
Maaf jika masih banyak Typo!✌️😁
Swiss ♥️HoneyMoon. . .
Albarak dan Aisyah baru saja tiba di salah satu Negara Eropa yaitu Swiss.Mereka berdua mendapatkan tiket bulan madu ke Swiss.Albarak berpikir jika tiket dan hotel atas nama Elbarak,karena ia tahu jika hadiah itu pasti Alex berikan untuk adiknya.Namun,Albarak sempat terharu saat melihat tiket dan hotel atas nama nya dengan sang istri,sungguh membuat Albarak tidak dapat menahan rasa bahagia nya,karena ke dua orang tua nya sangat mencintai dirinya,dari yang ia tahu.
Swiss adalah negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari pegunungan Alpen.Kini pegunungan Alpen menjadi tempat favorit pasangan muda ini,apalagi Aisyah yang baru pertama kali menginjak kali nya di Swiss,ia sangat kagum dengan alam di sekitar itu.
Albarak dan Aisyah kini berada di hotel The Omnia,letak nya tidak jauh dari pegunungan Alpen.
Albarak berdiri di balkon kamar hotel,ia menatap ke arah pegunungan itu,sangat sejuk,bahkan terlalu sejuk,bahkan mereka harus menggunakan mantel dan jaket secara bersamaan.Mereka datang di bulan Desember,kebetulan bulan ini adalah musim dingin,dan biasanya orang-orang akan senang berliburan di musim ini sembari untuk menyambut tahun baru.Banyak terlihat pohon na-tal yang terpasang di sekitaran hotel dan juga di sekitaran rumah warga.
Aisyah sedang sibuk menata baju dan barang bawaan nya di lemari,supaya lebih rapi dan tidak berantakan.Disaat yang bersamaan,Albarak datang mendekat sang istri yang sedang menutup lemari.
Deg..Deg..Jantung Aisyah berdetak lebih kencang,saat tangan kekar milik sang suami melingkar di pinggang ramping Aisyah.Al mendaratkan kecupan mesra nya di pipi Aisyah yang masih mengenakan cadar.
Aisyah tidak bergerak ia berdiri di tempat dan membatu disana,Al segera membalikkan tubuh sang istri agar menghadap kearah nya.
"Apa Ning gugup?"Tanya Al,memegang ke dua pipi Aisyah,ia menatap netra sang istri.
Sejak mereka ijab Qobul,Al belum melihat wajah sang istri,bahkan mereka melakukan sholat bersama,karena sebelum nya Al sholat di pesantren dan Aisyah di bilik saat mereka hendak berangkat ke Swiss.
"Sedikit.."Lirih Aisyah,dengan suara yang paling pelan,bahkan Al saja tidak dapat mendengarkan nya,ia tersenyum,lalu menyatukan dahi nya dengan dahi Aisyah,membuat tubuh Aisyah bergetar hebat.Al memegang ke dua tangan Aisyah,yang sudah mulai basah akan keringat dingin,karena di tatap begitu dekat oleh sang suami.
"Boleh Al buka penutupan wajah Ning?"Tanya Al dengan sopan,meskipun halal untuk nya.Namun,ia tidak ingin menyinggung perasaan sang istri.
"Saya adalah milik Mas,apapun yang ingin Mas lakukan halal bagi Mas,Saya ridho "Ujar Aisyah,betapa tersentuh nya Al hanya dengan ucapan singkat itu,tapi membuat ia tidak mau berpaling sedikitpun dari pandangan netra nya.
Albarak berdiri tepat di depan Aisyah, yang tinggi nya hanya sebahu Al.Albarak menyentuh kain cadar yang menutupi wajah sang istri,ia sadar saat itu Aisyah sedang gugup bahkan terlihat dari getaran kaki Aisyah yang sejak tadi begitu tidak tenang.
"Mas tidak akan memakan mu,bisa lebih tenang?"Goda Al,Aisyah tertunduk malu,lalu kedua tangan nya meremas ujung hijab yang ia pakai.
"Lihat mas!"Al memegang dagu Aisyah,dan menuntun wajah itu untuk menatap dirinya.Melihat itu membuat Al tersenyum smirk.
"MasyaAllah,sangat tampan !"Ucap Aisyah,spontan membuat Al melongo,dengan pandangan Aisyah yang kini mendongakkan kepala nya.Aisyah berpaling karena malu,Al segera menyentuh pipi itu dengan lembut,Aisyah memejamkan mata nya,merasa sentuhan itu sangat nyaman.Tangan Al satu lagi,menarik tali cadar hingga kain yang menutupi wajah sang istri kini terjatuh di depan Al.
