Wanita Cadar Milik Tuan Mafia

Wanita Cadar Milik Tuan Mafia
Permintaan maaf


__ADS_3

Alex segera berpaling,dan ingin merubah topik,agar Pria seperti nya tidak terlihat canggung di depan sang istri.


"Kamu belum makan dari tadi,Aku ak...."


"Boleh panggil Aku bunda?Aku suka sebutan itu!"


Maryam memiringkan wajahnya,dan tersenyum kepada Alex.


Alex mengerutkan dahinya,ucapan nya terpotong dengan permintaan konyol sang istri.


"Bun..da?"


Maryam mengangguk nya "Boleh ?"


"Iya !"


Sahut Alex,mengambil nampan di atas nakas.


"Makasih Mas!"


Maryam memegang lengan suaminya.


"Eeemm.."


Alex tidak ingin memandang wajah manja istri nya,jika tidak ia tidak bisa menahan diri lebih lama lagi.


"Sarapan dulu!"


Alex mengambil piring berisi roti bakar dan juga memberikan gelas berisi susu kacang hijau kepada Maryam.


"Roti bakar nya kenapa gosong begini?"


Maryam memegang nya lalu membalikan arah melihat roti bakar yang gosong.


"I-Itu Aku yang membuat nya!"


"Haah?"


Maryam melotot ke arah Alex,terkejut dengan ucapan sang suaminya.


"Mas,serius ini sungguh sangat lezat!"


Maryam segera menggigit ujung nya.


'Apa ia selezat itu?'


Alex menatap Maryam yang sedang mengunyah roti bakar nya.


Dengan susah payah Maryam menelan nya,setelah itu ia buru-buru untuk minum.


Disaat Maryam mau menggigit nya lagi,Alex segera merebut dan menggigit sisi satu lagi.


"Ini pahit,apa nya lezat,sudah gak sah di makan lagi!"Alex meletakan kembali nampan tersebut di atas nakas.


Alex menyenderkan kepala nya di bahu sang istri,Maryam menoleh,melihat Alex yang tiba-tiba begitu manja.


Alex menyatukan ke dua telapak tangan mereka bersama.


"Jika suatu saat Aku tidak memiliki semua ini lagi,apa Kamu akan tetap bersama Ku?"

__ADS_1


Pertanyaan Alex membuat Maryam tersenyum.


"Memang nya kenapa jika Kita tidak memiliki semua ini,Mas tetap suami Ku,dan Aku tetap istri Mu,Mas adalah harta yang paling berharga yang Ku miliki saat ini!"


Pungkas Maryam,


"Ka..."


"Bunda!"


Tegas Maryam,Alex tersenyum.


"Iya,Bu-bunda!"


"Sayang,Kamu lah harta Ku yang paling berharga,bukan Aku yang berharga buat Mu,tapi Kamu yang berharga buat ku!"


Cup!


Alex mengecup kening Maryam,lalu ke pipi nya,Alex juga mengecup bi bir sang istri.


Alex dengan perlahan mendorong sang istri ke atas kasur,membaringkan nya dengan lembut.


Alex kembali mengecup puncak kepala Maryam,lalu hidung mancung nya,ke dua pipi nya juga ikut tidak terlewatkan,sehingga berhenti di bi bir yang ranum dan sexy milik sang istri.


بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا


Setelah Alex melafazkan doa tersebut,Maryam memejamkan matanya,ia pasti dapat berpikir selanjutnya akan seperti apa.


Alex memegang tangan Maryam,lalu meletakkan nya di kancing baju,Alex meminta Maryam yang membuka nya.


Maryam segera membuka kancing kemeja Alex dengan perlahan,meski bukan yang pertama kali.Namun,masih saja membuat Maryam tersipu malu,dan tersenyum bila berada di bawah Alex.


Alex segera turun dari ranjang,dan menurunkan celana bahan nya ke lantai,sebelum ia naik kembali ke atas ranjang lebih dulu ia membenarkan selimut yang akan menutupi tubuh sang istri.


Dup..Dup..Dup...


Detak jantung bak irama musik yang mengalun begitu merdu di bawah selimut sutra yang kini menutupi tubuh ke dua nya.


Pancaran indah dari manik mata Maryam.Setiap kedipan dan lirikan itu membutakan mata hati Alex.Bagai kilatan petir yang membelah bumi.


Alex telah menyatukan bi bir Nya dengan bi bir Maryam,ke dua nya saling berpangutan mes ra di dalam selimut.


