
Sampai di depan teras,Caston sedang menunggu Alex.
"Pak Kim bawa Albert untuk sarapan !"
"Baik Tuan,mari Tuan Muda ikut Saya!"
Albert segera pergi bersama Pak Kim,untuk sarapan pagi,sementara Maryam masih menunggu suami untuk pergi kerja.
"Apa ada yang sakit?atau perut Mu terasa sakit enggak?Aku mendengar benturan yang cukup keras tadi diatas saat Albert memeluk Mu"Alex memegang perut Maryam,
"Sudah enggak apa-apa Mas,cepat lah pergi,Caston sudah lama menunggu Mu!"Maryam mengulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan Alex.
"Jika nanti merasa tidak enak badan,atau ada yang sakit,segera hubungi Aku,jangan di tahan.Ingat,cepat beri tahu Pak Kim,atau bisa langsung hubungi Aku!"Titah Alex,Maryam mengangguk Nya.
"Iya Mas!"Sahut Maryam,mengangguk mengerti.
"Aku pergi dulu,baik-baik dirumah,kalau ada apa-apa segera hubungi Aku!"
Maryam mengangguk nya,Caston segera membuka pintu untuk Alex saat melihat Alex berjalan ke arah mobil.
Di dalam mobil sudah ada Ayin yang duduk di sebelah kursi kemudi.
Tiit...
Suara klakson yang di bunyikan Caston bertanda kalau mobil nya alam segera melaju,dan Maryam berhenti melambai tangan nya ke arah mobil Alex.
Maryam mengelus perut nya,sebenarnya ia merasakan sesuatu yang sakit di bagian perut nya.Karena,Alex ada rapat,Maryam tidak ingin sang suami khawatir dengan nya,sehingga membuat rapat itu batal.
Sampai di depan tangga,Maryam bertemu dengan Pak Kim yang baru saja keluar dari ruang makan.
"Pak Kim,Saya titip Albert,tolong awasi Dia ya,Saya mau istirahat di kamar!"Ujar Maryam.
"Ada apa?apa Nyonya kurang sehat?"Pak Kim melihat Maryam yang sedikit lesu dan kurang bersemangat.
"Saya tidak apa-apa,Saya akan turun nanti untuk sarapan !"
Pak Kim mengangguk nya,Maryam bergegas meninggalkan Pak Kim dan menaiki anak tangga satu persatu.
Di Tempat Lain . . .
Alex yang baru beberapa menit lalu meninggalkan rumah utama,tidak henti nya mengkhawatirkan kondisi Maryam.
"Ayin!"
__ADS_1
"Iya Tuan!"Ayin menoleh ke arah Alex yang berada di jok belakang.
"Hubungi dokter Lauren,suruh Dia kerumah utama,dan minta Dia untuk memeriksa Istri Ku,seperti nya kondisi Istri Ku kurang sehat!"Titah Alex,Ayin mengangguk nya,sembari mengeluarkan ponsel nya.
Alex melihat Ayin yang sedang mengobrol dengan dokter Lauren,karena tidak sabaran,Alex segera merebut ponsel di tangan Ayin.
"Dokter Lauren ini Saya,segera ke rumah utama,jangan sampai telat,tinggalkan pekerjaan yang lain,Saya takut sesuatu terjadi dengan istri Saya!"Titah Alex dengan tegas,Ayin masih menoleh ke belakang melihat Alex yang sedang mengobrol dengan dokter Lauren.
"Baik Tuan,Saya mengerti,setelah operasi ini selesai Saya akan segera kesana!"
"Tinggal 'kan operasi itu,minta dokter lain untuk gantikan,jangan biarkan istri Saya menunggu begitu lama,jika Anda telat dan sesuatu terjadi dengan istri Saya,Anda harus menerima konsekuensi nya!"Tegas Alex,terdengar dokter Lauren yang menelan ludah nya.
"Baik Tuan Saya segera kesana !"
Alex segera memutuskan panggilan tersebut,tanpa mendengar jawaban dokter Lauren lebih lanjut.
Dengan perasaan yang sedikit kesal,dokter Lauren harus bersiap pergi ke rumah utama,karena yang memegang kekuasaan adalah Alex,mau tidak mau dokter Lauren harus siap di panggil kapan saja.
