
Ayin menatap sang suami yang berdiri di sebelah nya.
"Apa yang sedang Kau pikirkan?"
"Apa begitu terlihat di wajah ku?"Caston malah berbalik bertanya kepada Ayin.
"Eeemmm"Ayin mengangguk nya.
"Kenapa El bisa tau,kalau Al pernah menemui Presdir Hyun Bin,di LA?"
"Ooo,itu.Aku yang beri tahu,Aku mengirim email untuk El,saat Aku memberikan laptop kepada nya!"
"Pantesan,kadang Aku berpikir Al sudah kembali,tetapi ternyata di depan Kita hanya ada El.Apa Kau merindukan Anak asuh mu itu?"Tanya Caston,Ayin mengangguk nya.
"Sabarlah,Kita akan segera bertemu dengan Mereka semua!"
Caston merangkul Ayin menuju ruangan nya,yang ada di lantai dua.
* * *
El memarkirkan mobil nya di tempat parkiran,di bawah lantai condo milik Atika.El melihat dua perawat yang baru saja keluar dari tempat itu,El juga dapat melihat tempat itu di jaga oleh seorang satpam di lantai bawah.
El turun dari mobil nya,dengan memakai kaca mata hitam,yang membuat ketampanan nya semakin bersinar.El berjalan ke arah pintu masuk condo,disana ada satpam yang sedang berjaga.
"Maaf,Tuan cari siapa?"
"Saya mencari kamar dokter Atika,ada di lantai berapa ya?"
"Kamar dokter Atika ada di lantai dua,nomer 030,saat ini dokter Atika masih berada di sana,karena barusan juga ada tamu yang mencari nya!"
"Terimakasih,Saya akan segera menuju ke lantai dua!"
Satpam ini mengangguk nya.El segera pergi meninggalkan tempat itu,dan berjalan ke arah lift.
Setelah menekan tombol menuju lantai dua,El masih harus menunggu untuk lift itu naik dan tiba di lantai dua.
Ting !
Pintu lift terbuka,kini El berada di lantai dua condo,dia harus mencari nomer 030,nomer kamar milik Atika.
Kini El berdiri tepat di depan pintu kamar condo Atika,El melihat nomer 030 yang terpasang di sana.
Tok..Tok..Tok..
Tidak ada jawaban,setelah El mengetuk sekali pintu kamar itu.
Tok..Tok..Tok..
Ceklek !
"Siapa?"Tanya Atika setelah pintu kamar itu terbuka.
"Tuan Muda?"Sambung nya yang terkejut,
Blam !
Atika menutup kembali pintu kamar itu,ia menyadari jika baju piyama yang di kenakan nya terlalu sexy dan juga pendek.
"Eh,apa yang salah ?"El menaikan satu alis nya.
Tok..Tok..
__ADS_1
"Tunggu,tunggu sebentar !"Teriak Atika dari dalam kamar itu.El pun mengangguk dan menunggu untuk beberapa menit di depan kamar Atika.
Ceklek !
Pintu kamar itu kembali terbuka,terlihat Atika yang sudah menggantikan piyama nya dengan celana panjang,dan baju lengan panjang.
"Bisa kah Saya bertamu?"Tanya El,Atika mengangguk nya,dan membuka pintu kamar dengan lebar.
"Tapi,Aku ingin berbicara dengan mu di balkon condo!"El menunjuk ke arah lorong condo yang ada balkon dan juga terletak dua kursi dan meja kecil di sana.
"Baiklah!"
Blam!
Atika menutup kembali pintu kamar nya,dan berjalan ke arah balkon,bersama dengan El.Tiba disana,ke dua nya menarik kursi masing-masing dan duduk dengan tenang.
"Ada yang ingin Kamu katakan kepada Saya?"Tanya El.Atika terkesiap,ia segera menggelengkan kepala nya.
"Saya tanya sekali lagi,ada yang ingin Kamu katakan kepada Saya?"Raut wajah El yang dingin,dan suara nya yang datar.Membuat jantung Atika berdegup begitu kencang.
