Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Kamar Hotel 012


__ADS_3

Pak !


Alex menepis tangan Charlotte yang ada di dasi nya.


"Kamu ingin tau 'kan bagaimana Istriku sampai dengan selamat ke tempat ini !"Ucap Alex,berdiri dengan tegap di depan Charlotte.Wanita ini menaikan satu alis nya menunggu cerita dari Alex.


Flashback !


Mendengar perintah dari Alex,semua pengawal masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobil Mereka,yang sudah berbaris.


"Kita akan segera pergi,apa Kamu sudah siap?"Tanya Alex lagi,Maryam mengangguk nya.Lalu segera berjalan ke arah mobil.


"Pah!"Panggil Albert,saat Alex akan menyusul Maryam.


"Semoga pertemuan ini berjalan dengan lancar,dan sesuai rencana Kita!"


"Tentu,Papa berangkat dulu,dan Kamu tetap dirumah,Kamu bisa memantau nya dari sini!"


Albert mengangguk nya,Alex segera pergi meninggalkan teras.


Semua mobil yang berbaris di depan teras,segera keluar dari halaman rumah utama,dan semua mobil tersebut,telah melewati gerbang rumah utama.


Kecuali mobil Alex,yang di kemudi oleh Jerry.


"Kita tidak pergi dengan mobil"Ujar Alex,memegang lengan Maryam.


"Kenapa Mas?"Maryam melirik Alex,


Kaca mobil di turun kan oleh Ayin.


"Ayin?"Maryam terperangah saat melihat Ayin mengenakan baju yang sama persis dengan Maryam.


"Iya,ini Saya,Nyonya hari ini Saya akan pergi dengan mobil ini mengantikan Anda"Ujar Ayin.


"Kami harus segera pergi,jika tidak para pengawal akan curiga kalau Nyonya dan Tuan tidak ikut dengan mobil ini!"Sambung Jerry.


Alex dan Maryam mengangguk bersamaan.


"Good luck!"Seru Alex,Jerry mengangguk nya,ia segera melajukan mobil nya mengikuti mobil para pengawal,sehingga posisi mobil Jerry mengambil alih jadi mobil yang paling depan di antara para pengawal,untuk memancing musuh.

__ADS_1


"Jadi Kita harus pergi dengan menggunakan apa?"Maryam kembali melihat ke arah Alex.


"Tuan,helikopter nya sudah siap!"Seru seseorang yang baru saja datang menghadap Alex.


"Eeem,Kita kesana !"


Alex segera membawa Maryam ke lapangan yang ada di belakang rumah utama,tepat nya di sebelah lapangan kuda.


"Kenapa Aku tidak tau,kalau ini tempat Mas juga?"


"Kamu tidak bertanya!"


Beberapa menit berlalu ke dua nya,telah keluar dari lokasi lapangan.


Alex dan Maryam telah tiba di lokasi yang di janji 'kan Jerry.Namun,Mereka tidak segera datang ke pertemuan tersebut.Karena Alex,harus menunggu Cristian dan yang lain.


"Hallo,Tuan.Seseorang menyerang Kita,Aku akan mengalihkan pandangan Mereka,Kita bertemu di tempat yang telah di janjikan !"


"Baik,hati-hati,usahakan semua nya dapat selamat,tidak ada korban!"


"Saya mengerti!"


Alex mendapat panggilan dari Jerry,kalau mobil Mereka di serang oleh seseorang.


"Mas,apa semua baik-baik saja?"


"Iya,semua baik-baik saja,Aku tau ini bakal terjadi!"Alex menyimpan kembali ponsel nya.


"Bagiamana Mas tau?"Maryam masih penasaran dengan rencana yang mainkan sang suami.


"Kamu ingat,tadi pagi Albert mengajak Aku untuk berbicara di ruang keluarga.Ternyata,Albert sudah meretas ponsel dan komputer keluarga Cristopan,Albert mengetahui semua rencana yang di jalan Charlotte!"Pungkas Alex.


"Kalau Mas,sudah tau,kenapa tidak langsung membatalkan pertemuan ini?"


"Kita tidak bisa mundur tanpa berperang,Aku sudah menyiapkan hadiah untuk Wanita itu,khusus untuk Dia!"Alex tersenyum smirk ke arah Maryam,Wanita ini hanya bisa menggelengkan kepala nya.


