
Tuan Guntur berdiri tepat di depan Maryam,Wanita ini mundur dua langkah saat melihat Tua Bangka ini yang menatap nya dengan me-sum.
"Nyonya kembali lah ke dapur,biar Saya yang melayani pelanggan ini!"Ujar Ana,yang mencoba membantu Maryam menghadapi Tuan Guntur dan bawahan nya.
"Kenapa harus terburu-buru?bukan kah,ini suatu kehormatan bisa langsung di layani oleh pemilik toko !"Tuan Guntur ingin meraih tangan Maryam.Namun,Maryam segera menghindar.
Maryam tidak tahu siapa Tuan Guntur yang sebenarnya,ia mengira Tuan Guntur hanyalah orang kaya pada umum nya,ia tidak tahu kalau Tuan Guntur adalah Mafia Guntur di Negara NY.
"Saya suka melihat Wanita yang sok jual mahal,tapi kenyataan nya murahan!"Tuan Guntur tersenyum sinis ke arah Maryam.
Plaak!
Maryam melayangkan satu tamparan kepada Tuan Guntur,membuat Lion dan juga Cristian terkejut.
"Sia lan...berani Kamu!"Ketus Lion,segera melangkah ke depan.Namun,Tuan Guntur menghalangi nya.
Tuan Guntur menatap Maryam,sembari menyentuh sudut bibir nya yang sobek,akibat tamparan Maryam yang begitu keras.
Tuan Guntur juga menji lat darah yang menempel di jarinya,sambil melihat ke arah Maryam.
Maryam menatap nya dengan jijik.
"Darah ini adalah perkenalan yang begitu lembut dari seorang wanita yang begitu cantik !"Ucap Tuan Guntur,masih dengan tatapan me-sum nya.
"Menjijikan,dasar Tua bangka!"Ketus Ana.
"Apa kata Mu!"
"Eeergh..Aagrhh!"Lion mencengkram kuat leher Ana,Maryam terkejut,ia segera membantu Ana.
"Lepas,apa yang Kamu lakukan,Kamu bisa membu nuh Dia!"Teriak Maryam,mencoba melepaskan cengkraman tangan Lion.
Semua pelanggan yang ada di dalam toko tersebut hanya bisa melihat nya saja.Tanpa bisa berbuat apapun atau menghentikan Mereka.
"Heeh!itu akibatnya jika berani melawan Saya!"Ucap Tuan Guntur,ia segera menarik lengan Maryam dengan kuat,saat Maryam sedang berusaha melepaskan tangan Lion dari leher Ana.
"Lepas!"Teriak Maryam saat Tuan Guntur masih memegang lengan nya,ia merasakan sakit di bagian lengan nya.Meskipun usia nya yang sudah tua.Namun,stamina nya masih terlihat begitu kuat.
"Ayah sebaik nya Kita pergi dari sini,ini bukan lah hal yang baik untuk Kita,ingat Anda sedang mencalonkan diri sebagai pemimpin Aeros,jika ada yang melihat Anda begini,itu akan membuat reputasi Anda hancur"Bisik Cristian,meskipun hidup di lingkungan mafia,Cristian masih ada sedikit belas kasian terhadap perempuan.
"Oh,tentu itu ide yang baik!"
Tuan Guntur melihat seisi ruangan,lalu memerintahkan untuk semua orang agar meninggalkan tempat tersebut.
"Kosong kan tempat ini!"Teriak Tuan Guntur.
Semua orang bergegas pergi dari dalam toko tersebut.Maryam dan Ana mulai panik,saat melihat semua orang pergi,tidak ada yang berani membantu Mereka,karena sebagian dari Mereka mengenali Tuan Guntur.
"Lepas!"Maryam menatap kesal ke arah Tuan Guntur yang sedang tersenyum genit ke arah nya.
Tuan Guntur belum juga melepaskan lengan Maryam yang ia pegang.
__ADS_1
"Aku penasaran,bagaimana kalau Aku ingin melihat wajah yang tersembunyi di balik kain ini"Ucap Tuan Guntur,mendekatkan tangan nya dengan wajah Maryam.
Maryam berusaha untuk menghindarkan nya,tapi Tuan Guntur bukan lah tandingan nya,Tuan Guntur lebih kuat dari yang di bayangkan Maryam dan Ana.
Sekilas Maryam teringat akan kata-kata Ayin saat Mereka di gudang toko.
Taaap!
"Agrh!"
Maryam menginjak kaki Tuan Guntur,sehingga Tuan Guntur reflek melepaskan tangan nya.
"Berani Nya Kamu!"Tuan Guntur menatap tajam ke arah Maryam.
"Cris bawa perempuan itu kesini!"Titah Tuan Guntur kepada Cris saat melihat Maryam yang berjalan mundur ke arah dapur.
Cris segera menuruti perintah dari ayah angkat nya.
Cris segera mengejar Maryam yang berlari ke dapur.
Brak!