Tidak pernah menebak bagaimana bentuk ciptaan Allah di depan nya,tapi masyaAllah itu sungguh indah,bahkan lebih indah dari pemandangan di Swiss, yang di depan mata Al bahkan bisa membuat darah berhenti mengalir,denyut nadi berhenti seketika,dan jantung berhenti berdetak.
Tubuh Al kaku,pandangan nya tiba - tiba samar,bi-bir nya membisu dan kelu,sesekali angin menerpa kain yang menutup kepala sang istri,bahkan Al belum menyadari kalau ia sudah diam begitu lama di depan Aisyah.
Tangan Al bergerak menyentuh wajah sang istri,dan itu benar-benar bersih,tidak ada noda makeup,bi-bir nya merah muda tanpa ada gincu yang menghiasi wajah Aisyah.
Al sadar,jika istri nya tidak pernah memperlihatkan alat makeup di depan nya,berarti selama ini Aisyah tidak pernah berias kecuali saat menikah.
"Sayang,kamu ciptaan Tuhan yang paling sempurna di mata ku,kamu adalah segala pelipur lara ku,dan juga tambatan hati ku!"Ucap Al,begitu saja,semakin membuat Aisyah tersipu malu.
Entah sejak kapan Al pandai merayu dan mengucapkan kata-kata manis.Netra Aisyah berbinar-binar menatap sang suami yang kini sangat dekat dengan wajahnya.
Tanpa menunggu persetujuan dari Aisyah,Al segera mengendong tubuh Aisyah,sehingga membuat Aisyah terkejut.
"Mas!"Aisyah memegang kuat bahu Al,yang saat ini ia berada dalam gendongan sang suami.Al tersenyum,lalu membawa Aisyah ke arah ranjang,yang di penuhi dengan kelopak bunga mawar dan hiasan bunga matahari di tepi ranjang.
Dengan perlahan-lahan ia membaringkan tubuh Aisyah ke atas kasur,lalu mencoba melepas hijab Aisyah yang di bantu oleh Aisyah.Sekali lagi,Al kagum melihat wajah Aisyah yang selama ini begitu tertutup,ternyata itu sungguh ciptaan Tuhan yang begitu memukau,bahkan berkali-kali Al memuji sang istri dalam hati nya.
Al mengecup pucuk kepala Aisyah dan menahan nya beberapa detik,lalu ia mengecup dahi serta kening sang istri.Deru nafas sang suami kian terasa saat ke dua wajah itu mendekat.
Al memperlakukan Aisyah dengan begitu lembut,ia menci-um pipi kanan dan kiri Aisyah,lalu mengecup sekilas hidung kecil milik sang istri.
"Ayo sholat sunat dua rakaat !"Bisik Al,setelah itu ia segera bangkit dan duduk di tepi ranjang.Aisyah juga ikut duduk dan Al menyuruh Aisyah untuk lebih dulu ke kamar mandi.
"Silahkan Dik Aisyah lebih dulu!"Ucap Albarak dengan santun,Aisyah tersenyum,dan berpikir sejak kapan Al memikirkan panggilan itu,"Apakah Kakanda mau ikut sama atau mau menunggu disini?"Aisyah berbicara dengan Al.
__ADS_1
Namun,pandangan nya tidak menatap Al malah sebalik nya ia menundukkan pandangan nya karena malu.
"Jika sama - sama pergi,malah tidak ada yang akan fokus,jadi lebih baik Aisyah lebih dulu"Ujar Al,masih mengembangkan senyuman tampan nya ke arah sang istri,Aisyah mengangguk pelan,lalu berbalik dan meninggalkan Al di tepi ranjang.
Tak lama kemudian Aisyah balik lagi,masih dengan keadaan semula,ia belum mengambil wudhu.Ada rasa kecewa dan ragu terpancar dari raut wajah nya,rasa khawatir karena takut membuat suami nya kecewa.
"Apa yang terjadi?"Albarak segera menghampiri Aisyah dan bertanya,sembari memegang bahu Aisyah,yang terus menunduk.
"Mas,Ak-Aku ha-id!"Lirih Aisyah,yang tertunduk malu,ia juga tidak membawa perlengkapan itu.Awal nya Al terkejut, ia menghela nafas nya pelan,lalu tersenyum kepada Aisyah.
"Yasudah,mandi saja dulu,Aisyah bisa istirahat duluan,mas juga akan mandi dan sholat!"Al bergerak untuk pergi ke kamar mandi.Namun,Aisyah menarik ujung baju Al,membuat pria ini menghentikan langkah nya lalu menoleh ke arah sang istri.
"Mas,boleh minta tolong?"Aisyah memberanikan diri untuk menatap netra Al,tapi justru itu membuat jantung nya tidak aman,apalagi berada di dalam kamar yang sama.
