Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Albert


__ADS_3

Dengan raut wajah yang kesal,merasa di tinggal sendiri oleh Maryam.Albert segera kembali ke meja nya.


"Bunda jahat !"


Gumam Albert sampai di meja restoran.


"Ada apa sayang,dimana Bunda Maryam ?"


Tanya Sandra saat melihat anaknya yang kembali sendiri ke meja.


"Bukan nya Bunda sudah kembali duluan ?"


Tanya Albert lagi.


"Enggak sayang,Bunda Maryam belum kembali!"


Alex melihat ke arah Albert.


"Albert di mana terakhir kalian bertemu?"Tanya Alex dengan tenang.


"Di depan toilet Pria Pa,Aku meminta Bunda Maryam untuk menunggu di luar toilet,tapi begitu Ku kembali Bunda sudah hilang!"


Jelas Albert.


"Caston,cepat periksa seluruh tempat ini!"


Titah Alex.


"Kalian tunggu disini,jangan kemana-mana!"


Sambung Alex,Sandra mengangguk nya.


Caston dan Alex segera pergi mencari keberadaan Maryam.


"Caston,jangan -jangan Pria waktu itu datang lagi,dan membawa Maryam bersama nya!"


"Pria?Siapa Tuan ?"


"Ada Pria yang beberapa Minggu lalu bertemu di mall!"


"Kamu carilah,Aku akan menghubungi Jerry!"


Tegas Alex,


"Baik Tuan !"


Caston segera pergi.


Tut...Tut...


"Hallo,Tuan Alex!"


Sapa Jerry,


"Jerry,Aku sedang di restoran Kepiting,Kamu bisa kemari?Maryam hilang Aku takut Pria waktu itu datang lagi,Aku barusan lengah,sehingga enggak memikirkan kejadian seperti ini akan terjadi!"


"Tuan,Aku akan segera melacak keberadaan Devano !"


"Aku tunggu kabar Nya!"


"Baik Tuan !"


Alex segera memutuskan panggilan nya,Caston berlari ke arah Caston.


"Tuan,Aku menemukan Nyonya!"


Alex menoleh.


"Aku barusan meminta manager resoo PP dan Caston segera pergi ke pintu belakang restoran.


Brak!


Alex menendang pintu restoran tersebut dengan sangat kuat.


"Tuan,itu Nyonya !"


Teriak Caston.


Tap..Tap...Tap ...


"Sayang..!"


Alex segera memangku tubuh sang istri,ia melihat kepala Maryam yang sudah berdarah.

__ADS_1


"Caston!"


Teriak Alex dengan keras,padahal Caston saat ini sedang berdiri tepat di depan Alex.Tapi panggilan nya seakan-akan Caston berada di kilometer 100 dari tempat Alex.


"I-iya Tuan !"


"Cari tau orang yang menyebabkan luka di dahi Maryam,dan siapapun Dia jangan biarkan Mereka ma ti sebelum Aku sendiri yang membu nuh nya!"


Titah Alex.


Caston mengangguk nya.


"Tuan Alex!"


Jerry berlari ke arah dimana Alex dan Caston berdiri.


Semua pengawal berdiri diluar restoran dan mengepung tempat tersebut.


"Jerry,Aku sudah mengetahui keberadaan orang itu,ayo ikut !"


Caston menarik tangan Jerry segera,sebelum Alex tambah marah kepada Mereka.


"Tunggu,Caston suruh pengawal untuk mengantar Sandra dan Albert kembali ke rumah utama!"


"Baik Tuan !"


Alex segera menggendong Maryam menuju mobil.Dan Alex memilih untuk menyetir sendiri.


Di dalam restoran,Sandra dan Albert masih menunggu di meja.


"Nyonya Muda,mari ikut Kami,Tuan Alex,menyuruh Kami untuk mengantar Anda pulang!"


Seru seorang pengawal yang berdiri si sebelah Albert.


"Dimana Alex?"


Tanya Sandra,langsung berdiri.


"Tuan Alex membawa Nyonya Maryam ke rumah sakit !"


"Kami mau ikut!"


Sahut Albert.


Sandra mengangguk nya.


Sandra menyuruh pengawal tersebut untuk mengendong Albert.


"Nyonya muda silahkan !"


Ceklek !


Seorang sopir membuka pintu mobil untuk Sandra dan Albert.


"Apa yang terjadi?apa enggak ada yang mau memberitahu saya permasalahan nya?"


Tanya Sandra begitu tiba di dalam mobil.


