
Cup!
Alex mengecup kening Maryam.
"Jika Aku jatuh cinta padamu,bagaimana pandangan Mu pada ku?"
"Tentu Aku akan bahagia!"
Sahut Maryam secepat kilat membuat Alex tertegun.
Maryam memalingkan wajahnya karena malu.Sebenarnya,ia telah jatuh cinta kepada pria itu,ia sendiri tidak tahu sejak kapan,namun jujur Maryam telah memendam perasaan itu untuk Alex,sang suami.
"Boleh kah Aku menyatakan cinta kepada mu?"
Maryam mengangguk nya.
"Kamu tidak akan mengerti bagaimana kesepian Ku bila tanpa Mu,Kamu juga tidak akan mengerti segala luka ku bila berjauhan dari Mu"
"Membayangkan wajah Mu sungguh membuat Aku tersiksa,Aku mohon padamu terima lah Aku dengan segala kekurangan,Aku berjanji pada langit dan bumi,Aku akan selalu setia kepada Mu!"
Maryam tertegun mendengar ucapan manis dari suaminya.
"Mas,boleh Aku bertanya?"
Alex mengangguk nya.
"Dari mana mas belajar kata-kata itu,terdengar begitu romantis !"
Goda Maryam.
"Jangan menggoda Ku,Aku sudah berusaha untuk tidak membuat Mu kecewa !"
Alex tersenyum,Maryam juga ikut tersenyum.
"Allahumma janibnasyaithana wa jannibi syathaanamaa razaqtana"
Alex mengecup kening Maryam,lalu ke dua mata nya,tidak melewati hidung mancung nya,hingga turun ke bi bir ranum nya.
Alex sempat mengecup nya beberapa detik,dan kini Alex,mulai menyapu seluruh tempat di le her Maryam yang tersisa kini hanya lah tanda merah di le her nya.
"Aaaggrhh!"
Terdengar des ahan itu di bawah rintihan hujan yang turun begitu deras.
Alex tidak dapat menahan diri dari godaan gunung kembar yang masih berbalut br* hitam,ia segera melepaskan pengait nya,Alex mulai memainkan nya sesuka hati,bahkan ia begitu gemes saat melihat benda kenyal itu,menantang nya untuk disentuh.
"Uuhhh,Mas pelan!"
Bisik Maryam menahan ngilu di bagian gunung kembar nya.
Alex mulai melancarkan aksi nya saat melihat Maryam telah menyerahkan diri sepenuhnya untuk sang suami.
Kini hanya ada bayangan yang tergambar di dinding kamar,selimut yang berbentuk balon,hanya ada dua orang yang berada di bawah sana,sedang memandu cinta Mereka.
__ADS_1
Alex menekan dan menghentakkan tubuh nya,saat ia mencoba menyatukan ke dua aset berharga itu.
"Aaahh...Uuuhhh!"
Maryam kembali menutup mulut nya,namun Alex kini menyatukan jari jemari nya dengan Maryam,membiarkan Dia untuk mende sah sesuka nya.
"Aaagggrrhhhh,pelan Mas,Aaahhh Mas Alex!"
Maryam menggelengkan kepala nya ke kiri dan ke kanan saat Alex mulai melanjutkan permainan nya ke tahap yang lebih pa nas lagi.
"Aaaagggrrrhhhh!"
Suara Alex yang terdengar begitu lepas saat ia telah menuntas kan permainan nya.
Alex kembali mengecup kening maryam.
"Mau mandi bersama ?"
Bisik Alex.
"Sebentar lagi mas,seluruh tubuh Ku ngilu"
Jawab Maryam yang membenamkan wajah nya di dada bidang sang suami.
Alex hanya tersenyum melihat wajah Maryam yang malu.
Malam ini ke dua nya,terlihat lebih bergairah, dari pada saat malam pertama yang sebelum nya yang masih malu,setelah yang pertama yang ke dua telah membangkitkan keberanian dari dalam diri Mereka berdua.
Alex begitu senang membelai rambut panjang sang istri,begitu juga Maryam yang senang menci um aroma tubuh Alex,bahkan ia tidak malu beberapa kali mengendus nya.
