
Melihat Albert yang sudah pergi menyusul Pak Kim,Alex segera membawa Maryam untuk menunggangi kuda.
Alex membantu Maryam untuk bisa naik ke atas,lalu di susul dengan dirinya.
"Awas,hati-hati,tetap berpegangan!"Titah Alex,yang masih khawatir dengan Maryam.
Maryam memeluk pinggang sang suami,meskipun duduk menyamping,sebisa mungkin ia berusaha agar bisa duduk dengan baik.
Ke dua nya berjalan santai,dengan menggunakan sebuah kuda berwarna putih.Kuda tersebut adalah kesayangan Alex.
"Apa Kamu senang ?"Alex berbisik kepada Maryam,saat wanita itu sibuk melihat ke isi lapangan tersebut.
"Eeem"Maryam hanya mengangguk pelan.
Merasakan tenaga dari tangan Maryam yang memegang pinggang Nya.Alex,segera memeluk pinggang Maryam dengan tangan kiri nya.
"Jangan takut,ada Aku,bukan kah tadi sangat ingin menunggangi kuda!"Cibir Alex,terlihat Maryam yang membuang pandangan nya.
"Iya,tapi Aku tidak bisa duduk dengan tenang,Aku takut kuda nya ngamuk,dan terjatuh!"Ujar Maryam.
"Ha..Ha..Ha..!"Alex malah tertawa menanggapi jawaban istri nya.
"Aww.."Alex menerima sengatan listrik dari jari jemari Maryam yang telah mencubit nya barusan.
"Jangan menggoda Ku,Mas sudah mahir,Aku masih amatiran,ini saja juga harus di temani sama Mas!"Gerutu Maryam dengan kesal.
Cup!
Alex berhasil mencuri kesempatan untuk mengecup pipi Maryam.
"Mas,apa yang Kamu lakukan,fokus saja ke depan,jangan biarkan,Kuda nya berlari,Aku takut jatuh!"Protes Maryam lagi.Maryam mencengkram kuat lengan Alex.
"Kamu tenang saja,ada Aku disini yang akan melindungi dan menjaga Mu,jangan kan Kuda siapapun tidak akan Ku biarkan ada yang menyentuh Mu!"
Alex menghentikan kuda nya.
"Albert sudah menunggu Kita terlalu lama di taman,Kita harus kembali!"Sambung Alex yang segera turun dari atas kuda,dan jua membantu Maryam.
"Mas,turun kan Aku!"Rengek Maryam saat melihat Alex tidak juga menurunkan diri nya dalam gendongan.
"Aku akan menurunkan Mu sampai di gerbang lapangan!"Tegas Alex,Maryam membenamkan wajah nya di dada bidang milik sang suami.
Beberapa pengawal yang berbaris di gerbang lapangan,menundukkan kepala nya saat Alex dan Maryam melintasi jalan itu.
"Hueek..Hueek..!"Alex segera menurunkan Maryam saat mengetahui sang istri mual-mual.
"Ada apa Sayang?"Alex mengusap punggung Maryam yang sedikit membungkuk.
__ADS_1
"Aku juga enggak tahu,mungkin bawaan bayi Mas!"
"Yasudah,Aku hantar Kamu ke kamar,Kamu istirahat di kamar saja!"
Maryam mengangguk Nya.Alex segera menuntun sang istri menuju taman.Disana sudah ada Albert dan juga Pak Kim yang sedang menjaga Tuan Muda.
"Pah,Kita berangkat sekarang ?"
"Enggak hari ini ya Sayang,Bunda lagi kurang sehat,Kita pergi besok bagaimana?"
"Bunda sakit?sini biar Albert saja yang membawa Bunda masuk"
"Kamu ikut lah bersama Pak Kim,Bunda ada Papa yang menjaga nya.Pak Kim bawa Tuan Muda masuk,disini cuaca nya terlalu dingin !"Titah Alex.
"Baik Tuan!"
Alex segera menuntun Maryam menuju pintu utama,sedang Pak Kim dan Albert juga ikut masuk.
Kantor Xander Jam 11:00,Dini hari...
Semua mata tertuju ke arah Pria yang baru saja jalan ke arah lobi.Dania yang bertugas di bagian resepsionis pun di buat kaget dengan kedatangan Pria misterius tersebut.