Nafas yang berbaur satu sama lain,beradu di tengah - tengah mesra nya ciu man ke dua nya.


Tangan lembut Maryam mencengkram kuat di lengan kekar Alex saat ciu man ke dua nya berakhir begitu panas,dan hanyut di dalam suasana yang romantis.


"Haah!"


"Haaah!"


Ke dua nya saling mengatur nafas satu sama lain,saat ke dua bi bir itu terlepas.


Alex mulai menelusuri le her jenjang milik sang istri,tidak membiarkan tertinggal walau hanya sedikit celah.


Tangan nya menurunkan dalaman tipis sang istri yang sejak tadi masih menempel di tubuh nya,sehingga menghalangi pandangan untuk melihat dua buah sintal yang menantang has rat nya.


Memainkan li dah di ujung puncak gunung semeru adalah keahlian nya sejak pengalaman pertama di malam pertama.Kini semakin membuat nya lebih bergai rah lagi.


Kecupan demi kecupan mulai terjadi,dari atas gunung kini turun ke perut bumi yang masih rata dan indah itu.

__ADS_1


Perut yang naik turun menerima setiap sentuhan bi bir, bagaikan biola yang di mainkan sehingga menghasilkan musik yang begitu indah.


Harum kesturi yang semerbak,membuat kembang kempis hidung Alex.Saat menerima rangsa ngan wangi yang berasal dari surga dunia tepat nya ada di depan mata Alex.


"Eeem....Eeemmm!"


Maryam mere mas sprei,menarik nya dengan kuat,menahan rasa yang bergelora di bawah sana menerima sentuhan li dah dari sang suami.


Kecupan manis beralih ke pa ha yang putih dan mulus,perlahan-lahan,kaki itu mulai naik turun saat merasakan titik kenikmatan nya di sentuh.


"Aaah!"


Tubuh nya menggeliat merasakan sengatan aliran listrik yang mulai meran sang di seluruh tubuh.Tatkala sentuhan jari,membuat ia reflek menarik kaki nya karena itu membuat ia geli.Alex menyentuh telapak kaki Maryam,memijit nya dengan lembut.


"Eeemm ...Aaahh!M-Mas!"


Maryam kembali menutup mulut nya,ia tidak ingin semua yang ada di rumah mengetahui hal itu,apalagi suasana masih tergolong sangat pagi.


"Aaaagggrrrhhh!"


De sah Maryam tidak tertahan ketika Alex menghujamkan aset nya ke tempat yang seharusnya.


Kepala nya memutar ke kiri dan ke kanan,merasakan sesuatu yang tertahan di bawah sana.


"Ooh!Aaah!..M-Mas!"


Alex menyatukan telapak tangan nya dengan Maryam,ke dua nya menegang di bawah selimut,menyatukan ke dua aset yang tidak ingin terlepas satu sama lain.


Suara notice ranjang yang mengalun begitu indah,untung saja ranjang itu memiliki nilai yang cukup mahal,jika tidak mungkin akan roboh,dengan permainan yang di mainkan oleh Alex.


Entah dari mana tenaga nya,semakin hari semakin bertambah,bahkan kali ini,Maryam terlihat begitu lelah dan tidak bertenaga.


"Apa Kamu lelah?"Bisik Alex yang berbaring di sebelah Maryam,menggunakan selimut yang sama.


Maryam mengangguk nya saja terasa berat,keringat mulai membasahi wajahnya padahal di dalam kamar AC nya masih menyala.


"Masih ada waktu sekitar ti-ga jam lagi,sebelum Kita pergi makan siang di luar !"


Ujar Alex membelai rambut Maryam yang tidur dalam pelukannya.


"Mulai sekarang berjanji lah padaKu,Mas enggak akan menyembunyikan apapun dari Ku!"


"Iya Aku janji Bunda Ku sayang !"


"Aaww,Sakit !"


Pekik Maryam saat Alex menarik hidung nya.


"He..he.."


Alex hanya bisa tertawa kecil,melihat kelucuan sang istri.


Malah sebalik nya melihat Alex yang tertawa,Maryam malah melihat nya dengan begitu bahagia.


"Ada apa ?kenapa Kamu tersenyum ?"


"Aah,enggak,Aku gak senyum,hanya saja Aku bahagia!"


Maryam memalingkan wajahnya yang merona.

__ADS_1


CRAZY UP SELAMA 1 MINGGU,JANGAN LUPA VOTE DAN BERI HADIAH UNTUK DUKUNG KARYA AUTHOR 😘


__ADS_2