Tidak lama kemudian,Cristian dan Caston tiba,begitu juga dengan yang lain.Alex segera mengatur strategi yang akan ia gunakan nanti.


Alex mengajak Cristian dan Caston untuk pergi bersama nya.Sementara,Ayin dan Jerry ikut Maryam datang ke pertemuan.

__ADS_1


Alex sengaja datang bersama dengan Cristian dan Caston.Agar Charlotte berpikir kalau rencana Dia telah berhasil.Tanpa ia ketahui,Alex telah tiba di tempat satu jam sebelum semua orang tiba disana.


Flashback Selesai!


Charlotte duduk di depan Alex,tepat nya di tepi ranjang.Charlotte membuka ke dua pa ha nya yang ingin menggoda Alex.Pria ini segera membalikkan tubuh nya,dari hadapan Charlotte.


"Ada apa ?.Apa Kau tidak bisa menahan nya Tuan,jika terus melihat nya?"Ucap Charlotte memiringkan kepala nya,yang saat ini berada di belakang Alex.


"Kalau Aku mau melihat,di bar banyak,lebih mahal dari yang ada di depan Ku ini.Namun,sayang nya Kalian semua bukan selera Ku!"Cibir Alex,


Charlotte memeluk pinggang Alex,membuat Pria ini terkesiap.


"Lepas!apa yang Kau lakukan!"Teriak Alex,Charlotte melepas nya,lalu kembali berdiri di depan Alex.


"Kenapa?kenapa Kau tidak bisa memilih Ku,apa kurang Aku di banding wanita yang berjubah itu!"Ketus Charlotte.


"Kurang?"Alex menaikan alis nya.


"Tentu saja Kamu banyak kurang nya,yang jelas jika di bandingkan dengan bidadari Ku,Kau tidak ada apa-apa nya.Kamu ibarat bunga bangkai yang tumbuh di sekitaran hutan,siapapun bisa mencium bau mu dan menggapai Mu.Namun,jika Istriku,Dia ibarat bunga di tepi jurang,bisa di liat tidak bisa di gapai,apalagi memiliki nya"Imbuh Alex ingin pergi.


"Tunggu !"Charlotte kembali menahan Alex.


"Kenapa Kau ingin sekali melindungi wanita itu,pada akhirnya,Kalian juga harus berpisah?"


Alex kembali membalikkan tubuh nya,menatap tajam kearah Charlotte.


"Tidak ada seorang pun yang bisa memisahkan Aku dengan Istri Ku,bahkan itu Tuan king,apalagi Kamu,tidak akan Ku biarkan !"Ancam Alex,dengan tatapan nya yang mengerikan.Charlotte sudah menelan ludah berkali-kali saat melihat netra Alex sangat dekat,itu mengerikan sekali.


"Apa yang bisa Kamu lakukan,jika itu benar terjadi?Kamu akan kehilangan ini semua,tidak ada seorang pun yang mau berdiri di samping Mu,bawahan Mu,bahkan istri Mu.Tidak ada yang akan peduli pada Mu,kecuali Aku!"Ketus Charlotte,Alex menyeringai mendengar ucapan konyol yang di tuturkan oleh Charlotte,sungguh tidak masuk akal.


"Kamu?"Alex menunjuk ke arah Charlotte dengan jari telunjuk nya.


"Heeh!"Alex menyimpulkan senyum licik nya.


"Kamu?bagaimana bisa seorang Wanita moderen bisa hidup susah?Kau akan mengeluh setiap detik,menit jika Kau hidup susah dengan Ku,apa itu yang Kau katakan kalau Kau peduli?"Alex memicingkan matanya.


Charlotte tidak langsung menjawab nya,ia melihat Alex dengan seksama.Alex berdiri di depan Charlotte dengan suara yang lantang.Mereka sudah berdebat begitu lama di dalam kamar tersebut.


Charlotte menurunkan sedikit lengan baju nya yang hanya ada sehelai kain yang menempel di bahu nya.Sehingga sebagian gunung kembar nya terlihat menantang di depan Alex.

__ADS_1


Author butuh dukungan,yang mampir jangan lupa like ya 😘Miss you♥️


__ADS_2