Semua orang terlihat berbisik-bisik melihat ke arah Pria berjas warna maroon dengan kemeja hitam,lengkap dengan sepatu pantofel.
Tidak lupa kaca mata terpasang begitu rapi di tempat nya,sehingga membuat Pria itu semakin terlihat tampan.
"Dania apa yang terjadi?"Jerry berdiri di depan Resepsionis.
"Tuan Jerry !"Dania sendiri terkejut yang tidak mengetahui Jerry sudah berdiri di depan nya.
"Apa yang terjadi?"
"Saya juga kurang tau Tuan.Namun,tamu yang datang pagi ini sedang menarik perhatian semua orang !"Pungkas Dania.
"Siapa ?"Jerry menoleh kebelakang,dimana Dania sedang berdiri tepat di belakang nya.
"Itu!"Dania menunjuk ke arah Pria tersebut yang sedang berbicara dengan bawahan nya,dan beberapa pengawal ikut berdiri di belakang Pria itu.
"Peter?"Gumam Jerry membulat kan mata nya melihat ke arah Pria yang baru saja datang ke Xander.
"Tuan Jerry kenal?"
"Iya!"
Jerry segera pergi dari tempat resepsionis menuju lobi.
"Tuan Peter ?"
__ADS_1
Peter menoleh ke arah Jerry yang barusan memanggil nama nya.
"Jerry!"Ketus Peter,melepas kaca mata nya,Pengawal yang berdiri di belakang segera meraih kaca mata di tangan Peter.
"Tuan Peter,apa yang membuat Anda berkunjung ke Xander,hari ini tidak ada rapat ?"
"Aku?Aku tidak perlu undangan untuk datang kemari,harus nya Kamu tau itu!"Tegas Peter,
Banyak nya staf Xander,yang mondar mandir di lobi melihat ke arah Peter dan juga Jerry.
"Kembali bekerja!"Titah Jerry,semua nya lari terbirit-birit saat mendengar suara teriakan Jerry.
"Heeh.Jabatan bisa membuat seseorang itu menjadi sombong!"Cibir Peter.
"Sombong?itu bukan sombong,tapi itu adalah perintah,di jam kerja tidak ada Staf Xander yang boleh berkeliaran di lobi,kecuali ada hal yang penting atau mendesak!"Tegas Jerry,berdiri dengan tegak di depan Peter.
"Hantar Aku keruangan Alex!"Titah Peter.
"Maaf Tuan Peter,Tuan Alex tidak disini.Tuan Alex sedang mengambil cuti!"Timpal Jerry lagi.
"Cuti?Dia mengambil cuti di hari kerja?"Peter mengerutkan dahi nya.
"Tuan Alex,tidak kekurangan uang,untuk apa Dia harus berada disini,yang sering pergi ke kantor seharusnya seperti Kita ini,belum cukup banyak uang,jadi harus rajin ke kantor!"Cibir Jerry,yang mengetahui kalau Peter masih bergantung sama keluarga Nya.
"Kamu!"Peter menunjuk ke arah Jerry dengan jari telunjuk nya.
"Tuan Peter!"Seru Caston yang baru saja sampai bersama dengan Ayin.
Peter menoleh,saat melihat Ayin,Peter menaikan alis nya.
"Kamu,Kamu masih berada di samping Alex?"Peter melihat ke arah Ayin.
"Kenapa tidak apa yang salah?"Ayin membalas tatapan Peter barusan dengan tatapan nya yang nyalang.
"Yang salah itu jika Saya berada di samping Tuan Peter,itu baru salah!"Sambung Ayin.
"Kamu tidak ma ti waktu kecelakaan mobil?"Ucap Peter lagi,Caston,Jerry,dan juga Ayin terkejut.
Ke ti-ga nya saling tatap satu sama lain,bagaimana Peter tahu,sedangkan saat itu Peter tidak di NY.
Peter baru teringat kalau ia baru saja keceplosan saat berbicara.
"Eeem,Aku mendengar nya dari Papa!"
Ayin melihat Peter yang sedang terlihat panik,Ayin merasa jika Pria ini menyembunyikan sesuatu.
Vote+Like ๐Banyak yang singgah,tapi like nya sedikit ๐
__ADS_1