
Mesir. . .
Pagi Senin,El telah bersiap-siap,kini El berada di kamar Alex dan Maryam.
"Apa kamu gugup?"Tanya Alex,El hanya mengangguk pelan.
"El,selamat untuk mu ya sayang,Umi sangat senang,akhir nya kamu menemukan pujaan hati mu!"
"Terimakasih Umi,Papa!"El memeluk ke dua orang tua nya.
Tok..Tok..Tok..
"Tunggu,seperti nya itu Al!"Seru Maryam,yang mencoba melepaskan pelukan El,lalu berjalan ke arah pintu kamar.
Ceklek !
"Al,Aisyah,Ayo masuk,kita semua sudah siap!"Ujar Maryam,membawa menantu nya untuk masuk ke dalam kamar tersebut.
"Sekali lagi,selamat ya El!"Ucap Al kini memeluk sang Adik,yang tengah membenarkan jubah nya.
"Sangat tampan!"Puji Maryam yang mengukirkan senyuman indah nya."Tunggu sebentar,Umi pakai cadar dulu!"Lanjut Maryam yang pergi mengambil cadar nya yang ia letakkan di atas ranjang.
"Pa,bagaimana dengan Geisha apa ia akan datang?"Tanya Al,
"Enggak!"Sahut Maryam yang tengah memasang penutup wajah nya.
"Ge,tengah kurang sehat,tadi Albert ia akan datang jika Ge sehat,tapi seperti nya ia sendang mengandung,tidak mungkin bisa datang,jangan berkecil hati ya El!"
"Iya Umi,El mengerti,kesehatan Ge lebih penting,nanti kita dapat bertemu di NY umi!"
"Eeemmm"Setelah selesai,Maryam segera menghampiri suami dan ke dua nya anaknya,serta menantu yang sedang duduk di tepi ranjang.
Mereka semua pergi meninggalkan kamar itu,Al tidak melepaskan tangan nya yang menggenggam erat tangan Aisyah.Begitu juga dengan Alex,yang menggandeng tangan Maryam,untuk masuk ke dalam mobil,begitu tiba di depan hotel.
Dua puluh menit. . .
Mereka tiba di depan masjid Al-azhar,dari dalam mobil,Alex mengintip ke arah Masjid,terlihat Abizar dan istri nya menunggu Alex di depan masjid.
"Ayo turun,mereka sedang menunggu kita!"Semua orang segera turun,kecuali Aisyah,yang merasa kepala nya sakit dan bahkan ia merasa meriang.
__ADS_1
"Ada apa ?"Tanya Al,saat melihat sang istri yang menyentuh kepala nya.
"Tidak apa-apa,ayo turun mas!"Ujar Aisyah,Al mengangguk,ia segera turun,dan di susul oleh Aisyah.
El dan Alex berdiri berdampingan,Maryam memegang lengan El,begitu juga dengan Alex,mereka berdua mengiringi langkah El menuju pintu masjid.
Sementara Al,menggandeng tangan Aisyah,meskipun ia khawatir dengan kondisi Aisyah,Al juga tidak mungkin bisa melewatkan acara yang sangat sakral ini bagi El,Al sudah berjanji akan datang di acara pernikahan El.
"Assalamualaikum"Ucap Mereka serentak.
"Waalaikumsalam "Sahut Abizar dengan Ming Hao yang sudah menunggu mereka begitu lama.
"Dimana pengantin pria satu lagi?"Tanya Alex saat tidak melihat adanya Michael disana.
"Belum tiba,katanya masih di jalan!"
"Dante juga akan datang,tapi ia menunggu di hotel,setelah ini kita akan datang kesana,untuk makan malam bersama !"
"Tentu,Aku juga ingin bertemu dengan Dante!"Alex melirik ke arah mobil yang baru saja masuk dalam pekarangan masjid.
"Itu pengantin Pria sudah tiba!"Seru Ming Hao yang senang,ia sangat menginginkan acara pernikahan itu berjalan dengan lancar.
Ceklek !
"Assalamualaikum..."Ucap Michael bersalaman dengan Abizar.
"Waalaikumsalam!"
