
Ayin sudah terbiasa mendengar hal begitu,ini sudah dua kali Alex bertemu dengan Johan,kali terakhir Alex mengalami kerugian yang cukup besar atas kelicikan Johan.
"Johan hidup?"
Tanya Ayin menaikan alis nya.
"Ma ti!"
Sahut Caston singkat.
"Siapa yang ma ti?"
Ayin dan Caston segera menoleh ke arah sumber suara.
"Nyonya!"
"Nyonya !"
Ke dua nya terlihat kaget.
"Caston katakan siapa yang ma ti?"
Maryam mengulangi pertanyaan yang sama.
"Ayin,bawa Nyonya masuk!"
Ayin mengangguk.
"Mari Nyonya ikut Saya,Anda perlu beristirahat!"
Pungkas Ayin,memaksa Maryam untuk segera naik ke atas.
"Ayin,Aku sedang tidak ingin tidur,Aku mau menunggu Tuan Alex disini!dan katakan siapa yang ma ti!"
Ucap Maryam tegas,Ayin tidak dapat menjawab,karena ia tidak bisa sembarang berbicara.
"Bukan apa-apa,Nyonya meskipun Anda istri dari Tuan Alex,ada beberapa hal yang Anda tidak boleh ikut campur,salah satu nya adalah ini,Anda tidak berhak tahu siapa dan kenapa seseorang bisa mengalami hal tragis,karena itu semua tidak ada sangkut paut nya dengan Anda,jika Anda khawatir dan risau,Anda hanya boleh mengkhawatirkan tentang Tuan saja,selebihnya itu adalah tanggung jawab Kami!"
Pungkas Ayin,Maryam mengangguk nya,dengan kecewa.
"Baik,Aku mengerti,tadi Kamu bilang,Aku hanya boleh khawatir dengan Tuan Alex,sekarang Aku ingin tahu bagaimana keadaan nya saat ini,sedang apa dan dimana Tuan Alex!"
Ayin terdiam,Maryam melepaskan tangan Ayin yang memegang lengan nya.
"Katakan,Aku akan mendengar Mu,katakan semua tentang suami Ku hari ini,apa yang ia lakukan saat ini,kenapa ia harus kembali nanti malam atau besok!"
Untuk pertama kali nya Maryam berteriak kepada Ayin,Caston melangkah masuk untuk melihat ke adaan di dalam.
Pak Kim sudah berada di tempat dimana mereka sedang bertengkar.
"Nyonya,mungkin Anda lelah,Anda perlu istirahat,mari Saya antar ke kamar!"
Ayin memaksa Maryam untuk pergi.
"Lepas!"
Ujar Maryam.Namun,Ayin masih tidak melepaskan nya.
"Le pas!"
Teriak Maryam,sontak membuat Pak Kim kaget dan Caston ikut tercengang.
Ayin melepaskan tangan nya di lengan Maryam.
__ADS_1
"Aku bisa sendiri,Kalian tidak perlu khawatir, Aku baik-baik saja!"
Maryam membalikkan tubuh nya,lalu menaiki satu persatu anak tangga,kaki nya masih sakit ia menahan nya untuk segera sampai ke lantai atas.
Ceklek !
Maryam segera masuk ke dalam kamar,lalu duduk di tepi ranjang.
"Apa yang Ku lakukan,kenapa Aku tidak bisa mengontrol emosi Ku!"
Gumam Maryam.
"Apa ini bentuk dari rasa khawatir Ku?dari rasa cemas Ku?tapi ini tidak sebanding dengan perlakuan yang ku dapat dari suami dingin seperti Alex!"
Maryam kembali berdiri,ia cemas dengan dirinya sendiri,ia belum pernah semarah ini kepada orang sebelumnya.
"Kenapa Aku harus mengkhawatir kan dirinya?Dia pergi karena pekerjaan Aku tau itu,Dia telat pulang juga sudah memberitahu, Aku juga tahu,tapi hanya satu gelas yang pecah,Aku berhasil di kuasai oleh kemarahan sesaat ini,Astagfirullah,apa yang ku lakukan!"
Maryam mulai merenung kesalahan nya,ia telah bersalah marah kepada Ayin yang selama ini telah baik kepada nya.
Tok...tok..tok...
"Siapa ?"