"Mau minta tolong apa sayang,katakan,jangan sungkan-sungkan oke,Aisyah tidak perlu ragu sama Mas!"Al memegang ke dua bahu Aisyah.
"Minta tolong belikan pemba-lut untuk Saya!"Aisyah segera menundukkan pandangan nya.
Al yang mendengar itu terkejut,mu-lut dan mata sama lebar nya,ia melihat ke arah istrinya yang terus menunduk,ada rasa tidak enak dalam hati Aisyah meminta Al untuk melakukan hal itu.
"Heem,Ning tunggu disini,mas akan turun ke bawah untuk mencari pemba-lut!"Ujar Al yang tersenyum,Aisyah mengangguk,Al segera mengambil mantel dan pergi meninggalkan Aisyah,sebelum ia pergi,Al lebih dulu berpesan kepada Aisyah,untuk tidak membuka pintu kamar siapapun yang datang kecuali diri nya,sekalipun itu pelayan hotel.
Sementara Aisyah menunggu di kamar dengan perasan gelisah,selain memikirkan rasa malu dan perasaan sang suami.Aisyah juga sedikit ragu untuk tinggal sendiri di tempat itu.
Al sudah tiba di lobi hotel,lalu mulai melihat sekitar tempat itu,mencari supermarket terdekat,agar tidak meninggalkan Aisyah begitu lama di dalam kamar.Dia sendiri juga takut meninggalkan sang istri sendiri disana.
Memakai jas mantel yang panjang berbulu,dengan tubuh kekar dan tinggi,masih di lengkapi kaca mata hitam,siapa yang melihat nya pasti akan terpesona,apalagi ketampanan Al tidak pernah memudar di sepanjang waktu.
"Excuse me!"Al menoleh saat seseorang menyapa nya.Seorang wanita dengan pakaian serba terbuka,memiliki bentuk tubuh yang se-xy,untuk menarik perhatian Al.
"can I help you?"
Al baru ingat jika dia menggunakan akun anonim nya,ia akan mendapatkan apapun itu,meskipun ia berada di luar negeri sekalipun.
"Aku butuh pembalut wanita,cari dengan kualitas yang baik,dan juga cari bahan yang lembut dan higenis!"
"Butuh berapa banyak Tuan?"
"Secukupnya!"
"Baik,sepuluh menit tiba,Submit your location!"
"Oke,thank you!"Al mematikan ponsel nya,lalu mengirim lokasi keberadaan dia kepada seseorang disana.Lalu melakukan pembayaran yang tidak sedikit untuk membayar jasa tersebut.
Sepuluh menit kemudian,sebuah mobil berhenti tepat di depan hotel tempat Al menginap,Al masih menunggu nya di lobi,begitu mengetahui pesanan nya tiba Al segera keluar dari tempat itu.
"On behalf of Mr.Albarak?"
"Yes,myself"Al segera menandatangi kertas penerimaan barang,lalu pria itu mengeluarkan satu dus dari dalam mobil,dan memberikan nya kepada Albarak.Setelah menerima itu,Al segera kembali ke dalam hotel,dan menuju kamar nya.
A few minutes later. . .
Tok..Tok..Tok..
Aisyah tidak langsung membuka nya,karena ia takut jika itu bukan Al.
"Sayang...buka!"Mendengar suara Al dari luar Aisyah segera membuka nya.
Ceklek !
"Mas!"Aisyah terkejut melihat dus yang di bawa oleh Al.Al segera masuk dan meletakkan dus tersebut di atas ranjang.
__ADS_1
"Apa ini mas?"Aisyah masih bingung berdiri samping sang suami.Al segera membuka nya,dan memperlihatkan isi tersebut kepada Aisyah.
"Apa ini yang Ning cari?"Sebelum Aisyah menjawab,ia lebih dulu membulatkan mata nya,melihat isi dus,begitu banyak pembalut.Aisyah duduk di tepi ranjang,sembari menepuk jidat nya,dan melihat tagihan pembayaran,ia melihat kertas yang ada di tangan nya dengan nominal yang waw menurut nya.
"Mas,menghabiskan banyak uang hanya untuk membayarkan ini?Aisyah hanya butuh dua atau tiga bungkus saja mas!"Ujar Aisyah.Al tersenyum.
"Simpan saja kalau lebih!"Setelah mengeluarkan satu bungkus dan memberikan nya kepada Aisyah,yang lain Al letakkan di dalam lemari.
"Yasudah,mandi dulu sana,Mas sudah memesan makan malam untuk kita!"
"Eeemm,Ning mandi dulu"Al mengangguk,Aisyah segera berlalu ke kamar mandi.Sementara Al menunggu giliran nya di balkon kamar.
Tok...Tok...Tok...
Mendengar suara ketukan,Al melangkah dan mendekat ke arah pintu kamar.
