Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Pelayan menatap Heran


__ADS_3

Alex menginjak tangga terakhir menuju lantai dasar.Saat Alex berjalan ke arah ruang tengah,semua pelayan terlihat terkejut dan bahkan Pak Kim,tidak berani bertanya lagi,setelah apa yang barusan di peringatkan Alex kepada Nya.


Alex langsung berjalan ke arah tangga menuju lantai atas.


Beberapa saat kemudian,Dia tiba di lantai atas.


Blam!


Alex melihat dokter Lauren yang baru saja keluar dari kamar Nya.


"Tuan!"dokter Lauren menundukkan kepala nya.


"Bagaimana ?"Alex berdiri di depan Lauren,dokter Lauren menatap nya dengan mimik wajah yang terkejut melihat tubuh Alex yang penuh luka.


"Nyonya sudah membaik,ia hanya syok,untuk kandungan nya baik-baik saja,sudah tidak apa-apa ini sudah jalan bulan ke dua,harus lebih hati-hati lagi,agar tidak membahayakan janin yang ia kandung!"


"Saya mengerti!"


"Kalau begitu Tuan Saya permisi dulu!"


"Eeem"


Lauren segera berlalu dari hadapan Alex.Namun,beberapa detik kemudian,Alex memanggil dokter Lauren lagi.


"Dokter Lauren!"Alex kembali menoleh kebelakang.


"Iya Tuan !"


Dokter Lauren menghentikan langkah nya saat ia akan menginjak tangga menuju lantai bawah.


"Jangan lupa,apa yang telah Kita sepakati,sebentar lagi usia kehamilan nya menuju empat bulan.Jangan lupa perjanjian antara Kita berdua!"


"Baik Tuan,Saya mengingat Nya!"


Alex mengangguk,dokter Lauren segera turun menuju lantai dasar.


Di bawah dokter Lauren bertemu dengan Pak Kim.


"Biarkan Saya mengantar Anda ke depan !"Seru Pak Kim,dokter Lauren mengangguk nya,sembari mengikuti langkah kaki Pak Kim.


Sampai di teras rumah utama.


"Apa yang terjadi dengan Nyonya?apa kandungan nya baik-baik saja?"Pak Kim menoleh ke arah dokter Lauren yang masih berdiri di belakang nya.


"Semua nya telah di atasi dengan baik,Nyonya beruntung memiliki suami seperti Tuan Alex yang sangat mencintai nya,bikin orang iri saja,he..he..he.."Ujar dokter Lauren sambil bercanda,Pak Kim ikut tersenyum kepada dokter Lauren.


"Apakah Tuan Alex merencanakan sesuatu dengan Anda dokter?"Pak Kim menatap tajam ke arah dokter Lauren.Wanita ini terkejut,sembari menaikan satu alis nya.


"Pak Kim,Anda tau betul bagaimana Tuan Alex,ia tidak akan melakukan tindakan yang bisa membuat nya rugi!"Pungkas dokter Lauren.


Melihat Pak Kim yang hanya diam saja,dokter Lauren segera berpamitan untuk kembali ke klinik.


"Pak Kim,Saya permisi dulu,Saya masih banyak kerjaan di klinik!"


"Oh,ya silahkan !"

__ADS_1


Dokter Lauren segera pergi dari hadapan Pak Kim,dan segera masuk ke dalam mobil,sebelum Pria tua itu kembali memanggil nya.


"Iya Tuan!"Pak Kim sedang mengangkat telepon nya.Tuan King memanggil.


"Apa semua nya telah teratasi?"Suara serak dan berat dari seberang sana,itu adalah suara Tuan Besar King.Pria yang banyak di hormati oleh semua orang,bahkan Alex sendiri sangat menghormati nya.


"Sudah Tuan,Kini Tuan Alex dan Nyonya sudah di berada di rumah,semua baik-baik saja.Namun,dokter Lauren baru saja kembali ke klinik!"


"Dokter Lauren?dokter klinik?"


"Benar Tuan!"


"Apa yang ia katakan?apa ada sesuatu yang serius ?"


"Tidak Tuan,ia hanya memeriksa Nyonya saja,semua nya baik-baik saja.Anda tidak perlu khawatir!"


"Aku tidak mengkhawatir kan itu,hanya saja,Aku takut Alex akan bertindak tanpa berpikir.Semenjak kehadiran wanita itu,Aku merasa Alex sudah begitu jauh dengan Ku!"


