Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Taman


__ADS_3

"Akan Ku pertimbangkan !"Ujar Nya setelah berpikir begitu lama.


Tut..Tut..Tut..


Panggilan terputus,Dia lah Tuan King.Tidak akan menunggu orang lain untuk mengakhiri panggilan tersebut.


"Tuan,Tuan Caston ada di teras!"Ucap Pengawal menghadap Alex.


"Eeem.."Alex menoleh,Pengawal tersebut menundukkan kepala nya.


Alex segera pergi meninggalkan taman,dan berjalan ke arah teras.


"Tuan Alex!"Caston menundukkan kepala nya.Alex berdiri sembari dua tangan masuk ke dalam saku celana nya.


"Jerry menelpon,katanya sesuatu terjadi di Bar!"


"Apa yang terjadi ?"


"Lion,terlihat memburuk,kondisi nya memperhatikan!"Ujar Caston,Alex berjalan ke arah kursi,lalu duduk.


"Sudah Ku katakan,siapapun yang macam-macam,dan menyentuh keluarga Ku,tidak akan menjalani hidup dengan baik!"Pungkas Alex,duduk sambil menyilang kaki nya.


"Apa rencana Tuan selanjutnya?"Caston masih berdiri di depan Alex.


"Aku akan pergi ke sana!"Alex kembali berdiri.


"Pak Kim!"Teriak Alex dengan keras,yang berdiri dari teras.Mendengar suara teriakan Alex,Pak Kim bergegas pergi untuk menghadap Nya.


"Iya Tuan !"Pak Kim,menundukkan kepala nya.Dia takut jika Tuan King telah membicarakan sesuatu dengan Alex.


"Aku akan pergi ke bar,jika Istri Ku bertanya,katakan Aku pergi ada pekerjaan mendadak!"


"Baik Tuan !"


Alex dan juga Caston segera pergi meninggalkan teras,menuju mobil.


Blam !


Caston duduk di kursi kemudi,sementara Alex duduk di belakang nya.


"Bagaimana dengan Ayin?"Alex mengambil iPad yang di tangan Caston.


"Tuan Guntur telah berhasil di hantar ke markas Nya.Namun,saat keluar dari sana Ayin mendapat serangan dadakan!"


"Terluka?"


"Iya Tuan,tapi tidak terlalu parah,hanya luka ringan saat ini Ayin ada di Klinik Xander,untuk mendapatkan perawatan"

__ADS_1


"Eem..Peter sudah kembali!"


*Ckiiiittttt!


Dugh*!


Caston memberhentikan mobil secara mendadak,sehingga membuat kepala Alex terbentur.


"Ma-Maaf Tuan!"Caston menoleh dengan gemetar,melihat Alex yang sedang memegang kepala nya.


"Apa yang Kau lakukan!"Teriak Alex.


"Ma-Maaf Tuan.Tapi Tuan,kenapa Peter kembali?"Caston sendiri sangat mengenal Pria ini,yang selama ini selalu menghalangi Alex untuk berkembang di NY.


"Seharusnya Kamu tau kenapa Dia kembali!"


Caston mengangguk dengan cepat,lalu melanjutkan mengemudi mobil nya.


"Perhatikan jalan Mu,jika Kau berhenti mendadak lagi,Aku akan melempar Mu keluar dari jendela!"Tegas Alex.Caston hanya mengangguk saja.


Ti-ga puluh menit berlalu,Alex dan Caston telah tiba di Bar Marposa.


Ceklek !


Alex keluar dari dalam mobil,seorang pengawak membuka pintu mobil untuk nya.


"Selamat malam Tuan Alex!"Sapa pengawal sambil menundukkan kepala nya.


"Lion ada di lantai atas,Kita langsung ke sana,atau datang untuk melihat pelanggan dulu?"Caston berdiri di samping Alex.


"Langsung ke lantai atas!"


Caston mengangguk,lalu berjalan mengikuti Alex dari belakang.


Begitu sampai di dalam ruangan yang ada di lantai dasar,musik yang mengguncangkan tempat tersebut masih bisa terdengar meskipun berada di anak tangga menuju lantai dua.


Deru suara musik yang membangunkan setiap gejolak seseorang yang ingin melepaskan kesedihan,kesepian dan cendrung seseorang yang sedang patah hati pun akan berkumpul disini untuk menghibur diri.