Alex berjalan ke arah balkon,jarang Alex menyendiri di balkon.Namun,saat ini ia sedang menghadapi masalah yang tidak kecil,mungkin dalam waktu singkat ini akan ada masalah yang mungkin datang secara bergantian kepada nya.
Alex tidak mempermasalahkan itu,ia bisa mengatasi nya,yang ia takut adalah wanita yang berbaring diatas ranjang itu,bisa kah ia menerima dan menghadapi setiap masalah yang akan menggoda nya nanti.
Itu yang di takutkan Alex,kini Alex mulai menghisap rok*k,untuk menghilangkan stres nya.
Maryam mengintip nya dari selimut,ia melihat raut wajah Alex yang begitu cemas,saat ini ingin sekali Maryam untuk menghibur Alex,namun ia takut kalau Alex akan marah jika Maryam bertanya tentang masalah nya.
Alex membuang puntung rok*k yang ada di tangan nya,ia melangkah masuk ke dalam kamar,Alex sengaja tidak mengajak Maryam untuk mandi sama,saat melihat Maryam yang masih tertidur.
Ceklek !
Pintu kamar mandi terbuka,Alex menoleh yang sedang berendam di bathtub.
"Sini Aku bantu Mas!"
Maryam menyuruh Alex untuk berbalik,agar Maryam bisa menggosok punggung Alex.
Alex nurut saja saat sang istri mulai menggosok tubuh nya dengan sabun.
"Ada apa mas?berbagi lah duka mas dengan Ku!"
Ujar Maryam dengan lembut.
__ADS_1
"Tidak,tidak ada apa-apa,Kamu tidak perlu cemas,Aku bisa mengatasi nya !"
Maryam terpaksa tersenyum,jika memang Alex tidak mau berbagi duka nya,Maryam pun tidak bisa memaksa untuk mengetahui nya.
"Sudah,mandi lah!Aku akan mandi sebelah! "
Maryam segera keluar,Alex ingin menahan nya lebih lama,namun ia takut tidak bisa mengontrol diri nya di depan Maryam.
20 menit berlalu,Alex keluar dengan handuk di leher dan di pinggang nya,begitu juga dengan Maryam,handuk masih bersanggul di rambutnya.
Maryam segera menggantikan baju tidur nya yang lain,setelah bersiap-siap ia segera kembali ke ranjang.
Cup !
"Mimpi indah!"
Ucap Alex,Maryam melihat Alex yang telah rapi dengan pakaian nya.
"Mas mau kemana ?"
Tanya Maryam.
"Aku mau bertemu dengan Caston,ada hal penting yang mau Aku bahas dengan Nya!"
Ujar Alex,mengambil jas mantel nya.
Alex menarik selimut untuk menyelimuti Maryam.Ia segera pergi meninggalkan Maryam sendiri di kamar.
Tap...tap...tap...tap...
Alex menuruni anak tangga,semua nya telah tidur,keadaan rumah terlihat sepi.
Ceklek !
Alex segera pergi ke garasi untuk mengambil mobil nya,di luar masih hujan, hanya saja tidak sederas tadi.
Bruuummmm....
Alex mengemudi mobil nya dengan kecepatan tinggi,dari lantai dua,tepat di kamar nya,Maryam mengintip Alex.
"Apa yang ia sembunyikan sehingga Aku tidak boleh tahu,apa arti teman hidup kalau ia tidak mau berbagi duka nya dengan Ku!"
Gumam Maryam,yang kini melihat mobil yang di kendarai Alex telah hilang dari pandangan mata nya.
Alex mengendarai mobil nya dengan emosi.Alex memutar arah menuju Bar.
Setelah memarkirkan mobilnya,Alex segera masuk ke dalam .
"Selamat datang Tuan Alex!"
Sapa Manager Bar.
Lalu manager mengantar Alex ke ruangan VVIP,disaat sudah ada Caston yang sedang menunggu Alex.
__ADS_1
Brak!
Alex mendorong pintu tersebut dengan kuat,sehingga mengagetkan Caston.