Ceklek !
"Tuan Albarak?"
"Benar,Saya sendiri!"
"Ini pesanan Anda,cheese pizza,macaroni fried rice,and warm milk!"Al mengangguk dan segera mengambil nampan di tangan pelayan,serta ia mengambil dua botol minuman mineral juga.
Blam!
Albarak menutup kembali pintu kamar tersebut,disaat yang bersamaan Aisyah keluar dari kamar mandi,dengan wajah yang berseri-seri karena baru saja siap mandi.
Al melihat Aisyah,ia tidak memalingkan pandangan nya meskipun sang istri sudah berdiri di depan nya.
"Mas..."
"Mas"Aisyah melambaikan tangan nya,tapi Al masih saja melamun,sesuatu bangkit dari bawah sana,Al segera sadar jika Aisyah sudah di depan nya.
"Mas,mandi dulu,kalau Ning mau makan,boleh makan duluan !"Al segera pergi meninggalkan Aisyah di tepi ranjang,sebelum masuk ke kamar mandi,sekali lagi ia mengintip sang istri yang sedang menyisir rambut nya di depan cermin.Al mengelus dada nya mengagumi sang istri yang begitu cantik di mata nya.
A few minutes later. . .
Al keluar dari kamar mandi,dengan menggunakan baju mandi nya,ia berjalan ke arah ranjang,dimana Aisyah yang sedang duduk sembari membaca sebuah buku.Al memakai baju mandi bewarna putih yang lembut,dengan belahan di antara ke dua paha nya.
"Mas,sudah siap mandi?"Aisyah menoleh saat melihat Al berdiri di samping ranjang,Aisyah segera menurunkan kedua kaki nya ke bawah.
Al yang tidak menjawab pertanyaan Aisyah,ia segera duduk di depan Aisyah diatas lantai,dan memberikan handuk kecil di tangan nya kepada Aisyah,Wanita ini segera mengerti maksud Al.
Aisyah dengan lembut mengeringkan rambut Al,membuat pria ini memejamkan mata nya,lalu perlahan kepala nya direbahkan di atas pa-ha sang istri membuat Aisyah terkejut,jantung nya berdetak kencang,ia belum pernah sedekat ini dengan orang lain,meskipun Al adalah suami nya saat ini.
Namun,Aisyah masih merasa gugup.Dengan posisi mata masih terpejam,ia mendongakkan nya ke atas,sehingga Aisyah dapat melihat bulu mata Al yang basah,serta alis nya yang tebal,dan bi-bir nya termasuk se-xy untuk seorang laki-laki seperti Al.Al meraih tangan Aisyah yang ada di atas kepala nya,lalu Al mengecup itu dengan lembut.
Aisyah terkejut,ia reflek dan menarik segera tangan nya,sehingga membuat Al membuka mata nya dan menatap Aisyah dengan tatapan ambigu.Lama sekali dua netra itu saling berpandangan,Al yang heran dan Aisyah yang gugup,Al segera memegang bahu Aisyah.
"Maaf,Mas sudah membuat Aisyah takut!"Ucap Al dengan lembut.Aisyah segera menggelengkan kepala nya,ini bukan salah Al kenapa ia harus meminta maaf pikir Aisyah.
"Mas,halal atas diriku,kenapa harus meminta maaf?"
"Mas,tau itu,hanya saja,mas tidak ingin membuat seorang istri tertunduk kepada suami hanya karena kewajiban nya,tapi Mas mau Ning menerima mas,karena cinta,dan Ning dengan suka rela melayani mas layak nya seorang pria yang Ning cintai sebagai suami!"Ungkap Al,Aisyah terharu dengan ucapan Al,karena memang Al dari dulu tidak pernah memperlakukan seorang wanita dengan begitu mulia.Al tidak pernah dekat dengan wanita manapun,ia hanya jatuh hati kepada seorang wanita saja,yaitu istri nya saat ini.
Aisyah memegang lembut tangan Al,lalu mengecup punggung tangan suami nya dengan lembut,sikap Aisyah memperlihatkan kepada Al bahwa ia telah menerima Al sebagai suami nya yang sah saat ijab Qabul itu di lakukan.Albarak segera memegang ke dua pipi Aisyah dan mengecup kening sang istri sekilas,lalu menci-um pipi kanan dan kiri Aisyah,"Terimakasih sudah mau melengkapi segala kekurangan Mas!"Ucap Al,Aisyah hanya membalasnya dengan senyuman yang manis.
"Ayo kita makan dulu!"Al segera berdiri,dan membantu sang istri untuk berdiri juga.
Jika ada penulisan yang salah dalam bahasa Inggris mohon di kritik ya agar bisa di perbaiki ,✌️😉
__ADS_1