Ruangan yang samar-samar,di penuhi dengan banyak nya pelanggan dari kalangan bawah ataupun kalangan atas,semua ada disini.Yang membedakan nya hanyalah ruangan nya saja,ada ruangan VIP,dan ruangan ekonomis.


Alex dan juga Caston menginjak anak tangga terakhir menuju lantai dua.Di dalam gedung ini tidak terdapat lift,meskipun tempat nya mewah dan tergolong tempat sultan.Alex lebih senang hanya menggunakan tangga saja,dari pada menggunakan lift,seperti pada umum nya.


"Ini ruangan nya Tuan !"Ujar Caston berdiri di kamar 034.


Ceklek !


Suara pintu terbuka,orang yang sedang berada di atas ranjang,dengan ke dua tangan nya terikat,menoleh ke arah tersebut.

__ADS_1


"Bren gsek!baji ngan,Kau Alex!"Teriak Lion dengan keras,saat melihat Alex datang berkunjung.


"Kau masih punya tenaga untuk memaki Ku?"Alex berjalan ke arah Lion,yang lemah dan tidak berdaya.


"Dia sudah melayani lebih dari lima puluh orang hari ini Tuan,dalam waktu satu jam bahkan Dia sanggup melayani sepuluh orang sekaligus!"Jelas Caston,sambil melirik ke arah Lion,yang menatap nya dengan penuh kebencian dan kemarahan.


"Sia lan!"Caston memberontak.Namun,ikatan tangan nya begitu kuat.Dalam keadaan,tanpa sehelai benang pun,Lion di biarkan begitu saja.


Tangan dan Kaki yang masih berbalut dengan perban,akibat tembakan yang di lepas Alex,beberapa jam yang lalu masih berdarah.Mungkin,perlakuan yang di dapati Lion dari pelanggan sungguh brutal.


"Lepas!Lepaskan Aku baji ngan.Kau akan mendapatkan apa yang telah Kau lakukan kepada Ku!"Teriak Lion lagi,dengan tenaga yang tersisa.


"Ada kabar baik untuk Mu,Peter sudah kembali,tapi Aku tidak tahu,apa Dia masih mengingat Mu,atau tidak !"Cibir Alex,berjalan ke arah balkon.


"Caston perintahkan seseorang untuk mengantar lemon utuh dan juga garam kemari!"Sambung Alex,sembari menoleh ke arah Caston.


"Baik Tuan!"


Lion membulatkan matanya melihat ke arah Alex yang berdiri di balkon.


Alex melihat langit yang banyak di penuhi bintang yang berkelap-kelip menerangi malam yang kejam ini.


"Kamu tau Lion,dunia ini kejam,saat Kita berada di bawah seseorang yang lebih kuat dari Kita,maka Kita juga akan kuat.Tapi,disaat pemimpin Kita lemah,maka Kita ikut hancur.Oleh sebab itu,Kita perlu berdiri dengan kaki sendiri,jangan selalu bergantung dengan orang,seperti yang Kau lakukan sebelum nya!"


Alex kembali masuk ke dalam kamar,"Kau sudah bergantung begitu lama dengan keluarga Guntur,tapi apa yang Kau dapatkan?"


Alex melirik ke arah Lion,yang saat ini menatap nya dengan bringas.


"Kau!"Teriak Lion.


"Kau tidak lebih baik dari Ku,hanya saja Kau yang sedikit beruntung.Kau akan merasakan keburukan suatu saat nanti!"Teriak Lion,sesekali merintih merasakan punggung nya yang terluka akibat cambukan dari pelanggan.


"Apa itu sakit?"Alex melihat ke arah Otong Lion yang tertidur dengan lemah.


Lion,menatap Alex dengan kejam,saat mendengar cibiran Alex yang menghina aset nya.


"Apa Kau mau mencoba nya?"Teriak Lion,dengan penuh kemarahan,lalu tersenyum.


"Aku bisa memuaskan Mu,lebih baik dari istri Mu yang lemah itu!"Teriak Nya lagi.


Duaackkhhh!


"Aaaggrrhhh!"


Alex menendang aset Lion.


"Jangan sesekali Kau menyebut istriKu dengan mulut kotor Mu,Dia terlalu suci untuk berada diantara bi bir Mu!"Tegas Alex lalu berbalik.

__ADS_1


Tok..Tok..Tok..


"Tuan,pesanan Anda disini!"Ucap Seseorang di balik pintu kamar 034.


__ADS_2