"Apa maksud Tuan muda,jika ada sesuatu yang mau di katakan,Anda langsung bisa berbicara dengan Saya,jangan menggunakan bahasa yang tidak di mengerti oleh orang normal!"Atika menatap Pria dingin di depan nya dengan malas.
"Kamu baru bekerja di Xander belum lima hari,tapi sudah membuat Xander rugi lebih dari satu milyar!"Ungkap El,Atika terkejut,mata nya membulat,melihat ke arah El.
"Apa maksud Tuan?"Atika masih berlagak sok polos dan berpura-pura tidak mengetahui apa-apa.
Pak!
El melemparkan berkas di atas meja itu,yang ia simpan di dalam jas nya.
"Kamu yang telah menukar berkas asli Saya dengan berkas yang palsu ini?"
Sekali lagi ucapan El membuat Atika terkejut bukan main,Wanita ini tidak membantah ataupun menyangkal nya.Karena,apapun yang di katakan El benar adanya.
El mengebrak meja,dan membuat Atika terkejut.
"Saya tidak tahu,apa salah Xander terhadap Anda,sehingga Anda mencurangi Xander,dan Anda berani melakukan kejahatan sebesar ini kepada Xander!"Tegas El,menatap tajam ke arah Atika.
Atika yang biasa melihat tatapan El yang teduh itu,kini membelalak menatap pandangan El yang tak biasa.
"Kenapa Anda hanya berteriak kepada Saya?Anda tidak akan pernah tau apa kesalahan orang Xander terhadap keluarga Saya,kalau Anda terus berjalan sambil menutup mata!"Cibir Atika.
"Apa yang saya lewatkan?apa ada yang tidak Saya ketahui?"El berbalik bertanya kepada Atika.
"Tentu,banyak hal yang Anda tidak tau,bahkan Anda menutup telinga,Anda berpura-pura tidak ingin mengetahui nya,karena Anda ingin menutupi kesalahan orang di dekat Anda tanpa memikirkan perasaan orang lain!"Tegas Atika dengan begitu lantang,El mengerutkan dahi nya,mendengar suara teriakan wanita itu.
"Apa yang Kamu maksud,kenapa Kamu harus membawa masalah lain,untuk menutupi kesalahan Kamu!"El juga tidak tinggal diam ketika diri nya di bentak oleh seorang wanita.
"Aku tidak akan berbuat begitu rendah,kalau Ibu Anda,Nyonya Maryam tidak membu-nuh ibu Ku,Aku tidak mungkin melakukan kecurangan terhadap Xander!"
Plaak!
El yang biasa nya begitu tenang dan dapat menerima perlakuan orang-orang yang menghina nya.Namun,kali ini El tidak dapat menerima jika seorang Wanita menghina ibu nya.
Atika terkejut,saat mendapati diri nya di tampar oleh pria seperti Tuan Muda.
"Jaga ucapan mu,Ibu Ku adalah wanita yang mulia,bahkan jika di bandingkan dengan mu,bahkan Kamu tidak ada apa-apa nya.Jangan pernah melibatkan ibu Ku dalam masalah mu ini.Kali ini Aku membiarkan Kamu pergi meninggalkan Xander secara hormat,karena Aku tidak akan melaporkan Kamu atas kasus pencurian di Xander.Aku menghormati kebaikan mu yang telah merawat Ku selama Aku sakit.Meskipun,Kamu pernah mencoba membu-nuh ku sekali waktu itu!"Tegas El,yang melangkah pergi meninggalkan Atika.
"Aku tidak tau,dendam apa yang Kamu miliki terhadap keluarga Ku,tapi Aku bisa pastikan ibu Ku tidak terlibat dalam kasus itu,ia tidak membu-nuh siapapun!"Sambung El,lalu pergi meninggalkan Atika yang masih membatu di tempat itu.
Atika mengepalkan tangan nya,menatap El yang pergi meninggalkan dirinya dalam sebuah pertanyaan yang belum ia ketahui jawaban nya.
__ADS_1
'Kenapa dia begitu membela ibu nya?apa yang Aku tidak ketahui dalam kasus ini?'