"Nyonya Saya Ayin!"
Sahut Ayin dari luar kamar.Maryam segera berdiri dan berjalan ke arah pintu.
Ceklek !
"Nyonya ini minuman es lemon tea mungkin bisa menghilangkan rasa haus,dan membuat Kita menjadi rileks!"
"Terimakasih !"
Maryam mengambil nya segera.
Pungkas Maryam memegang tangan Ayin.
"Aku tau itu,Nyonya istirahat saja dulu,nanti jika Tuan pulang,ia akan langsung menemui Anda!"
"Apa yang mau Nyonya makan nanti malam,biarkan koki menyiapkan itu!"
Tanya Ayin.
"Aku belum selera,tunggu Tuan Alex pulang Aku akan makan bersama dengan Nya!"
"Baik Saya permisi dulu!"
Maryam mengangguk nya.
Blam !
Maryam meletakan minuman tersebut di atas nakas,lalu menatap nanar ke arah bingkai foto yang besar,itu adalah foto Alex.Foto pernikahan Mereka belum siap.
"Mas,dimana pun Kamu berada doa Ku selalu menyertai Mu,meskipun Kita belum bisa menjadi pasangan pada umum Nya,tapi Aku tetap istri Mu,dan Kamu tetap suami Ku,yang harus ku hormati dan ku jaga Marwah Mu!"
Gumam Maryam,kini membaringkan tubuh nya sebentar sambil menunggu magrib tiba.
Rumah Sakit Xander !
Rumah sakit dimana Alex dan Jerry sedang berada.
"Apa luka nya dalam?"
__ADS_1
Tanya Jerry saat seseorang keluar dari ruangan operasi.
"Tidak Tuan,hanya luka lama kembali terbuka,jadi butuh waktu agak lama untuk menjahit kembali!"
Jelas seorang dokter Lauren,dokter wanita di Xander hospital.
"Baik,lakukan yang terbaik,jangan biar kan luka Tuan terbuka,jahit lah yang rapi!"
"Akan Kami pastikan Kami akan mengobati nya dengan baik!"
Jerry Law mengangguk nya.
Jerry Law menunggu Alex dengan sabar di kaur ruangan operasi,luka nya tidak terlalu parah,hanya saja tempat nya sama dengan luka yang lama,jadi butuh waktu lama untuk membuat nya sehalus mungkin.
Ceklek !
Dokter Darren dan dua perawat mendorong hospital bed milik Alex.
"Tuan masih pengaruh obat,jadi ia belum siuman,Kami akan membawa nya ke ruangan sebelah!"
Jerry Law segera mengikuti nya dari belakang.
Ting !
[Butuh bantuan ?]
Jerry menerima pesan dari Caston.
[Tidak perlu,Tuan sudah siap di operasi!]
Jerry Law segera membalas nya.
[Baik]
Setelah membaca pesan Caston,Jerry law menyimpan kembali ponsel nya,lalu bergegas ke ruangan Alex.
Di luar kamar Alex,Jerry law bertemu dengan dokter Darren dan dokter Lauren.
"Tuan Jerry,tolong di perhatikan Tuan Alex,agar lukanya tidak terkena air,dan jangan biarkan ia bergerak dulu!"
Saran dokter Lauren.
"Baik,Saya akan menjaga disini,dan akan saya pastikan kalau Tuan Alex tidak akan ceroboh !"
Kedua dokter itu mengangguk nya,lalu pamit untuk melakukan pekerjaan nya yang lain.
Ceklek !
Jerry law masuk ke dalam ruangan,ia melihat Alex yang siuman.
"Tuan,apa yang Anda butuh kan?"
Jerry law menghampiri Alex.
"Ponsel!"
"Haah ponsel?"
Jerry law mengulangi ucapan Alex,Pria itu mengangguk nya.
"Tuan Anda baru siuman,istirahat saja dulu!"
"Berikan ponsel Saya!"
__ADS_1
Alex menatap Jerry dengan tajam,Pria itu segera mengeluarkan ponsel dari dalam saku nya.
Jerry memberikan ponsel kepada Alex,Pria itu mengambil kontak telepon entah siapa yang akan ia hubungi untuk pertama kali.Jerry melirik nya lalu ia melihat nya dengan jelas .