"Tuan,itu hanya perasaan Anda saja,Tuan Alex sangat menghormati Anda!"


"Aku tau itu,Aku akan berbicara sendiri dengan Nya!"


"Baik Tuan!"


Tut..Tut..Tut...


Tuan King,telah memutuskan panggilan nya dengan Pak Kim.Pria ini segera menyimpan ponsel nya kembali,lalu berbalik dan masuk ke dalam rumah,untuk menyiapkan makan malam.


Ceklek !


Maryam menoleh ke arah pintu,melihat Alex berjalan ke arah nya.


Maryam segera berdiri saat mengetahui tubuh Alex penuh luka.


"Mas,apa yang terjadi?"Maryam menghampiri suami nya.


"Tidak apa-apa,bagaimana keadaan Mu apa sudah membaik?"Alex memegang pipi sang istri,dengan rambut yang masih terurai.


"Aku baik Mas"Maryam tersenyum.


"Sini,biar Aku bersihkan jari -jari Mas,nanti bisa infeksi kalau enggak di obati!"


Alex hanya menurut saja,saat sang istri menarik tangan nya untuk di obati.Alex merasa lega saat melihat senyuman di wajah sang istri.


"Bagaimana ini bisa terjadi?tadi saat Kita kembali semua tidak begini?"Maryam melihat Alex penuh dengan tanda tanya.


"Ini hanya sebagian dari rasa penyesalan Ku saja!"


"Mas mandi lah dulu,sebentar lagi magrib!"Ujar Maryam,membereskan kotak obat.


"Aku mandi dulu!"


Maryam mengangguk nya,sembari melihat sang suami berjalan ke arah kamar mandi.


Jam New York 20:15.

__ADS_1


Alex dan Maryam baru saja melakukan kewajiban nya sebagai umat muslim.


Alex menghampiri sang istri yang sedang membereskan tempat tidur.


"Bagaimana perasaan Mu sekarang ?"Alex memeluk Maryam dari belakang.


"Eem..apa yang Mas khawatirkan,semua telah baik-baik saja,karena ada Mas disini!"Maryam menoleh sambil tersenyum.


Cup!


"Mas!"


Alex berhasil mengecup bi bir sang istri,membuat Maryam terkejut,lalu tersenyum malu.


"Maaf kan Papa sayang,hari ini Papa sudah membuat Kalian terkejut!"Ucap Alex,sambil mengelus perut rata Maryam.


Maryam tersenyum,lalu berbalik menghadap sang suami.


Maryam mengalungkan ke dua tangan nya di leher Alex dengan manja.


"Jangan pernah menyalahkan diri sendiri,ini bukan salah Mas!"


"Bagaimana bukan salah Ku,Aku sudah gagal melindungi Anak dan istri Ku!"


"Ssst!"


Maryam meletakan jari telunjuk nya di bibir Alex,membuat Pria itu terdiam dan menatap Maryam dengan intens.


"Sepandai-pandai Nya tupai melompat ia pasti akan jatuh juga.Begitu juga dengan Mas,meskipun Mas telah berusaha sebaik mungkin.Namun,kesempurnaan hanya milik Allah,Mas sudah berusaha agar sampai tepat waktu,tapi Allah tidak mengijinkan itu terjadi"


Cup!


Alex kembali mengecup kening Maryam.


"Aku tidak salah memilih mu menjadi Istri Ku,sudah cantik,baik,pintar lagi!"Pungkas Alex memuji istri Nya sendiri.


"Mas pandai bermulut manis!"Cetus Maryam.


"Aku bermulut manis hanya kepada Mu saja!"


"Aaww sakit!"Pekik Maryam,saat Alex mencubit pipi Nya.


Cup! Cup ! Cup ! Cup!


"Mas.."Rengek Maryam,saat melihat Alex yang terus-terusan menc ium pipi nya.


"Lapar?"


Maryam mengangguk nya,sambil mengelus perut nya.


"Ayo,Kita turun,Pak Kim pasti sudah menyiapkan makan malam untuk Kita!"


"Tunggu,Aku akan memakai cadar dulu!"


"Eeem.."

__ADS_1


Maryam segera berjalan ke arah lemari dan mengambil cadar milik nya.


__ADS_2