juga,kali ini Alex dapat melihat setiap senyuman yang di pancarkan Maryam tanpa terhalang cadar.
"Aku sudah meminta dokter Lauren untuk mengurus kepulangan Mu!"
Ujar Alex dingin.
"Baik,terimakasih Mas"
Ucap Maryam sekali lagi tersenyum.
"Eeemmm!"
Sahut Alex singkat,dan cuek.Alex segera duduk di sofa yang ada di dalam ruangan,ia masih kesal dengan Maryam soal obrolan sebelum nya.
__ADS_1
"Mas masih marah ?"
Tanya Maryam.
Alex menatap layar ponsel nya.
"Enggak!"
"Mas masih kesal ?"
"Enggak!"
"Mas lapar ?"
"Enggak!"
"Mas Cinta enggak sama Aku?"
"Enggak!"
Sahut Alex,
Maryam terdiam,ia tidak lagi bertanya,Alex sendiri baru sadar dengan pertanyaan sang istri,lalu melihat Maryam dengan wajah tegang nya.
Maryam hanya tersenyum kecut ke arah Alex.
Alex berdiri dari duduk nya,dan menyimpan ponsel kembali ke dalam saku.
Alex kini berdiri di depan Maryam,dan duduk di tepi ranjang.
"Enggak salah lagi,Aku sangat mencintai Mu,lebih baik kehilangan semua yang Ku miliki saat ini,dari pada Kehilangan Mu!"
Ucap Alex,memegang tangan Istri nya,lalu merebahkan kepala nya di pangkuan sang istri.
"Boleh Aku tidur sebentar ?"
Tanya Alex,mendongakkan kepala nya ke arah Maryam.
"Jangan kan sebentar,mau tidur selama nya juga boleh!"
Goda Maryam,Alex merona,lalu kembali memejamkan mata nya.
"Apa yang membuat Mu mau hidup bersama dengan Ku,Kamu tau,Aku pria yang kejam,dan juga keras,bahkan Aku sering mengabaikan Mu,membuat Mu sedih !"
Ucap Alex masih dengan posisi semula.
"Aku tidak memiliki alasan lain,selain Aku mencintai Mu Mas,Kamu Pria pertama yang berani mengajak Ku untuk berumah tangga,Aku sering bertemu dengan kumbang.Namun,tidak ada kumbang yang sebaik Mu,singgah hanya untuk memperistri,bukan untuk menyakiti!"
Pungkas Maryam,tangan lembut nya masih menyentuh rambut kasar sang suami.
"Berarti banyak Pria yang singgah di hati Mu sebelum Aku?"
Maryam tertegun,mendengar pertanyaan Alex.
"Apa Aku terlihat orang yang seperti itu?"
Maryam kembali bertanya kepada Alex.
"Bukan,bukan begitu maksud Ku,hanya saja Aku takut jika Aku tidak bertemu dengan Mu di pesawat,mungkin Aku tidak pernah memiliki Mu,seperti saat ini!"
Ujar Alex.
"Mas percaya kan?langkah, rejeki,pertemuan dan maut,itu adalah hal yang saling berhubungan.Allah sudah mengatur nya,dengan siapa Kita akan bertemu dan berjodoh!"
Pungkas Maryam.
__ADS_1
"Berjanjilah,kalau Kamu akan selalu di samping Ku,suka maupun duka!"
Alex masih memejamkan matanya.
"Jika Allah mengijinkan nya,Aku akan selalu berada di sisi Mu Mas!"
Cup !
Maryam mengecup kening suami nya,seketika membuat Alex membuka mata Nya.
Alex memegang ke dua pipi Maryam,lalu menyatukan bi bir nya dengan bi bir sang istri.
Untuk pertama kali nya Maryam membalas ciu man sang suami,ia ikut memejamkan matanya.
'Saat tangan itu Ku genggam,merekah senyuman hangat Mu di hadap Ku.Semua cinta ada dan terasa atas dirimu yang memberi Ku kebahagian.Senyuman dan tawa yang Kau berikan,Aku bersyukur Tuhan telah mempertemukan kita'
Batin Alex bergelut dengan hati nya,masih menyalurkan ciu man hangat di antara Mereka berdua.
"Aku mencintai Mu!"
Ucap Alex,ketikan dua bi bir itu terlepas.
"Aku juga mencintai Mu Mas!"
Wajah Maryam kembali memerah,bak kepiting rebus.
"Mari progam kehamilan ?"
Ujar Alex,Maryam tertegun.
"Kamu mau kan?"
Tanya Alex lagi,Maryam masih belum menjawab nya.
"Sayang ...."
Alex berharap Maryam menyetujui nya.
Maryam mengangguk nya,Alex segera mengecup kening dan pipi Maryam berkali-kali saat Maryam menyetujui permintaan Alex.
"Aku mau Anak Laki-laki!"
Pungkas Alex.
"Mas,mau anak laki-laki atau perempuan itu sama saja,sama-sama titipan Allah !"
Ucap Maryam.
"Tapi Aku berharap Kita memiliki anak laki-laki yang pertama,agar ia bisa menggantikan posisi Ku kelak !"
Alex meyakinkan Maryam,jika keputusan Nya adalah yang benar.
"Jika Anak pertama perempuan bagaimana ?"
Tanya Maryam,Alex terdiam.
Maryam tahu,Pria seperti Alex pasti menginginkan anak laki-laki yang pertama,bagaimana pun ia tidak memiliki saudara lain,selain saudara angkat.
"Kita akan berusaha untuk mendapatkan anak laki-laki yang pertama,percaya lah,Kita pasti memiliki kesempatan itu"Tegas Alex,memegang tangan Maryam.
Meskipun sulit untuk mengiyakan,namun Maryam tidak ingin membuat sang suami sedih.
Alex kembali memejamkan mata nya di pangkuan Maryam,hingga terlelap beberapa saat.
Jangan lupa vote+beri hadiah,dukung karya Kita ya,jangan lupa tinggalkan jejak like+koment😘
__ADS_1