Alex mengembalikan ponsel tersebut kepada pemilik nya.Ayin mengambil nya,lalu memberikan iPad kepada Alex untuk memeriksa statistik perkembangan Perusahaan Xander.
"Semenjak,Jerry yang menjadi Co-Ceo,perkembangan nya naik begitu pesat,tidak ada kecurangan atau pun kerugian di Xander!"Ujar Alex.
"Benar Tuan,perbedaan nya sangat jauh saat Tuan Mario yang menjadi Co-Ceo dengan Tuan Jerry yang menjadi Co-Ceo!"Sambung Ayin.
"Awasi selalu,jangan biarkan Dia berhasil menghancurkan Xander!"
"Baik Tuan !"
Alex mengembalikan iPad kepada Ayin.
"Tuan,Tuan Jerry mengirim pesan,kalau ia sudah sampai di rumah utama!"
"Suruh Dia menunggu di taman,dan suruh Dia jumpai Istri Ku setelah dokter Lauren pergi dari sana!"
"Baik Tuan !"
Ayin melakukan pekerjaan nya dengan baik,dan juga tidak pernah membuat Alex kecewa dengan kinerja kerja nya,Alex selalu puas kepada bawahan nya saat dalam bekerja.
***
Rumah Utama. . .
Dokter Lauren tiba di rumah utama,beberapa pengawal menyambut nya.
__ADS_1
"Dokter Lauren,siapa yang memanggil Anda kemari?"Pak Kim terkejut melihat dokter Lauren yang datang ke rumah utama.
"Tuan Alex memanggil Saya kemari!"
"Tapi Tuan,baru saja pergi!"
"Apakah Nyonya ada?"Tanya dokter Lauren sembari mengintip ke dalam rumah.
"Ada,Nyonya ada di kamar nya,langsung ke atas saja,Anda bisa bertemu dengan Nyonya disana!"Ujar Pak Kim menunjuk ke arah tangga.
"Baik Pak Kim!"dokter Lauren bergegas pergi dari hadapan Pak Kim yang super kepo itu.
"Pak Kim,Tuan Jerry ada di taman !"Seru seorang pengawal yang melihat ke datangan Jerry ke rumah utama.
"Aku akan melihat Nya!"Pak Kim segera pergi ke taman untuk bertemu dengan Jerry.
Beberapa saat berlalu. . .
"Tuan Jerry,Anda kemari?Tuan Alex,baru saja pergi!"
Jerry menoleh ke arah sumber suara.
"Pak Kim,Saya datang kemari untuk bertemu dengan Nyonya,ada hal penting yang mau Saya bahas dengan Nyonya,Tuan Alex,meminta Saya untuk sayang kemari!"Pungkas Jerry,Pak Kim mengangguk nya.
"Tunggu sebentar,Nyonya saat ini sedang bertemu dengan dokter Lauren,biasa masalah kandungan nya!"Cetus Pak Kim,berlalu pergi dari hadapan Jerry,setelah berbicara sepatah kata dengan Pria itu.
Jerry menggelengkan kepala nya melihat sikap Pak Kim.
Sembari menunggu,Jerry mengeluarkan iPad nya,dan memeriksa perihal pertemuan di malam Senin,Jerry selalu memeriksa perkembangan nya.Jerry tidak ingin ada yang ia lewati,dan semua tamu telah di periksa oleh Jerry latar belakang Mereka.
Dokter Lauren tiba di lantai atas,dan kini berdiri di depan pintu kamar Maryam.
Tok..Tok..
"Nyonya boleh kah Saya masuk?"
Maryam mendengar suara ketukan pintu,ia segera bersandar di atas kasur.
"Eeem..Iya,masuk lah,tidak di kunci!"Sahut Maryam di dalam kamar.
Ceklek !
Dokter Lauren membuka pintu kamar,seperti biasa,ia selalu takjub melihat kamar Alex dan Maryam yang begitu nyaman di lihat.Apalagi,nuansa kamar nya begitu indah dan juga soft,membuat orang betah berlama-lama disana.
__ADS_1
Dokter Lauren,mengembangkan senyum sapaan nya kepada Maryam,yang sedang melihat ke arah nya.