"Maaf saya datang terlambat,tadi penerbangan saya tertunda,orang tua saya belum tiba kemari,masih ada pekerjaan yang mendesak,tapi beliau akan tiba nanti malam untuk makan malam bersama !"Pungkas Michael.
"Tidak apa-apa. Ayo masuk,penghulu sudah menunggu nya begitu lama!"
Mereka semua segera masuk ke dalam masjid,terlihat dua orang wanita yang sudah menunggu mereka begitu lama di dalam sana.
Entah kenapa El merasa gugup,ia melihat ke arah Khadijah dan Atika yang duduk berdampingan,tapi membelakangi mereka semu.
"Yang pakai cadar calon istri El!"Bisik Al,
"MasyaAllah,Cantik sekali mas!"Puji Aisyah,Al segera merangkul pinggang Aisyah.
__ADS_1
"Istri ku lebih cantik,manis,imut dan tidak ada dua nya!"Ungkap Al,yang memuji Aisyah,membuat Aisyah malu.
Mereka semua duduk di barisan yang sudah di siapkan,sementara Michael dan Elbarak,duduk di depan penghulu,begitu juga dengan Abizar.
Karena orang tua Atika sudah tiada,jadi Bapak penghulu menggantikan wali nikah dari Atika.Hari ini adalah hari yang bahagia untuk El dan Atika,tapi entah kenapa air mata itu menetes begitu saja di pipi Atika,ia merasa sangat sedih,di hari pernikahan nya tidak ada satupun keluarga nya yang hadir,bahkan Atika tidak tahu entah masih ada sisa keluarga nya atau tekan tiada.
"Yang sabar ya Atika!"Bisik Khadijah,ikut menenangkan Atika,ia ingin memberi semangat ke wanita itu,saat mengetahui Atika menangis.
Pernikahan pun berlangsung begitu lancar,semua nya terlihat begitu bahagia,Maryam meneteskan air mata nya mengingat anak nya tiga-tiga sudah menikah.Mayam menggenggam tangan Alex.Alex sadar akan Maryam,ia pasti terharu saat melihat pernikahan El yang berjalan begitu lancar, yang sebelum nya sudah pernah gagal.
"Alhamdulillah!"Ucap semua orang setelah ijab Qabul selesai.Atika dan El,meminta doa restu kepada ke dua orang tua El,begitu juga dengan Khadijah dan Michael.
Setelah acara itu selesai,mereka semua berfoto keluarga untuk kenang-kenangan.
"Ini langsung ke hotel yang telah di booking oleh Tuan Abizar?"Tanya Maryam.
"Tidak,kita harus kembali ke hotel dulu,nanti malam kita akan bertemu dengan mereka lagi,karena Abizar memesan dua kamar disana untuk pengantin baru!"Ungkap Alex yang tersenyum,tapi melirik ke arah El dan Atika.
"Tuan Abizar,kami pamit kembali ke hotel dulu,kita akan bertemu lagi nanti malam!"Ujar Alex,mengulurkan tangan nya.
"Baik,sampai jumpa nanti malam,hati-hati di jalan!"
"Terimakasih,assalamualaikum!"
"Waalaikumsalam!"Tiga pasangan keluarga Alex,keluar dari dalam masjid menuju tempat parkir.Terlihat El dan Atika yang begitu malu-malu.
Seorang sopir,memberikan koper milik Atika kepada El,pria ini segera mengambil dan meletakkan nya di dalam mobil.
Ceklek !
"Silahkan "Ucap El,
"Terimakasih!"Ucap Atika yang malu-malu.Maryam dan Alex hanya tersenyum melihat pengantin baru. Begitu juga dengan Al dan Aisyah,yang ikut bahagia.
"Pak kembali ke hotel ya!"
"Baik Tuan!"
Berhubung sudah nambah satu orang,kini Alex duduk di depan bersama dengan sopir.Maryam duduk bersama dengan Al dan Aisyah.Pengantin baru duduk di belakang,melihat Atika yang duduk hanya diam saja,El segera menggenggam tangan Atika,membuat wanita ini terkesiap,lalu menatap nya sekilas,setelah itu segera berpaling,El hanya tersenyum saja melihat tingkah istri nya itu.
__ADS_1