"Nyonya Maryam terluka,seseorang mencoba menyakiti nya,saat ini Tuan Alex sedang membawa Nyonya Maryam ke rumah sakit.Sementara Caston dan Jerry sedang mengejar pelaku nya !"


"Apa mereka sudah mengetahui pelaku nya?"


"Sudah nyonya,seperti nya itu berasal dari organisasi lain,dan itu juga bertentangan dengan organisasi Kita!"


Jelas Mereka,


"Organisasi siapa?"


Tanya Sandra lagi yang memang masih penasaran dengan kejadian tersebut.


"Organisasi mafia Guntur!"


"APA?Mafia Guntur?"


Ulang Sandra.


Pengawal mengangguk nya.


"Benar Nyonya Muda!"


"Seperti nya masalah nya tidak semudah yang di bayangkan!"


Ketus Sandra,

__ADS_1


Sang sopir segera menghentikan mobilnya di depan teras.


Ceklek !


"Nyonya muda tunggu lah di rumah,jangan pergi kemana-mana,sebelum Tuan Alex kembali "


"Saya mengerti!"


Sandra segera membawa Anak nya masuk ke dalam rumah utama,Pak Kim sudah menunggu nya di teras.


Di Rumah Sakit Xander!


"Lauren ...!"


Teriak Alex dengan keras,yang menggendong Maryam menuju ruang dokter.


Pengawal melihat Alex dengan gemetar,wajah Alex memerah,tidak ada tanda-tanda kehidupan disana,hanya ada aura mematikan yang di pancarkan netra Alex.


"Saya Tuan !"


Lauren segera keluar bersama dengan Darren.


"Segera obati Dia,jangan sampai terjadi sesuatu kepada Nya.Ingat hanya boleh ada dokter Lauren dan perawat wanita.Dokter Darren tidak di perbolehkan untuk masuk!"


Tegas Alex dengan nada tinggi,semua orang terlihat gemetar.


Alex membaringkan Maryam di atas hospital bed.


"Ingat,jangan ada dokter Pria yang masuk ke ruangan pengobatan,jika ada yang berani melanggar,Nyawa taruhan nya!"


"Ba-Baik Tuan!Saya mengerti!"


Dokter Lauren,dan beberapa perawat lain nya segera mendorong hospital bed Maryam menuju ruang pengobatan.


Di luar ruang Alex masih menunggu kabar dari Caston dan juga Jerry.Di satu sisi Alex cemas dengan keadaan istri nya.


"Dokter Darren,pastikan tidak ada yang masuk ke ruangan Maryam.Jika ada yang berani masuk walaupun hanya untuk mengintip Nya,Saya akan membuat Nyawa Anda terpisah dari raga nya!"


Dokter Darren mengangguk dengan gemetar.Alex segera pergi,menuju mobil.


Kriing..


Kriing..


Kriing..


Alex mendapati ponsel nya yang berdering,Jerry memanggil.


"Hallo!"


"Tuan Alex,Kami telah menemukan pelaku!"


Ujar Jerry.


"Aku akan segera kesana,Aku akan mengatasi nya!"


"Baik Tuan Alex!"


Alex segera memutuskan panggilan nya,dan menyimpan kembali ponsel di dalam saku celana.


Bruuummmm..


Mobil Alex keluar dari halaman rumah sakit,menuju tempat dimana dua orang pelaku di sandera oleh Caston dan juga Jerry.


Di tempat lain,di sebuh gudang tua.


"Tuan ampun,Kami mengaku salah,Kami tidak berniat untuk membuat wanita itu terluka,hanya saja ia datang disaat tidak tepat!"


"Kalian beruntung orang pertama yang kalian jumpai adalah Kami,jadi Kalian masih ada waktu dua jam untuk bernafas dengan tenang,sebelum Bos Kamu datang!"


Caston berdiri di depan dua orang itu sembari berkacak pinggang.


"Tuan,Kami janji Kami akan melakukan apapun yang Kalian mau,tapi ampuni Kami!"


Dua orang itu memelas kepada Jerry dan juga Caston,namun kedua nya tidak menggubris.


"Itu bukan pilihan yang harus kalian pilih,pilihan Kalian hanya ada dua,mau ma ti secara sadis atau secara tragis!"


Pungkas Caston dengan tatapan yang mengerikan.


"Heeh!"


Jerry menyungging sebuah senyuman maut kepada dua orang tersebut.

__ADS_1


Ada yang belum vote+ hadiah ,yukk bisa yukk. ...vote + beri hadiah 🥰😘😘


__ADS_2