Cris mencoba menahan pintu dapur yang akan di tutup oleh Maryam.Namun,kekuatan Maryam masih saja kalah dengan Cris,yang lebih kuat dari dirinya.
Maryam terpaksa melepaskan pintu yang ia tahan dengan Ani.
"Nyonya Anda tidak apa-apa?"Tanya Ani,saat melihat Maryam.
"Sam pah,mimpi saja Kamu!"Teriak Ani.
"Nyonya keluarlah,biar Aku yang menahan Pria ini!"Bisik Ani.
"Bagaimana dengan Kamu?"
"Aku tidak apa-apa!"
Cris melihat ke arah dua perempuan itu,saat Maryam ingin berlari ke pintu belakang dapur,Cris segera menangkap nya.
"Lepas,Lepaskan Nyonya,Aku bisa ikut dengan Kalian,tapi biarkan Nyonya pergi!"Teriak Ani,yang berusaha membantu Maryam.
Duacckkhh!
"Aaah!"
Dugh!
Cris berhasil menendang Ani,hingga terjatuh dan pingsan.
"Lebih baik Kamu nurut sebelum Aku berbuat sama seperti perempuan itu!"Tegas Cris.
Dugh!
__ADS_1
"Aaggrh!"Teriak Cris dengan keras,sehingga membuat Tuan Guntur datang ke dapur untuk melihat nya.
Maryam berhasil menendang aset Cristian,sehingga membuat Pria itu susah berdiri.
"Apa yang terjadi,kenapa berteriak?"Tuan Guntur berdiri di ambang pintu dapur.
Tuan Guntur melihat Maryam yang sedang mencoba membuka pintu belakang dapur,karena terbuat dari besi membuat Maryam kesusahan.
"Sini Kamu!"Tuan Guntur menyeret Maryam keluar dari dapur,dan di ikuti oleh Cris.
"Lepas,lepaskan Aku!"Maryam mencoba memberontak.Tapi ia masih tetap kalah,sementara Ana,sudah pingsan di buat Lion,terlihat leher Ana yang memerah,akibat cengkraman Lion.
"Siapa Kalian,kenapa Kalian mengusik ketenangan Kami !"Ucap Maryam dengan lantang.
"Kamu tidak tahu siapa Kami?"Lion berjalan ke arah Maryam.
"Memang nya Aku harus mengenali semua orang,Kalian terlihat begitu tidak penting,jadi untuk apa Aku harus mengenali Kalian !"Maryam menatap nyalang ke arah Lion,sehingga membuat Pria itu marah.
Plaak!
"Lion!"Teriak Tuna Guntur saat Lion menampar Maryam.
Maryam sadar cadar nya yang terbuka sebelah,ia berusaha untuk memperbaiki nya.
"Aku tidak tahan melihat Wanita ini terus saja berteriak kepada Mu,apalagi ia berani menendang Cris!"Lion menatap Cris.Namun,Cris membuang pandangan nya ke arah lain.
Pak!
Tuan Guntur menahan tangan Maryam satu lagi saat Wanita ini ingin memperbaiki cadar nya.
"Biarkan Kami melihat nya,Kamu sudah penasaran sejak tadi,saat melihat Kamu!"Ucap Tuan Guntur dengan lembut,sembari ingin menggoda Maryam.
Lion tersenyum licik,ia tidak memperdulikan Maryam,yang ia peduli hanya Cris yang tidak banyak bicara akhir-akhir ini,setelah kejadian malam itu, dimana Lion memberitahukan perasaan nya kepada Cris.
"Tidak,Ku mohon,lepaskan Aku!"Ucap Maryam,kini menyerah,ia tidak bisa terus memberontak,itu membuat perut nya sakit.
"Apa?apa yang barusan Aku dengar,apa Kamu memohon untuk Aku memuaskan Mu?"Tanya Tuan Guntur.
Tuan Guntur menarik hijab belakang Maryam dengan kuat,sehingga membuat wanita itu mendongakkan kepala nya ke atas.
Sebelah posisi cadar Maryam yang terbuka,membuat Tuan Guntur penasaran dengan wajah Maryam.
Tuan Guntur segera menarik cadar yang di kenakan Maryam.
"Jangaaan..!"Teriak Maryam dengan keras,ia merasa harga dirinya telah di injak-injak,saat Pria tua itu berhasil melihat wajah cantik Maryam yang tersembunyi di balik cadar nya.
Tuan Guntur terpukau dengan kecantikan Maryam,bi bir nya yang ranum,wajahnya yang putih serta mulus,tanpa ada cela,membuat Tua Bangka ini menelan ludah nya berkali-kali.
Has rat nya memberontak saat melihat kecantikan Maryam yang belum pernah ia lihat dimana pun.Menurut nya Maryam benar-benar wanita yang paling cantik yang pernah ia lihat.
Di sisi lain,masih ada Cristian yang ikut terpana melihat kecantikan Maryam.
__ADS_1
Air mata Maryam luruh,banjir membasahi pipi nya,ia tidak dapat menahan rasa sakit hati nya,di perlakukan sedemikian hina oleh Mereka.