Atika masih menatap El,disaat pria itu masuk ke dalam lift.Pintu lift masih terbuka,El menatap Atika dengan raut wajah yang masih marah.Namun,netra nya masih terlihat begitu teduh dan juga ia merasa menyesal telah menampar wanita itu.
Pintu lift terbuka,Atika baru sadar jika ada satu alasan yang belum ia ketahui,alasan kenapa Tuan Muda sangat membela ibunya itu.Padahal ia tahu,jika ibu nya adalah seorang pembu-nuh.
Tap..Tap..Tap...
Atika berlari ingin mengejar El,Atika berniat untuk bertanya,tentang kasus 22 tahun yang lalu,mungkin ada sebagian cerita yang ia tidak tahu.
Kriing..Kriing..
Tiba di depan lift,ponsel Atika berdering,ia menghentikan langkah nya.
"Hallo"
"Atika,Kau di condo?"
"Benar,Aku di condo!"
"Turun lah ke bawah,dalam waktu sepuluh menit lagi Aku akan tiba,Papa menunggu dibawah,Aku ingin mengajak mu untuk makan malam bersama,sekalian ingin mengajak mu ke makam ibu mu dulu!"
Mendengar kata-kata itu,membuat Atika mengurungkan niat nya untuk mengejar El.Atika segera kembali ke kamar nya,dan berganti pakaian.
Di tempat parkir,El berada di dalam mobil nya,ia mengambil ponsel yang ada di dalam saku celana nya.
El menekan kontak nomer Ayin.
"Tuan muda"Seru Ayin,saat panggilan itu terhubung.
"Tante,kenapa Tante tidak menceritakan kasus 22 tahun yang lalu,disaat Umi dan Papa kembali ke Indonesia,Tante hanya bercerita setengah,apa ada yang tidak Ku ketahui!"Tanya El,dengan suara serak nya,menahan rasa sesak di dada nya,saat seorang wanita yang ia hormati di tuduh sebagai seorang pembu-nuh oleh Wanita yang mungkin mulai ia percayai sebagai rekan kerja nya.
'Kenapa Aku lupa dengan hal itu.Karena Al sudah memperingati Kami untuk tidak menceritakan masalah itu lagi,dia sudah bersusah banyak mendapatkan keadilan untuk ibunya,membersihkan nama ibunya dari tuduhan itu.Memang sulit bagi Nyonya Maryam saat itu untuk mendapatkan ke adilan,karena dia bukan penduduk asli warna negara LA'
"Tante apa Kamu mendengar 'kan Aku?"Tanya El lagi,saat mendengar suara hening di seberang sana.
"Aku mendengar mu El,pulang lah,Tante akan menceritakan semua nya pada mu!"
"Baik Aku akan segera kembali!"
"Baiklah!"
Tut..Tut..Tut..
Panggilan terputus,El segera memutarkan arah mobil nya,sebelum ia berhasil meninggalkan tempat parkir itu.
El melihat Atika yang di jemput oleh seseorang,El menatap nya dengan datar.
"Nona Atika,silahkan masuk!"Ucap Seseorang membuka pintu mobil untuk Atika.
"Dimana Papa?"
"Dia ada di dalam mobil?"
Dari jauh,El memperhatikan gerak bi bir Atika saat berbicara,yang ia tangkap hanya kata- kata "Papa".El penasaran siapa pria yang di panggil Atika dengan sebutan Papa,lalu El mengintip sedikit celah dari kaca mobil yang di turun 'kan oleh mereka.
"Masuk lah Atika,Aku sudah menunggu mu dengan begitu lama"Ucap Peter yang tersenyum saat menyuruh Atika masuk ke dalam mobil.
Atika segera masuk dan terlihat bawahan Peter menutup pintu mobil nya.
"Paman Peter?"Gumam El,saat melihat mobil itu pergi meninggalkan condo Atika.Beberapa mobil lain mengikuti nya dari belakang.
__ADS_1
El segera melajukan mobil nya untuk kembali ke rumah utama,saat ini ada dua rahasia yang ingin El ketahui dari Ayin,satu tentang ibu nya dan satu lagi tentang siapa Atika.